loading...

Laporan Praktikum | Mikroorganisme di Dalam dan di Luar Ruangan


LAPORAN
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI
MIKROORGANISME DIDALAM DAN DILUAR RUANGAN










Disusun Oleh :
FITRI ANDELA
D1A014072









AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015/2016





BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Mikroorganisme merupakan jasad hidup yang mempunyai ukuran sangat kecil. Setiap sel tunggal mikroorganisme memiliki kemampuan untuk melangsungkan aktivitas kehidupan antara lain dapat mengalami pertumbuhan, menghasilkan energi dan bereproduksi dengan sendirinya. Mikroorganisme memiliki fleksibilitas metabolisme yang tinggi karena mikroorganisme ini harus mempunyai kemampuan menyesuaikan diri yang besar sehingga apabila ada interaksi yang tinggi dengan lingkungan menyebabkan terjadinya konversi zat yang tinggi pula. Akan tetapi karena ukurannya yang kecil, maka tidak ada tempat untuk menyimpan enzim-enzim yang telah dihasilkan..
Mikroorganisme ini juga tidak memerlukan tempat yang besar, mudah ditumbuhkan dalam media buatan, dan tingkat pembiakannya relative cepat. Oleh karena aktivitasnya tersebut, maka setiap mikroorganisme memiliki peranan dalam kehidupan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan (Winarni 2007).
Mikroba terdapat dimana-mana di lingkungan sekitar kita seperti di tanah, air, dan udara. Udara sebagai salah satu komponen lingkungan merupakan kebutuhan yang paling utama untuk mempertahankan kehidupan. Udara dapat dikelompokkan menjadi: udara luar ruangan (outdoor air) dan udara dalam ruangan (indoor air). Kualitas udara dalam ruang sangat mempengaruhi kesehatan manusia, karena hampir 90% hidup manusia berada dalam ruangan.

1.2.Tujuan Praktikum
Adapun tujuan kegiatan praktikum kali ini ialah mengamati jenis-jenis, bentuk, warna dan jumlah koloni dari mikroorganisme yang ada di dalam laboratorium dan di lingkungan luar laboratorium.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Di dalam bidang ilmu mikrobiologi, untuk dapat menelaah bakteri khususnya dalam skala laboratorium, maka terlebih dahulu kita harus dapat menumbuhkan mereka dalam suatu biakan yang mana di dalamnya hanya terdapat bakteri yang kita butuhkan tersebut tanpa adanya kontaminasi dari mikroba lain. Biakan yang semacam ini biasanya dikenal dengan istilah biakan murni. Untuk melakukan hal ini, haruslah dimengerti jenis-jenis nutrient yang disyaratkan bakteri dan juga macam lingkungan fisik yang ,menyediakan kondisi optimum bagi pertumbuhan bakteri tersebut (Pelczar, 1986).
Mikroorganisme dapat diperoleh dari lingkungan air, tanah, udara, substrat yang berupa bahan pangan, tanaman, dan hewan. Jenis mikroorganismenya dapat berupa bakteri, khamir, kapang, dan sebagainya. populasi dari mikroba yang ada di lingkungan ini sangatlah beranekaragam sehingga dalam mengisolasi dierlukan beberapa tahap penanaman sehingga berhasil diperoleh koloni yang tunggal. Koloni yang tunggal ini kemudian yang akan diperbanyak untuk suatu tujuan penelitian misalnya untuk mengisolasi DNA mikroba yang dapat mendeteksi mikroba yang telah resisten terhadap suatu antibiotic (Ferdiaz, 1992).
Kelompok mikroba yang paling banyak berkeliaran di udara bebas adalah bakteri, jamur dan juga mikroalge. Kehadiran jasad hidup tersebut di udara, ada yang dalam bentuk vegetatif ataupun dalam bentuk generatif . Belum ada mikroba yang habitat aslinya di udara. Mikrooganisme di udara dibagi menjadi dua, yaitu mikroorganisme udara di luar ruangan dan mikroorganisme udara di dalam ruangan. Mikroba paling banyak ditemukan di dalam ruangan (Krisno, 2010).
Tingkat pencemaran di dalam ruangan oleh mikrobe di pengaruhi oleh factor-faktor seperti laju vantilasi, padatnya orang, sifat, dan taraf  nasional kegiatan orang yang menempati ruangan tersebut. Microba terhembuskan dalam bentuk percikan dari hidung dan mulut selama muntah-muntah bersin, batuk, dan bercakap-cakap. Debu dan permukaan ini sebentar-bentar akan berada dalam udara selama berlangsungnya kegiatan dalam ruangan tersebut (Harti, 2012).
 Mikroba di udara bersifat sementara dan beragam. Udara bukanlah suatu medium tempat mikroorganisme tumbuh, tetapi merupakan pembawa bahan partikulat debu dan tetesan cairan. Untuk mengetahui atau memperkirakan secara akurat berapa jauh pengotoran udara sangat sukar karena memang sulit untuk menghitung organisme dalam suatu volume udara. Namun ada satu teknik kualitatif sederhana, yaitu mendedahkan cawan hara atau medium di udara untuk beberapa saat. Selama waktu pendedahan ini, beberapa bakteri di udara akan menetap pada cawan yang terdedah. Kemudian cawan tersebut diinkubasi selama 24 jam hingga 48 jam maka akan tampak koloni-koloni bakteri yang tumbuh pada medium yang digunakan (Harti, 2012).
Kelompok mikroba yang sering mengkontaminasi terdiri dari Bakteri contohnya adalah bacillus, staphylococcus, streptococcus, pseudomonas, sarcina, dan lain sebagainya. Kapang: Aspergillus, mucor, rhizopus, penicillium, trichoderma, dan lain-lain jenis khamir contohnya candida, saccharomyces, paecylomyces, dan sebagainya banyak jenis dari cendawa kontamina udara yang bersifat Termofilik, yakni tahan pada pemanasan tinggi, di atas 80’c, katahanan ini bila cendawan tersebut dalam bentuk sepora. Hal ini terbukti walaupun suatu medium telah disterilkan, tetepi di dalamnya tumbuh dan berkembang pula bakteri atau jamur yang tidak di harpkan kehadiranya kandungan udara di dalam dan di luar ruangan akan berbeda (Harti, 2012).
Jamur (fungi) banyak kita temukan disekitar kita. Jamur tumbuh subur terutama di musim hujan karena jamur menyukai habitat yang lembap. Beberapa ahli mikologi membagi jamur menjadi dua kelompok berdasarkan bentuk tubuhnya, yaitu kapang (mold) dan khamir (yeast). Kebanyakan jamur masuk dalam kelompok kapang. Tubuh vegetatif kapang berbentuk filamen panjang bercabang yang seperti benang disebut hifa. Hifa akan memanjang dan menyerap makanan dari permukaan substrat (tempat hidup jamur). Sedangkan jamur dalam kelompok khamir bersifat uniseluler (berinti satu), bentuknya bulat atau oval (Medhy, 2013).
Banyak jamur yang sudah dikenal peranannya, yaitu jamur yang tumbuh di roti, buah, keju, ragi dalam pembuatan bir, dan yang merusak tekstil yang lembab, serta beberapa jenis cendawan yang dibudidayakan. Beberapa jenis memproduksi antibiotik yang digunakan dalam terapi melawan berbagai infeksi bakteri (Tortora, et al., 2001). Diantara semua organisme, jamur adalah organisme yang paling banyak menghasilkan enzim yang bersifat degradatif yang menyerang secara langsung seluruh material oganik. Adanya enzim yang bersifat degradatif ini menjadikan jamur bagian yang sangat penting dalam mendaur ulang sampah-sampah alam, dan sebagai dekomposer dalam siklus biogeokimia (Mc-Kane, 1996).
Khamir adalah bentuk sel tunggal dengan pembelahan secara pertunasan. Khamir mempunyai sel yang lebih besar daripada kebanyakan bakteri, tetapi khamir yang paling kecil tidak sebesar bakteri yang terbesar.khamir sangat beragam ukurannya,berkisar antara 1-5 μm lebarnya dan panjangnya dari 5-30 μm atau lebih. Biasanya berbentuk telur,tetapi beberapa ada yang memanjang atau berbentuk bola. Setiap spesies mempunyai bentuk yang khas, namun sekalipun dalam biakan murni terdapat variasi yang luas dalam hal ukuran dan bentuk.Sel-sel individu, tergantung kepada umur dan lingkungannya. Khamir tidak dilengkapi flagellum atau organ-organ penggerak lainnya  (Coyne 1999).


BAB III
METODOLOGI


3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 13 November 2015 pada jam 10.00 sampai selesai di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

3.2. Bahan dan  Alat
            Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum mikroorganisme didalam dan diluar ruangan yaitu petridish, media pda, alkohol, lampu bunsen, oven, enkas, alat tulis,packling, kertas label,korek api  dan stopwatch.

3.3  Prosedur Pelaksanaan
      1.      Pertama masukkan Potato Dextrose Agar (PDA)  ke dalam oven agar media nya mencair
      2.      Menunggu PDA selesai dioven, siapkan petridish, bunsen, alkohol dan enkas.
      3.      Setelah di oven, masukkan PDA ke dalam enkas
      4.      Sebelum praktikan memasukkan tangan ke dalam enkas semprotkan tangan menggunakan alkohol
      5.      Kemudian panaskan bagian-bagian pinggir petridish dengan bunsen hingga hangat kuku
      6.      Selanjutnya masukkan PDA dalam petridish, kemudian tutup dan diamkan
      7.      Selanjutnya buka tutup petridish dan tunggu hingga 25 menit, pada langkah ini terdapat petridish yang diletakkan di dalam ruangan, di luar dan di bawah pohon.
      8.      Setelah 25 menit tutup kembali petridish dengan rapat dan diamkan 2 x 24 jam
      9.      Terakhir amati jenis mikroba yang terdapat di dalam media PDA, warna, bentuk dan juga jumlah koloni.


1.        
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
No
Dokumentasi
Lokasi
Keterangan
1
Kelompok 1 dan 2

Di dalam
-  Cendawan :
1.      1 koloni, hitam, bentuk menyebar
2.      4 koloni, putih, bentuk menyebar
-  Bakteri :
1.      Putih pucat, 6 koloni, bulat agak besar, dan bulat kecil.
2.      Kuning, 28 koloni
3.      Merah, 1 koloni
2
Kelompok 3

Di luar
-  Cendawan :
1.      4 koloni, hifa hijau tua dengan inti hitam
2.      3 koloni, putih, menyebar
-  Bakteri :
1.      Merah, 14 koloni, bulat
2.      Pink, 23 koloni, bulat
3.      Putih kekuningan, 8 koloni, bulat
4.      Putih, 10 koloni, bulat
3
Kelompok 4

Diluar
-  Cendawan :
1.      65 koloni, hijau serta hifa hitam, bentuk menyebar.
-  Bakteri :
1.      Merah, 5 koloni, bulat
2.      Pink, 10 koloni, bulat
3.      Putih, 72 koloni, bulat

4
Kelompok 5

Di bawah pohon
-  Cendawan :
1.    6 Koloni, hitam
2.    8 koloni, cokelat,
3.    Memenuhi medium PDA, putih, menyebar
4.    Hijau, pada ruang yang kosong, bulat
5.    2 koloni, kuning
-  Bakteri :
1.    Putih, 22 koloni, bulat
2.    Kuning, 4 koloni, bulat
3.    Cream, 6 koloni, bulat.

5
Kelompok 6

Di bawah pohon
-  Cendawan :
1.      15 koloni, hitam, menyebar
2.      1 Koloni, putih, menyebar
-  Bakteri :
1.      Kuning, 59 koloni, bulat
2.      Pink, 3 koloni, bulat

6
Kelompok 7 dan 8

Didalam
-  Cendawan :
1        koloni, hijau gelap dan putih, menyebar
-  Bakteri :
1.      Pink Pich, 15 koloni, Bulat (kebanyakan hidup di dekat jamur)
2.      Merah, 1 koloni, bulat
3.      Cream, 7 koloni, bulat besar
4.      Cream, 46 koloni, bulat kecil
5.      Kuning, 18 koloni, bulat kecil.





4.2. Pembahasan
Setelah dilakukan praktikum, terlihat bahwa mikroba tersebut benar-benar ada, dan keberadaannya ditunjukkan oleh beberapa koloni yang tumbuh didalam media PDA. Semua media PDA ditumbuhi mikroba dan hampir semuanya dalam jumlah yang banyak. Pada praktikum kali ini kelompok kami mendapatkan kesempatan mengamati di luar ruangan didepan laboratorium . Kami meletakkan media PDA di atas rerumputan selama 20-25 menit dan akhirnya setelah 2 x 24 jam, di dapat data bahwa dalam media PDA yang kami gunakan terdapat Bakteri dan Cendawan.
Cendawan yang ditemukan yaitu berwarna hitan, hijau, coklat, kuning dan putih. Bentuk cendawan pada masing-masing media PDA hampir semuanya menyebar. Sedangkan Bakteri yang ditemukan yaitu rata-rata berwarna putih, kuning, merah, pink dan cream. Bentuk bakterinya bulat, ada yang bulat besar dan ada pula yang bulat kecil.
Pertumbuhan Mikroba pada umumnya sangat tergantung dan dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Perubahan faktor lingkungan dapat mengakibatkan perubahan sifat morfologi dan fisiologi. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroorganisme yaitu faktor abiotik, meliputi pengaruh suhu, pH dan pengaruh daya desinfektan. Selain itu juga pengaruh biotik yaitu antibiose.
Adapun pengaruh pH pada pertumbuhan mikroorganisme yaitu suatu mikroorganisme dapat tumbuh dengan baik pada pH yang tidak terlalu asam dan tidak terlalu basa. Hanya beberapa jenis bakteri tertentu yang dapat bertahan dalam suasana asam ataupun basa. Suatu mikroorganisme memerlukan kondisi lingkungan yang cocok untuk melakukan metabolisme.
 Selain itu temperatur juga mempunyai pengaruh yang besar terhadap pertumbuhan mikroorganisme. Pengaruh temperatur pada petumbuhan mikroorganisme dapat dibedakan atas tiga golongan yaitu:
1.  Mikroorganisme Psikofilik, adalah bakteri yang dapat bertahan hidup antara temperatur 0¬oC sampai 30oC. Sedangkan temperatur optimumnya antara 10oC sampai 20oC.
2.  Mikroorganisme mesofilik adalah bakteri yang dapat bertahan hidup antara temperatur 5¬oC sampai 60oC. Sedangkan temperatur optimumnya antara 25oC sampai 40oC.
3.  Mikroorganisme Termofilik adalah bakteri yang dapat bertahan hidup antara temperatur 55¬oC sampai 65oC, meskipun bakteri ini juga dapat berkembang biak pada temperatur yang lebih rendah ataupun lebih tinggi dengan batas optimumnya antara 40oC sampai 80oC.
Udara merupakan media penyebaran bagi mikroorganisme. Mereka terdapat dalam jumlah yang relatif kecil bila dibandingkan dengan di air atau di tanah. Udara tidak mengandung komponen nutrisi yang penting untuk bakteri, adanya bakteri udara kemungkinan terbawa oleh debu, tetesan uap air kering ataupun terhembus oleh tiupan angin.
1.    Mikroba di luar ruangan
Mikroba yang ada di udara berasal dari habitat perairan maupun terestrial. Mikroba di udara pada ketinggian 300-1,000 kaki atau lebih dari permukaan bumi adalah organisme tanah yang melekat pada fragmen daun kering, jerami, atau partikel debu yang tertiup angin.  Mikroba tanah masih dapat ditemukan di udara permukaan laut sampai sejauh 400 mil dari pantai pada ketinggian sampai 10.000 kaki. Mikroba yang paling banyak ditemukan yaitu spora jamur, terutama Alternaria, Penicillium, dan Aspergillus. Mereka dapat ditemukan baik di daerah kutub maupun tropis. Mikroba yang ditemukan di udara di atas pemukiman penduduk di bawah ketinggian 500 kaki yaitu spora Bacillus danClostridiumyeast, fragmen dari miselium, spora fungi, serbuk sari, kista protozoa, alga,Micrococcus, dan Corynebacterium, dan lain-lain.
2.    Mikroba di dalam ruangan
Dalam debu dan udara di sekolah dan bangsal rumah sakit atau kamar orang menderita penyakit menular, telah ditemukan mikroba seperti bakteri tuberkulum, streptokokus, pneumokokus, dan staphylokokus.  Bakteri ini tersebar di udara melalui batuk, bersin, berbicara, dan tertawa. Pada proses tersebut ikut keluar cairan saliva dan mukus yang mengandung mikroba. Virus dari saluran pernapasan dan beberapa saluran usus juga ditularkan melalui debu dan udara. Patogen dalam debu terutama berasal dari objek yang terkontaminasi cairan yang mengandung patogen.  Tetesan cairan (aerosol) biasanya dibentuk oleh bersin, batuk dan berbicara. Setiap tetesan terdiri dari air liur dan lendir yang dapat berisi ribuan mikroba. Diperkirakan bahwa jumlah bakteri dalam satu kali bersin berkisar antara 10.000 sampai 100.000.  Banyak patogen tanaman juga diangkut dari satu tempat ke tempat lain melalui udara dan penyebaran penyakit jamur pada tanaman dapat diprediksi dengan mengukur konsentrasi spora jamur di udara.
Menurut Lisyastuti (2010), faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi mikroba udara adalah suhu atmosfer, kelembaban, angin, ketinggian, dan lain-lain.



BAB V
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
Mikroba tersebar diudara baik didalam ruangan maupun diluar ruangan. Pada praktikum yang kami lakukan di temukan Mikroorganisme jenis Cendawan dan Bakteri. Faktor yang mempengaruhi keberadaan Mikroorganisme yaitu suhu, kelembapan udara, angin dan lingkungan.
Cendawan yang ditemukan yaitu berwarna hitan, hijau, coklat, kuning dan putih. Bentuk cendawan pada masing-masing media PDA hampir semuanya menyebar. Sedangkan Bakteri yang ditemukan yaitu rata-rata berwarna putih, kuning, merah, pink dan cream. Bentuk bakterinya bulat, ada yang bulat besar dan ada pula yang bulat kecil.





DAFTAR PUSTAKA

Coyne, Mark S. 1999. Soil Microbiology: An Exploratory Approach. USA : Delmar Publisher
Fauziyah I. 2014. Mikroba Yang Terdapat di Udara. Diunduh dalam http://naystandon.blogspot.co.id/2014/11/mikroba-yang-terdapat-di-udara.html. Diakses pada Kamis, 19 November 2015 pukul 12.00 Wib
Lisyastuti, E. 2010. Jumlah Koloni Mikroorganisme Udara dalam Ruang dan Hubungannya Dengan Kejadian (SBS) Pada Pekerja (B2TKS) di Kawasan Puspitek Serpong Tahun 2010. Tesis. FKM UI.
Mulyati,Sri.2007.Penuntun Praktikum Mikrobiologi Umum. Jambi . Fakultas Pertanian. Universitas Jambi.
Nurkhotimah. 2012. Mikrobiologi Udara. Diunduh dari http://blog.unair.ac.id/2012/mikrobiologi-udara.html pada pukul 19 November 2015 pukul 08.30 Wib

Pelzcar dan Chan, 1986, Dasar-dasar Mikrobiologi, UI Pres: Jakarta.
Satria A, 2011. Mikroba di Udara. di unduh dari http://blog.uad.ac.id/agussatria/2011/12/04/ada-mikroba-di-udara.html pada tanggal 18 November 2015 pukul 20.00 Wib.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Mikroorganisme di Dalam dan di Luar Ruangan"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!