loading...

Laporan Praktikum | Pengukuran Suhu Tanah


LAPORAN PRAKTIKUM
AGROKLIMATOLOGI
PENGUKURAN SUHU TANAH











 FITRI ANDELA 
D1A014072









PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015





BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Suhu adalah tingkat kemampuan benda dalam memberi dan menerima panas. Suhu sering juga disebut sebagai energi kinetis rata-rata suatu benda yang dinyatakan dalam derajat suhu. Suhu juga dinyatakan sebagai ukuran energi kinetik rata-rata dari pergerakan molekul suatu benda. Suhu menunjukkan sangkar cuaca yang dipergunakan untuk pengamatan suhu. Suhu dapat diukur menggunakan termometer.
   Dalam biosfer, suhu benda beragam menurut tempat dan waktu yang disebabkan oleh perbedaan benda dalam menerma energi radiasi surya dan hasil pengaruhi energi ini terhadap sekelilingnya. Menurut tempat, ia ditentukan oleh letak menurut ketinggian dan lintang bumi. Menurut waktu, ia ditentukan oleh sudut inklinasi surya.
Tanah adalah kumpulan benda alam di permukaan bumi, setempat-setempat dimodifikasi atau bahkan dibuat oleh manusia dari bahan bumi, mengandung gejala-gejala kehidupan dan menompang atau mampu menopang pertumbuhan tanaman diluar rumah. Tanah meliputi horison-horison tanah yang terletak di atas bahan batuan dan berbentuk sebagai hasil interaksi sepanjang waktu dari iklim, organisme hidup, bahan induk dan relief. Definisi lainnya, tanah itu adalah tubuh alam (natural body) yang terbentuk dan berkembang sebagai akibat bekerjanya gaya-gaya alam (natural forces) terhadap bahan-bahan alam (natural material) di permukaan bumi.

1.2.Tujuan Praktikum
Untuk  mengetahui bagaimana cara mengukur suhu tanah dan mengetahui perbedaan jumlah suhu tanah pada lahan terbuka dengan tanah pada lahan tertutup.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Suhu adalah suatu sifat fisika dari suatu benda yang menggambarkan energi Kinetik rata-rata pergerakan molekul suatu benda. Suhu dinyatakan dalam satuan derajat Celcius (oC), Fahreinheit (oF), Reamur (oR), Kelvin (oK).(Daldjumi. 1983).
Suhu udara bervariasi menurut tempat dan dari waktu ke waktu di permukaan bumi. Menurut tempat suhu udara bervariasi secara vertical dan horizontal dan menurut waktu dari jam ke jam dalam sehari, dan menurut bulanan dalam setahun. (Wisnubroto,S,S.S.L Aminah, dan Nitisapto,M. 1982)
Suhu udara di atmosfer bervariasi menurut letak ketinggian tempat. Hingga ketinggian tertentu suhu udara dapat menurun, tetapi menurut ketinggian yang lainnya meningkat. Pada lapisan Troposfer (lapisan bawah atmosfer) suhu udara menurun menurut letak ketinggian tempat hingga ketinggian 10 km dengan gradein penurunan suhu 5,0-6,5 oC per 1000 m diatas permukaan laut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi  suhu di permukaan bumi ialah :
1.      Jumlah radiasi yang diterima per tahun – per hari – per musim.
2.      Pengaruh daratan atau laut, dan
3.      Pengaruh ketinggian tempat,
4.      Pengaruh angin secara tidak langsung, angin yang membawa panas dari sumbernya secara horizontal.
5.      Pengaruh panas laten : panas yang disimpan dalam atmosfer.
6.      Penutup tanah : tanah yang ditutup vegetasi mempunyai temperatur yang kurang daripada tanah tanpa vegetasi.
7.      Tipe tanah : tanah-tanah gelap indeks suhunya lebih tinggi,
8.      Pengeruh sudut datang matahari, sinar yang tegak lurusakan membuat suhu ebih panas daripada yang datangnya miring.

Pengaruh suhu terhadap makhluk-makhluk hidup adalah sangat besar sehingga pertumbuhanya benar-benar seakan-akan tergantung padanya, terutama dalam kegiatan-kegiatannya. Dengan suhu yang tinggi benih-benih akan mengadakan metabolisme yang lebih cepat, akibatnya apabila benih-benih dibiarkan atau ditanam pada dataran atau tanaman tinggi maka daya kecambahnya akan turun. Jadi pada tanaman juga ada suhu maksimum, suhu optimum.
Tentang suhu tanah juga demikian berpengaruh pada tanaman, pengukuran biasanya dilakukan pada kedalam : 5 cm, 10 cm, 20 cm, 50 cm dan 100cm. Pengaruh suhu tanah terhadap tanaman yaitu pada: perkecambahan biji, pada aktivasi mikroorganisme, dan perkembangan penyakit tanaman. Faktor pengaruh suhu tanah yaitu faktor luar (eksternal) dan faktor dalam (internal). Faktor eksternal yaitu radiasi matahari keawanan, curah hujan, angin dan kelembapan udara sedangkan faktor internal yaitu tekstur tanah, struktur dan kadar air tanah, kandungan bahan organik dan warna tanah.(Ir. Ance, 1986).
Suhu dinyatakan sebagai derajat panas ataau dingin yang diukur berdasarkan skala tertentu dengan menggunakan termometer. Tanah merupakan media utama dimana manusia bisa mendapatkan lahan, pangan, sandang, tambang dan tempat melaksanakan berbagai aktivitas. Batas suhu yang layak bagi kehidupan makhluk hidup berkisar antara -350 s.d 750 [derajat Celcius], akan tetapi kisaran suhu yang dikehendaki tanaman antara 26 s.d 400 [derajat Celcius]. Pada suhu dibawah atau diatas kisaran tersebut, pertumbuhan sangan lambat. Secara langsung suhu mempengaruhi fotosintesis, respirasi, permeabilitas dinding sel, kegiatan enzim penyerapan air dan unsur hara. Semua pengaruh ini tersimpul dalam pertumbuhan tanaman [Hassan, 1970].
Suhu tanah dapat diukur dengan menggunakan alat yang dinamakan dengan termometer tanah selubung logam. Suhu tanah ditentukan oleh panas matahari yang menyinari bumi. Intensitas panas dipengaruhi oleh kedudukan permukaan yang menentukan besar sudut datang, letak garis lintang utara dan selatan serta tinggi dari permukaan laut. Sejumlah sifat tanah juga menentukan suhu tanah antara lain intensitas warna tanah, komposisi, panasienin tanah, kemampuan dan kadar legas tanah [Benyamin, 1997].
Suhu tanah berpengaruh terhadap penyerapan air. Makin rendah suhu, makin sedikit air yang di serap oleh akar, karena itulah penurunan suhu tanah mendadak dapat menyebabkan kelayuan tanaman. Pengukuran suhu tanah dalam klimatologi harus dihindarkan dari beberapa gangguan, baik itu gangguan likal maupun gangguan lain. Gangguan-gangguan itu adalah sebagai berikut :
1.  Pengaruh radiasi matahari langsung dan pantulannya oleh benda-benda sekitar.
2.  Gangguan tetesan air hujan.
3.  Tiupan angin yang terlalu kuat.
4. Pengaruh local gradient suhu tanah akibat pemanasan dan pendinginan permukaan tanah setempat.
Suhu tanah adalah salah satu faktor terpenting yang dapat mendukung aktivitas mikrobiologi dan proses penyerapan unsur hara oleh tanaman. Suhu tanah sangat bergantung pada besarnya radiasi surya yang di berikan oleh matahari. Jumlah panas yang sampai ke permukaan bumi disebabkan oleh konduksi bumi atau hasil proses kimia dan biologi yang tak berarti pada suhu tanah (Baver, 1960).
Suhu tanah setiap saat dipengaruhi oleh rasio energi yang diserap dan yang dilepaskan. Hubungan perubahan konstan ini digambarkan dalam perhitungan berdasarkan musim, bulanan, dan suhu tanah harian (Brady, 1984).
Suhu tanah yang rendah dapat mempengaruhi penyerapan air dari pertumbuhan tumbuhan. Jika suhu tanah rendah, kecil kemungkinan terjadi transpirasi, dan dapat mengakibatkan tumbuhan mengalami dehidrasi atau kekurangan air. Pengaruh dari suhu tanah pada proses penyerapan bisa dilihat dari hasil perubahan viskositas air, kemampuan menyerap dari membran sel, dan aktivitas fisiologi dari sel-sel akar itu sendiri. Dengan kata lain pada keadaan udara yang panas maka evaporasi air dari permukaan tanah akan semakin besar (Tisdale and Nelson, 1966).
Suhu tanah juga akan dipengaruhi oleh jumlah serapan radiasi matahari oleh permukaan bumi. Pada siang hari suhu permukaan tanah akan lebih tinggi dibandingkan suhu pada lapisan tanah yang lebih dalam. Hal ini juga disebabkan karena permukaan tanah yang akan menyerap radiasi matahari secara langsung pada siang hari tersebut, baru kemudian panas dirambatkan ke lapisan tanah yang lebih dalam secara konduksi. Sebaliknya, pada malam hari permukaan tanah akan kehilangan panas terlebih dahulu, sebagai akibatnya suhu pada permukaan tanah akan lebih rendah dibandingkan dengan suhu pada lapisan tanah yang lebih dalam. Pada malam hari, panas akan merambat dari lapisan tanah yang lebih dalam menuju ke permukaan (Lakitan, 1992).
Suhu tanah mengalami perubahan dari pengembunan secara terus menerus pada kedalaman yang dangkal di banyak tanah di daerah Alaska yang beku sampai ke Hawai yang tropis, dimanapun jarang ditemukan suhu tanah dapat mencapai 100oF (37,8oC) pada hari yang panas sekalipun. Pada kebanyakan permukaan bumi, suhu tanah harian jarang mengalami perubahan pada kedalaman 20 inchi (51 cm). tapi dibawah kedalaman tersebut suhu tanah akan mengalami perubahan yang secara lambat menunjukkan pertambahan derajat suhu sekitar 2o F (Donahue dkk, 1977).
Untuk mengatur suhu tanah bukanlah kemampuan manusia secara pribadi, tapi suhu tanah tersebut dapat di kontrol dengan cara yaitu dengan menutupi mulsa organik pada tanah, dan pengaturan tanaman residu yang keduanya dapat mempengaruhi implikasi biologi, juga bisa dengan mulsa plastik yang biasanya diberikan untuk perkebunan dan terakhir dapat dengan cara mengatur penguapan tanah (Brady and Weil, 2000).


BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
            Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis, 19 November 2015 pukul 13.30 sampai dengan selesai yang bertempat di lahan hutan dan lahan pertanian universitas Jambi.

3.2 Alat dan Bahan
   1.      Alat
a.       Mistar
b.      Thermometer
c.       Alat tulis
d.      Camera
   2.      Bahan
a.       Lokasi tanah tertutup kelompok 1-3 dan tanah terbuka 4-6.

3.3 Prosedur Kerja
  Ø  Siapkan alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum dan tentukan lokasi yang akan diukur suhu tanahnya
  Ø  Bersihkan permukaan tanah dari rerumputan dan dedaunan
  Ø  Kemudian beri tanda menggunakan spidol pada batas 3 cm,6 cm, 9 cm, 12 cm dan 15 cm pada termometer yang akan digunakan.
  Ø  Setelah itu masukan termometer tersebut untuk mengukur suhu  tanah dengan kedalaman 3 cm,6 cm, 9 cm, 12 cm dan 15 cm secara berlahan-lahan, tanpa dicabut  pada sampai tepat batas yang diberi tanda berhenti dan lakukan pembacaan suhu tanah setelah angkanya berhenti
  Ø  Setelah itu masukan lagi termometer tersebut kedalam tanah dalam batasan berikutnya, begitu seterusnya hingga batas kedalaman 15 cm
  Ø  Kegiatan pengukuran suhu ini dilakukan sebanyak 6 kali


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1. Hasil
Kelompok
Kedalaman  Tanah (cm)
Suhu  Tanah (0C)
1.
0-3 cm
26,5
3-6 cm
26,1
6-9  cm
26,0
9-12 cm
25,9
12-15 cm
25,8
2.
0-3 cm
27,3
3-6 cm
26,8
6-9  cm
26,5
9-12 cm
26,0
12-15 cm
25,7
3.
0-3 cm
26,8
3-6 cm
26,5
6-9  cm
26,4
9-12 cm
26,4
12-15 cm
26,3
4.
0-3 cm
33,3
3-6 cm
32,3
6-9  cm
31,3
9-12 cm
30,3
12-15 cm
29,3
5.
0-3 cm
37,7
3-6 cm
35.5
6-9  cm
33,9
9-12 cm
32.5
12-15 cm
31,4
6.
0-3 cm
36,5
3-6 cm
35,3
6-9  cm
33,4
9-12 cm
31,9
12-15 cm
30,7
Keterangan:Kelompok 1-3 tanah  tertutup lahan hutan unja
                      Kelompok 4-6  tanah terbuka lahan pertanian unja

2.2. Pembahasan
Pada praktikum kali ini yang diukur adalah suhu tanah, praktikum ini dilakukan di dua tempat yaitu di lahan hutan UNJA untuk tanah tertutup yang dilakukan oleh kelompok 1, 2 dan 3. Sedangkan yang kedua yaitu di lahan pertanian UNJA untuk tanah terbuka yang dilakukan oleh kelompok 4, 5 dan 6.
Pada pengukuran suhu tanah ini alatnya yang digunakan adalah termometer tanah dan digital. Pada masing-masing kedalaman tanah 3 cm yaitu 0-3 cm, 3-6 cm , 6-9 cm, 9-12 cm dan 12-15 cm. Suhu yang didapat kan berbeda-beda. Pada kedalaman paling atas suhu nya lebih tinggi dibanding  dengan suhu paling bawah. Semakin dalam pengukuran suhu pada tanah dilakukan maka suhu akan semakin rendah.
Kedalaman tanah sangat mempengaruhi besarnya suhu tanah, Semakin kedalam lapisan tanah maka suhu tanah akan semakin rendah dikarenakan pada permukaan tanah menyerap radiasi matahari secara langsung sedangkan di lapisan tanah yang lebih dalam akan semakin kecil suhu tanahnya. Hal ini sesuai dengan literatur Lakitan (1992) yang menyatakan bahwa Suhu tanah juga akan dipengaruhi oleh jumlah serapan radiasi matahari oleh permukaan bumi. Pada siang hari suhu permukaan tanah akan lebih tinggi dibandingkan suhu pada lapisan tanah yang lebih dalam. Hal ini juga disebabkan karena permukaan tanah yang akan menyerap radiasi matahari secara langsung pada siang hari tersebut, baru kemudian panas dirambatkan ke lapisan tanah yang lebih dalam secara konduksi. Sebaliknya, pada malam hari permukaan tanah akan kehilangan panas terlebih dahulu, sebagai akibatnya suhu pada permukaan tanah akan lebih rendah dibandingkan dengan suhu pada lapisan tanah yang lebih dalam.
Dari hasil percobaan yang dilakukan diperoleh suhu tanah terendah yaitu sebesar 25,7 pada kedalaman 12-15 yang dilakukan kelompok 2. Kedalaman tersebut tumbuhan akan mengalami kesulitan dalam penyerapan air sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Hal ini sesuai dengan literatur Tisdale and Nelson (1966) yang menyatakan bahwa Suhu tanah yang rendah dapat mempengaruhi penyerapan air dari pertumbuhan tumbuhan. Jika suhu tanah rendah, kecil kemungkinan terjadi transpirasi, dan dapat mengakibatkan tumbuhan mengalami dehidrasi atau kekurangan air.

            Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa suhu pada kedua tempat pengujian sampel berbeda, dimana pada lokasi lapangan terbuka suhu tanahnya lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi dibawah tajuk tanaman, hal ini disebabkan karena tingkatan penyinarannya berbeda dan daya serap sinarnya berbeda, misalnya pada lokasi lapangan terbuka penyinarannya lebih tinggi karena sinar datang langsung diserap oleh permukaan tanah karena tidak adanya penahan secara langsung. Berbeda dengan tingkat penyinaran pada lokasi dibawah tajuk tanaman, dimana tingkat penyinaran pada lokasi ini lebih sedikit rendah dibandingkan dengan lokasi pada lapangan terbuka. Hal ini disebabkan pada lokasi dibawah tajuk tanaman sinar yang datang tidak langsung sampai kepermukaan tanah karena sudah tertahan dengan tajuk tanaman. Jadi, suhu tanah di lapangan terbuka lebih tinggi daripada suhu tanah di bawah tajuk tanaman.
Suhu tanah dapat dikontrol agar sesuai dengan yang kita harapkan, yaitu dengan cara pemberian mulsa organik ataupun mulsa plastik dan dengan pengaturan tanaman residu sehingga energi surya tidak secara langsung diserap oleh tanah. Hal ini sesuai dengan literatur Brady and Weil (2000) yang menyatakan bahwa suhu tanah dapat di kontrol dengan cara yaitu dengan menutupi mulsa organik pada tanah, dan pengaturan tanaman residu yang keduanya dapat mempengaruhi implikasi biologi, juga bisa dengan mulsa plastik yang biasanya diberikan untuk perkebunan dan terakhir dapat dengan cara mengatur penguapan tanah.
Pengukuran suhu tanah berguna untuk kepentingan pertanian. Hal ini  supaya kita tahu bahwa organisme/ mikroorganisme (dalam tanah ) mana yang tahan terhadap suhu tinggi dan mana yang tidak tahan terhadap suhu tinggi dan mikroorganisme mana yang  berguna atau merusak tanaman supaya dapat disesuaikan iklimnya.




BAB V
PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa suhu pada kedua tempat pengujian sampel berbeda, dimana pada lokasi lapangan terbuka suhu tanahnya lebih tinggi dibandingkan dengan lokasi dibawah tajuk tanaman, hal ini disebabkan karena tingkatan penyinarannya berbeda dan daya serap sinarnya berbeda, misalnya pada lokasi lapangan terbuka penyinarannya lebih tinggi karena sinar datang langsung diserap oleh permukaan tanah karena tidak adanya penahan secara langsung. Berbeda dengan tingkat penyinaran pada lokasi dibawah tajuk tanaman, dimana tingkat penyinaran pada lokasi ini lebih sedikit rendah dibandingkan dengan lokasi pada lapangan terbuka. Hal ini disebabkan pada lokasi dibawah tajuk tanaman sinar yang datang tidak langsung sampai kepermukaan tanah karena sudah tertahan dengan tajuk tanaman. Jadi, suhu tanah di lapangan terbuka lebih tinggi daripada suhu tanah di bawah tajuk tanaman.


DAFTAR PUSTAKA

Endriani. Penuntun Praktikum Instrumentasi Klimatologi. Jambi . Fakultas Pertanian. Universitas Jambi.
Hariono S. 2013. Pengukuran Suhu Tanah. Diunduh dari situs https://onoe21.wordpress.com/laporan-agroklimatologi-tentang-stasiun-klimatologi/pengukuran-suhu-tanah.html pada tanggal 22 November 2015 pukul 22.00 Wib
Ramadhona R. Suhu Udara dan Suhu Tanah. Diunduh dari situs http://riskiramadhonalubis.blogspot.co.id/2014/11/vbehaviorurldefaultvmlo_12.html pada tanggal 22 November 2015 pukul 22.00 Wib



LAMPIRAN



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Pengukuran Suhu Tanah"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!