loading...

Laporan Tutorial Mimpi Basah


LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO:

An. Brother, 12 tahun, hari ini mengalami mimpi basah. Brother kemudian mendapat penjelasan dari ayahnya bahwa hal tersebut adalah salah satu tanda pubertas pria yang nantinya akan menyebabkan beberapa perubahan pada organ dan jaringan system reproduksi prianya. Hal tersebut juga disebabkan adanya pengaruh hormonal. An. Brother menjadi tertarik untuk mempelajari tentang anatomi dan histology system reproduksi pria dan hormon-hormon yang memengaruhinya.

I.       KLARIFIKASI ISTILAH

1.      Mimpi basah    : pengeluaran cairan semen saat tidur yang hanya dialami oleh laki-laki
2.      Pubertas          : proses menuju dewasa
3.      Reproduksi      : sistem organ seksual dalam organisme yang bekerjasama untuk menghasilkan keturunan
4.      Sistem             : sekelompok komponen dan elemen yang digabungkan untuk mencapai tujuan tertentu
5.      Hormon           : pembawa kimiawi antar sel atau kelompok sel

II.      IDENTIFIKASI MASALAH
           
1.      Bagaimana anatomi reproduksi pria?
2.      Bagaimana histology reproduksi pria?
3.      Bagaimana fisiologi reproduksi pria?
4.      Hormon apa saja yang memengaruhi sistem reproduksi pria?
5.      Kapan mimpi basah terjadi?
6.      Bagaimana mekanisme mimpi basah?
7.      Hormon apa saja yang memengaruhi mekanisme mimpi basah?
8.      Organ dan jaringan apa saja yang berubah pada reproduksi pria pada saat pubertas?
9.      Bagaimana ciri pubertas pada pria?






III.    CURAH PENDAPAT

1.      Anatomi Reproduksi Pria
a.       Organ externa : scrotum dan penis.
b.      Organ interna : testis, epididymis, tubulus seminalis, duktus ejakulatorius, vas deferens.
c.       Organ accesoria : glandula prostat dan glandula bulbouretralis
2.      -
3.      -
4.      Hormon pada reproduksi pria : GnRH, FSH, LH, dan testosterone
5.      Usia ideal 9-14 tahun sesudah pembesaran testis
6.      -
7.      -
8.      Pembesaran testis akibat tubulus seminiferous
Bertambah sel leydig dan sel sertoli
Pemanjangan penis
9.      Munculnya jakun (prominentia laringea)







IV.    ANALISA MASALAH

1.        Anatomi Reproduksi Pria [1]

1.      Scrotum


Adalah sebuah kantong yang menonjol keluar dari bagian bawah dinding anterior abdomen. Scrotum berisi testis, epididimis dan ujung bawah funiculus spermaticus. Dinding scrotum mempunyai lapisan sbb:
``
1.      Kulit
Kulit scrotum tipis, berkerut, berpigmen, dan membentuk garis persatuan dari kedua penonjolan labioscrotalis.

2.      Fascia superficialis
Fascia ini melanjutkan diri sebagai panniculus adiposus dan stratum membranosum dinding anterior abdomen. Akan tetapi panniculus adiposus diganti otot polos (tunica dartos) yang berfungsi untuk mengerutkan kulit diatasnya. Stratum membranosum fascia superficialis(fascia collesi) didepan melanjutkan diri sebagai stratum membranosum dinding anterior abdomen, dibelakang melekat pada corpus perienale dan pinggir anterior membrana perinei. Disampingnya, fascia superficialis melekat pada rami ischiopubica. Kedua lapisan fascia superficialis berperan membentuk sekat median yang menyilang scrotum dan memisahkan testis satu dengan yang lain.

3.      Fasciae spermaticae
Fascia 3 lapis ini terletak dibawah fascia superficialis dan berasal dari tiga lapis dinding anterior abdomen masing-masing sisi. Serabut afferen melengkung refleks ini berjalan pada ramus femoralis nervi genitofemoralis (L1 dan L2) dan serabut eferen motorik berjalan pada ramus genitalis nervi genitofemoralis.

4.      Tunika vaginalis
Tunika ini terletak didalam fasciae spermaticae dan meliputi permukaan anterior, media, dan lateralis masing-masing testis. Tunika vaginalis merupakan perluasan kebawah processus vaginalis peritonei. Tunika ini merupakan kantong tertutup, diinvaginasi dari belakang oleh testis.

Aliran limfe
Cairan limfe dari kulit dan facia, termasuk tunika vaginalis dialirkan ke nodi lymphoidei inguinales superficiales.

2.      Testis


Testis adalah sepasang organ berbentuk lonjong dengan ukuran panjang lebih kurang 2 inci (5cm) dan sedikit pipih sisi ke sisi. Masing-masing testis merupakan organ kuat yang mudah bergerak, terletak didalam scrotum. Testis sinister biasanya terletak lebih rendah dibandingkan testis dexter. Kutub atas kelenjar sedikit miring kedepan. Masing masinng testis dikelilingi oleh kapsula fibrosa yang kuat, yaitu tunica albuginea. Dari permukaan dalam capsula terbentang banyak septa fibrosa yang membagi bagian dalam organ testis menjadi lobulus-lobulus. Didalam setiap lobulus terdapat 1 sampai 3 tubulus seminiferus yang berkelok-kelok. Tubulus seminiferus bermuara kedalam jalinan saluran yang dinamakan rete testis.  Didalam setiap lobulus diantara tubulus seminiferus terdapat jaringan ikat lembut dan kelompok sel-sel bulat interstitial (sel leydig) yang menghasilkan hormon seks laki-laki testosteron.  Rete testis dihubungkan oleh ductuli efferentes yang kecil ke ujung atas epididymis.

1.      Epididymis
Epididymis mempunyai ujung atas yang melebar, caput, corpus, dan cauda yang arahnya inferior. Dilateral, terdpat sulcus nyata diantara testis dan epididymis, yang diliputi oleh lapisan viscerale tunica vaginalis (sinus epididymis).  Epididymis merupakan saluran yang sangat berkelok-kelok, panjangnya hampir 20 kaki (6m), tertanam di dalam jaringan ikat.

Pendarahan testis dan epididymis
Arteria testicularis adalah subuah cabang aorta abdominalis. Venae testiculares keluar dari testis dan epididymis sebagai anyaman vena, plexus pampiniformis. Anayaman ini membentuk sebuah vena tunggal yang berjalan keatas melalui canalis inguinalis. Vena testicularis dextra mengalirkan darahnya ke vena cava inferior, dan vena testicularis sinistra bermuara ke vena renalis sinistra.

Aliran cairan limfe testis dan epididymis
Pembuluh-pembuluh limfe berjalan keatas didalam funiculus spermaticus dan berakhir di nodi lymphoidei disamping aorta (nodi lymphoidei lumbales atau paraaortici) setinggi vertebra lumbale pertama yaitu pada planum transpyloricum. Aliran seperti ini diperkirakan karena selama perkembangannya, testis bermigrasi dari bagian atas dinding posterior abdomen, turun melalui canalis inguinalis,masuk ke dlam scrotum, menarik pembuluh darah dan limfe untuk mengikutinya.

Duktus deferens
Duktus deferens merupakan saluran berdinding tebal dengan panjang sekitar 18 inci (45cm), yang menyalurkan sperma matang dari epididymis ke ductus ejaculatorius dan urethra. Duktus deferen berasal dari ujung bawah atau cauda epididymis dan berjalan melalui canalis inguinalis. Duktus deferens keluar dari anulus inguinalis profundus dan berjalan disekitar pinggir lateral arteria epigastrica inferior. Kemudian ductus deferens berjalan berjalan kebawah dan kebelakang pada dinding lateral pelvis dan menyilang ureter pada daerah spina ischiadica. Duktus deferens kemudian berjalan kemedial  dan bawah pada permukaan posterior vesica urinaria. Bagian terminal ductus deferens melebar membentuk ampulla ductus deferens. Ujung bawah ampulla menyempit dan bergabung dengan ductus vesiculae seminalis membentuk ductus ejaculatorius.


Vesicula seminalis
Adalah 2 buah organ yang berlobus dengan panjang kurang lebih 2 inci (5cm) dan terletak di permukaan posterior vesica urinaria. Ujung atas nya terletak agak berjauhan dan ujung bawahnya saling berdekatan. Pada ujung medial masing-masing vesicula seminalis terdapat bagian terminal duktus deferens. Diposterior vesicula seminalis berbatasan dengan rectum. Ke inferior, masing-masing vesicula menyempit dan bersatu dengan ductus deferens sisi yang sama untuk membentuk ductus ejaculatorius. Masing-masing vesicula seminalis mengandung saluran melengkung yang tertanam didalam jaringan ikat.

Pendarahan
·         Arteri
Cabang-cabang arteria vesicalis inferior dan arteria rectalis media mendarahi vesicula seminalis.
·         Vena
Vena-vena bermuara kedalam vena iliaca internae
Aliran limfe
Limfe mengalir ke nodi iliaci interni

3.      Duktus ejaculatorius




Panjang masing-masing duktus ejaculatorius kurang dari satu inci (2,5cm) serta dibentuk oleh penyatuan duktus deferens dan duktus vesicula seminalis. Duktus ejaculatorius menembus facies posterior dinding prostat dan bermuara ke urethra pars prostatica, dekat pinggir utriculus prostaticus. Fungsinya adalah mengalirkan cairan vesicula seminalis ke urethta pars prostatica.


4.      Prostat




Prostat merupakan organ glandula fibromuskular yang mengelilingi urethra pars prostatica. Panjang prostat kurang lebih 1,25 inci (3cm) dan terletak diantara collum vesicae di atas dan diaphragma urogenitale dibawah.
Prostat dikelilingi olehcapsula fibrosa. Di luar capsula terdapat selubung fibrosa, yang merupakan bagian visceral fascia pelvis. Prostat yang berbentuk kerucut mempunyai basis yang terletak diposterior dan berhadapan dengan collum vesicae; dan apex prostatae yang terletak di inferior berhadapan dengan diaphragma urogenitale. Kedua ductus ejaculatorius menembus bagian atas facies posterior prostat untuk bermuara ke urethra pars prostatica pada pinggir lateral ultriculus prostaticus.

Batas-batas
·         Ke superior : basis prostatae berlanjut dengan collum vesicae urinaria, otot polos berlanjut tanpa terputus dari suatu organ ke organ yang lain. Urethra masuk ke pusat basis prostatae.
·         Ke inferior : apek prostatae terletak pada fascies superior diaphragma urogenitale. Urethra meninggalkan prostat tepat di atas apex fascies anterior.
·         Ke anterior : facies anterior prostatae berbatasan dengan symphisis pubis., dipisahkan oleh lemak ekstraperitoneal yang terdpat pada cavum retropubicum (cavum retziuz).
·         Ke posterior : facies posterior prostatae berhubungan erat dengan facies anterior ampulae recti dan dipisahkan oleh rectum oleh septum retrovesicale (fascia denonvillier).
·         Ke lateral : facies lateralis prostatae difiksasi oleh serabut anterior muskulus levator ani pada saat serabut ini berjalan ke posterior dari os pubis.
Struktur prostat
Prostat secara tidak sempurna terbagi dalam lima lobus. Lobus anterior terletak didepan urethra dan tidak mempunyai jaringan kelenjar. Lobus medius atau lobus medianus adalah kelenjar yang berbentuk baji yang terletak di antara urethra dan ejaculatorius. Facies superior lobus medius berhubungan dengan trigonum vesicae, bagian ini banyak mengandung kelenjar. Lobus poterior terletak dibelakang urethra dan dibawah ductus ejaculatorius dan juga mengandung jaringan kelenjar. Lobus lateralalis dexter dan sinister terletak disamping urethra dan dipisahkan satu dengan yang lain oleh alur vertikal dangkal yang terdpat pada permukaan posterior prostat. Masing-masing lobung lateralis mengandung banyak kelenjar.

Pendarahan
·         Arteri : Cabang-cabang arteria vesicalis inferior dan arteria rectalis media mendarahi prostat.
·         Vena : vena-vena membentuk plexus venosus prostaticus, yang terletak diantara capsula prostatica dan selubung fibrosa. Plexus prostaticus menampung darah dari vena dorsalis penis profunda dan sejumlah venae vesicales, serta bermuara ke vena iliaca interna.
Aliran limfe
Pembuluh limfe prostat mengalirkan cairan limfe ke nodi iliaci interni.

Persarafan
Persarafan prostat berasal dari plexus hypogastricus inferior. Saraf simpatik meransang otot polos prostat selama ejakulasi.

Urethra pars prostatica
Urethra pars prostatica panjangnya kurang lebih 1,25 inci (3cm) dan dimulai dari collum vesicae. Urethra berjalan melalui prostat dari basis sampai ke apex, di tempat ini berlanjut sebagai urethra pars membranacea. Urehta pars prostatika merupakan bagian yang paling lebar dan paling luas dari seluruh urethra. Pada dinding posterior terdpat peninggian longitudinal yang disebut crista urethralis.  Disamping crista terdapat alur yang disebut sinus prostaticus; kelenjar-kelenjar prostat bermuara pada sinis ini. Pada puncak crista pubica terdapat cekungan, utriculus prostaticus, yang analog dengan uterus dan vagina pada perempuan. Pada kedua pinggir utriculus terdapat muara kedua ductus ejeculatorius.

5.      Glandula bulbourethralis



Glandula bulbourethralis merupakan dua kelenjar kecil yang berada di bawah musculus sphincter urethrae. Ductusnya menembus membrana perinealis dan bermuara ke urethra pars spongiosa. Secretnya dikeluarkan ke urethra sebagai akibat stimulasi erotik.





6.      Diaphragma urogenitale


Diaphragma urogenitale adalah diaphragma musculofasciale berbentuk segitiga yang mengisi celah arcus pubis. Diaphragma ini dibentuk oleh musculus spinchter urethrae dan musculus transversus perinei profundus yang terletak diantara lamina superior dan lamina inferior fascia diaphragma urogenitale (membrana perinealis).Anterior terhadap diaphragma urogenitale terdapat celah kecil di bawah symphisis pubis, yang dilalui oleh vena dorsalis penis.

7.      Spatium profundum perinei
Spatium profundum perinei merupakan ruang tertutup yang terletak didalam diaphragma urogenitale, diantara lapisan superior fascia dan membrane perinealis.
Isi Spatium profundum perinei : berisi urethra pars membranacea, musculus spinchter urethrae, glandula bulbourethralis, musculus transversus perinei profundus, arteria dan vena pudenda interna dan cabang-cabangnya, dan nervus dorsalis penis.

8.      Spatium superficiale perinei
Spatium profundum perinei dibatasi dibawah oleh lapisan membranosa fascia superficialis dan diatas oleh diaphragma urogenitale. Di belakang di tutup oleh penyatuan dinding atas dan bawahnya. Ke lateral, spatium ini ditutupi oleh perlekatan lapisan membranosa facsia superficialis dan diaphragma urogenitale ke pinggir arcus pubis. Ke anterior, spatium ini berhubungan bebas dengan rongga potensial yang terletak diantara fascia superficialis dinding anterior abdomen dan otot-otot abdomen anterior.
Isi Spatium profundum perinei : berisi struktur-struktur yang membentuk radix penis disertai otot-otot yang meliputinya, yaitu musculus bulbospongiosus dan musculus ischiocavernosus.  Disamping itu ramus perinealis nervus pudendi pada setiap sisi berakhir di dalam spatium dengan mensarafi otot dan kulit yang terletak diatasnya.







9.      Penis


Lokasi dan deskripsi
Penis mempunyai radix yang terfiksasi dan corpus yang tergantung bebas.

Radix penis
Radix penis dibentuk oleh 3 massa erektil yang dinamakan  bulbus penis dan crus penis dextrum  dan sinistrum. Bulbus penis terletak di garis tengah dan melekat dengan permukaan bawah diaphragma urogenitale. Bulbus dilewati oleh urethra dan permukaan luarnya dibungkus oleh musculus bulbospongiosus. Masing-masing crus penis melekat pada pinggir arcus pubis dan permukaan luarnya diliputi oleh musculus ischiocavernosus. Bulbus melanjutkan diri sebagai corpus penis dan membentuk corpus spongiosum penis. Di antara kedua crus penis saling mendekati dan dibagian dorsal corpus penis terletak berdampingan membentuk corpus cavernosum penis.

Corpus penis
Terdiri dari tiga jaringan erektil yang diliputi sarung fascia yang berbentuk tubular. Jaringan erektil dibentuk oleh dua corpora cavernosa yang terletak didorsal dan satu corpus spongiosum yang terletak pada permukaan ventralnya. Pada bagian distal corpus spongiosum melebar  membentuk glans penis, yang meliputi ujung distal corpora cavernosa. Pada ujung glans penis terdapat ujung celah yang merupakan muara dari urethra disebut meatus urethrae externus. prepurtium merupakan lipatan kulit seperti kerudung yang menutupi glans penis. Prepurtium dihubungkan dengan glans penis oleh lipatan yang terdapat dibawah muaea urethra dan dinamakan frenulum. Corpus penis disokong oleh dua buah fascia profunda yang terkondensasi, yang berjalan kebawah dari linea alba dan symphisis pubis untuk melekat pada fascia penis.






Musculus penis



Musculus bulbospongiosus
Musculus ini terletak di kiri dan kanan garis tengah, meliputi bulbus penis dan bagian posterior copus spongiosum penis. Fungsinya adalah untuk menekan urethra pars spongiosa dan mengosongkan sisa urin atau semen. Serabut-serabut anterior juga menekan vena dorsalis penis, jadi menghambat aliran vena dari jaringan erektil dan membantu proses ereksi penis.

Musculus ischiocavernosus
Musculus ini meliputi crus penis masing-masing penis. Fungsi masing-masing otot ini menekan crus penis dan membantu ereksi penis.

Pendarahan penis
·         Arteri : corpora cavernosa penis didarahi oleh arteria profunda penis; corpus spongiosum penis didarahi oleh arteria bulbi penis. Sebagai tambahan, ada arteria dorsalis penis. Semua arteri diatas adalah cabang dari arteria pudenda interna.
·         Vena : vena-vena bermuara ke venae pudendae internae.
Aliran limfe
Cairan limfe kulit penis di alirkan ke kelompok medial nodus inguinalis superficialis. Struktur-struktur profunda penis mengalirkan cairan limfenya ke nodi iliaci interni.

Persarafan
Persarafan berasal dari nervus pudendus dan plexus pelvicus.




2.        Histologi Repreduksi Pria [2]

1.      Penis dan uretra
a.       Terdapat dua korpus kavernosum dan satu korpus spongiosum, di bagian tengah korpus spongiosum terdapat uretra dan jaringan ikat yang meliputinya.
b.      Di dalam jaringan penyambung bawah kulit pada bagian dorsal terdapat arteri,vena,dan nervus dorsalis penis.
c.       Terdapat tunika albuginea yang membungkus ketiga korpus
d.      Diantara kedua korpus kavernosum terdapat septum mediana
e.       Penis   :
·         Ruang ruang pada korpus kavernosum penis tidak seragam besarnya,bagian tengah lebih besar,semakin ke tepi makin kecil
·         Jaringan ikat padat yang membungkusnya cukup tebal
·         Terdapat arteri profunda penis yang akan bercabang menjadi arteri helisina
f.       Uretra  :
·         Ruang ruang pada korpus spongiosum seragam besarnya bagian tengah sampai ke bagian tepinya
·         Jaringan ikat fibrosa di sekelilingnya lebih tipis dan elastic
·         Di lapisi epitel selapis thorax










2.      Testis dan epididimis
a.       Di bungkus oleh jaringan ikat padat fibrosa yaitu tunika albuginea testis,membungkus penuh permukaan testis
b.      Di dalam mediastinum testis terdapat rete testis halleri
c.       Di dalam lobulus testis terdapat tubulus seminiferus





3.      Tubulus eferens
a.       Lumenya tampak bergelombang
b.      Di susun oleh epitel selapis yang terdiri dar sel torax sel kuboid sehingga terlihat epitelnya bergelombang tidak beraturan
c.       Sel yang tinggi mempunyai kinosilia pada permukaannya
d.      Di luar membrane basal terdapat lapisan otot polos yang melingkar tipis
e.       Di dalam lumen tedapat spermatozoa





4.      Duktus epididimis
a.       Epitelnya merupakan epitel torax selapis dengan sel pengganti diantaranya sehingga di sebut juga epitel torax bertingkat
b.      Selnya tinggi, intinya lonjong gepeng dengan sumbu panjang nya mengarah ke lumen
c.       Mempunyai stereosilia pada permukaan









5.      Duktus deferens
a.       Tunika mukosa
·         Epitel silindris bertingkat ,mempunyai stereosilia
·         Epitel mukosanya bergelombang dan juga lamina propria di bawahnya
b.      Tunika muskularis
·         Di bawah lamina propria terdapat tiga lapisan otot polos
·         Lapisan paling dalam tersusun longitudinal
·         Lapisan tengah sirkuler
·         Lapisan luar longitudinal
c.       Tunika adventisia
·         Terdiri dari jaringan ikat longgar dan banyak pembuluh darah dan saraf
                                   




6.      Kelenjar prostat
a.       Kelenjar ini mukosanya berlipat-lipat
b.      Di liputi epitel selapis torax/bertingkat
c.       Di dalam lamina propria terdapat serat otot polos
d.      Di dalam lumen terdapat kohnremen yang berwarna merah homogen
e.       Tunika adventisia berupa jaringan ikat longgar









7.      Kelenjar bulbourethralis
a.       Epitelnya berupa epitel mukosa torax simplek
b.      Terdapat jaringan ikat dan sel sel otot polos


8.      Kelenjar vesikulosa
a.       Mukosanya berlipat-lipat, epitel selapis torax/bertingkat, tapi di dalam lamina propria tidak di temukan serat otot polos
b.      Di bawah lamina propria dapat di temukan lapisan otot polos
c.       Tunika adventisia berupa jaringan ikat longgar



3.        Histologi Reproduksi Pria [3]
Organ utama dari sistem reproduksi pria adalah testis. Testis merupakan organ yang menghasilkan gamet dan mensekresikan hormon reproduksi pada pria. Hormon androgen yang dihasilkan akan mempengaruhi perkembangan organ reproduksi pria, baik primer maupun sekunder serta mengatur adanya dorongan sexual pada pria. Organ reproduksi ini akan aktif pada usia pubertas . Hal ini ditandai dengan terjadinya “mimpi basah” pada pria. Pubertas adalah suatu proses perubahan secara fisik dari anak-anak menuju dewasa hingga dapat melakukan reproduksi. Adolescence adalah suatu proses dari remaja hinngga menjadi dewasa sepenuhnya dan merupakan fase transisional baik secara fisik maupun mental. Biasanya terjadi pada usia 10-19 tahun.

1.      Testis
             Testis melaksanakan dua fungsi, yaitu menghasilkan sperma dan mengeluarkan testosteron. Sekitar 80% massa testis terdiri dari tubulus seminiferosa yang berkelak-kelok, yang di dalamnya berlangsung spermatogenesis. Sel-sel endokrin yang mengeluarkan testosteron (sel Leydig atau sel interstisium) terletak di jaringan ikat (jaringan interstisium) antara tubulus-tubulus seminiferosa. Dengan demikian, bagian-bagian testis yang menghasilkan sperma dan mengeluarkan testosteron secara struktural dan fungsional berbeda.
             Testosteron adalah suatu hormon steroid yang berasal dari molekul prekursor kolesterol, seperti halnya hormon-hormon seks wanita, estrogen dan progesteron. Sel-sel leydig mengandung enzim-enzim dengan konsentrasi tinggi yang diperlukan untuk mengarahkan kolesterol mengikuti jalur yang menghasilkan testosteron. Setelah dihasilkan, sebagian testosteron disekresikan ke dalam darah untuk diangkut, terutama dengan terikat ke protein plasma, ke jaringan sasaran. Sebagian testosteron yang baru diproduksi mengalir ke lumen tubulus seminiferosa, tempat hormon ini memainkan peranan penting dalam spermatogenesis.

2.      Duktus Epididimis & Duktus Deferens
             Setelah dihasilkan di tubulus seminiferosa, sperma disapu ke dalam epididimis sebagai akibat adanya tekanan yang diciptakan oleh sekresi cairan tubulus secara terus menerus oleh sel-sel sertoli. Duktus-duktus epididimis dari setiap testis menyatu untuk membentuk sebuah saluran berdinding tebal yang berotot disebut duktus (vas) deferens. Duktus-duktus tersebut melaksanakan beberapa fungsi penting. Pertama, epididimis dan duktus deferens berfungsi sebagai jalan keluar sperma dari testis. Sewaktu keluar meninggalkan testis, sperma belum mampu bergerak atau membuahi. Sperma memperoleh kedua kemampuan tersebut selama perjalanannya melintasi epididimis. Proses pematangan ini dirangsang oleh testosteron yang tertahan di dalam cairan tubulus oleh protein pengikat androgen. Epididimis juga memekatkan sperma beberapa ratus kali lipat dengan menyerap sebagian besar cairan yang masuk dari tubulus seminiferosa. Duktus deferens berfungsi sebagai tempat penyimpanan sperma yang penting. Karena sperma yang terkemas rapat relatif inaktif dan kebutuhan metabolik mereka juga rendah, sperma dapat disimpan dalam duktus deferens selama beberapa hari walaupun tidak terdapat pasokan nutrien dari darah dan sperma hanya mendapat makanan dari gula-gula sederhana yang terdapat di sekresi tubulus.

3.      Kelenjar Vesikulosa (Vesikula Seminalis)
             Kelenjar ini menghasilkan fruktosa, yang berfungsi sebagai sumber energi utama untuk sperma yang dikeluarkan. Kelenjar ini juga mengeluarkan prostaglandin, yang diperkirakan merangsang kontraksi otot polos di saluran reproduksi pria dan wanita sehingga sperma lebih mudah dipindahkan dari tempat penyimpanan di pria ke tempat pembuahan di oviduktus wanita. Adapula fungsi lain dari kelenjar ini juga membentuk lebih dari separuh semen, yang membantu menggelontor sperma ke dalam urethra dan juga mengencerkan massa sperma yang kental sehingga motilitas sperma meningkat. Kelenjar ini mengeluarkan fibrinogen, suatu perkusor fibrin, yang membentuk jaringan bekuan.

4.      Kelenjar Prostat
Fungsinya:
a.       Mengeluarkan cairan alkalis yang menetralkan sekresi vagina yang asam, suatu fungsi penting karena sperma lebih dapat bertahan hidup dalam lingkungan yang sedikit basa.
b.      Menghasilkan enzim-enzim pembekuan dan fibrinolisin. Enzim-enzim pembekuan prostat bekerja pada fibrinogen dari vesikula seminalis untuk menghasilkan fibrin, yang “membekukan” semen sehingga sperma yang diejakulasikan tetap tertahan di dalam saluran reproduksi wanita saat penis ditarik keluar. Segera setelah itu, bekuan seminal diuraikan oleh fibrinolisin, suatu enzim pengurai fibrin dari prostat, sehingga sperma motil yang dikeluarkan dapat bebas bergerak di dalam saluran reproduksi wanita.
c.       Kelenjar Bulbourethra
Selama perangsangan seksual, kelenjar bulbouretra mengeluarkan zat mirip-mukus yang menghasilkan lubrikasi untuk hubungan kelamin.

4.        Hormon yang Memengaruhi Menstruasi pada Wanita [4]

·      GnRH ( Gonadotropin-releasing hormone ) - Hipothalamus
Merupakan hormone hipotalamus yang merangsang hipofisis anterior mensekresikan LH dan FSH.
·      LH ( Leutinizing hormone ) - Hipofisis Anterior
Bekerja pada sel leydig untuk mengatur sekresi hormone testosteron. LH disebut juga ICTH (interstitial-cell-stimulating hormone)
·      FSH ( Follicle-stimulating hormone ) - Hipofisis Anterior
Bekerja pada tubulus seminiferosa terutama sel sertoli untuk meningkatkan spermatogenesis. Diperlukan untuk remodelling spermatid.
·      Testosteron
Dihasilkan oleh LH berperan dalam maskulinisasi saat sebelum lahir. Setelah lahir, testosterone  berperan dalam pertumbuhan dan pematangan keseluruhan system reproduksi. Berpengaruh pada pembesaran testis dan terlaksananya spermatogenesis, pembesaran penis dan skrotum. Selain itu juga bertanggungjawab dalam pembentukan libido, pertumbuhan rambut dada, janggut, ketiak dan sekitar inguinal, penebalan kulit, beratnya suara, juga berperan dalam konfigurasi tubuh pria.
·         Inhibin
Hormon ini dihasilkan oleh testis yang berfungsi sebagai pemberi feedback negative untuk menghambat sekresi FSH ketika FSH telah cukup sehingga kadar FSH tidak berlebih.
·         AMH ( Anti mullerian hormon )
Hormon ini berperan penting pada masa perkembangan embryogenesis pria serta berperan dalam meregresi duktus mullerian, sehingga pada masa deferensiasi akan berkembang menjadi saluran reproduksi pria.

·         Estrogen
Fungsi hormone ini juga krusial pada pria, mulai dari mengontrol testosterone, mengatur fungsi otak, menjaga kesehatan tulang dan kulit, hingga memastikan fungsi seksual seorang pria tetap optimal.
·         Prolaktin
Hormon ini dihasilkan oleh Hipofisis posterior yang fungsinya pada pria tidak jelas.

5.        Kapan Terjadi Mimpi Basah [3] [4] [5]
Mimpi basah atau dalam bahasa medis disebut emisi nocturnal adalah peristiwa alami yang dialami pria. Mimpi basah memasuki usia 10-12 tahun, anak laki-laki akan melalui proses pubertas. Selama tahap ini, laki-laki mulai menghasilkan sperma dan mendapatkan kemampuan untuk ejakulasi. Usia-usia seperti inilah biasanya remaja pria akan mendapatkan pengalaman mimpi basah pertamanya.

6.        Mekanisme Mimpi Basah [4] [5]
Mimpi basah terjadi karena adanya rangsangan pada alat kelamin akibat gesekan dari kasur atau seprai, mimpi erotis, kandung kemih penuh atau kenangan dari aktivitas atau pikiran seksual. Mimpi basah ini terjadi pada saat seseorang mengalami tidur yang dalam atau tidur REM (gerakan mata cepat atau rapid eye movement), yaitu tahap tidur yang mana terjadinya mimpi. Tidur dalam ini kemudian membuat laju respirasi dan aktivitas otak meningkat, serta otot-otot menjadi lebih rileks, yang ditandai dengan gerakan bola mata yang cepat. Pada saat tidur yang dalam itulah pria biasanya mengalami ereksi sekitar 3-5 kali. Karena rangsangan kelamin atau mimpi erotis memungkinkan terjadinya ejakulasi atau orgasme saat tidur yang kemudian akhirnya dikenal dengan mimpi basah. Ketika seseorang laki-laki memasuki masa pubertas, terjadi pematangan sperma didalam testis. Sperma yang telah diproduksi ini akan dikeluarkan melalui Vas deferens kemudian berada dalam cairan mani yang diproduksi oleh kelenjar prostat. Air mani yang telah mengandung sperma ini akan keluar yang disebut ejakulasi. Ejakulasi yang tanpa rangsangan yang nyata disebut mimpi basah. Masturbasi adalah memberikan rangsangan pada penis dengan gerakan tangan sendiri sehingga timbul ereksi yang disusul dengan ejakulasi, atau disebut juga onani. Dari pengalaman mimpi basah inilah selanjutnya muncul keinginan remaja melakukan masturbasi untuk merasakan kembali gairah-gairah seksual.


7.        Hormon yang Memengaruhi Mimpi Basah [6]
·      GnRH ( Gonadotropin-releasing hormone ) - Hipothalamus
Merupakan hormone hipotalamus yang merangsang hipofisis anterior mensekresikan LH dan FSH.

·      LH ( Leutinizing hormone ) - Hipofisis Anterior
Bekerja pada sel leydig untuk mengatur sekresi hormone testosteron. LH disebut juga ICTH (interstitial-cell-stimulating hormone)
·      FSH ( Follicle-stimulating hormone ) - Hipofisis Anterior
Bekerja pada tubulus seminiferosa terutama sel sertoli untuk meningkatkan spermatogenesis. Diperlukan untuk remodelling spermatid.
·      Testosteron
Dihasilkan oleh LH berperan dalam maskulinisasi saat sebelum lahir. Setelah lahir, testosterone  berperan dalam pertumbuhan dan pematangan keseluruhan system reproduksi. Berpengaruh pada pembesaran testis dan terlaksananya spermatogenesis, pembesaran penis dan skrotum. Selain itu juga bertanggungjawab dalam pembentukan libido, pertumbuhan rambut dada, janggut, ketiak dan sekitar inguinal, penebalan kulit, beratnya suara, juga berperan dalam konfigurasi tubuh pria.

8.        Perubahan Organ dan Jaringan pada Reproduksi Pria [6] [7]
1)      Primer
a.       Organ kelamin telah mampu memproduksi sel-sel kelamin. Laki-laki mulai menghasilkan sperma di dalam testis
b.      Organ kelamin mulai berfungsi. Pada remaja laki-laki ditandai dengan pertama kali mengalami “mimpi basah” yang mengeluarkan sperma atau air mani.

2)      Sekunder
a)      Penyebaran rambut tubuh : naiknya hormon testosteron menyebabkan pertumbuhan rambut di beberapa area : supra pubis, ke atas sepanjang linea alba kadang-kadang ke umbilikus dan di atasnya, pada wajah, dada, dan kurang sering pada bagian lain tubuh seperti punggung
b)      Kebotakan : testosteron menurunkan pertumbuhan rambut pada kepala.
c)      Suara : testosteron menyebabkan hipertrofi mukosa laring dan perbesaran laring sehingga suara menjadi serak tetapi secara bertahap berubah menjadi suara bass maskulin yang khas.
d)     Ketebalan kulit di seluruh tubuh dan kekasaran jaringan subkutan meningkat. Hal ini menyebabkan peningkatan sekresi oleh kelenjar sebasea yang membuat wajah menjadi lebih berminyak. Wajah yang berminyak dapat menimbulkan akne (jerawat)
e)      Sistem Pencernaan
Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa, usus bertambah panjang dan bertambah besar, otot-otot di perut dan dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan kuat, hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang.
f)       Sistem Peredaran Darah
Jantung tumbuh pesat selama masa remaja, pada usia tujuh belas atau delapan belas, beratnya dua belas kali lebih berat pada waktu lahir. panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mencapaitingkat kematangan bilamana jantung sudah matang.
g)      Sistem Pernafasan
Kapasitas paru-paru anak laki-laki mencapat tingkat kematangan baru beberapa tahun kemudian, satu atau dua tahun setelah usia anak perempuan.
h)      Sistem Endoktrin
Kegiatan kelenjar kelamin yang meningkat pada masa remaja menyebabkan ketidakseimbangan sementara dari seluruh sistem kelamin pada masa awal remaja. Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi, meskipun mempengaruhi kepribadian remaja belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa.
i)        Jaringan Tubuh
Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia delapan belas tahun. Jaringan selain tulang, khususnya bagi perkembangan otot, terus berkembang sampaitulang mencapai ukuran yang matang.









9.        Ciri-ciri Pubertas pada Pria [7]
No
Rambut pubis
Penis
Testis
1.
Tidak ada
Pra-pubertas
Pra-pubertas
2.
Sedikit, Panjang, sedikit berpigmen
Pembesaran ringan
Skrotum membesar, tekstur merah muda
3.
Lebih hitam, mulai keriting, sedikit
Lebih panjang
Lebih besar
4.
Menyerupai dewasa, jumlah sedikit, kasar, keriting
Lebih besar, ukuran glans, dan besar penis bertambah
Lebih besar, skrotum hitam
5.
Distribusi dewasa, menyebar ke permukaan medial paha
Ukuran dewasa
Ukuran dewasa









TOPIK
SUBTOPIK
Sistem Reproduksi Pria
Anatomi
Histologi
Fisiologi
Hormon
Pubertas Pada Pria
Tanda-tanda Pubertas
Perubahan Organ dan Jaringan
Mimpi Basah
Mekanisme Mimpi Basah
Kapan Terjadi Mimpi Basah
Hormon yang Memengaruhi
V.               LEARNING ISSUE


VI.               MIND MAPPING







DAFTAR PUSTAKA

1.        Liem, Isabella Kurnia, dkk. 2019. Sobotta Atlas Anatomi Edisi 24. Jakarta: EGC
2.        Mescher, A.L. 2013. Histologi Dasar Junqueira Teks dan Atlas Edisi 13. Jakarta: EGC
3.        F. Ganong, William. 2002. Fisiologi Kedokteran. Jakarta : MC Graw Hill
4.        Sherwood, Lauralee. 2018. Fisiologi Manusia. Jakarta: EGC
5.        Guyton & Hall. 2016. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 12. Jakarta : ECG
6.        Derrickson Bryan dan Gerald J. Tortora. 2014. Dasar Anatomi dan Fisiologi. Jakarta: EGC
7.        Watson, Roger. 2002. Anatomi dan Fisiologi. Jakarta : ECG















Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Tutorial Mimpi Basah"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!