loading...

Panduan Praktikum Anatomi Sistem Saraf Tepi


PANDUAN PRAKTIKUM ANATOMI

SISTEM SARAF TEPI












Pembimbing praktikum:












Bagian Anatomi

Fakultas kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

Tahun 2020







PANDUAN PRAKTIKUM ANATOMI

SISTEM SARAF TEPI






Nama                              :
NIM                                :
Blok                                :

Hari/Tanggal Praktikum:





Pembagian sistem saraf tepi




Perjalanan system saraf



Cedera nervus superior

1.1 PARALISIS ERB-DUCHENNE

Sering juga diistilahkan dengan ”waiter’s tip hand”. Gejala ini timbul akibat lesi plexus brachialis bagian atas, biasanya diakibatkan oleh gerakan yang berlebihan dari kepala ke sisi yang berlawanan dan penekanan bahu pada sisi yang sama. Ini menyebabkan traksi yang hebat atau robekan radik C5 dan C6 plexus brachialis. Innervasi suprascapularis, n. musculocutaneus, dan n. axillaris tidak berfungsi, menimbulkan paralisis otot-otot: a. m. supraspinatus (abductor art. humeri) dan m. infraspinatus (rotator lateral art.
humeri).

b. m. subclavius (menurunkan clavicula).

c. m. biceps brachii (supinator lengan bawah, flexor articulatio cubiti, dan flexor lemah articulatio humeri) dan sebagian besar m. brachialis (flexor articulatio cubiti) serta m. coracobrachialis (flexor articulatio humeri)

d. m. deltoideus (abductor articulatio humeri) dan m. teres minor (rotator lateralis articulatio humeri).

Paralisis otot-otot tersebut menyebabkan lengan tergantung lemas di sisi badan dengan rotasi medialis. Lengan bawah akan pronatio. Akan terdapat kehilangan sensasi kulit di lateral lengan.

PARALISIS KLUMPKE

Gejala ini timbul akibat adanya lesi pexus brachialis bagian bawah, biasanya disebabkan oleh tarikan abduction berlebihan pada lengan. Innervasi thoracica I biasanya robek. Tangan akan berbentuk seperti cakar karena hyperextensio articulation metacarpophalangea

dan flexio articulation interphalangea. Selain itu akan terdapat kehilangan sensasi di sepanjang sisi medial lengan atas. Lexi plexus brachialis juga dapat disebabkan oleh adanya cervical rib atau metastasis maligna dari paru ke nodi lymphoidei cervicales profundi.lccc

WINGED SCAPULA

Winged scapula timbul akibat margo vertebralis dan angulus inferior scapulae tidak lagi menempel dengan erat pada dinding thorax dan akan menonjol ke posterior. Gejala ini terjadi akibat paralisis m. serratus anterior karc; .ena terganggunya innervasi thoracalis longus doo(C5,6,7) sehingga scapula tidak mampu melakukan rotatio selama gerakan abduction lengan mfmcatas yang lebih besar dari 90°. Penderita akan kesulitan mengangkat lengan di atas kepala.

WRISTDROP

Wristdrop atau flexio regio carpalis merupakan gejala klinik cedera innervasi radialis di axilla, yang akan menimbulkan paralisis m. triceps brachii, m. anconeus, dan otot-otot extensor panjang regio carpalis. Gejala ini terjadi akibat tidak adanya perlawanan dari otototot flexor regio carpalis. Penderita tidak dapat mengextensiokan articulation cubiti, articulation radiocarpalis, dan jari-jari. Penderita wristdrop sangat terganggu karena tidak dapat menggenggam sebuah objek akibat flexi maksimal regio carpalis. Gerakan supinatio masih dapat dilakukan oleh m. biceps brachii, meskipun m. brachioradialis dan m.



supinator mengalami paralisis. Terdapat hilangnya sedikit sensasi kulit pada permukaan posterior bagian bawah lengan atas dan sepanjang bidang sempit pada permukaan posterior lengan bawah.

CARPAL TUNNEL SYNDROME

Secara klinik, sindrom ini ditandai dengan rasa terbakar atau rasa ditusuk jarum di sepanjang percabangan innervasi medianus, serta timbulnya kelemahan otot-otot thenar. Keadaan ini disebabkan oleh kompresi n. medianus di dalam canalis carpi (carpal tunnel). Penyebab pasti dari kompresi canalis carpi sukar diketahui, diduga penebalan selubung synovial dari tendo otot-otot flexor atau arthritis pada ossa carpi sebagai penyebab.

CLAWHAND

Cedera serabut motorik innervasi ulnaris pada pergelangan tangan membuat otot-otot kecil akan paralisis dan atrofi, kecuali otot-otot eminentia thenar dan dua musculi lumbricales pertama. Clawhand lebih nyata pada lesi di regio carpalis karena m. flexor digitorum profundus tidak lumpuh dan terjadi flexio phalanges distal yang lebih nyata. Clawhand akan semakin tidak tampak apabila letak lesi n. ulnaris lebih tinggi dari pergelangan tangan. Meskipun bentuk tangan menjadi berubah namun fungsinya tangan tidak mengalami perubahan mencolok. Sensasi sekitar bagian lateral tangan masih utut, fungsi menjepit dari pollex dan index masih baik, meskipun ada kelemahan karena lumpuhnya m. adductor pollicis.

Cedera nervus inferior

2.1 FOOT DROP

Gejala klinik ini merupakan akibat dari terganggunya innervasi ischiadicus (L4-S3), yang akan menyebabkan paralisis otot-otot hamstring. Semua otot di bawah lutut paralisis, dan berat kaki menyebabkannya mengambil posisi plantarfleksi (footdrop). Sensibilitas di bawah lutut hilang, kecuali daerah sempit di sisi medial bagian distal tungkai bawah dan sepanjang pinggir medial kaki sampai ke bagian bawah ibu jari kaki, yang dipersarafi oleh n. saphenus (n. femoralis).

2.2 EQUINOVARUS

Cedera innervasi peroneus communis, biasanya akibat fractura caput fibulae atau tekanan gips, akan menyebabkan paralisis otot-otot ruang anterior dan lateral tungkai. Akibatnya otot-otot yang kerjanya berlawanan, yaitu otot plantarfleksi sendi pergelangan kaki dan inversion sendi subtalaris dan tarsalis transversa menyebabkan kaki berada dalam keadaan plantarfleksi (footdrop) dan inversio. Keadaan ini disebut equinovarus. Hilangnya sensibilitas terjadi sepanjang sisi anterior dan lateral tungkai bawah, dorsum pedis, dan jari-jari, termasuk sisi medial ibu jari kaki.

2.3 CALCANEOVALGUS

Keadaan ini timbul akibat cedera innervasi tibialis yang menyebabkan paralisis semua otot tungkai bawah bagian belakang dan telapak kaki. Otot-otot yang kerjanya berlawanan melakukan dorsofleksi kaki pada sendi pergelangan kaki dan eversio kaki pada sendi subtalaris dan tarsal transversalis. Sensibilitas hilang pada telapak kaki



Gambarkan sketsa gambar diatas tunjukkan spinal nerve, plexus








Gambarkan sketsa gambar diatas tunjukkan nervus cranial serta jelaskan fungsinya















Gambarkan sketsa gambar diatas







 Gambarkan sketsa gambar diatas


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Panduan Praktikum Anatomi Sistem Saraf Tepi"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!