loading...

Laporan Praktikum | Pengenalan Alat-Alat Praktikum Mikrobiologi


LAPORAN
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
PENGENALAN ALAT- ALAT PRAKTIKUM


              Nama                     : FITRI ANDELA
              Nim                        : D1A014072
              Kelas                      : B








AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015/2016





BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Mikrobiologi adalah salah satu cabang ilmu dari biologi yang mempelajari tentang organisme yang mikroskopik yakni meliputi bakteri, virus, fungi, alga dan protozoa. Mikrobiologi boleh dikatakan merupakan ilmu yang masih baru. Dunia jasad renik barulah ditemukan sekitar 300 tahun yang lalu dan makna sesungguhnya mengenai mikroorganisme itu barulah dipahami sekitar 200 tahun kemudian. Selama 40 tahun terakhir, mikrobiologi muncul sebagai bidang biologi yang sangat berarti karena mikroorganisme digunakan oleh para peneliti dalam penelaah hampir semua gejala biologis yang utama.
Pekerjaan mikrobiologi banyak menggunakan alat-alat gelas, terutama cawan petri, tabung reaksi, gelas obyek, gelas penutup, gelas piala, gelas erlenmeyer, dan lain-lain. Kebersihan alat-alat gelas tersebut sangat menentukan keberhasilan kegiatan yang kita lakukan, baik untuk menghindari kontaminasi maupun untuk kejelasan dan ketepatan pengamatan. Dalam hal ini kebersihan dapat diartikan sebagai jernih, kering, serta bebas debu dan lemak.
Pembersihan alat gelas dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan praktek, sesuai dengan keadaan, apakah sudah bersih atau belum. Alat-alat gelas yang digunakan harus selalu dikembalikan dalam keadaan bersih. Untuk memudahkan pembersihan, alat gelas sebaiknya dikelompokkan menurut jenis dan ukurannya. Sebelum dibersihkan, alat gelas juga harus dibersihkan dulu dari segala bentuk kotoran, seperti : medium kultur (media biakan), selotip, marker, dan lain-lain. Marker permanen dapat dihilangkan dengan menyapukan kapas yang telah dibasahi aseton pada bagian yang dibersihkan. 
Selain alat-alat yang terbuat dari gelas seperti yang tersebut di atas, dalam pekerjaan mikrobiologi membutuhkan banyak sekali peralatan mekanik dan peralatan optik yang tidak kalah penting dengan peralatan gelas.

1.2.Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum ini adalah mengenal dan mengetahui cara menggunakan alat-alat laboratorium dalam praktikum Mikrobiologi Pertanian, mengetahui fungsi dari setiap alat-alat laboratorium, dan mampu mengoperasikan  serta memelihara peralatan sesuai dengan prosedur.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1  Pengertian Mikrobiologi
Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang mikroorganisme yang  tidak dapat dilihat dengan mata telanjang untuk  meneliti apa saja yang terkandung di dalam mikroorganisme. Dalam meneliti mikroorganisme diperlukan teknik atau cara – cara khusus untuk mempelajarinya serta untuk bekerja pada skala laboratorium untuk meneliti mikroorganisme baik sifat maupun karakteristiknya, tentu diperlukan adanya pengenalan alat yang akan digunakan serta mengetahui cara penggunaan alat – alat yang berhubungan dengan penelitian untuk memudahkan dalam melakukan penelitian (Dwidjoseputro, 2003).

2.2  Penggunaan Alat-Alat Mikrobiologi
Didalam pekerjaan mikrobiologi sering kali kita tidak terlepas dari alat-alatyang berada di laboratorium. Peralatan yang digunakan pada laboratorium mikrobiologi hampir sama dengan peralatan-peralatan yang umumnya digunakan di laboratorium kimia, yaitu berupa alat-alat gelas antara lain : tabung reaksi, cawan petri, pipet ukur, pipet volumetrik, labu ukur, labu erlenmeyer, gelas piala, pH meter, gelas arloji, termometer, botol tetes, pembakar spirtus, kaki tigadengan kawat asbes, dan rak tabung reaksi. Di samping peralatan gelas tersebut, pada laboratorium mikrobiologi masih ada sejumlah alat yang khusus antara lain : autoklaf, oven, mikroskop, jarum ose (inokulum), jarum preparat, gelas objek, kaca penutup, keranjang kawat untuk sterilisasi, inkubator untuk membiakan mikroorganisme dengan suhu tertentu yangkostan, spektrofotometer untuk mengukur kepekatan suspensi atau larutan,penangas air untuk mencairkan medium, magnetik stirrer untuk mengaduk, dan tabung durham untuk penelitian fermentasi.(Anonym, 2012). 
Dalam sebuah praktikum, praktikan diwajibkan mengenal dan memahami carakerja dan fungsi dari alat-alat yang ada di laboratorium. Selain untuk menghindarikecelakaan dan bahaya, dengan memahami cara kerja dan fungsi dari masing-masing alat, praktikan dapat melaksanakan praktikum dengan sempurna.(Walton.1998). 
Alat – alat yang digunakan dalam  penelitian harus dalam keadaan steril atau bebas dari kuman, bakteri, virus dan jamur. Perlu adanya pengetahuan tentang cara – cara atau teknik sterilisasi. Hal ini dilakukan karena alat – alat yang digunakan memiliki teknik sterilisasi yang berbeda (Dwidjoseputro, 2003).
Sebelum melakukan praktikum, terlebih dahulu kita harus mengenal atau mengetahui tentang alat-alat yang digunakan dalam melakukan praktikum tersebut. Hal ini berguna untuk mempermudah kita dalam melaksanakan percobaan, sehingga resiko kecelakaan di laboratorium dapat ditanggulangi. Kebersihan dan kesempurnaan alat sangat penting untuk bekerja di laboratorium. Alat yang kelihatan secara kasat mata, belum tentu bersih, tergantung pada pemahaman seorang analis mengenai apa artinya bersih. Alat kaca seperti gelas piala atau erlenmeyer paling baik dibersihkan dengan sabun atau deterjen sintetik. Pipet, buret, dan labu volumetrik mungkin memerlukan larutan deterjen panas untuk bisa bersih benar (Day & Underwood, 1998).
Alat-alat yang digunakan sewaktu praktikum harus digunakan secara hati-hati dan teliti karena pada umumnya alat tersebut terbuat dari kaca sehingga bisa saja pecah. Praktikan yang baik biasanya mempunyai ketelitian dan kesabaran yang tinggi. Dalam melakukan pengukuran biasanya dia tidak akan puas dengan hanya satu kali percobaan, dia akan mengukur beberapa kali dan mencari data mana yang paling mendekati dan paling akurat. Selain ketelitian, seorang praktikan juga harus mempunyai sifat bersih dan rapi. Karena kebersihan merupakan salah satu factor yang sangat penting di dalam suatu penelitian. Praktikan yang ceroboh dan tidak memperhatikan kebersihan peralatan yang dia gunakan kemungkinan besar akan mendapatkan kesalahan pada penelitiannya. Ini dikarenakan kotoran/ sisa larutan yang lain dapat berkontaminasi dengan larutan baru yang hendak kita teliti sehingga menyebabkan ketidakakuratan data. Kerapian juga menjadi syarat didalam melakukan praktikum, seperti memperhatikan kebersihan meja praktikum, perawatan peralatan dan kedisplinan praktikan. (Imamkhasani, 2000)
Laboratorium, seperti layaknya tempat bekerja harus dapat memberikan kenyamanan, kesehatan dan keamanan kepada semua orang yang bekerja didalamnya, termasuk pengelola laboratorium itu sendiri. Untuk itu, perlu studi kelayakan mengenai perencanaan dalam merancang laboratorium kimia yang meliputi adanya prosedur pengoperasian baku yang memerhatikan kesehatan dan keselamatan kerja ( K3 ) dilaboratorium, adanya ventilasi dan perlengkapan pelindung yang berfungsi baik, adanya penataan dan pengelolaan bahan kimia dan peralatan laboratorium, serta adanya prosedur pengolahan limbah laboratorium (Day & Underwood, 1998).
Dalam mengukur suatu zat atau benda hendaknya menggunakan suatu alat, alat yang digunakan mengukur suatu zat dalam kimia adalah gelas ukur, akan tetapi hasil pengukuran dari gelas ukur sangat kurang tepat, sehingga dalam penggunaannya tidaklah terlalu teliti. Salah satu contoh alat pengukuran lain yang mempunyai tingkat ketelitian lebih baik dari pipet isap, namun pengukuran dengan pipet sendiri tidak terlepas dari kesalahan (Rohman, 1998).
Pada dasarnya setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan. Beberapa kegunaan alat dapat dikenali berdasarkan namanya.Penamaan alat-alat yang berfungsi mengukur biasanya diakhiri dengan kata meter seperti thermometer,hygrometer dan spektrofotometer, dll. Alat-alat pengukur yang disertai dengan informasi tertulis, biasanya diberi tambahan “graph” seperti thermograph,barograph (Rohman, 1998).
Dari uraian tersebut, tersirat bahwa nama pada setiap alat menggambarkan mengenai kegunaan alat dan atau menggambarkan prinsip kerja pada alat yang bersangkutan. Dalam penggunaannya ada alat-alat yang bersifat umum dan ada pula yang khusus. Peralatan umum biasanya digunakan untuk suatu kegiatan reparasi, sedangkan peralatan khusus lebih banyak digunakan untuk suatu pengukuran atau penentuan (Rohman,1998).
Di dalam pekerjaan mikrobiologi dibutuhkan alat yang khusus untuk melihat mikroorganisme. Salah satu alat yang sering digunakan adalah mikroskop. Mikroskop merupakan alat bantu yang memungkinkan kita dapat mengamati objek yang berukuran kecil. (Anonym, 2012) Autoklaf adalah alat untuk mensterilkan berbagai macam alat dan bahan yangakan digunakan dalam mikrobiologi menggunakan uap air panas bertekanan.Tekanan yang digunakan umumnya 15 Psi atau sekitar 2 atm. Lama sterilisasi yang dilakukan biasanya 15 menit untuk 121°C. (Anonym, 2012).
Laminar air flow adalah alat yang akan digunakan gunakan untuk pengerjaan mikroba khususnya bakteri. Cara penggunaannya dibersihkan menggunakan alcohol 70 % dan lampu UVnya dinyalahkan selama 30 menit terlebih dahulu untuk proses sterilisasinya. Setelah laminar air flow siap digunakan, lampu UV dimatikan, fan dan lampu dihidupkan (Rahmat, 2011).
Gelas ukur dipakai untuk menukar air suling dan bahan kimia yang akan digunakan. Ukuran gelas ukur bermacam-macam mulai dari volume 25 ml sampai dengan volume 2,50 ml. Jenis gelas ukur ada yang tahan panas (dari pirex) dan ada yang tidak tahan panas (dari gelas biasa). Untuk pembuatan larutan sterilisasi eksplan yaitu chlorox selalu membutuhkan gelas ukur ini (Hendaroyono, 2012).
Cawan petri digunakan sebagai tempat memotong-motong eksplan yang akan ditanam kedalam botol kultur. sebelum dipakai, cawan petri harus disterilkan dengan cara dibungkus memakai koran, lalu dimasukkan kedalam autoclave dan disterilkan selama satu jam. Pembungkus cawan petri yang telah disterilisasi jangan dibuka diluar enkas supaya tidak terkontaminasi. Penutup cawan petri jangan dibuka jika tidak perlu dan usahakan membuka cawan petri dilakukan secepat mungkin (Sandra Edhi, 2003).
Labu ukur digunakan untuk menyiapkan volume larutan yang akurat. Labu ini berbentuk seperti buah Per, dengan leher kurus yang panjang, sehingga dapat memudahkan operator dalam melakukan secara akurat pengenceran dengan pelarut sampai tandah batas (Donald, 2004).

                                                                                                
BAB III
METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada :
Hari/ tanggal   :  Jum’at,  23 Oktober 2015
Pukul               : 10.10 Wib s/d selesai
Tempat            : Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jambi
3.2. Bahan dan Alat

1.    Alat tulis
2.    Camera
3.    Petri dish
4.    Rak test tube
5.    Test tube
6.    Lampu busen
7.    Jarum ose
8.    Gelas piala
9.    Gelas ukur
10.     Erlenmeyer
11.     Inkubator
12.     Kulkas
13.     Pemanas media
14.     Mikroskop
15.     Laminar air flow
16.     Enkas
17.     Oven
18.     Autoclave


3.3  Prosedur Pelaksanaan
Prosedur pelaksanaan pada praktikum ini yaitu :
1.    Menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.
2.    Mendokumentasikan peralatan yang dibutuhkan.
3.    Menulis fungsi dari masing-masing alat.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
No
Nama Alat
Dokumentasi Praktikum
Dokumentasi Literatur
Kegunaan
Daftar Pustaka
1
Petri dish/ cawan petri




Sebagai wadah penyimpanan dan pembuatan kultur media.
https://www.google.com/search?q=gambar+petridish.htmldiakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.00 Wib
2
Test tube




Sebagai tempat untuk mereaksikan bahan kimia dalam skala kecil dan sebagai tempat perkembangbiakan mikroba dalam media cair.
https://www.google.com/search?q=test+tube.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.05 Wib
3
Rak test tube




Untuk menempatkan tabung-tabung reaksi yang sedang digunakan saat pengujian agar cairan didalam tabung tersebut tidak tumpah

https://www.google.com/search?q=test+tube.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.10 Wib
4
Lampu busen




Untuk memanaskan medium, mensterilkan  jarum inokulasi dan alat-alat yang terbuat dari platina dan nikrom seperti jarum   platinaan
https://www.google.com/search?q=lampu+bunsen.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.15 Wib
5
Jarum ose




Untuk memindahkan mikroorganisme yang akan dibiakkan
https://www.google.com/search?q=jarum+ose.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.20 Wib
6
Gelas piala




Sebagai tempat untuk melarutkan zat yang tidak butuh ketelitian tinggi dan juga sebagai wadah menampung menyimpan larutan
https://www.google.com/search?q=gelas+piala.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.25 Wib
7
Gelas ukur




Untuk mengukur volume larutan yang di gunakan atau sebagai tempat untuk menyimpan larutan
https://www.google.com/search?q=gelas+ukur.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.30 Wib
8
Erlenmeyer




Sebagai tempat mereaksikan larutan dan menyimpan larutan dalam waktu yang lama
https://www.google.com/search?q=erlenmeyer.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.35 Wib
9
Inkubator




Untuk menumbuhkan mikroorganisme yang ingin  ditumbuhkan (untuk menginkubasi).
https://www.google.com/search?q=inkubator.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.40 Wib
10
Kulkas




Penyimpanan media dan cendawan untuk dorman
https://www.google.com/search?q=kulkas.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.45 Wib
11
Pemanas media




Untuk mensterilkan alat-alat laboratorium
https://www.google.com/search?q=pemanas+media.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 20.00 Wib

12
Mikroskop




Untuk melihat objek atau organisme yang berukuran mikroskopis atau sangat kecil
https://www.google.com/search?q=mikroskop.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.50 Wib

13
Laminar air flow




untuk preparasi bahan-bahan mikrobiologi agar tidak terkontaminasi dengan udara luar, alat ini dilengkapi dengan lampu UV yang dapat mematikan bakteri dalam ruangan laminar
https://www.google.com/search?q=laminar+air+flow.htmldiakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 22.55 Wib

14
Enkas



Tempat inokulasi atau tempat melakukan pembiakan mikroba.
https://www.google.com/search?q=Incase.html diakses pada tanggal 1 November 2015 pukul 10.00 Wib


15

Oven





Untuk mensterilisasi alat-alat praktikum yang terbuat dari kaca (sterilisasi kering )

https://www.google.com/search?q=oven.html diakses pada tanggal 1 November 2015 pukul 11.00 Wib

16
Autoclave




Untuk mensterilkan alat dan bahan.
 Atau sterilisasi basah
https://www.google.com/search?q=autoclave.html diakses pada tanggal 29 Oktober 2015 pukul 23.00 Wib



4.2. Pembahasan
Mikrobiologi merupakan segala sesuatu tentang organisme yang berukuran mikro yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Pengamatan mikrobiologi dilakukan dengan menggunakan mikroskop.
Sebelum melakukan praktikum mikrobiologi terlebih dahulu kita perlu mengetahui atau mengenal alat-alat yang digunakan dalam praktikum. Pada praktikum mikrobiologi ini terdapat berbagai jenis alat yang digunakan dan setiap alat mempunyai prinsip kerja dan fungsi yang berbeda-beda. Alat-alat yang digunakan pada prkatikum mikrobiologi ini kebanyakan terbuat dari bahan-bahan kaca. Akan tetapi ada pula yang terbuat dari plastik dan kayu.
Dari hasil yang di peroleh dapat diketahui bahwa masing_masing alat mempunyai fungsi.Dengan mengetahui fungsinya,maka memudahkan praktikan untuk mengenal alat,karna pengenalan alat merupakan dasar dari melakukan suatu percobaan atau penelitian. Hal ini sesuai dengan Yusuf (2009)  yang menyatakan bahwa pengenalan alat-alat laboraturium merupakan hal yang sangat penting sebelum melakukan percobaan karna dapat memperlancar kegiatan praktikum.

1.    Mikroskop
Mikroskop adalah alat yang di gunakan untuk melihat, atau mengenali benda-benda renik yang terlihat kecil menjadi lebih besar dari aslinya

·         Lensa Okuler
 yaitu lensa yang dekat dengan mata pengamat lensa ini berfungsi untuk membentuk bayangan maya, tegak, dan diperbesar dari lensa objektif
·         Lensa Objektif
lensa ini berada dekat pada objek yang di amati, lensa ini  membentuk bayangan nyata, terbalik, di perbesar. di mana lensa ini di atur oleh revolver untuk menentukan perbesaran lensa objektif.
·         Tabung Mikroskop (Tubus)
 tabung ini berfungsi untuk mengatur fokus dan menghubungan lensa objektif dengan lensa okuler.
·         Makrometer (Pemutar Kasar)
 makrometer berfungsi untuk menaik turunkan tabung mikroskop secara cepat.
·         Mikrometer (Pemutar Halus)
 pengatur ini berfungsi untuk menaikkan dan menurunkan mikroskop secara lambat, dan bentuknya lebih kecil daripada makrometer.
·         Revolver
revolver berfungsi untuk mengatur perbesaran lensa objektif dengan cara memutarnya.
·         Reflektor
 terdiri dari dua jenis cermin yaitu cermin datar dan cermin cekung. reflektor ini berfungsi untuk memantulkan cahaya dari cermin ke meja objek melalui lubang yang terdapat di meja objek dan menuju mata pengamat. cermin datar digunakan ketika cahaya yang di butuhkan terpenuhi, sedangkan jika kurang cahaya maka menggunakan cermin cekung karena berfungsi untuk mengumpulkan cahaya.
·         Diafragma
 berfungsi untuk mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk.
·         Kondensor
 kondensor berfungsi untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat putar dan di naik turunkan.
·         Meja Mikroskop
berfungsi sebagai tempat meletakkan objek yang akan di amati.
·         Penjepit Kaca
penjepit ini berfungsi untuk menjepit kaca yang melapisi objek agar tidak mudah bergeser.
·         Lengan Mikroskop
berfungsi sebagai pegangang pada mikroskop.
·         Kaki Mikroskop
berfungsi untuk menyangga atau menopang mikroskop.
·         Sendi Inklinasi (Pengatur Sudut)
untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop.


2.    Laminar Air Flow
Laminar air flow (LAF) adalah suatu alat yang digunakan untuk menanamkan eksplan. Dan disebut Laminar Air Flow Cabinet Karena kedalamnya dialirkan angin dengan arah lurus (Laminar) kearah luar agar menghembus spora-spora jamur yang mungkin beterbangan sehingga tidak memasuki botol kultur saat penanaman.

Keterangan:


1. Penutup
2. Badan
3. Meja laminar air flow
4. Tombol pengatur

5. Kaki
6. Lubang udara
7. Kabel
8. staker



3.    Enkas
Enkas berfungsi untuk pengerjaan medium misalnya pada isolasi atau
penanaman bakteri dalam kondisi ruang yang aseptis agar tidak terkontaminasi dengan udara. Cara menggunakannya adalah pada saat sebelum memasukkan media, alat ini harus disterilkan terlebih dahulu.

Keterangan :
1. Penutup enkas
2. Kaca penutup
3. Lubang tempat memasukkan tangan
4. Pegangan
5. Badan enkas

4.    Oven
Alat ini digunakan untuk sterilisasi alat-alat yang tahan terhadap panas tinggi misalnya cawan petri, tabung reaksi, labu Erlenmeyer, dan lain-lain.Alat ini umumnya dilengkapi termometer. Prinsip kerjanya yaitu mensterilkan dengan bantuan panas dari pijaran api atau listrik.

Keterangan:
1.      Elemen pemanas
2.      Penyangga rak
3.      Lampu indikator
4.      Tombol pengatur suhu
5.      Tombol waktu
6.      Steker listrik
7.      Pintu
8.      Pegangan pintu
9.      Rak pemanggang
10.  Pemanggang nampan
11.  Nampan pemanggang

5.    Autoclave
Autoklave yaitu alat yang berfungsi untuk sterilisasi dengan uap panas bertekanan.Alat ini terdiri dari bejana tekanan tinggi yang dilengkapi manometer dan klep bahaya.Otoklaf dipakai untuk sterilisasi medium atau larutan atau alat-alat yang tidak tahan suhu tinggi. Prinsip kerjanya yaitu mensterilkan dengan bantuan uap.Sterilisasi yang menggunakan autoklaf dengan temperatur 121˚C tekanan 1 atm / 0,15 Mpa selama 15-20 menit.

Berikut adalah bagian-bagian dari autoklaf:
1.     Tombol pengatur waktu mundur (timer)
Timer pada autoklaf berfungsi sebagai pengaturan waktu lama atau sebentarnya proses sterilisasi, sesuai dengan kebutuhan/penggunaan yang di inginkan.
2.    Katup uap
Katup uap adalah komponen yang berfungsi sebagai tempat keluarnya uap air.
3.     Pengukur tekanan
Pengukur tekanan adalah komponen yang berfungsu untuk mengetahiu tekanan uap yang berada didalam autoklaf saat proses sterilisasi berlangsung.
4.     Kelep pengamanan
Kelep pengaman berfungsi sebagai penahan atau pengunci dari penutup  autoklaf.
5.     Tombol on/off
Tombol ini berfungsi untuk menghidupkan atau mematikan mesin autoklaf.
6.     Termometer
Termometer adalah komponen yang berfungsi untuk mengetahui suhu yang sudah dicapai pada saat pensterilan.
7.     Lempeng sumber panas
Ini adalah komponen yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi kalor (panas). Pada dasarnya heater terbuat dari kumparan/lilitan kawat tembaga yang jika dialiri arus listrik akan menghasilkan energi panas.
8.      Aquades (H2O)
9.      Skrup pengamanan
10.   Angsa
Angsa adalah komponen yang berfungsi sebagai pembatas air.

Komponen penysun autoclave, yaitu :
1.        Elemant pemanas (HEATER)
Elemen pemanas adalah komponen yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi kalor (panas). Pada dasarnya heater terbuat dari kumparan/lilitan kawat tembaga yang jika dialiri arus listrik akan menghasilkan energi panas. Elemen pemanas pada dasarnya dpat dibagi menjai 2 yaitu :
a.         Elemen basah
Yaitu elemen pemanas yang dapat bekerja jika terdapat media benda cair. Elemen ini akan rusak jika tidak ada dalam media tersebut ketika masih teraliri arus listrik.
b.          Elemen kering
Yaitu elemen pemanas yang bekerja dengan media udara, atau dapat dikatakan dapat bekerja tanpa media. Elemen kering bertentangan dengan elemen basah, jadi elemen ini akan rusak jika terkena cairan/larutan.
2.         Pompa Vacum
Pada  autoclave  pompa vacum berfungsi untuk menghisap udara atauuap campuran dari kamar/ruang sterilisasi (chamber), setelah proses sterilisasi selesai uap panas akan segera hilang. Sehingga saat yuser membuka lied handle terbuka uap panas yang ada di dalam chamber sudah berkurang sehingga tidak membahayakan yuser saat mengeluarakan alat/peralatan yang hendak dipakai dari dalam Autoclave.
3.        Timer
Timer pada autoclave berfungsi sebagai pengaturan waktu lama atau sebentarnya proses sterilisasi,sesuai dengan kebutuhan/penggunaan yang di inginkan.
4.        Presure Gauge (meter tekanan)
Presure gauge berfungsi untuk mengetahiu tekanan uap yang berada didalam autoclave saat proses sterilisasi berlangsung.
Oven adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk memanaskan ataupun mengeringkan. Biasanya digunakan untuk mengeringkan peralatan gelas laboratorium, zat-zat kimia maupun pelarut organik. Dapat pula digunakan untuk mengukur kadar air.Tidak semua alat gelas dapat dikeringkan didalam oven, hanya alat gelas dengan spesifikasi tertentu saja yang dapat dikeringkan, yaitu alat gelas dengan ketelitian rendah. Oven juga merupakan alat sterilisasi menggunakan udara kering bertemperatur tinggi.Oven termasuk alat sterilisasi secara fisik karena menggunakan suhu dan tekanan.
Bagian-bagian dan fungsi  oven yaitu:
a.    Temperatur berfungsi sebagai pengatur suhu yang ada di dalam oven.
b.    Rak oven berfungsi sebagai tempat meletakkan bahan atau alat yang akan di sterilisasi.
c.    Pintu oven berfungsi sebagai pembuka dan penutup oven
d.    Aluminium voil, berfungsi sebagai media yang digunakan untuk membungkus alat dan bahan yang akan di sterilkan di dalam alat sterilisasi, serta menjaga dan melindungi bahan yang ada didalam gelas reaksi agar tidak terkontaminasi.

Selain keterangan yang di atas, autoklaf juga memiliki komponen lain yaitu Pompa Vacum, pada  autoclave  pompa vacum berfungsi untuk menghisap udara atau uap campuran dari kamar/ruang sterilisasi (chamber), setelah proses sterilisasi selesai uap panas akan segera hilang. Sehingga saat yuser membuka lied handle terbuka uap panas yang ada di dalam chamber sudah berkurang sehingga tidak membahayakan yuser saat mengeluarakan alat/peralatan yang hendak dipakai dari dalam Autoklaf. Selain pompa vacun, autoklaf juga memiliki Penutup yang berfungsi sebagai penutup autoklaf pada saat proses sterilisasi. Terdapat juga temperatur yang digunakan untuk mengatur suhu pada saat akan melakukan proses sterilisasi.
Sebelum melakukan sterilisasi cek dahulu banyaknya air dalam autoklaf. Jika air kurang dari batas yang ditentukan, maka dapat ditambah air sampai batas tersebut. Gunakan air hasil destilasi, untuk menghindari terbentuknya kerak dan karat.
 Masukkan peralatan dan bahan. Jika mensterilisasi botol beretutup ulir, maka tutup harus dikendorkan.Tutup autoklaf dengan rapat lalu kencangkan baut pengaman agar tidak ada uap yang keluar dari bibir autoklaf. Klep pengaman jangan dikencangkan terlebih dahulu.
Nyalakan autoklaf, diatur timer dengan waktu minimal 15 menit pada suhu 121 °C.Tunggu samapai air mendidih sehingga uapnya memenuhi kompartemen autoklaf dan terdesak keluar dari klep pengaman. Kemudian klep pengaman ditutup (dikencangkan) dan tunggu sampai selesai. Penghitungan waktu 15’ dimulai sejak tekanan mencapai 2 atm.
Jika alarm tanda selesai berbunyi, maka tunggu tekanan dalam kompartemen turun hingga sama dengan tekanan udara di lingkungan (jarum pada preisure gauge menunjuk ke angka nol). Kemudian klep-klep pengaman dibuka dan keluarkan isi autoklaf dengan hati-hati.



BAB V
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
       Kesimpulan dari praktikum ini yaitu, sebagai berikut:
1.      Mikrobiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jasad renik atau pun mikroba.
2.      Peralatan yang digunakan dalam praktikum mikrobiologi terdiri dari: petri dish, test tube, rak test tube, lampu busen, jarum ose, gelas piala, gelas ukur, erlenmeyer, inkubator, kulkas, pemanas media, mikroskop, laminar air flow, encase, oven dan autoclave.
3.      Setiap alat memiliki nama yang menunjukkan kegunaan alat, prinsip kerja atau proses yang berlangsung ketika alat digunakan.




DAFTAR PUSTAKA

Day, R.A. Jr. and A.L. Underwood. 1998. Kimia Analisis Kuantitatif. Edisi Revisi, Terjemahan R. Soendoro dkk. Erlangga. Jakarta.
Dwidjoseputro, D.2003. Dasar-dasar Mikrobiologi. Djambatan. Jakarta
Hajoeningtijas. O. D, 2012. Mikrobiologi Pertanian. Graha Ilmu. Yogyakarta.
Hendaroyono. D. P. S dan Wijayani. A, 2012Teknik Kultur Jaringan. Kansius. Yogyakarta.
Ir. Edhi Sandra, Ms., 2003.Kultur Jaringan Anggrek. AGROMEDIA PUSTAKA. Jakarta.
Rohman, Taifiqur. 1998. Penanganan Bahan Kimia Dengan Alat Gelas Kimia Serta Penanganan Korban Akibat Kontak Dengan Bahan Kimia. Makalah Seminar Pada Pelatihan Dosen Biokimia. Banjarbaru


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Pengenalan Alat-Alat Praktikum Mikrobiologi"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!