loading...

Laporan Praktikum | Morfologi Khamir (Pertumbuhan)


LAPORAN
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
MORFOLOGI KHAMIR (PERTUMBUHAN)








Disusun Oleh :
FITRI ANDELA
D1A014072



AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015/2016




BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Khamir merupakan fungi yang termasuk dalam kelas Ascomycetes, terdiri dari kurang lebih 39 genera dan 350 jenis.Banyak genus khamir mempunyai arti penting baik yang menguntungkan antara lain untuk industri fermentasi seperti produksi alcohol oleh Saccaromyces cerevisiae, Candida wickerham, Kluyveromyces marxianus, produksi protein sel tunggal misalnya oleh Torulopsis utilis, Candida milleri, industri farmasi oleh Candida flareri, Rhodotolura sp, maupun yang merugikan yaitu sebagai penyebab penyakit seperti Candida albicans .
Khamir dapat lebih bertahan dalam keadaan alam sekitar yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan jasad renik lainnya. Khamir dapat tumbuh dalam suatu substrat atau medium berisikan kosentrasi gula yang dapat menghambat pertumbuhan kebanyakan bakteri. Khamir bersifat fakultatif, artinya mereka dapat hidup dalam keadaan aerobik maupun anaerobik. Khamir dapat berkembang biak secara aseksual dan seksual. Khamir sering tidak terlihat karena tidak kontras dengan medium dimana mereka hidup. Oleh karena itu, perlu diadakannya pewarnaan saat mengamati morfologi sel khamir agar khamir tampak jelas saat diamati dengan mikroskop.

1.2.Tujuan Praktikum

Adapun tujuan praktikum untuk melihat bentuk sel khamir dan membedakan sel-sel yang mati dan yang hidup.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Jamur merupakan kelompok organisme eukariotik yang membentuk dunia jamur atau regnum fungi. Jamur pada umumnya multiseluler atau bersel banyak. Ciri-ciri jamur berbeda dengan organisme lainnya dalam hal cara makan, struktur tubuh, pertumbuhan dan reproduksinya. Jamur ada yang mikro dan ada juga yang makro. Jamur berukuran mikro tidak dapat dilihat secara kasat mata jika masih dalam bentuk sel (Pelczar, 2008).
Reproduksi jamur dapat secara seksual atau generatik dan aseksual atau vegetatif. Secara aseksual, jamur menghasilkan spora-spora jamur berbeda-beda bentuk dan ukurannya dan biasanya uniseluler. Khamir adalah fungi ekasel atau uniseluler  yang beberapa jenis spesiesnya umum digunakan untuk membuat roti dan pembuatan makanan seperti tempe atau yang sering kita sebut sebagai ragi. Fermentasi minuman beralkohol, dan bahkan digunakan percobaan sel bahan baker (Anonim, 2014).
Beberapa jenis Saccharomyces antara lain adalah Saccharomyces  Cerevisiae, khamir roti atau khamir bir, juga disebut khamir raja yang berguna dalam pembuatan roti dan alkohol. Selain itu ada Saccharomyces tuac, bekerja merubah air nira atau legen menjadi tuak. Lalu ada Saccharomyces ellipsoideus, memfermentasi buah anggur menjadi anggur minuman. Tidak semua khamir bermanfaat bagi manusia. Beberapa jenis spesies dapat menimbulkan penyakit (Irianto, 2006).
Khamir adalah salah satu mikroorganisme yang termasuk dalam golongan fungi yang dibedakan bentuknya dari mould (kapang) karena berbentuk uniseluler. Reproduksi vegetatif pada khamir terutama dengan cara pertunasan. Sebagai sel tunggal khamir tumbuh dan berkembang biak lebih cepat dibanding dengan mould yang tumbuh dengan pembentukan filamen. Khamir sangat mudah dibedakan dengan mikroorganisme yang lain misalnya dengan bakteri, khamir mempunyai ukuran sel yang lebih besar dan morfologi yang berbeda. Sedangkan dengan protozoa, khamir mempunyai dinding sel yang lebih kuat serta tidak melakukan fotosintesis bila dibandingkan dengan ganggang atau algae. Dibandingkan dengan kapang dalam pemecahan bahan komponen kimia khamir lebih efektif memecahnya dan lebih luas permukaan serta volume hasilnya lebih banyak (Hasanah, 2009).
Khamir dapat dibedakan atas dua kelompok berdasarkan sifat metabolismenya yaitu bersifat fermentatif dan oksidatif. Jenis fermentatif dapat melakukan fermentasi alkohol yaitu memecah gula (glukosa) menjadi alkohol dan gas contohnya pada produk roti. Sedangkan oksidatif (respirasi) maka akan menghasilkan CO2 dan H2O. Keduanya bagi khamir adalah dipergunakan untuk energi walaupun energi yang dihasilkan melalui respirasi lebih tinggi dari yang melalui fermentasi (Hasanah, 2009).
Dibandingkan dengan bakteri, khamir dapat tumbuh dalam larutan yang pekat misalnya larutan gula atau garam lebih juga menyukai suasana asam dan lebih bersifat menyukai adanya oksigen. Khamir juga tidak mati oleh adanya antibiotik dan beberapa khamir mempunyai sifat antimikroba sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri dan mould. Adanya sifat-sifat yang tahan pada lingkungan yang stress (garam, asam dan gula) maka dalam persaingannya dengan mikroba lain khamir lebih bisa hidup normal (Hasanah, 2009).
Khamir bersifat fakultatif artinya khamir dapat hidup dalam keadaan aerob atau anaerob. Sedangkan kapang merupakan organisme aerob sejati. Fungi tumbuh pada kisaran temperature optimal berkisar 22-30˚ C. Spesies fungi petogenik punya temperatur tubuh optimal yang lebih tinggi yaitu sekitar 30-37˚ C Pada umumnya sel khamir lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak tersebar bakteri yang paling besar. Khamir sangat beragam ukurannya antara 1 sampai 5 mikrometer. Biasanya berbentuk telur, tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Sel-sel individu, tergantung pada unsur dan lingkungannya khamir tidak dilengkapi flagelum atau organ-organ gerak lainnya. Tubuh atau talus suat kapang pada dasarnya ini terdiri dari dua bagian yaitu miselium dan spora yakni sel resisten istirahat (Pelczar, 2008).
Pengamatan sel khamir dapat dilakukan dengan cara pengecatan sederhana, yaitu pemberian warna pada khamir dengan menggunakan larutan tunggal suatu warna pada lapisan tipis atau olesan yang sudah difiksasi. Pewarnaan sederhana, yaitu pewarnaan menggunakan satu macam zat warna dengan tujuan hanya untuk melihat bentuk sel khamir dan untuk mengetahui morfologi dan susunan selnya serta membedakan sel yang mati dan sel yang hidup (Balley, 2007).
Dinding sel khamir terdiri atas kitin. Sel yang masih muda dinding selnya tipis dan lentur, sedangkan yang tua dinding selnya tebal dan kaku. Dibawah dinding sel terdapat membran berfsifat permiabel selektif. Tipe sel khamir adalah eukariotik. Untuk identifikasi dan determinasi khamir, perlu dipelajari sifat-sifat morfologi dan fisiologisnya. Sifat-sifat morfologi yang perlu dipelajari meliputi bentuk, struktur sel dan jumlah spora, cara-cara perkembangbiakan, pembentukkan Psedemycellium, ordian, giant colony, klamidospora, blastosporsa, dan sebagainya. Sifat-sifat fisiologis meliputi pengujian amilasi C dan N, fermentasi karbohidrat, kemampuan mencairkan gelatin, reduksi netral dan sebagainya (Dwijoseputro, 2010).
  Identifikasi khamir
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir adalah:
1.  Ada tidaknya askospora, kalau ada bagaimana pembentukannya (konyugasi isogami, heterogami, atau konyugasi askospora), bentuk, warna, ukuran, dan jumlah spora.
2.   Bentuk, warna, dan ukuran sel vegetatifnya.
3.   Cara reproduksi aseksual (bertunas, membelah, dsb)
4.   Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium.
5.   Pertumbuhan dalam medium dan warna koloninya.
6.    Sifat-sifat fisiologi, misalnya sumber karbon (C) dan nitrogen (N), kebutuhan vitamin, bersifat oksidatif atau fermentatif, atau keduanya, lipolitik, uji pembentukan asam, penggunaan pati, dan lain-lain.( Sri Sumarsih, 2003)

Macam – macam khamir :
a.    Khamir Murni
Khamir yang dapat berkembang biak dengan cara seksual dengan pembentukan askospora khamir ini diklasifikasikan sebagai Ascomycetes (Saccharomyces cerevisae, Saccharomyces carlbergesis, Hansenula anomala, Nadsonia sp).  (Coyne, 1999)
b.      Khamir Liar
Khamir murni yang biasanya terdapat pada kulit anggur. Khamir ini mungkin digunakan dalam proses fermentasi, meskipun galur yang diperbaiki telah dikembangkan yang menghasilkan anggur dengan rasa yang lebih enak dengan bau yang lebih menyenangkan. Khamir liar yang ada dikulit anggur dimatikan dengan penambahan dioksida belerang pada buah anggur yang telah dihancurkan. Inokulum galur khamir yang dikehendaki ditambahkan kemudian untuk memfermentasi air perasan anggur. (Coyne, 1999)
c.       Khamir Atas
Khamir murni yang cenderung memproduksi gas sangat cepat sewaktu fermentasi,sehingga khamir itu dibawa kepermukaan. Khamir atas mencakup khamir yang digunakan dalam pembuatan roti,untuk kebanyakan anggur minuman dan bir inggris (Saccharomycescereviceae). (Coyne, 1999)
d.      Khamir Dasar
Khamir murni yang memproduksi gas secara lebih lamban pada bagian awal fermentasi. Jadi sel khamir cenderung untuk menetap pada dasar. Galur terpilih digunakan dalam industri bir lager (Saccharomyces carlsbergensis). (Coyne, 1999)
e.       Khamir Palsu atau Torulae
Khamir yang didalamnya tidak terdapat atau dikenal tahap pembentukan spora seksual. Banyak diantaranya yang penting dari segi medis (Cryptococcus neoformans, Pityrosporum ovale, Candida albicans). (Coyne, 1999)




BAB III
METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 20 November 2015 pada jam 10.00 sampai selesai di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
3.2. Bahan dan Alat
  Ø  Alat
Peralatan yang digunakan pada percobaan ini yaitu pipet tetes, gelas piala, objek glass, cover glass, tissue dan mikroskop.
  Ø  Bahan
Bahan yang digunakan yaitu permifan, air hangat, Metylen Blue dan alcohol.

3.3  Prosedur Pelaksanaan
      1.      Bersihkan objek glass dan cover glass dengan menggunakan alcohol
      2.      Larutkan permifan kedalam air hangat
      3.      Teteskan larutan metylen Blue dengan menggunakan pipet tetes pada objek glass beberapa tetes
      4.      Selanjutnya teteskan lagi permifan yang sudah dilarutkan
      5.      Tutup objek glass dengan menggunakan cover glass, jika terdapat air yang keluar setelah ditutup dengan cover glass maka di lap dengan tissue
      6.      Amati di bawah mikroskop dengan perbesaran 40 x
     7.      Dokumentasikan hasilnya pengamatan dan lampirkan dalam laporan.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Hasil pengamatan khamir permifan
No.
Dokumentasi Praktikum
Dokumentasi Literatur
Deskripsi

1.






· Sel mati : khamir yang berwarna hitam/biru
· Sel hidup : khamir yang berwarna transparan
· Khamir yang memiliki tunas : sedang dalam pertumbuhan
· Khamir yang tidak memiliki tunas : tidak sedang mengalami pertumbuhan.

4.2. Pembahasan
Jamur dibagi menjadi 2 yaitu khamir (Yeast) dan kapang (Mold). Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar. Khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 μm lebarnya dan panjangnya dari 5-30 μm atau lebih. Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.Sel-sel individu, tergantung kepada umur dan lingkungannya. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya. Tubuh atau talus suatu kapang pada dasarnya terdiri dari 2 bagian miselium dan spora (sel resisten, istirahat atau dorman). Miselium merupakan kumpulan beberapa filamen yang dinamakan hifa. Setiap hifa lebarnya 5-10 μm, dibandingkan dengan sel bakteri yang biasanya berdiameter 1 μm. Disepanjang setiap hifa terdapat sitoplasma bersama (Coyne, 2009).
Khamir merupakan salah satu mikroorganisme yang termasuk ke dalam fungi mikroskopis. Khamir terdapat sebagai sel bebas yang sederhana. Khamir yang ditemukan memiliki berbagai bentuk sepeti bulat, lonjong, tingular dan sebagainya. Khamir tidak bergerak karena tidak memiliki flagela. Khamir dapat tumbuh dalam medim cair dan padat dengan cara seperti bakteri, yaitu pembelahan sel. Jenis khamir yang paling sering digunakan oleh manusia adalah Saccharomycess cerevisiae (Natsir, 2003)
Khamir adalah fungi ekasel (uniseluler) yang beberapa jenis spesiesnya umum digunakan untuk membuat roti, fermentasi minuman beralkohol, dan bahkan digunakan percobaan sel bahan bakar.
Tubuh khamir mengandung hifa ataupun filamen-filamen yang berbentuk benang. Disepanjang hifa banyak terdapat inti sel yang berarti banyak juga sitoplasma yang tergabung di dalamnya. Menurut Pelczar (2008), bahwa tubuh ataupun talus dari fungi filament terdiri dari hifa dan misselim. Ada tiga macam morfologi pada hifa yaitu hifa septat pada sel-sel yang tunggal, hifa senositik, dan hifa septat untuk sl-sel yang banyak ataupun multiseluler. Hifa septat yang merupakan hifa yang memilki ruang ataupun sekat antara sel yang berisi ataupun beberapa nukleus  dan yang kedua hifa senositik yang merupakan  hifa yang tidak mempunyai dinding sekat atupun ruang-ruang antar selnya yang tidak bisa dibatasi oleh selat.
Pengamatan sel khamir dapat dilakukan dengan cara pengecatan sederhana, yaitu pemberian warna pada khamir dengan menggunakan larutan tunggal suatu warna pada lapisan tipis atau olesan yang sudah difiksasi. Pewarnaan sederhana, yaitu pewarnaan menggunakan satu macam zat warna dengan tujuan hanya untuk melihat bentuk sel khamir dan untuk mengetahui morfologi dan susunan selnya serta membedakan sel yang mati dan sel yang hidup (Balley, 2007).
Praktikum ini menggunakan pengecatan sederhana yaitu menggunakan suatu cat warna, cat warna yang digunakan adalah methylene blue yang bertujuan untuk membedakan sel yang hidup dan sel yang mati. Hasil pengamatan menunjukan sel khamir yang mati akan bewarna biru/hitam dan sel khamir yang hidup tidak bewarna atau transparan. Warna biru/hitam pada sel khamir yang telah mati disebabkan karena sifat semi permiabel membran dari sel khamir yang mati tersebut sudah tidak berfungsi lagi sehingga sel khamir yang mati menyerap warna biru dari larutan methylene blue.
Praktikan juga menemukan dua bentuk khamir yaitu yang pertama memiliki tunas, hal ini berarti khamir tersebut dalam tahap pertumbuhan. Dan yang kedua khamir yang tidak memiliki tunas yaitu khamir yang tidak mengalami pertumbuhan.



BAB V
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilaksanakan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :
1.  Khamir merupakan salah satu mikroorganisme yang termasuk ke dalam fungi mikroskopis.
2.  Pada sel khamir yang mati akan terbentuk warna biru/hitam dan pada sel yang  hidup akan berwarna transparan.
3.  Ditemukan dua bentuk khamir yaitu yang pertama memiliki tunas, hal ini berarti khamir tersebut dalam tahap pertumbuhan. Dan yang kedua khamir yang tidak memiliki tunas yaitu khamir yang tidak mengalami pertumbuhan.


4.   
DAFTAR PUSTAKA

Anitaamunia. 2013. Morfologi Khamir. Diakses dari situs https://anitamuina.wordpress.com/2013/02/13/morfologi-khamir.html pada tanggal 21 November 2015 pukul 10.00 Wib

Ptavitri TG. 2015. Mikrobiologi Umum Morfologi Khamir. Diunduh dari http://tikagpravitri.blogspot.co.id/2015/09/mikrobiologi-umum-morfologi-khamir.html pada tanggal 21 November 2015 pukul 10.00 Wib


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Morfologi Khamir (Pertumbuhan)"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!