loading...

Laporan Praktikum | Pengelolaan Usaha Tani Padi Sawah


LAPORAN PRAKTIKUM SOSIOLOGI PEDESAAN DAN PERTANIAN
PENGELOLAAN USAHA TANI PADI SAWAH
DI DESA LUBUK RUSO











Disusun oleh:
Kelompok

          ROVIKUL MANAN             D1A014069
          FITRI ANDELA                    D1A014072
          RINDY AZHRI                     D1A014074
  




JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016




BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Negara Indonesia merupakan negara agraris, kebanyakan penduduk Indonesia bermata pencaharian sebagai petani. Petani adalah seseorang yang bergerak di bidang bisnis pertanian utamanya dengan cara melakukan pengelolaan tanah dengan tujuan untuk menumbuhkan dan memelihara tanaman, dengan harapan untuk memperoleh hasil dari tanaman tersebut untuk digunakan sendiri ataupun menjualnya kepada orang lain. Mereka juga dapat menyediakan bahan mentah bagi industri, seperti serealia untuk minuman beralkohol, buah untuk jus dan wol untuk membuat pakaian.
Salah satu tanaman yang dibudidayakan adalah padi. Padi merupakan tanaman yang paling penting di negeri kita Indonesia ini. Betapa tidak karena makanan pokok di Indonesia adalah nasi dari beras yang tentunya dihasilkan oleh tanaman padi. Selain di Indonesia padi juga menjadi makanan pokok negara-negara di benua Asia lainnya seperti China, India, Thailand, Vietnam dan lain-lain.
1.2. Tujuan Praktikum Lapangan
1.3. Kegunaan Praktikum Lapangan







BAB II
METODE PRAKTIKUM LAPANGAN

2.1. Waktu dan Tempat
            Praktikum lapangan Sosiologi Pedesaan dan Pertanian ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 4 Maret 2016 yang bertempat di desa Lubuk Ruso, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi.

2.2. Metode Pengambilan Data
Dalam melakukan praktikum lapangan ini,  metode yang digunakan adalah:
a.        Survei
Mahasiswa melakukan survei pada tempat yang akan digunakan untuk praktek, yang dalam hal ini bertempat di desa Lubuk Ruso.
b.      Wawancara dan Diskusi
Melakukan wawancara dan diskusi dengan penyuluh dan petani-petani yang ada di desa tersebut untuk mengetahui tentang...
Identitas Responden:
1.      Nama                     : SAMIRUN
Luas lahan             : ¼ ha
2.      Nama                     : Erlisnawati
Umur                     : 53 tahun
Pendidikan formal: SLTA
Luas lahan             : ½ ha
3.      Nama                     : Rusli
Umur                     : 44 tahun
Pendidikan formal: SLTA
Luas lahan             : ½ ha

c.        Pengamatan
Langsung mengamati objek yang akan teliti sesuai dengan questioner  yang disiapkan oleh dosen pembimbing mata kuliah praktek.

2.3. Metode Analisis Data
Metodeanalisis menggunakan data yang diperoleh dari responden dan informan, selanjutnya dicatat dalam catatan harian. Selain itu, penelitian juga direkam melalui pengamatan langsung dan wawancara mendalam. Dokumentasi juga kita gunakan sebagai data penunjang untuk penelitian.
Pada saat penelitian berjalan kami juga melakukan analisis data yang didapat. Bermula dari data kasar yang kami dapat, penelitian lebih lanjut dilakukan dengan penggolongan data, memilih data yang akurat, dan menajamkan semua data-data ataupun argumen dengan fakta-fakta yang empiris. Semua kegiatan ini berlangsung sejak pengumpulan data sampai dengan penyusunan laporan.





BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

Lubuk Ruso adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari, Jambi, Indonesia yang luasnya 36.000 ha. Pada tahun 2014, desa ini berpenduduk 2.208 jiwa
Desa Lubuk Ruso mempunyai potensi yang besar dalam bidang pertanian. Kondisi lahan di Lubuk Ruso lebih berpotensi untuk pertanian padi sawah dari pada pertanian lainnya, maka banyak petani di Lubuk Ruso yang bertani padi sawah. Namun, tidak berarti bahwa pertanian lainnya seperti sayur-sayuran di Kampung Lubuk Ruso ini tidak ada.
3.1. Pengelolaan Usahatani Padi Sawah
Padi dibudidayakan dengan tujuan mendapatkan hasil yang setinggi-tinginya dengan kualitas sebaik mungkin, untuk mendapatkan hasil yang sesuai dengan harapan, maka tanaman yang akan ditanam harus sehat dan subur. Tanaman yang sehat ialah tanaman yang tidak terserang oleh hama dan penyakit, tidak mengalami defisiensi hara, baik unsur hara yang diperlukan dalam jumlah besar maupun dalam jumlah kecil. Sedangkan  tanaman subur ialah tanaman yang pertumbuhan clan perkembangannya tidak terhambat, entah oleh kondisi biji atau kondisi lingkungan. 
3.1.1. Penggunaan Benih
Benih yang digunakan merupakan benih unggul dan bersertifikat. Adapun kebutuhan benih  perhektarnya 25 -30 kg/ha. Petani di desa  Lubuk Ruso mendapatkan bantuan benih dari pemerintah setiap musim tanam, namun jika benih yang dibutuhkan kurang maka petani menambahnya dengan membeli sendiri ataupun dari benih hasil panen sebelumnya.
Perlakuan sebagai upaya persiapan Benih terlebih dahulu direndam dalam air dengan maksud menyeleksi terhadap benih yang kurang baik, benih terapung, melayang harus dibuang. Lama perendaman benih didalam air yaitu selama 24 jam, kemudian diperam  ( sebelumnya ditiriskan atau dietus ). Lamanya pemeraman yaitu selama 48 jam, agar didalam pemeraman tersebut benih berkecambah.
3.1.2. Pengelolaan Tanah
Pengolahan tanah bertujuan mengubah keadaan tanah pertanian dengan alat tertentu hingga memperoleh susunan tanah (struktur tanah) yang dikehendaki oleh tanaman. Umumnya di desa Lubuk Ruso ini para petani mengolah tanah hingga kedalaman 15 cm. Setelah tanah diolah, tanah tersebut dibiarkan selama 2 minggu. Pengolahan  tanah sawah terdiri dari beberapa tahap : 
a.   Pembersihan  selokan-selokan serta jerami sisa panen yang kemudian dapat digunakan untuk pembuatan kompos.
b.   Pencangkulan, ini bertujuan untuk memperbaiki pematang dan petak sawah yang sukar dibajak.
c. Membajak sawah yang bertujuan untuk memecah tanah menjadi bongkahan-bongkahan tanah  dan membalikkan tanah beserta tumbuhan rumput (jerami) sehingga akhirnya membusuk.  
d.  Menggaru  yang bertujuan untukmeratakan dan menghancurkan gumpalan-gumpalan tanah. Pada saat menggaru sebaiknya sawah dalam keaadan basah. Selama digaru saluran pemasukan dan pengeluaran air ditutup agar lumpur tidak hanyut terbawa air keluar  
3.1.3. Pemupukan
Tujuannya adalah untuk mencukupi kebutuhan makanan yang berperan sangat penting bagi tanaman dalam proses pertumbuhan/produksi, pupuk yang sering digunakan oleh petani berupa Pupuk alam (organik)  dan Pupuk buatan (an organik) . Di desa Lubuk Ruso para petani mulai melakukan pemupukan yaitu seminggu setelah di bajak. Pupuk yang digunakan para petani adalah pupuk kandang yang berasal dari masyarakat yang memiliki ternak.
Setelah padi tumbuh, para petani mulai menggunakan pupuk an organik. Adapun dosis pupuk yang digunakan :  
-  Pupuk Urea 250 -300 kg / ha 
-  Pupuk SP 36 75 -100 kg / ha 
-  Pupuk KCI 50 -100 kg / ha  
-  Atau disesuaikan dengan analisa tanah
3.1.4. Pengairan
3.1.5. Pemberantasan Hama dan Penyakit
Di desa Lubuk Ruso hama yang banyak menyerang tanaman padi sawah adalah keong, tikus
3.1.6. Pemanenan
Hasil panen petani 5-6 ton/ha
3.1.7. Penanganan Pasca Panen

3.2. Penggunaan Hasil Produksi
Padi hasil produksi yang diperoleh setelah panen digunakan untuk makanan pokok, sebagian dijual umumnya dijual dalam bentuk padi serta di berikan pada pemerintah. 

3.3. Nilai Sosial Budaya dalam Pengelolaan Usahatani
            3.3.1. Penggunaan Tenaga Kerja
Menggunakan tenaga kerja keluarga
            3.3.2. Kebiasaan-Kebiasaan yang masih diterapkan
            Kegiatan-kegiatan yang masih diterapkan oleh masyarakat desa Lubuk Ruso hingga sekarang ini yaitu membakar rumput-rumput pada sore hari, hal ini bertujuan untuk mengurangi hama yang ada pada padi-padi.


Lampiran




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Pengelolaan Usaha Tani Padi Sawah"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!