loading...

Laporan Praktikum | Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Hantu Multiguna Exclusive Terhadap Pertumbuhan Pakcoy


LAPORAN PRAKTIKUM
BUDIDAYA TANAMAN HORTIKULTURA
“PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR HANTU MULTIGUNA EXCLUSIVE TERHADAP PERTUMBUHAN PAKCOY”



Oleh:
FITRI ANDELA
D1A014072









PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Budidaya sayuran merupakan salah satu aspek penting dalam hortikultura. Seperti yang kita ketahui bahwa sayur dapat bermanfaat sebagi sumber pemenuhan vitamin dan mineral bagi tubuh. Selain itu dalam sayuran juga terkandung serat yang baik untuk melancarkan pencernaan.
Pak coy merupakan tanaman sayuran daun yang termasuk ke dalam famili Brassicaceae. Pakcoy memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Menurut Rubatzky and Yamaguchi (1998) sayuran ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan famili sawi-sawian yang lain diantaranya, waktu panen singkat, daya adaptasi luas (tidak peka terhadap perubahan suhu), dan kualitas produknya tahan lama karena dapat disimpan hingga 10 hari setelah panen pada suhu 0-5oC dengan kelembaban 95 %.
Pakcoy merupakan salah satu tanaman sayuran yang cocok di budidayakan di indonesia, karena mempunyai kultur tanah dan iklim yang sesuai. Di indonesia umumnya pakcoy dibudidayakan di dataran tinggi. Meskipun tanaman ini lebih optimal jika di budidayakan di dataran tinggi tapi tidak menutup kemungkinan untuk dibudidayakan di dataran rendah. Asalkan teknik dan teknologi yang digunakan baik.
Pemupukan merupakan salah satu hal yang masuk ke dalam teknik budidaya. Umumnya pupuk di berikan kepada tanaman untuk mensuplai kebutuhan hara dari tanaman tersebut. Jika tanaman mengalami kekurangan ataupun kelebihan unsur hara maka pertumbuhannya akan lambat, dan produksinya pun akan sedikit. Oleh karena itu, untuk mendapatkan produksi yang optimal maka pupuk yang diberikan kepada tanaman harus sesuai dengan kebutuhan dari tanaman tersebut.

1.2  Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk organik cair HANTU multiguna exclusive terhadap pertumbuhan tanaman Pakcoy.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah tanaman jenis sayur-sayuran yang termasuk keluarga Brassicaceae. Tumbuhan pakcoy masih memiliki kerabat dekat dengan sawi , jadi pakcoy dan sawi merupakan satu genus, hanya varietasnya saja yang berbeda. Penampilannya sangat mirip dengan sawi, akan tetapi lebih pendek dan kompak. Tangkai daunnya lebar dan kokoh. Tulang daunnya mirip dengan sawi hijau. Daunnyapun lebih tebal dari sawi hijau (Haryanto dan Tina, 2002).
Karakteristik pakcoy
a.  Taksonomi
Menurut Haryanto dan Tina (2002), klasifikasi tanaman sawi adalah sebagai berikut : 
Kingdom         : Plantae
Divisio             : Spermatophyta
Kelas               : Dicotyledonae
Ordo                : Rhoeadales
Famili              : Cruciferae (Brassicaceae)
Genus              : Brassica
Spesies            : Brassica rapa L
b.  Morfologi
Cahyono, (2003) menyatakan tanaman pakcoy merupakan salah satu sayuran penting di Asia, atau khususnya di China. Daun pakcoy bertangkai, berbentuk oval, berwarna hijau tua, dan mengkilat, tidak membentuk kepala, tumbuh agak tegak atau setengah mendatar, tersusun dalam spiral rapat, melekat pada batang yang tertekan. Tangkai daun, berwarna putih atau hijau muda, gemuk dan berdaging, tanaman mencapai tinggi 15–30 cm.
Syarat tumbuh
Syarat tumbuh tanaman pakcoy sebagai berikut :
1. Keadaan iklim
Keadaan iklim yang perlu mendapat perhatian didalam menentukan lokasi usaha tani sawi adalah suhu udara, kelembaban udara, curah hujan, dan penyinaran cahaya matahari.
a. Suhu udara.
Pakcoy dikenal sebagai tanaman sayuran daerah iklim sedang (sub-tropis) tetapi saat ini berkembang pesat di daerah panas (tropis). Suhu udara yang dikehendaki untuk pertumbuhan sawi adalah daerah yang mempunyai suhu malam hari 15,6°C dan siang hari 21,1°C . (Sastrahidajat dan Soemarno, 1996).  Menurut Cahyono (2003), pertumbuhan sawi yang baik membutuhkan suhu udara yang berkisar antara 19ºC - 21ºC. Keadaan suhu suatu daerah atau wilayah berkaitan erat dengan ketinggian tempat dari permukaan laut (dpl).  Daerah yang memiliki suhu berkisar antara 19ºC - 21ºC adalah daerah yang ketingiannya 1000-1200 m di atas permukaan laut, semakin tinggi letak suatu daerah dari permukaan laut, suhu udaranya semakin rendah, sementara itu pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh suhu udara. Misalnya proses perkecambahan, pertunasan, pertumbuhan dan lain sebagainya.
b. Kelembaban udara
Kelembaban yang sesuai untuk pertumbuhan tanaman sawi yang optimal menurut Cahyono (2003), berkisar antara 80% sampai dengan 90%. Kelembaban yang tinggi dan lebih dari 90% berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan tanaman. Tanaman tumbuh tidak sempurna, tanaman tidak subur, kualitas daun jelek, dan bila penanaman bertujuan untuk pembenihan maka kualitas biji yang dihasilkan jelek. Kelembaban udara juga berpengaruh terhadap proses penyerapan unsur hara oleh tanaman yang diikuti dengan meningkatnya pertumbuhan tanaman. 
c. Curah hujan
Tanaman sawi dapat ditanam sepanjang tahun (sepanjang musim). Curah hujan yang cukup sepanjang tahun dapat mendukung kelangsungan hidup tanaman karena ketersediaan air tanah mencukupi.  Curah hujan yang sesuai untuk pembudidayaan tanaman sawi adalah 1000-1500 mm/tahun. Daerah yang memiliki  curah hujan sekitar 1000-1500 mm/tahun yakni daerah dengan ketinggian 1000-1500 m dpl. (Cahyono, 2003). Lebih lanjut dinyatakan bahwa sawi tahan terhadap air hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. 
            d. Penyinaran cahaya matahari
Tanaman dapat melakukan fotosintesis serta memerlukan energi yang cukup. Cahaya matahari merupakan energi yang diperlukan untuk tanaman dalam melakukan fotosintesis. Energi kinetik matahari yang optimal yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhan dan produksi berkisar antara 350 cal / cm2- 400 cal / cm2 setiap hari (Cahyono, 2003). Lebih lanjut dinyatakan bahwa tanaman sawi untuk mendapatkan intensitas cahaya matahari yang cukup memerlukan panjang penyinaran matahari (fotoperiodisitas) 12-16 jam setiap hari.

2. Keadaan tanah
Sawi pada umumnya banyak ditanam di dataran rendah. Tanaman ini selain tahan terhadap suhu panas (tinggi) juga mudah berbunga dan menghasilkan biji secara alami pada kondisi iklim tropis Indonesia (Haryanto dan Tina, 2002). Dengan kata lain tanaman ini cukup adaptif dengan keadaan iklim di Indonesia. Lebih lanjut dinyatakan bahwa karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim, cuaca dan tanahnya sehingga tanaman ini baik dikembangkan di Indonesia ini. Daerah penanaman yang cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman pakcoy dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi.
Morfologi Tanaman Pakchoy
a.       Akar
Pakchoy memilki akar tunggang dan cabang – cabang akar yang bentuknya bulat panjang (silindris) menyebar ke semua arah pada kedalaman antara 30 – 40 cm. Akar berfungsi untuk menghisap air dan zat – zat makanan dari dalam tanah serta menguatkan berdirinya batang (Rukmana, 1994)
b.      Batang
Batang atau caulis pakchoy pendek sekali dan beruas ruas, batang ini berfungsi sebagai alat pembentuk dan penopang daun (Rukmana, 1994)
c.       Daun
Pada Umumnya pakchoy berdaun lebar dan berkerut – kerut (Rukmana, 1994)
Pupuk
Umumnya pupuk di berikan kepada tanaman untuk mensuplai kebutuhan hara dari tanaman tersebut. Jika tanaman mengalami kekurangan ataupun kelebihan unsur hara maka pertumbuhannya akan lambat, dan produksinya pun akan sedikit.
HANTU (Hormon Tanaman Unggul) adalah "pupuk cair organik" untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil pertanian dan peternakan. Pupuk HANTU memiliki kandungan HORMON ZPT (Zat Pengatur Tumbuh): asam gibberelin, GA-3, GA-5, GA-7, auksin, sitokinin (Kinetin), zeatin plus 17 ASAM AMINO, dan NUTRISI lengkap.
Selain mengandung pupuk hara makro dan mikro lengkap seperti N, P, K, Na, Mg, Cu, Fe, Mn, Zn, pupuk HANTU ini juga mengandung hormon yang ditambahkan di dalam komposisinya seperti GA3 98.37 (ppm 2), GA5 107.13 (ppm), GA7 (131.46 ppm), Auksin IAA (156.35 ppm), SITOKININ Kinetin (128.04 ppm) dan SITOKININ Zeatin (106.45 ppm). Pupuk Hantu ini dapat memperbaiki struktur tanah yang rusak dan menambah kesuburan tanah. 





BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum ini mulai dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 16 Maret 2016 sampai selesai, yang bertempat di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam praktikum Budidaya Tanaman Hortikultura tentang Budidaya Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) adalah cangkul, tali rapia, parang, ajir, kayu, paranet atau pelepah sawit, alat dokumentasi, meteran atau penggaris.  Sedangkan bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu benih tanaman Pakcoy, Pupuk Organik Cair Hantu Multiguna Exclusive, pupuk kandang kotoran kambing dan air.
3.3 Prosedur kerja
Persiapan Lahan
            Lahan yang digunakan untuk penanaman dibersihkan kemudian dilakukan pengolahan tanah. Pengolahan tanah dilakukan dengan cara dicangkul untuk membalik tanah, digemburkan kemudian diratakan.
Persemaian
            Media persemaian yang digunakan adalah campuran tanah dan pupuk kandang kotoran kambing dengan perbandingan 1:1. Benih tanaman Pakcoy di semaikan diatas media yang telah disiapkan. Media persemaian dibuat naungan.
Pembuatan Bedengan
            Bedengan yang dibuat dalam praktikum ini adalah 1 m x 1 m untuk masing-masing mahasiswa, dengan jarak antara setiap bedengan 50 cm.
Penentuan Jarak Tanam
            Jarak tanam yang digunakan adalah 20 cm antar baris dan 20 cm antar tanaman dalam baris.
Penanaman
Penanaman dilakukan setelah benih dipersemaian tumbuh dan siap dipindahkan tepatnya pada tanggal 6 April 2016. Penanaman dilakukan dengan jarak tanam yang telah dibuat yaitu 20 cm x 20 cm. Setiap bedengan terdiri dari empat baris tanaman pakcoy, setiap baris terdiri dari 4 tanaman sehingga setiap bedengan terdapat 16 tanaman pakcoy.
Pemeliharaan
Pemeliharaan dalam praktikum budidaya tanaman Pakcoy ini berupa penyiangan, penyiraman, penyulaman, pemupukan, pembumbunan, serta pengendalian hama dan penyakit.
  • Penyiangan : Penyiangan dilakukan dengan mencabut langsung gulma yang tumbuh.
  • Penggemburan dan pembumbunan : dilakukan bersamaan dengan penyiangan agar perakaran tanaman berkembang dengan baik.
  • Pengairan : Pengairan dilakukan pada pagi dan sore hari, dilakukan dengan cara menyiramkan air secukupnya pada tanaman.
  • Peyulaman : Penyulaman dilakukan apabila terdapat tanaman yang mati
  • Pemupukan : Pupuk dasar diberikan dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 10 kg. Selanjutnya Pemberian pupuk untuk perlakuan diberikan sesuai dosis perlakuan untuk tiap-tiap bedengan.
Adapun dosis yang digunakan dalam praktikum ini yaitu, sebagai berikut:
1.    10 ml/L untuk satu bedengan
2.    20 ml/L  untuk satu bedengan
3.    30 ml/L untuk satu bedengan
Untuk bedengan baris pertama dan keempat dosis pupuk yang digunakan 10 ml/L, untuk bedengan baris kedua dan kelima dosis pupuk yang digunakan 20 ml/L dan untuk bedengan baris ketiga dosis pupuk yang digunakan 30 ml/L.
  • Pengendalian hama dan penyakit : hama dan penyakit di berantas dengan cara manual.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
4.1.1. Tabel hasil pengamatan



4.1.2. Gambar per tanggal pengukuran
Gambar 1 tanggal 8  April 2016



Gambar 2 tanggal 23 April 2016




Gambar 3 tanggal 4 Mei 2016




Gambar 4 tanggal 14 Mei 2016





4.2 Pembahasan
     Pada praktikum ini, mahasiswa mendapatkan masing-masing satu bedengan. Pada masing-masing baris bedengan mendapatkan perlakuan dosis pupuk yang berbeda-beda. Saya mendapatkan bedengan baris ketiga dengan perlakuan 30 ml/L.
Pada tanaman Pakcoy yang dibutuhkan adalah daunnya yang akan dikonsumsi, sehingga perlu diperhatikan jumlah daun yang ada, jangan sampai daun pakcoy berwarna pucat, kuning ataupun coklat. Fungsi diberikannya pupuk cair adalah agar pertumbuhan pakcoy baik dan sehat.
Pupuk merupakan bahan yang digunakan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil tanaman khususnya tanaman pertanian. Peningkatan hasil tersebut terkait dengan peningkatan kesuburan tanah dengan tersediaanya unsure hara yang diperlukan oleh tanaman. Pupuk yang digunakan dalam praktikum ini adalah Pupuk Organik Cair Hantu Multiguna Exclusive.
Kesesuaian dosis yang diberikan pada tanaman akan menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan dan hasil yang optimal. Pada praktikum yang telah dilakukan, setiap dosis pupuk yang digunakan memberikan pengaruh berbeda-beda terhadap pertumbuhan hasil tanaman yang di ukur dari tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Namun yang terlihat lebih menonjol pertumbuhannya 

terdapat pada dosis pupuk 30 ml/L. Semakin banyak dosis yang diberikan, semakin terlihat perbedaan pertumbuhannya, namun belum diketahui dosis yang optimal karena kami hanya memberikan perlakuan 10 ml/L, 20 ml/L dan 30 ml/L.

Pada pengukuran tentang tinggi tanaman memiliki berbagai perbedaan pertumbuhan terhadap masing-masing tanaman pakcoy. Terdapat 6 tanaman yang tingginya sangat mencolok, sedangkan yang lain pertumbuhannya relatif seragam. Hal ini mungkin dikarenakan penggunaan bibit yang tidak seragam dan juga dalam pemberian pupuk yang tidak merata pada setiap tanaman.
 Pengamatan tentang jumlah daun Pakcoy, terdapat berbagai perbedaan  terhadap masing-masing jumlah daunnya. Jumlahnya berkisar antara 5 sampai 9 helai. Perbedaan ini dipengaruhi oleh adanya daun yang layu dan menua sehingga menjadi gugur, bahkan terdapat beberapa daun tanaman yang terserang hama.
Adapun hama yang menyerang tanaman pakcoy adalah hama semut dan ulat bulu, hama ini memakan daun-daun pakcoy sehingga daun menjadi berlubang. Penanganan yang dilakukan secara manual yaitu dengan menggunakan tangan dan kayu.
Pada praktikum ini terdapat kendala-kendala yang dialami yaitu karena praktikum ini dilakukan pada saat musim yang tidak menentu, terkadang hujan dan terkadang panas sangat terik sehingga tanaman pakcoy yang dibudidayakan tumbuh tidak optimal, selain itu juga lahan yang kami gunakan merupakan lahan bekas percobaan orang-orang sebelumnya sehingga tanahnya masih terkontaminasi dengan pupuk-pupuk sebelumnya.


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
     Adapun kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini adalah hasil pengamatan tentang Pengamatan tinggi tanaman dan jumlah helai daun pada tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.)  dengan Perlakuan Pupuk Organik Cair Hantu dengan dosis 10 ml/L, 20 ml/L dan 30 ml/L memiliki berbagai perbedaan.
     Pada pengukuran tentang tinggi tanaman memiliki berbagai perbedaan, dikarenakan penggunaan bibit yang tidak seragam dan juga dalam pemberian pupuk yang tidak merata pada setiap tanaman. Sedangkan pengamatan tentang jumlah daun Pakcoy, perbedaan dipengaruhi oleh adanya daun yang layu dan menua sehingga menjadi gugur, bahkan terdapat beberapa daun tanaman yang terserang hama.

5.2 Saran
            Tanaman Pakchoy (Brassica rapa L.) sangat rentan terhadap serangan hama, jadi seharusnya tanaman harus selalu di kontrol dan segera melakukan pengendalian apabila terdapat hama.



DAFTAR PUSTAKA

News J. 2016. Ini Dia Teknik Jitu Budidaya Sawi Pakcoy. Diunduh dari situs http://www.jitunews.com/read/6611/ini-dia-teknik-jitu-budidaya-sawi-pakcoypada tanggal 19 Mei 2016
Rijal M. 2011. Laporan BT sayur. Diunduh dari situs http://rijal-bm.blogspot.co.id/2011/11/laporan-bt-sayur.htmlpada tanggal 19 Mi 2016
Pardede C. 2014. Pemupukan Dan Pengukuran Tanaman Sawi. Diunduh dari situs http://ciciliapardede13.blogspot.co.id/2014/06/laporan-praktikum-budidaya-tanaman.htmlpada tanggal 19 Mi 2016
Samsul B. 2015. Laporan Pkl Unsa 2015 Di P4s Kuntum (Budidaya Pakchoi). Diunduh dari situs http://singa-selatan1.blogspot.co.id/2015/07/laporan-pkl-unsa-2015-di-p4s-kuntum.htmlpada tanggal 19 Mi 2016



LAMPIRAN





      
                                     

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Hantu Multiguna Exclusive Terhadap Pertumbuhan Pakcoy"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!