loading...

Laporan Praktikum | Menganalisis Data Curah Hujan


LAPORAN PRAKTIKUM
AGROHIDROLOGI DAN MANAJEMEN DAS
MENGANALISIS DATA CURAH HUJAN












Disususn oleh: Kelompok
                 1.      Siti Noviyanti P.S.      D1A014044
                 2.      Noor Sholihin              D1A014046
                 3.      Rober Rahmat Putra   D1A014059   
                 4.      Rovikul Manan           D1A014069
                 5.      Fitri Andela                 D1A014072
                 6.      Sakirun                        D1A014081








JURUSAN AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Berbagai macam air dapat kita lihat di sekitar kita, salah satu sumber air berasal dari air hujan. Hujan adalah jatuhnya hydrometeor yang berupa partikel-partikel air dengan diameter 0.5 mm atau lebih. Jika jatuhnya sampai ketanah maka disebut hujan, akan tetapi apabila jatuhannya tidak dapat mencapai tanah karena menguap lagi maka jatuhan tersebut disebut Virga. Hujan juga dapat didefinisikan dengan uap yang mengkondensasi dan jatuh ketanah dalam rangkaian proses hidrologi.
Hujan merupakan salah satu bentuk presipitasi uap air yang berasal dari awan yang terdapat di atmosfer. Bentuk presipitasi lainnya adalah salju dan es. Untuk dapat terjadinya hujan diperlukan titik-titik kondensasi, amoniak, debu dan asam belerang. Titik-titik kondensasi ini mempunyai sifat dapat mengambil uap air dari udara. Satuan curah hujan selalu dinyatakan dalam satuan millimeter atau inchi namun untuk di Indonesia satuan curah hujan yang digunakan adalah dalam satuan millimeter (mm).
Air hujan sering digambarkan sebagai berbentuk lonjong, lebar di bawah dan menciut di atas, tetapi ini tidaklah tepat. Air hujan kecil hamper bulat. Air hujan yang lebih besar berbentuk payung terjun. Air hujan yang lebih besar jatuh lebih cepat berbanding air hujan yang lebih kecil. Beberapa kebudayaan telah membentuk kebencian kepada hujan dan telah menciptakan berbagai peralatan seperti payung dan baju hujan. Banyak orang juga lebih gemar tinggal di dalam rumah pada hari hujan. Biasanya hujan memiliki kadar asam PH 6. Air hujan dengan PH di bawah 5,6 dianggap hujan asam.

1.2  Tujuan Praktikum
1.2.1        Untuk menghitung rata-rata curah hujan tahunan, bulanan dan harian
1.2.2        Untuk menghitung jumlah hari hujan
1.2.3        Untuk menghitung rata-rata jumlah curah hujan harian (24 jam) maksimal


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan. Curah hujan yang jatuh di wilayah Indonesia dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain adalah bentuk medan/topografi, arah lereng medan, arah angin yang sejajar dengan garis pantai dan jarak perjalanan angina diatas medan datar. Hujan merupakan peristiwa sampainya air dalam bentuk cair maupun padat yang dicurahkan dari atmosfer ke permukaan bumi (Handoko, 2003).
Curah hujan di hitung harian, mingguan, hingga tahunan, sesuai dengan kebutuhan. Pembangunan saluran drainase, selokan, irigasi, serta pengendalian banjir selalu menggunakan data curah hujan ini, untuk mengetahui berapa jumlah hujan yang pernah terjadi di suau tempat, sebagai perkiraan pembuatan besarnya saluran atau sarana pendukung lainnya saat hujan sebesar itu akan datang lagi dimasa mendatang(Bocah,2008).
Iklim merupakan gabungan berbagai kondisi cuaca sehari-hari atau dikatakan iklim merupakan rata-rata cuaca. Iklim yang terdapat di suatu daerah atau wilayah tidak dapat dibatasi hanya oleh satu analisir iklim tetapi merupakan kombinasi berbagai anasir iklim ataupun cuaca. Untuk mencari harga rata-rata tergantung pada kebutuhan dan keadaan. Hal yang penting adalah; untuk mengetahui penyimpangan-penyimpangan iklim harus berdasarkan pada harga normal, yaitu harga rata-rata cuaca selama 30 tahun. Angka 30 tahun merupakan persetujuan internasional (Wikipedia).
Klasifikasi iklim merupakan usaha untuk mengidentifikasi dan mencirikan perbedaan iklim yang terdapat di bumi. Akibat perbedaan latitudo (posisi relatif terhadap khatulistiwa, garis lintang), letak geografi, dan kondisi topografi, suatu tempat memiliki kekhasan iklim (Wikipedia).

Klasifikasi Iklim berdasarkan perhitungan curah hujan
a.        Kalsifikasi Iklim menurut Schmidt-Ferguson

Berdasarkan besarnya nilai Q, Schmidt dan Fergusson menentukan tipe hujan di Indonesia menjadi:
vIklim A : 0 < Q < 0,143 = Daerah sangat basah, vegetasinya hutan hujan tropis
vIklim B : 0,143 < Q < 0,333 = Daerah basah, vegetasinya hutan hujan tropis
vIklim C : 0,333 < Q < 0,6 = Daerah agak basah, hutan rimba, ada daun gugur di musim kemarau
vIklim D : 0,6 < Q < 1,0 = Daerah sedang, vegetasinya hutan musim
vIklim E : 1,0 < Q < 1,67 = Daerah agak kering, vegetasinya hutan sabana
vIklim F : 1,67 < Q < 3,0 = Daerah kering, hutan sabana
vIklim G : 3,0 < Q < 7,0 = Daerah sangat kering, vegetasinya padang ilalang
vIklim H :  7,0 < Q =  Daerah ekstrim kering, vegetasinya padang ilalang.
Kriterianya:
·         Bulan Basah (BB) jika Curah Hujan >100 mm
·         Bulan Lembab (BL) jika Curah Hujan 60-100 mm
·         Bulan Kering (BK) jika Curah Hujan <60 mm

b.       Klasifikasi Iklim Oldeman
Oldeman membagi iklim menjadi 5 tipe utama yaitu :
v  Iklim A Iklim yang memiliki bulan basah lebih dari 9 kali berturut-turut
v   Iklim B Iklim yang memiliki bulan basah 7-9 kali berturut-turut
v   Iklim C Iklim yang memiliki bulan basah 5-6 kali berturut-turut
v   Iklim D Iklim yang memiliki bulan basah 3-4 kali berturut-turut
v   Iklim E Iklim yang memiliki bulan basah kurang dari 3 kali berturut-turut
Sub-divisi :
·         1 yang memiliki < 2 BK berturut-turut
·         2 yang memiliki 2 – 4 BK bertutur-turut
·         3 yang memiliki 5 – 6 BK berturut-turut
·         4 yang memiliki > 6    BK berturut-turut

Kriteria bulan basah-kering menurut Oldeman adalah :
- Bulan Basah bila curah hujan > 200 mm
- Bulan Lembab bila curah hujan antara 100 mm - 200 mm
- Bulan Kering bila curah hujan < 100 m

c.       Klasifikasi iklim menurut Koppen
Didasarkan pada suhu rata-rata bulanan dan tahunan serta rata-rata hujan. Dibedakan menjadi 5 kelompok besar : 
v  A =  iklim hujan tropis, yang dicirikan suhu rata-rata bulan terdingin lebih tinggi dari 18 ºC (Af, Aw, dan Am)
v  B =  iklim kering, penguapan dari tanah dan vegetasi melebihi rata-rata CH & T tidak terbatas (Bs dan Bw).
v  C =  iklim sedang berhujan, yaitu suhu bulan terdingin 18- (-3) ºC (Cf, Cs dan Cw). 
v  D =  iklim dingin dengan musim winter yang dingin dengan ciri utama suhu bulan terpanas 18 ºC dan bulan terdingin -3 ºC (Df dan Dw). 
v   E =  iklim kutub, di mana suhu bulan terpanas 10 ºC (Ef dan Ew).




BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. Tempat dan Waktu
            Praktikum Menganalisis Data Hujan ini dilaksanakan pada hari Selasa, tanggal 22 Maret 2016 pukul 13.00 WIB sampai selesai yang bertempat di laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

3.2.  Alat dan Bahan
Adapun alat dan bahan yang digunakan pada praktikum Menganalisis Data Hujan  ini adalah tabel curah hujan, laptop dan alat tulis

3.3. Prosedur Praktikum
1.       Menyiapkan segala perlengkapan yang diperlukan untuk melakukan praktikum
2.       Mendengar penjelasan dari dosen pengampu mengenai analisis data hujan
3.       Mengerjakan secara berkelompok yang di tugaskan dosen pengampu pada laptop



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
            Hasil terlampir
4.2 Pembahasan
Berdasarkan tabel data curah hujan yang di peroleh dari catatan stasiun kayu aro kecamatan kayu aro kabupaten kerinci tahun 2001-2009. .pengamatan curah hujan harian dan curah hujan kumulatif, Hujan harian adalah Curah hujan yang diukur berdasarkan jangka waktu satu hari (24 jam). Hujan kumulatif merupakan jumlah kumpulan hujan dalam suatu periode tertentu seperti mingguan, 10 harian, dan bulanan, serta tahunan.
            Curah hujan rata-rata tahunan sangat bervariasi menurut tahun. Dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2009 didapat pada tahun 2001 diketahui ada 12 bulan terhitung dari bulan januari sampai juli dan agustus sampai desember dan curah hujan tertinggi terdapat pada bulan november. Sedangkan dari curah hujan rendah terjadi pada bulan oktober. Data menunjukkan bahwa selama satu tahun tersebut diperoleh bahwa menurut klasifikasi iklim oldemen menunjukan  lebih banyak bulan basah dibanding bulan kering dan menurut shmith and ferguson lebih banyak bulan kering di bandingkan bulan basah. Pada tahun 2001 diperoleh banyak hari hujan pada bulan januari 10 hari, februari 10 hari, maret 9 hari, april 16 hari, mei 10 hari, juni 4 hari, juli 5 hari, agustus 10 hari, september 11 hari, oktober 5 hari, november 10 hari dan desember 7 hari setiap bulannya. Dengan rata rata pertahun 78,10 mm.
            Pada tahun 2002 didapat rataan Bulan Basah pada tahun 2002 diketahui ada 7 bulan menurut Schmidt-ferguson dan ada 1 bulan basah dan curah hujan tertinggi terdapat pada bulan november. Sedangkan dari curah hujan rendah terjadi pada bulan agustus. Data menunjukkan bahwa selama satu tahun tersebut diperoleh bahwa lebih banyak bulan basah dibanding bulan kering,  Dan november merupakan musim hujan yang menghasilkan curah hujan tinggi. Pada tahun 2002 diperoleh banyak hari hujan pada bulan januari 10 hari, februari 8 hari, maret 15 hari, april 15 hari, mei 6 hari, juni 4 hari, juli 10 hari, agustus 2 hari, september 8 hari, oktober 4 hari, november 15 hari dan desember 9 hari setiap bulannya. Dengan rata rata pertahun 119,73 mm
            Pada tahun 2003 curah hujan tertinggi terdapat pada bulan april. Dengan banyak hari hujan pada bulan januari 9 hari, februari 11 hari, maret 20 hari, april 27 hari, mei 3 hari, juni 12 hari, juli 4 hari, agustus 15 hari, september 12 hari, oktober 12 hari, november 22 hari dan desember 21 hari setiap bulannya. Dengan rata rata pertahun 207,70 mm
            Pada tahun 2004 curah hujan tertinggi terdapat pada bulan april dengan jumlah curah hujan 333 mm. Pada tahun 2004 diperoleh banyak hari hujan pada bulan januari 18 hari, februari 14 hari, maret 8 hari, april 19 hari, mei 11 hari, juni 2 hari, juli 15 hari, agustus 6 hari, september 12 hari, oktober 12 hari, november 24 hari dan desember 24 hari setiap bulannya. Dengan rata rata pertahun 158,36 mm
            Sedangkan pada tahun 2005 musim hujan yang menghasilkan curah hujan tinggi terdapat pada bulan april sebesar 253,7 mm. Pada tahun 2005 diperoleh banyak hari hujan pada bulan januari 16 hari, februari 12 hari, maret 19 hari, april 15 hari, mei 10 hari, juni 14 hari, juli 13 hari, agustus 9 hari, september 12 hari, oktober 24 hari, november 18 hari dan desember 16 hari setiap bulannya. Dengan rata rata pertahun 157,83 mm
            Pada tahun 2006 diketahui bahwa rataan Bulan Basah pada tahun ini menurut oldemen ada 3 bulan dan curah hujan tertinggi terdapat pada bulan desember sebesar 323 mm.. Pada tahun 2006 diperoleh banyak hari hujan pada bulan januari 15 hari, februari 18 hari, maret 13 hari, april 12 hari, mei 11 hari, juni 13 hari, juli 13 hari, agustus 10 hari, september 18 hari, oktober 23 hari, november 16 hari dan desember 25 hari setiap bulannya. Dengan rata rata pertahun 159,17 mm.
            Pada tahun 2007 diketahui bahwa rataan Bulan Basah pada tahun ini menurut oldemen ada 4 bulan dan curah hujan tertinggi terdapat pada bulan januari sebesar 312 mm.. Pada tahun 2007 diperoleh banyak hari hujan pada bulan januari 17 hari, februari 11 hari, maret 10 hari, april 18 hari, mei 17 hari, juni 12 hari, juli 12 hari, agustus 8 hari, september 12 hari, oktober 17 hari, november 13 hari dan desember 20 hari setiap bulannya. Dengan rata rata pertahun 187,14 mm.
            Pada tahun 2008 dan 2009 data curah hujan relatif sama yaitu diketahui bahwa rataan Bulan Basah pada tahun ini menurut oldemen ada 4 bulan dan curah hujan tertinggi terdapat pada bulan maret sebesar 334 mm.. Pada tahun 2008 diperoleh banyak hari hujan pada bulan januari 10 hari, februari 11 hari, maret 19 hari, april 15 hari, mei 3 hari, juni 11 hari, juli 7 hari, agustus 15 hari untuk 2008 dan 16 hari untuk 2009, september 15 hari, oktober 18 hari, november 10 hari dan desember 10 hari setiap bulannya. Dengan rata rata pertahun 164,93 mm untuk tahun 2008 dan 165,22 mm untuk 2009.
            Data hujan yang kita peroleh pada tahun 2001-2009 mempunyai variasi yang sangat besar. Curah hujan yang diamati pada stasiun klimatologi meliputi tinggi (Curah hujan), jumlah hari hujan dan intensitas hujan. Kerapatan jaringan stasiun hujan tergantung dari letak, topografi wilayah dan sebaran (tipe) hujannya. Daerah yang berbukit-bukit memerlukan stasiun yan lebih rapat dari pada daerah yang datar. Daerah belakang angin tidak bisa diwakili oleh stasiun yang berada di daerah hadap angin.
               Pengaruh daratan tinggi pada peningkatan curah hujan curah terutama adalah memberi dorongan (paksaan) udara untuk naik. Pengaruh lain yang tidak langsung adalah menghasilkan turbelensi alamiah yang kuat baik mekanik maupun konvektif karena melewati permukaan kasap, penghalang dan memeperlambat gerakan depresi (badai siklon), menimbulkan konvergensi pada arus udara horizontal karena melewati lembah yang menyerupai cerobong dan memicu udara naik sebagai awal ketidak stabilan.
            Dan dari data yang kita ketahui maka dapat kita ketahui bahwa menurut data selama 2001-2009 diketahui bahwa curah hujan di kecamatan kayu aro kabupaten kerinci dapat disimpulkan bahwa kerinci termasuk dalam yang memiliki curah hujan tinggi. Dimana selama tahun 2001-2009 diketahui bahwa naik turunnya curah hujan selalu berubah ubah dengan sangat cepat.




BAB V
KESIMPULAN
Curah hujan yaitu jumlah air hujan yang turun pada suatu daerah dalam waktu tertentu. Alat untuk mengukur banyaknya curah hujan disebut Rain gauge. Curah hujan diukur dalam harian, bulanan, dan tahunan.
.pengamatan curah hujan harian dan curah hujan kumulatif, Hujan harian adalah Curah hujan yang diukur berdasarkan jangka waktu satu hari (24 jam). Hujan kumulatif merupakan jumlah kumpulan hujan dalam suatu periode tertentu seperti mingguan, 10 harian, dan bulanan, serta tahunan.
Dan dari data yang kita ketahui maka dapat kita ketahui bahwa menurut data selama 2001-2009 diketahui bahwa curah hujan di kecamatan kayu aro kabupaten kerinci dapat disimpulkan bahwa kerinci termasuk dalam yang memiliki curah hujan tinggi. Dimana selama tahun 2001-2009 diketahui bahwa naik turunnya curah hujan selalu berubah ubah dengan sangat cepat.


DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Diunduh dari situs https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hutan-hujan-tropis.html pada tanggal  25 maret 2016 pukul 09.00 WIB

Khotimah N. 2008. Diktat Mata Kuliah Hidrologi Hujan. Fakultas Ilmu Sosial Dan Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.

Siagian P. 2011. Analisis Data Hujan. Diunduh dari situs http://llmu-tanah.blogspot.com/2011/12/analisi-data-hujan.htmlpada tanggal 25 maret 2016pukul 08.30 WIB


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Menganalisis Data Curah Hujan"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!