loading...

Laporan Praktikum | Pengenalan Alat Instrumen Iklim


LAPORAN PRAKTIKUM
AGROKLIMATOLOGI
PENGENALAN ALAT-ALAT INSTRUMEN IKLIM











                        FITRI ANDELA
                            D1A014072





PROGRAM STUDI AGROKLIMATOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015







BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Cuaca dan iklim merupakan salah satu komponen ekosistem yang sangat mempengaruhi kehidupan yang ada di permukaan bumi. Unsur iklim / cuaca mempunyai peranan penting, misalnya dalam hal : pertumbuhan dan produksi tanaman, perkembangan hama dan penyakit tanaman, proses pelapukan atau pembentukan tanah (tipe tanah, sifat fisik, dan kehidupan organisme dalam tanah), kenyamanan kerja orang Untuk menetapkan iklim pada suatu tanaman, penempatan alat ukur harus mewakili untuk kondisi tanaman secara umum dalam lingkungannya. Penempatan akan mewakili iklim tanaman yang seluas mungkin. Tempat-tempat dimana akan mempunyai perbedan iklim yang mencolok seperti daerah rawa, pegunungan, sungai, dan danau harus dihindari. Walaupun di tempat itu sering digunakan untuk pemasang pengukuran fenomena cuaca seperti curah hujan, kelembaban dan angin dalam menggambarkan perbedaan catatan yang ada.

Dalam pengelolaan cuaca (iklim) untuk bidang pertanian data cuaca yang benar sangat dibutuhkan. Penyesuaian tanaman dengan cuaca (iklim) suatu daerah, peramalan awal dan akhir musim hujan atau kemarau untuk kegiatan pertanian, pengubahsuaian (modifikasi) cuaca (iklim) dan penggantian satu atau beberapa unsure cuaca dibutuhkan data cuaca yang benar dan dari hasil pengamatan yang panjang. Data yang benar tentunya dihasilkan dari peralatan yang baku, cara, dan waktu pengamatan yang mengikuti aturan yang disepakati secara nasional. Pearalatan meteorologi haruslah dapat menghasilkan data yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Kemudian data ini dapat dibandingkan dengan data di tempat lain, sehingga kita dapat menilai cuaca dan iklim.

1.2. Tujuan
Untuk mengetahui dan memahami macam-macam alat-alat pengukur cuaca (iklim) serta mengetahui fungsi dan bagian-bagian dari alat pengukur cuaca tersebut.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Yang dimaksud dengan klimatologi adalah ilmu yang membahas atau menerangkan tentang iklim , bagaimana iklim itu dapat berbeda pada suatu tempat dengan tempat lainnya (Kartasapoetra, 1993).
Secara luas meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari atmosfer yang menyangkut keadaan fisis dan dinamisnya serta interaksinya dengan permukaan bumi di bawahnya. Dalam pelaksanaan pengamatannya menggunakan hukum dan teknik matematik. Pengamatan cuaca atau pengukuran unsur cuaca dilakukan pada lokasi yang dinamakan stasiun cuaca atau yang lebih dikenal dengan stasiun meteorologi. Maksud dari stasiun meteorologi ini ialah menghasilkan serempak data meteorologis dan data biologis dan atau data-data yang lain yang dapat menyumbangkan hubungan antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman dan hewan. Lokasi stasiun ini harus dapat mewakili keadaan pertanian dan keadaan alami daerah tempat stasiun itu berada. Informasi meteorogis yang secara rutin diamati antara lain ialah keadaan lapisan atmosfer yang paling bawah, suhu dan kelengasan tanah pada berbagai kedalaman, curah hujan, dan curahan lainnya, durasi penyinaran dan reaksi matahari (Prawirowardoyo, 1996).
Dalam bidang pertanian, menurut Wisnubroto (1999) ilmu prakiraan penentuan kondisi iklim atmosfer ini adalah untuk menentukan wilayah pengembangan tanaman. Iklim mempengaruhi dunia pertanian. Presipitasi, evaporasi, suhu, angin, dan kelembaban nisbi udara adalah unsur iklim yang penting. Dalam dunia pertanian, air, udara, dan temperatur menjadi faktor yang penting. Kemampuan menyimpan air oleh tanah itu terbatas. Sebagian air meninggalkan tanah dengan cara transpirasi, evaporasi, dan drainase.
Prakiraan cuaca baik harian maupun prakiraan musim, mempunyai arti penting dan banyak dimanfaatkan dalam bidang pertanian. Prakiraan cuaca 24 jam yang dilakukan oleh BMG, mempunyai arti dalam kegiatan harian misalnya untuk pelaksanaan pemupukan dan pemberantasan hama. Misalnya pemupukan dan penyemprotan hama perlu dilakukan pada pagi hari atau ditunda jika menurut prakiraan sore hari akan hujan lebat. Prakiraan permulaan musim hujan mempunyai arti penting dalam menentukan saat tanam di suatu wilayah. Jadi, bidang pertanian ini memanfaatkan informasi tentang cuaca dan iklim mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya (Setiawan, 2003).
Permasalahan yang sering timbul adalah bahwa pengukuran data agroklimat tidak akurat, sebelum alat dipasang maka perlu ditera terlebih dahulu. Setiap alatserendah rendahnya harus mempunyai nilai baku nasional sehingga ketelitianpengukuran dapat dijamin dan data dapat diandalkan . Ketelitian dan pengamatanmudah berubah karena berbagai sebab, antara lain ketidakteraturan perputaransilinder jam, pena kering, pemasangan kertas pias tidak tepat, pena erlalu kerasmenekan silinder, lupa menempelkan pena pada kertas, kerusakan sensor (Tri, 1999).
Alat meteorologi umumnya ada dua macam yaitu jenis biasa bukan pencatat dan jenis pencatat. Contoh jenis alat biasa adalah termometer, barometer, pluviometer, psikromrter, dan sebagainya. Alat pencatat misalnya termograf, barograf, pluviograf, hidrograf dan sebagainya. Untuk jenis alat pencatat biasanya dilengkapi dengan jam (waktu) dan pias (chart) yang diganti tiap hari untuk piasharian dan tiap minggu untuk pias mingguan. Biasanya pias ini dilengkapi dengan pias yang pembuatannya biasnya didasarkan pada bentuk dan cara membersihkan pena. (Tjasyono, 2004)
Layaknya dalam kehidupan manusia, bahwa segala hal yang telah teratur itu akan sangat memudahkan kelancaran keberlangsungan hidup manusia kalau manusia itu dapat menyesuaikan diri dan tekun dalam melakukan perbuatan-perbuatan yang telah ada pengendalinya. Akan tetapi kehidupan manusia akan menjadi kacau bahkan menderita sekiranya menyimpang dari ketentuan yang sudah digariskan.( Ance, 1986)
Para ahli di belahan bumi yang lainnya telah berhasil melakukan pendekatan-pendekatan tentang iklim, kemudian menyumbangkan apa yang telah diperoleh dari pendekatan-pendekatan tersebut bagi kelangsungan hidup manusia dan mahluk sekitarnya. Para ahli antara lain menetapkan unsur-unsur iklim dan cuaca seperti suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya. Ketiga unsur ini merupakan unsur iklim yang saling terkait dalm bentuk nyatanya.Keadaan bumi ini sangat dipengaruhi oleh unsur-unsur ini. Manusia dan mahluk hiduplainnya akan mencari tempat yang sesuai untuk tetap bertahan hidup.(Daljoni,1986)
Yang dimaksud dengan suhu adalah keadaan temperatur udara pada saat tertentu di suatu termpat. Sedangkan kelembaban adalah banyaknya kadar air yang ada di udara. Suhu dan kelembaban tersebut sangan dipengaruhi oleh intensitas cahaya yang diterima oleh bumi, oleh karena itu perlu dipelajari dan dipraktikumkan faktor-faktor iklim/cuaca tersebut agar kita dapat lebih memahami, mengerti dan dapat menganalisa dari suatu kejadian yang diakibatkan oleh faktor-faktor tersebut.(Ance,1986).
1. Kelembaban
Kelembaban tanah merupakan faktor penting untuk kehidupan dan sangat menarik untuk dikaji. Fungsi utama dari kelembaban tanah adalah mengontrol pembagian air hujan yang turun ke bumi menjadi run off ataupun infiltrasi. Kelembaban tanah sangat penting untuk studi potensi air dan studi neraca air (Anonimc, 2010).
2. Angin
Angin dapat bergerak secara horizontal maupun vertical dengan kecepatan yang bervariasi dan berfluktuasi dinamis. Angin mengikuti pola umum sirkulasi atmosfer bumi. Angin pada lapisan udara dekat permukaan bumi mempunyai kecepatan yang lebih rendah dibandingkan pada lapisan udara yang lebih tinggi terutama karena hambatan akibat geseran dengan permukaan bumi. Arah angin pada lapisan udara yang lebih tinggi juga lebih bervariasi (Lakitan, 1994).
3. Evavotranspirasi

Kehilangan air melalui permukaan tanaman teras atau penguapan (evaporasi) dan melalui permukaan teras (transpirasi) disebut evapotranspirasi atau kadang-kadang disebut penggunaan air tanaman (water use). Evapotranspirasi merupakan salah satu komponen neraca air atau menjadi dua komponen bila dipilih menjadi evaporasi dan transpirasi. Kehilangan air melalui evaporasi mempunyai akibat terhadap fisiologi tanaman secara tidak langsung, seperti mempercepat penerimaan kadar air pada lapisan atas dan memodifikasi iklim mikro di sekitar tanaman (Anonimc, 2010).
4. Awan

Apabila awan telah terbentuk, titik-titik air dalam awan akan menjadi semakin besar dan awan itu akan menjadi semakin berat, dan perlahan-lahan daya tarik bumi menariknya ke bawah. Hingga sampai satu titik dimana titik-titik air itu akan terus jatuh ke bawah dan turunlah hujan. Jika titik-titik air tersebut bertemu udara panas, titik-titik itu akan menguap dan awan menghilang. Inilah yang menyebabkan itu awan selalu berubah-ubah bentuknya. Air yang terkandung di dalam awan silih berganti menguap dan mencair. Inilah juga yang menyebabkan kadang-kadang ada awan yang tidak membawa hujan (Anonimb, 2010).




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
1. Alat Pengukuran Suhu/ Temperature




4.2. Pembahasan
Pengertian umum agroklimatologi adalah Klimatologi adalah ilmu yang mempelajari iklim, dan merupakan sebuah cabang dari ilmu atmosfer. Dikontraskan dengan meteorologi yang mempelajari cuaca jangka pendek yang berakhir sampai beberapa minggu, klimatologi mempelajari frekuensi di mana sistem cuaca ini terjadi. Jadi, ilmu agroklimatologi ini mengajarkan kepada praktikan untuk mengetahui seluk beluk atau prilaku cuaca supaya dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang pertanian.
1. Alat pengukuran suhu/ Temperature
1. Termometer
Ada beberapa jenis thermometer yang digunakan dewasa ini, namun dalam pengamatan meteorologi dan klimatologi, umumnya digunakan thermometer kaca (liquid-in-glass thermometer) untuk peralatan Konvensional dan thermometer PT-100 untuk peralatan-peralatan digital.
Thermometer kaca (liquid-in-glass thermometer) umumnya menggunakan Air raksa (mercury) untuk pengukuran temperatur diatas suhu freezing point(-38.3 °C) dan menggunakan alkohol untuk pengukuran yang memiliki jangkauan ukur dibawah/sekitar freezing point.
Thermometer berdasarkan konstruksinya dapat dibedakan menjadi 4 tipe, yaitu:
  1. Sheathed Type dengan skala ukur tercatat di batang thermometer.
  2. Sheathed Type dengan skala ukur tercatat di dalam selubung thermometer.
  3. Unsheathed Type dengan skala ukur tercatat di batang dan tempat thermometer.
  4. Unsheathed Type dengan skala ukur tercatat di batang thermometer.
  5. Beberapa thermometer adapula yang  dilengkapi dengan kaca pembesar, terutama untuk kepentingan labotatorium medis, namun jarang digunakan dalam pengamatan meterologi atau klimatologi.
2. Termometer Maksimum 
Ciri khas dari termometer ini adalah terdapat penyempitan pada pipa kapiler di dekat resevoir. Air raksa dapat melalui bagian yang sempit ini pada suhu naik dan pada suhu turun air raksa tetap berada pada posisi sama dengan posisi suhu tertinggi. Air raksa dapat dikembalikan ke resevoir dengan perlakukan khusus(Diayun-ayunkan) Termometer maksimum ini diletakkan pada posisi hampir mendatar agar mudah terjadi pemuaian, pengamatan sekali dalam 24 jam.
Alat ini memiliki bagian-bagian diantaranya :
1.    Skala
2.    Suhu maksimum
3.    Suhu minimum
4.    Jarum perak
5.    Alkohol
6.    Air raksa
Prinsip kerja alat ini yaitu jika suhu udara naik, maka air raksa dalam bola akan memuai mendorong cairan air raksa keluar melalui pipa yang menyempit, suhu udara terus naik sampai mencapai nilai maksimum. Jika suhu udara turun, cairan air raksa dalam bola akan menyusut sehingga alur air raksa dalam pipa kapiler terputus, namun ujung air raksa tetap menunjukkan nilai skala yang maksimum.

3. Termometer Minimum
     Termometer ini berguna untuk mengukur suhu udara ekstrim rendah. Zat cair dalam kapiler gelas adalah alkohol yang bening. Pada bagian ujung atas alkohol yang memuai atau menyurut terdapat indeks. Indeks ini hanya dapat didorong kebawah pada suhu rendah oleh tegangan permukaan bagian ujung kapiler alkohol. Bila suhu naik alkohol memuai, indeks tetap menunjukkan posisi suhu rendah.
     Prinsip kerja termometer minimum adalah dengan cara menggunakan sebuah penghalang pada pipa alkohol, sehingga apabila suhu menurun akan menyebabkan indeks ikut tertarik kebawah namun bilasuhu meningkat maka indeks tetap pada posisi dibawah selain itu peletakan thermometer.
4. Termometer Tanah
Termometer tanah adalah sebuah termometer yang khusus di rancang untuk megukur suhu tanah. Alat ini  berguna pada perencanaan penanaman dan juga di gunakan oleh para ilmuan iklim, suhu tananh dapat memberika informasi yang bermnfaat terutama pemetaan dari waktu ke waktu. Ciri-ciri dari termometer ini adalah pada bagian skala dilengkungkan, namun ada juga yang tidak dilengkungkan. Hal ini di buat untuk memudahkan dalam pembacaan skala. Pengukuran suhu tanah lebih teliti dari suhu udara.
Alat ini memiliki bagian-bagian diantaranya :
1.    Batang thermo.
2.     Kaca pelindung atau tutup.
3.    Jarum penunjuk suhu.
4.     Skala.
Prinsip kerja alat ini adalah pada keadaan suhu tinggi maka air raksa akan mengembang dan mengakibatkan panjang kolom air raksa di dalam tabung bertambah dan kejadian tersebut berlaku sebaliknya. Jadi besarnya suhu ditunjukan oleh panjang kolom air rakasa.
Prosedur kerja alat ini adalah :
1.    Buka atau lepas penutup kaki yang tersarung pada kaki thermometer tanah
2.    Masukan kaki thermometer tanah pada tanah yang akan diukur suhunya sampai tertanam atau berdiri tegar.
3.    Setelah kaki dari thermometer ini terbenam dalam tanah maka dengan sendirinya keadaan suhu tanah akan dapat dilihat pada layar yang ditunjukan oleh jarum penunjuk.

5. Thermometer Minimum Rumput
Berfungsi untuk mengukur suhu terendah/ minimum rumput pada suatu periode pengamatan. Cairan yang digunakan pada thermometer ini adalah alkohol. Prinsip kerja thermometer ini, yaitu jika suhu turun, alkohol akan menyusut dan permukaan alkohol akan menarik indeks ke arah skala lebih kecil, sebaliknya jika suhu naik, permukaan alkohol akan naik sedangkan indeks tetap tertinggal menunjukkan skala yang terendah yang dicapai suhu udara.
2. Alat Penakar Hujan
6. Penakar Hujan Otomatis Type Hellmann
Alat ini berfungsi untuk mengukur intensitas, jumlah, dan waktu terjadinya hujan,dipasang dengan ketinggian 120 cm dari permukaan tanah sampai ke corong penakar dan luas penampang corong 200 cm2. Pada alat ini terdapat sebuah silinder jam sebagai tempat pemasangan pias, sehingga akan dapat diketahui curah hujan maksimum dan minimum serta waktu terjadinya. Prinsip kerja alat ini yaitu air hujan masuk melalui corong kemudian akan terkumpul dalam tabung. Dalam tabung ini terdapat pelampung yang dihubungkan dengan tangkai pena, sehingga air yang masuk kedalam tabung akan menekan pelampung, maka pelampung akan naik dan tangkai pena turut bergerak keatas.

7. Penakar Hujan Otomatis Type Typping Bucket.
Berfungsi untuk mengukur jumlah curah hujan pada periode waktu tertentu, dipasang dengan ketinggian 140 cm dari permukaan tanah dan luas penampang corong 400 cm2. Prinsip kerja alat ini yaitu air yang masukmelalui corong akan jatuh kedalam alat semacam timbangan, dimana satu jungkitan pada alat ini akan direspon oleh recorder sehingga akan terbentuk lukisan satu anak tangga pada pias dan angka counter bertambah satu.
8. Penakar Hujan Manual Type Observatorium
Berfungsi untuk mengukur jumlah curah hujan. Alat ini dipasang diatas tonggak kayu yang dibeton dengan ketinggian 120 cm dari permukaan tanah sampai mulut corong penakar, luas penampang corong yaitu 100 cm2 dengan kapasitas menampung curah hujan ± 5 liter, dan ditengah corong penakar dipasang kran. Jumlah curah hujan yang tertampung akan dituangkan melalui kran dan ditakar dengan gelas ukur yang berskala sampai dengan 20 mm.
3. Alat pengukuran matahari
9. Campbell Stokes.
Berfungsi untuk mengukur lamanya penyinaran matahari . Alat ini berupa bola kaca masif dengan garis tengah/diameter 10 – 15 cm, berfungsi sebagai lensa cembung (konvex) yang dapat mengumpulkan sinar matahari ke suatu titik api (fokus), dan alat ini dipasang di tempat terbuka diatas pondasi beton dengan ketinggian 120 cm dari permukaan tanah. Lamanya penyinaran matahari dicatat dengan jalan memfokuskan sinar matahari tepat mengenai kertas pias yang khusus dibuat untuk alat ini, dan hasilnya pada pias akan terlihat bagian yang terbakar, panjang jejak/bekas bakaran menunjukkan lamanya penyinaran matahari.
10. Aktinograf Bimetal.
Berfungsi untuk mengukur radiasi matahari dalam waktu satu hari, dipasang pada tempat terbuka diatas pondasi beton setinggi 120 cm. Alat ini dinamakan bimetal karena prinsip kerja alat terdiri dari dua buah lempengan logam yang berbeda warna sebagai sensor, yaitu lempengan berwarna putih mengkilat dan warna hitam gelap.

11. Gun Bellani Integrator.
Fungsi alat ini sama dengan alat aktinograf yaitu untuk mengukur total radiasi matahari selama satu hari sejak matahari terbit hinga terbenam. Alat ini tidak secara langsung mengukur radiasi matahari, tetapi melalui suatu proses penguapan zat cair terlebih dahulu. Jumlah zat cair yang diuapkan berbanding lurus dengan total radiasi matahari yang diterima.

4. Alat pengukuran tekanan udara

12. Barometer
Tekanan udara pada suatu permukaan adalah gaya yang diberikan kepada suatu permukaan atau area oleh sekolom udara di atas permukaan tersebut. Tekanan yang diberikan tersebut sebanding dengan massa udara vertikal yang terdapat di atas permukaan tersebut sampai pada batas ketinggian lapisan atmosfer terluar. Hal itu yang membuat tekanan udara di setiap tempat berbeda menurut ketinggian dari tempat tersebut. Tekanan udara juga merupakan salah satu parameter yang diamati oleh observer ketika melakukan pengamatan udara permukaan atau synoptic observation. Pada kenyataannya terdapat banyak alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara salah satunya adalah barometer
Cara kerja dari barometer itu sendiri yaitu dengan cara membaca angka yang berada pada barometer itu tepatnya di baris kedua dari pinggir, yang paling dalam ( berwarna merah).

5. Alat pengukuran penguapan/evaporasi/evavotranspirasi
13. Open Pan Evaporimeter
Berfungsi untuk mengukur evaporasi/penguapan pada periode waktu tertentu. Alat ini berupa sebuah panci bundar besar terbuat dari besi yang dilapisi bahan anti karat dengan garis tengah/diameter 122 cm dan tinggi 25.4 cm.  Panci ini ditempatkan diatas tanah berumput pendek dan tanah gundul, dimana alat tersebut diletakkan diatas pondasi terbuat dari kayu yang bagian atas kayu dicat warna putih gunanya untuk mengurangi penyerapan radiasi.
14. Hook Gauge (Open Pan Evaporimeter)
Yaitu suatu alat untuk mengukur perubahan tinggi permukaan air dalam panci, terdiri dari sebuah batang yang berskala dan sebuah skrup berada pada batang tersebut yang digunakan sebagai pengatur, letak ujung alat berupa pancing sampai tepat menyentuh pada permukaan air panci.
15. Still Well  Open Pan Evaporimeter
Berupa bejana yang terbuat dari logam (kuningan) yang berbentuk silinder dan mempunyai 3 buah kaki, dimana tiap kaki terdapat sebuah skrup untuk menyetel/mengatur kedudukan bejana agar letaknya horizontal. Pada dasar bejana terdapat sebuah lubang, sehingga permukaan air dalam bejana sama tinggi dengan permukaan air dalam 8 panci. Bejana digunakan selain untuk tempat meletakkan hook gauge, juga membuat air dalam bejana menjadi tenang dibandingkan dengan air pada panci, sehingga penyetelan ujung pancing dapat lebih mudah dilakukan.
16. Thermometer Air
Thermometer air ini adalah thermometer air raksa yang dipasang tegak lurus dengan menggunakan klem, letak bola thermometer dibawah permukaan air, sehingga suhu air dapat dibaca pada saat dilakukan pengamatan
17. Floating Thermometer Maksimum dan Minimum
Digunakan untuk mencatat suhu maksimum dan minimum air yang terjadi selama 24 jam. Pada umumnya alat ini terdiri dari sebuah pipa gelas yang berbentuk U dengan dua buah bola pada ujungnya. Thermometer dipasang pada rangka bajanon magnetis yang terapung sedikit dibawah permukaan air oleh pelampung alumunium.

18. Lysimeter
Berfungsi untuk mengukur jumlah evapotranspirasi pada sebidang tanah bervegetasi secara langsung. Alat ini berupa sebuah bejana penampang berukuran 1 m x 1 m yang dibagian atasnya ditanami vegetasi (rumput atau tanaman lain). Unsur yang diamati adalah besarnya penguapan yang berlangsung pada sebidang tanah yang bervegetasi. Prinsip kerja alat tersebut diatas adalah dengan mengukur jumlah air yang menguap dihitung berdasarkan persamaan kesetimbangan air.
6. Alat pengukuran angin
19. Wind Vane Anemometer
Berfungsi untuk mengukur arah dan kecepatan angin. Alat ini dipasang pada pipa besi dengan ketinggian 10 meter, dimana alat ini terdiri dari sensor dan alat penunjuk yang dihubungkan melalui kabel.
Pengamatan dilakukan dengan cara :
Ø  untuk menentukan kecepatan angin, dapat dibaca langsung pada alat penunjuk, dan satuan kecepatan angin yaitu dalam knot ( 1 knot = 1,8 km/jam).
Ø  untuk menentukan arah angin, yaitu menekan tombol yang ada pada alat
penunjuk dan kemudian membaca jarum penunjuk yang menunjukkan arah
berapa derajat. (Arah angin 90º = arah timur, 180º = arah selatan, 270º =
arah barat, dan 360º = arah utara).
20. Cup Counter Anemometer.
Berfungsi untuk mengukur kecepatan angin rata-rata selama periode tertentu. Alat ini terdiri dari 3 buah mangkok yang akan berputar bila tertiup angin , pada bagian bawah mangkok terdapat angka counter yang mencatat perputaran mangkok tersebut, dan alat ini dipasang diatas tiang pipa besi setinggi ( ½ m, 2 m, 10 m) dari permukaan tanah. Untuk mengetahui kecepatan rata-rata angin pada periode waktu tertentu dilakukan dengan mengurangi hasil pembacaan pada angka counter saat pengamatan dengan hasil pembacaan sebelumnya, kemudian dibagi dengan periode waktu pengamatan.
7. Alat pengukuran kelembapan

21. Higrometer

Secara umum kelembaban (Relative Humidity) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan jumlah uap air yang ada di udara dan dinyatakan dalam persen dari jumlah uap air maksimum dalam kondisi jenuh. Dan alat yang dapat digunakan untuk mengukur kelembaban udara (Relative Humidity) adalah Higrometer.



BAB V
PENUTUP
Meteorologi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari atmosfer yang menyangkut keadaan fisis dan dinamisnya serta interaksinya dengan permukaan bumi di bawahnya. Dalam pelaksanaan pengamatannya menggunakan hukum dan teknik matematik. Pengamatan cuaca atau pengukuran unsur cuaca dilakukan pada lokasi yang dinamakan stasiun cuaca atau yang lebih dikenal dengan stasiun meteorologi. Maksud dari stasiun meteorologi ini ialah menghasilkan serempak data meteorologis dan data biologis dan atau data-data yang lain yang dapat menyumbangkan hubungan antara cuaca dan pertumbuhan atau hidup tanaman dan hewan




DAFTAR PUSTAKA

Daljoeni, N. 1983. Pokok – Pokok Klimatologi. Alumni: Bandung
Prawiroardoyo, S. 1996. Meteorologi. Institut Teknologi Bandung, Bandung.
Setiawan, A. C. 2003. Otomatisasi stasiun cuaca untuk menunjang kegiatan pertanian. Diunduh dari http://www.bmg.ac.id. pada tanggal 16 November 2015 pukul 22.00 Wib.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Pengenalan Alat Instrumen Iklim"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!