loading...

Laporan Praktikum | Pembuatan Media PDA (Photato Dextrose Agar)


LAPORAN
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
PEMBUATAN MEDIA PDA (Potato Dextrose Agar)








Disusun Oleh :
FITRI ANDELA
D1A014072





AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015/2016






BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Makhluk hidup yang ada di bumi tidak hanya terdiri dari makhluk hidup yang dapat dilihat oleh mata telanjangtetapi ada juga mikroorganisme yang berukuran kecil dan hanya dapat dilihat dengan menggunakan teknik dan peralatan khusus. Mikroorganisme (jasad renik) merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Mikroorganisme mempengaruhi kehidupan manusia baik secara langsung maupun tidak langsung yang bisa berperan sebagai kawan maupun lawan bagi kehidupan manusia.
Dalam menelaah mikroorganisme di laboratorium, kita mesti dapat menumbuhkan mereka. Mikroorganisme dapat berkembang biak dengan alami atau dengan bantuan manusia. Mikroorganisme yang dikembangkan oleh manusia diantaranya melalui substrat yang disebut media. Dalam hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrien yang diisyaratkan oleh bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhannya.
Pembiakan mikroorganisme dalam laboratorium memerlukan media yang berisi zat hara serta lingkungan pertumbuhan yang sesuai bagi mikroorganisme . Zat hara yang digunakan untuk pertumbuhan, sintesis sel, keperluan energi dalam metabolisme dan pergerakan. Lazimnya, media biakan mengandung air, sumber energi, zat hara sebagai sumber karbon, nitrogen, sulfur, phospat, oksigen, hydrogen serta unsure sekulimit (trace elements).
Alat-alat yang digunakan dalam perkembangbiakan inipun mesti disterilisasikan terlebih dahulu. Hal tersebut dimaksudkan agar tidak ada mikroorganisme lain, yang tidak diinginkan, tumbuh dalam media tersebut, sehingga dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme yang akan dibiakkan dalam media tersebut.
Oleh karena itu, dilakukan percobaan ini untuk mengetahui cara pembuatan medium pertumbuhan mikroba.

1.2.Tujuan Praktikum
Adapun kegunaan dari percobaan ini adalah agar praktikan dapat mengetahui bagaimana cara untuk dapat membuat media PDA (Potato Dextrose Agar).





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Mikroorganisme ataupun mikroba adalah mikroorganisme yang berukuran sangat kecil sehingga untuk mengamatinya diperlukan alat bantu. Mikroorganisme disebut juga organisme mikroskopik. Mikroorganisme sering kali bersel tunggal (uniselder) mau pun bersel banyak (multi selder). Namun beberapa protistabersel tunggal masih terlihat oleh mata telanjang dan ada beberapa spesies multisel tidak dapat di lihat dengan mata telanjang. Virus juga termasuk kedalam mikroorganisme meskipun bersifat selder. (Andrew, 2011)
Media tumbuh bagi mikroba memiliki keragaman dalam hal tipe nutrisi tergantung mikroba yang mengimbanginya. Sumber nutrien bisa berasal dari alamiah maupun buatan seperti campuran zat-zat kimiawi. Media dituang kedalam wadah-wadah selain sesuai juga disterilkan sebelum digunakan. PH medium perlu disesuaikan dan ditentukan dengan nilai yang optimum bagi pertumbuhan miroba (Putri, 2010).
Peran utama nutrien adalah sebagai sumber energi, bahan pembangun sel dan sebagai akseptor elektron dalam reaksi bioenergetik (reaksi yang menghasilkan energi). Oleh karenanya bahan makanan yang diperlukan terdiri dari air, sumber energi, sumber karbon, sumber akseptor elektron, sumber mineral, faktor pertumbuhan dan nitrogen. Selai itu, secra umum nutrien dalam media pembenihan harus mengandung seluruh elemen yang penting untuk sintesis biologik organisme baru (Arfiandi, 2009).
Mikroorganisme dapat menggunakan makanan dalam bentuk padat dan dapat pula hanya menggunakan bahan-bahan dalam bentuk cairan atau larutan. Mikroorganisme yang menggunakan makanannya dalam bentuk padat tergolong tipe holozoik. Mikroorganisme yang dapat menggunakan makanannya dalam bentuk cairan atau larutan disebut holofitik. Ada beberapa mikroorganisme yang dapat menggunakan makanannya dalam bentuk padatan, tetapi makanan tersebut sebelumnya harus dicerna di luar sel dengan bantuan enzim ekstraseluler (Iptek, 2009).
Media biakan adalah bahan atau campuran bahan yang dapat digunakan untuk membiakkan mikroorganisme karena memiliki daya dukung yang tinggi terhadap pertumbuhan dan perkembangbiakannya, menurut susunannya, media dapat dibagi menjadi tiga golongan yaitu media alam, media semi sintetik dan media sintetik. Dalam media alam komponen nutrisi tidak dapat diketahui dengan setiap waktu karena dapat berubah-ubah dalam bahan yang digunakan dan bergantung dari asalnya. Sebagai contoh ialah kentang, jagung, serangga, rambut, dan sebagainya. Dalam media semi sintetik selain bahan hasil pertanian, digunakan pula zat-zat kimia yang komposisinya diketahui dengan tepat (winda, 2009)
Media PDA (Potato Dextrose Agar) merupakan medium semisintetik. Media merupakan tempat dimana terjadi perkembangan organisme, organisme menyerap karbohidrat dari kaldu kentang dan gula serta dari agar yang telah dicampur. Hal ini lah yang menyebabkan mengapa kentang harus dipotong dadu, agar karbohidrat di kentang dapat di kelar dan menyatu dengan air sehingga menjadi kaldu. Semakin kecil permukaan maka semakin besar daya osmosirnya (risda 2007)
Jenis Medium sangat bervarisasi bergantung kepada apa yang dijadikan dasar penanaman. Berdasarkan kepada bentuknya dikenal tiga macam medium, yaitu medium cair, medium semi solid dan medium padat. Beda utama ketiga macam medium padat. Beda utama ketiga macam medium, yaitu ada tidaknya bahan pemadat. Medium cair tidak menggunakan bahan pemadat. Medium semi solid dan medium padat menggunakan bahan pemadat. Agar-agar paling umum digunakan. jumlah bahan pemadat pada medium semi solid setengahnya dari medium padat jumlah agarnya 1.5%-18% (Amni, 2009).
Kentang merupakan tanaman semusim dari family solonaceae yang berumur pendek. Daunnya majemuk yang menempel disatu tangkai dengan warna daun hijau muda samapi gelap dan tertutup oleh bulu halus. Berdasarkan warna umbinya kentang dapat digilingkan menjadi tiga, yaitu kentang merah, putih, dan kentang kuning. Kentang merah merupakan kentang yang memiliki kulit merah dan daging kuning, golongan yang termasuk kentang merah diantaranya dasiree, arka, dan red pantiac. Kentang putih merupakan kentang yang kulit dagingnya berwarna putih, contohnya radosa, sobago, dan donata. Kentang kunging merupakan yang kulit dan dagingnya berwarna kuning, golongan ini diantaranya patrones, eigenheimer, dan granola (Ramadhan, 2010).
Tanaman Kentang dapat tumbuh dan bereproduksi dengan baik apabila ditanam pada kondisi lingkungan yang sesuai dengan persyaratan tumbuhnya. Keadaan tanah dan iklim merupakan dua hal yang penting untuk diperhatikan, selain factor penunjang lainnya, selain hama dan penyakit tanaman, factor lain yang mempengaruhi produksi kentang adalah kondisi lahan meliputi jenis tanah, kesuburan tanah, dan ketinggian tempat (Ramadhan, 2010).
Kentang menghendaki tanah yang subur dengan kandungan bahan organic yang tinggi. Tekstur tanah yang ideal untuk menanam kentang adalah lempung berpasir sehingga struktur tanah remah-remah, gembur, dan tidak mengakibatkan air menggenang sewaktu hujan keasaman (Ph) tanah yang optimal untuk tanaman kentang adalah 5-5.5. pada Ph kurang dari 5, tanaman akan mengalami defisiensi fosfor (p) dan magnesium (Mg) serta keracunan mangan (Mn), pada Ph tinggi
(Ramadhan, 2010)
Potato Dextrose Agar merupakan salah satu media yang baik di gunakan untuk membiakkan suatu mikroorganisme, baik itu berupa cendawan/fungsi, bakteri, maupun sel mahluk hidup. Potato dextrose agar merupakan paduan yang sesuai
Extra potato (kentang) merupakan sumber karbohidrat, dextrose (gugusan gula, baik itu monosakarida atau polysakarida) sebagai tambahan nutrisi bagi biakan, sedangkan agar merupakan bahan media/tempat tumbuh bagi bikan yang baik, karena mengandung cukup air. (winda 2009)
Agar-agar mengandung karbohidrat. Mengenyangkan dan menyegarkan bila disajikan dalam keadaan dingin, agar-agar bagus untuk usus karena mengandung serat. Bermanfaat bagi penderita hipertensi, kolestrol, dan diabetes, membuatnya juga mudah. ( bagus, 2010)
Agar-agar merupakan karbohidrat dengan molekul tinggi yang mengisi sel pada rumput laut. Agar-agar termasuk pada kelompok peletin dan tergolong suatu polimer yang terbentuk dari monomer glaktosa. Agar-agar juga bisa berbentuk bubuk dan dapat diperjual belikan. (bagus, 2010)
   Menurut Anonim (2011), supaya mikroba dapat tumbuh dengan baik, dalam suat medium perlu dipenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
1)  Medium harus mengandung semua nutrisi yang mudah digunakan oleh mikroba;
2)     Medium harus mempunyai tekanan osmosis;
3)     Medium tidak mengandung zat-zat yang menghambat;
4)     Medium harus steril, tidak ada kontaminan dari mikroorganisme yang tidak diinginkan.





BAB III
METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 6 November 2015 pada jam 10.00 sampai selesai di Laboratorium Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

3.2. Bahan dan Alat


Bahan
1.      Kentang 500 gr
2.      Aquadest 2 L
3.      Dextrose 40 gr
4.      Agar-agar 30 gr

Alat
1.     Aluminium foil
2.     Kapas
3.     Kompor
4.     Beacker glass
5.     Tali atau benang
6.     Saringan
7.     Kulkas
8.     Cutter
9.     Timbangan
10.  Botol ceper 1/kelompok
11.     Pengaduk
12.     Pisau


3.3  Prosedur Pelaksanaan
      1.      Menyiapkan alat dan bahan.
      2.      Kupas kentang lalu dipotong dadu
      3.      Timbang kentang sebanyak 500 gr, Kemudian Cuci hingga bersih
      4.      Rebus kentang dengan aquadest sampai mendidih/ kentangnya lunak mengeluarkan ekstrak. Disaring, kemudian masukkan kedalam gelas piala sebanyak 1 liter
      5.      Kemudian panaskan lagi, masukkan agar-agar 30 gr dan Dextrose 40 gr, Aduk terus sehingga tercampur sempurna
      6.      Angkat, dan masukkan ke botol ceper, tutup dengan kapas serapat mungkin dan selanjutnya tutup dengan alumunium foil, ikat dengan benang
     7.      Selanjutnya sterilisasi di autoclave, Sebelum melakukan sterilisasi, memeriksa terlebih dahulu banyaknya air di dalam otoklaf.
     8.      Memasukkan media yang akan di sterilkan, kemudian menutup dengan sekrup pengaman.
     9.      Menghidupkan otoklaf, sterilisasi selama lebih kurang 1 ½ jam.
     10.  Setelah proses sterilisasi, api di matikan dan tekanan dibiarkan turun sehingga mencapai 0.
     11.  Pindahkan media ke dalam kulkas.


1.       
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
                       
No
Nama Kegiatan
Dokumentasi
Praktikum

1

Kupas kentang hingga bersih.


2

Potong kentang berukuran dadu


3

Timbang kentang sebanyak 500 gr

4
Timbang  agar-agar 30 gr


5
Timbang Dextrose 40 gr


6

Cuci kentang menggunakan air bersih


7
Masukan kentang ke dalam becker glass dan beri aquades hingga voleme larutannya mencapai 2L, setelah itu masukkan ke dalam panci untuk di panaskan



8


Panaskan kentang sampai lunak dan mendidih (perlakuan dilakukan sebanyak 2x)

9
Tuangkan ekstrat kentang ke dalam becker glass dengan menggunakan saringan


10
Masak kembali larutan ekstrak kentang di kompor

11
Tuangkan agar-agar dan  Dextrose
                         

12
Aduk hingga mendidih dengan api sedang


13
Setelah mendidih angkat dan tuangkan media ke dalam botol ceper sebayak setengah botol



14

Tutup menggunakan kapas

15
Tutup lagi menggunakan aluminiun foil

16
Ikat dengan benang

17
Setelah di ikat semuanya sterilkan  di autoclave, sebelum memasukkan ke dalam autoclave tambahkan air jika airnya sedikit.
                                       


18


Hidupkan otoklaf, sterilisasi selama lebih kurang 1 ½ jam.


19


Setelah dingin pindahkan kedalam kulkas supaya tidak terkontaminasi
     



4.2.  Pembahasan
Medium adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikroba. Selain untuk menumbuhkan mikroba, medium dapat digunakan pula untuk isolasi, memperbanyak, pengujian sifat-sifat fisiologi dan perhitungan mikroba.
Berdasarkan komposisi kimianya dikenal medium sintetik dan medium nonsintetik atau medium kompleks. Komposisi kimia medium sintetik diketahui dengan pasti dan biasanya dibuat dari bahan-bahan kimia yang kemurniannya tinggi dan ditentukan dengan tepat. Diantara medium yang dibuat dalam percobaan ini yang termasuk dlam medium sintetik adalah medium yang mengandung agar, seperti halnya medium nutrient agar yang dignakan untuk mempelajari kebutuhan makanan mikroba. Di pihak lain komposisi nonsintetik tidak diketahui dengan pasti. Seperti bahan-bahan yang terdapat dalam kaldu nutrient yaitu ekstrak daging dan pepton.
Dalam pembuatan medium digunakan sebagai sumber makanan bagi mikroba. Seperti halnya pepton merupakan sumber nitrogen organik yang juga diperuntukan bagi mikroorganisme heterotrof. Laktosa dan Dextrose merupakan sumber energi bagi sebagian besar bakteri yang termasuk heterotrof. Selain itu kentang dan tauge yang banyak mengandung karbohidrat merupakan sumber karbon yang baik bagi pertumbuhan mikroorganisme. Dalam pembuatan medium harus digunakan aquades atau air murni, karena air sadah pada umumnya mengandung kadar ion kalsium dan ion magnesium yang tinggi. Pada medium yang mengandung pepton dan ekstrak daging, air dengan kualitas semacam ini dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan megnesium fosfat.
Pada praktikum ini, praktikan membuat suatu media semi alami (semi sintetik), yaitu media PDA (Potato Dextrose Agar). PDA merupakan suatu media yang dibuat dengan menggunakan bahan alami dan bahan kimia yang komposisinya dapat diketahui secara pasti. Bahan alami media ini adalah kentang dan bahan kimianya adalah gula dan agar-agar. Sumber nutrisi untuk menunjang pertumbuhan cendawan atau bakteri dalam media PDA adalah kentang (ekstrak), agar-agar dan gula.
Pembuatan medium Potato Dextrose Agar (PDA) adalah dengan Ekstrak kentang yang diambil dari hasil perebusan kentang. Selanjutnya air rebusan kentang dicampur dengan bahan tambahan lain seperti agar dan destrose. Selanjutnya larutan dididihkan selama kurang lebih 30 menit. Langkah selanjutnya adalah menyeterilkan botol dan memasukkan larutan PDA kedalamnya, saat hendak memasukkannya ke dalam botol jangan  tunggu sampai larutan dingin sebab  jika dingin larutan akan mengental. Selanjutnya alat sekaligus bahan harus diautoclaf untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Disini  agar berfungsi untuk mengentalkan medium. Ekstrak kentang dan agar disterilkan serta suhu dan pHnya diatur. Sebelum dilakukan sterilisasi, medium berawarna kuning, setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih. Setelah didinginkan beberapa saat, medium dapat ditanami bakteri atau cendawan.
Bakteri tidak dapat hidup tanpa adanya media yang mengandung nutrisi-nutrisi untuk pertumbuhannya. Menurut Pelczar (2008: 139), media pertumbuhan mikroorganisme adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran zat-zat makanan (nutrisi) yang diperlukan mikroorganisme untuk pertumbuhannya. Mikroorganisme memanfaatkan nutrisi media berupa molekulmolekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel. Dengan media pertumbuhan dapat dilakukan isolat mikroorganisme menjadi kultur murni dan juga memanipulasi komposisi media pertumbuhannya.
Pemilihan media yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba. Kesesuaian suhu, pH, kecukupan nutrien pada media merupakan beberapa syarat untuk mikroba tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Menurut  Stanier (2011: 221), pada pembuatan media untuk berbagai macam organisme harus menggunakan bahan yang mengandung banyak protein dangan berbagai konsentrasinya sehingga dapat menumbuhkan bakteri. Salah satu bahan yang sering dipergunakan adalah tauge.




BAB V
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
1.      Medium adalah suatu bahan yang terdiri atas campuran nutrisi yang dipakai untuk menumbuhkan mikroba.
2.      PDA merupakan suatu media yang dibuat dengan menggunakan bahan alami dan bahan kimia yang komposisinya dapat diketahui secara pasti.
3.      Pemilihan media yang baik akan menunjang pertumbuhan dan perkembangbiakan mikroba. Kesesuaian suhu, pH, kecukupan nutrien pada media merupakan beberapa syarat untuk mikroba tersebut dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.


DAFTAR PUSTAKA

Amni,S.2009.Petunjuk Praktikum Mikrobiologi. http://www.mikrobiologi.ac.com
Diakses pada tanggal 7 November 2015 pada pukul 22.00 Wib\
Andrew, c. 2010. Mikrobiologi. http://www.coremap.com Diakses pada tanggal 7 November 2015 pada pukul 21.00 Wib
Bagus, 2010. Agar-agar. http://www.brainon.foot.id.org Diakses pada tanggal 7 November 2015 pada pukul 22.30 Wib
Putri, A. 2010. Sterilisasi dan Pembuatan Medium Mikrobiologi.  http://www.sribd.com Diakses pada tanggal 7 November 2015 pada pukul 22.00 Wib
Ramadhan, E. 2010. Biologi Tanaman Kentang. http://www.review.com Diakses pada tanggal 7 November 2015 pada pukul 20.00 Wib
Risda. 2007. Potato Dextrose Agar. http://www.mikrobiologidasar.com Diakses pada tanggal 7 November 2015 pada pukul 22.00 Wib
Winda, S. 2009. Pembuatan Media Potato Dextrose Agar. http://www.mikromedia.co.org Diakses pada tanggal 7 November 2015 pada pukul 23.00 Wib




Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Laporan Praktikum | Pembuatan Media PDA (Photato Dextrose Agar)"

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!