loading...

Laporan Praktikum | Identifikasi Mikroorganisme (Cendawan)


LAPORAN
PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI

IDENTIFIKASI MIKROORGANISME (CENDAWAN)







FITRI ANDELA
D1A014072



AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015/2016



BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Identifikasi mikroba merupakan salah satu tugas yang lazim dilakukan di laboratorium mikrobiologi. Salah satunya cendawan, cendawan  merupakan suatu organisme eukariotik yang mempunyai ciri yaitu berupa benang tunggal yang bercabang, tidak mempunyai klorofil, hidupnya heterotrof dan mempunyai berbagai macam penampilan, tergantung pada spesiesnya.
Cendawan banyak terdapat dilingkungan yang bentuknya bermacam-macam, ada yang seperti bola, gada, payung dan sebagainya. Jamur berada pada tempat yang lembab dan mengndung sisa-sisa organik, pada kayu yang lapuk, tempat buangan sampah, terutama banyak tumbuh ketika musim hujan. Bila dibandingkan dengan tumbuhan tingkat tinggi, jamur memiliki ciri sebagai berikut : tubuh buahnya merupakan tallus, sedangkan tumbuhan bagian-bagiannya telah memiliki akar, batang dan daun yang sebenarnya.
Cendawan adalah organisme heterotrofik. Mereka memerlukan senyawa organik untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organik mati yang terlarut, mereka disebut saprofit. Saprofit menghancurkan sisa-sisa tumbuhan dan hewan yang kompleks, menguraikan menjadi zat-zat kimia yang lebih sederhana, yangkemudian dikembalikan kedalam tanah, dan selanjutnya meningkatkan kesuburannya. Jadi mereka bisa sangat menguntungkan bagi manusia (Pelczar, et.al. 2008).
Jamur berkembangbiak dengan dengan spora dan umunya secara seksual ataupun aseksual. Semula jamur dianggap sebagai tumbuhan. Klasifikasi yang memasuki fungi kedalam dunia karena beralasan karena keasaman dalam hidupnya, habitat hidupnya pada umumnya di tanah. Fungi yang mengahsilkan tubuh buah seperti hal pertumbuhan lumut. (Subandi. 2010. Mikrobiologi. Bandung: Remaja Rosdakarya).

1.2.Tujuan Praktikum
Adapun tujuan praktikum untuk  mengamati ciri-ciri koloni cendawan, dan  mengidentifikasi serta menentukan jenis cendawan yang diamati.


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Identifikasi jamur merupakan suatu kegiatan yang sangat penting mengingat banyak jenis jamur belum diketahui jumlah dan jenisnya. Jumlah spesies jamur yang sudah diketahui hingga kini hanya kurang lebih 69.000 dari per kiraan 1.500.000 spesies yang ada didunia. Dapat dipastikan bahwa indonesia yang sangat kaya akan diservitas tumbuhan dan hewannya juga memiliki diservitas jamur y6ang sangat tinggi mengingat lingkungannya yang lembab dan suhu tropik yang mendukung pertumbuhan jamur (handajani, 2006).
Istilah jamur atau fungi selalu dikaitkan dengan suatu penyakit. Karena memang masih kurang difahami masyarakat luas. Fungi ada yang menguntungkan, ada pula yang merugikan. Fungi berperan penting dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena mampu mendaur ulang unsur-unsur di alam yang diperlukan untuk hidup lainnya (Gandjar, 1999).Klasifikasi jamur yang penting dalam mikrobiologi ialah kelas Mycomycetes, kelas Pycomytes, kelas Ascomycetes dan kelas Ceuteromycetes. Perbedaan yang penting diantara kelas Pycomycetes dan Ascomycetes  ialah bahwa miselium Pycomycetes serupa tabung panjang yang tidak terbagi-bagi, sedangkan miselium Ascomycetes serupa tabung panjang yang bersekat-sekat. Miselium dapat bercabang-cabang, suatu helai disebut hifa. Tubuh Mycomycetes tidak terdiri atas hifa atau miselium, tetapi berupa seonggok plasma yang tidak selalu terwadahi dalam satu sel (Dwidjoseputro, 2010).
Peran fungi dalam kehidupan kita sehari-hari antara lain dapat disebutkan dibidang pertanian dan perkebunan menyebabkan penyakit pada tanaman ekonomi seperti padi, jagung, kentang, kopi, teh, coklat, kelapa dan karet; di bidang kehutanan merusak kayu dan hasil olahannya, akan tetapi fungi justru diperlukan dalam penguburan lahan, di bidang farmasi fungi dimanfaatkan untuk menghasilkan aneka enzim dan senyawa asam organik tertentu, di bidang kedokteran sejumlah fungi memang phatogen bagi mannusia antara lain menyebabkan alergi dan dermatomikosis, di bidang kesehatan masyarakat spora fungi dii udara menyebabkan pengotoran udara yang bila dihirup menyebabkan batuk-batuk dan alergi disamping itu diketahui pula bahwa fungi dapat merusak lingkungan, cat minyak bumi, kertas, dan tekstil (Gandjar,1999).
Fungi adalah mikroorganisme tidak berklorofil, berbentuk hifa atau sel tunggal, eukariotik, berdinding sel dari kitin atau selulosa, bereproduksi seksual dan aseksual dalam dunia kehidupan fungi merupakan kingdom tersendiri, karena cara mendapatkan makanannya berbeda dari  organisme eukariotik lainnya yaitu melalui absorbsi (Gandjar, 1999).
Sebagian besar tubuh fungi terdiri atas benang-benang yang disebut hifa yang saling berhubungan berjalin semacam jala, yaitu miselium. Miselum dapat dibedakan atas miselium vegetatif yang berfungsi menyerap nutrien dari lingkungan dan miselium fertil yang berfungsi  dalam reproduksi (Gandjar, 1999).
Fungi tingkat tinggi maupun tingkat rendah mempunyai ciri yang khas, yakni berupa benang tunggal atau yang bercabang-cabang yang disebut dengan hifa. Fungi merupakan organisme eukariotik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
  1. Mempunyai spoora
  2. Memproduksi spora
  3. Tidak mempunyai klorofil sehingga tidak berfotosintesis
  4. Dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual
  5. Tubuh berfilamen dan dinding sel mengandung kitin, glukan, selulosa dan manan (Waluyo, 2007)
Fungi dibedakan menjadi dua golongan yakni: kapang dan khamir. Kapang merupakan fungi yang berfilamen atau mempunyai miselium. Sedangkan khamir merupakan fungi bersel tunggal dan tidak berfilamen. Fungi merupakan organisme menyerupai tanaman, tetapi mempunyai beberapa perbedaan, yakni:

  • Tidak mempunyai klorofil
  • Mempunyai dinding sel dengan kompossi berbeda
  • Berkembang biak dengan spora
  • Tidak mempunyai cabang, batang, akar dan daun
  • Tidak mempunyai sistem vaskuler seperti pada tanaman
  • Bersifat multiseluler tidak mempunyai pembagian fungsi masing-masing bagian seperti pada tanaman.

Kingdom jamur dibagi menjadi lima divisi:
1.      Divisi Zygomycota.
Jamur ini dinamakan Zygomycetes karena membentuk spora istirahat yang berdinding tebal yang disebut zigospora . Zigospora merupakan hasil peleburan menyeluruh antar gametangium yang sama atau berbeda.
Ciri-ciri jamur zygomycota:
·         Tubuh multiseluler.
·         Habitat umumnya di darat sebagai saprofit.
·          Hifa tidak bersekat.
·         Reproduksi: vegetatif dan generatif
Contoh spesies:
a. Mucor mucedo : biasa hidup di kotoran ternak dan roti.
b. Rhizopus oligosporus : jamur tempe.
2.      Divisi Ascomycota
Divisi ini bercirikan talus yang terdiri dari miselium bersefa. Reproduksi seksual membentuk askospora didalam askus.ada yang hidup sebagai saproba (dalam tanah, kayui lapuk)  atau sebagai parasit yang menimbulkan penyakit pada tumbuhan.
Ciri-ciri jamur ascomycota:
·         Tubuh ada yang uniseluler dan ada yang multi seluler.
·         Ascomycotina, multiseluler, hifanya bersekat dan berinti banyak.
·         Habitatnya:
1.      Parasit, banyak dimanfaatkan dalam pembuatan tape, kecap.oncom, roti, ada pula yang diambil produknya karena menghasilkan antibiotika. Contonya: Penicillium SP.
2.      Saprofit, dapat menibulkan penyakit baik manusia maupun tumbuhan dan hewan. Contohnya: Saccaromyces menyebabkan epitel mulut putih, Aspergillus menyebabkan  paru-paru, tanaman perkebunan diserang oleh jamur.
3.      Simbiosis, dengan ganggang membentuk Lichenes (Lumut kerak). Ciri dari jamur ini dapat menghasilkan spora askus yatu spora hasil reproduksi seksual yang berjumlah 8 spora yang tersmpan didalam askus.

· Reproduksi: vegetatif
Contoh spesies:
1.       Sacharomyces cerevisae:
-    Jamur ascomicetes yang bersel satu yang hidupnya saprofit dan banyak dimanfaatkan.
-    Sehari-hari dikenal sebagai ragi:berguna untuk membuat bir, roti maupun alkohol
-    Mampu mengubah glukosa menjadi alkohol dan CO2 dengan proses fermentasi.
2.       Neurospora sitophila: jamur oncom.
3.       Peniciliium noJaJum dan Penicillium chrysogenum penghasil antibiotika penisilin.
4.       Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti berguna untuk mengharumkan keju.
5.       Aspergillus oryzae untuk membuat sake dan kecap.
6.       Aspergillus wentii untuk membuat kecap
3.      Divisi Basidiomycota
Devisi ini sebagian besar mikrosofis dan sering dijumpai di tanah dan di hutan. Ciri utamanya adalah hifa septat denagn sambungan apit (clamp connection).spora seksualya terbentuk pada basidium yang berentuk gada. Ciri khas lainnya alat repoduksi generatifnya berupa basidium sebagai badan penghasil spora.yang dimulai dari pertumbuah spora basidium atau pertumbuhan konidium . Spora basidium atau spora konidium akan tumbuh menjadi benang hifa yang bersekat dengan satu inti, kemudain hifa membentuk miselium.  Hifa yang terdiri dari dua strain yang berbeda (+ dan -) ujungnya bersinggungan dan dinding selnya larut. Inti sel salah satu pindah ke sel yang lain, terjadilah sel dikariotik. Dari sel ini akan tumbuh hifa dan mesilium dikariotik, miselium dikaritik akan tumbuh menjadi tubuh buah yang berbetuk tertentu. Misalnya seperti payung,
Contoh spesies:
a.          Volvariella volvacea : jamur merang, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
b.         Auricularia polytricha : jamur kuping, dapat dimakan dan sudah dibudidayakan
c.          Exobasidium vexans : parasit pada pohon teh penyebab penyakit cacar daun teh atau blister blight.
d.          Amanita muscaria dan Amanita phalloides: jamur beracun, habitat di daerah subtropis
e.          Ustilago maydis : jamur api, parasit pada jagung.
f.           Puccinia graminis : jamur karat, parasit pada gandum.

4.      Divisi Deuteromycota
Nama lainnya Fungi Imperfecti (jamur tidak sempurna) dinamakan demikian karena pada jamur ini belum diketahui dengan pasti cara pembiakan secara generatif. Reproduksi jamur ini adalah vegetatif dengan mengahasilkan konidia atau hifa khusus yang disebut konidifor.  Jamur ini bersifat saprofit di banyak jenis materi organik, sebagai parasit pada tanaman tingkat tinggi dan perusak budidaya dantumbuhan hias
Contoh spesies:
Jamur Oncom sebelum diketahui pembiakan generatifnya dinamakan Monilia sitophila tetapi setelah diketahui pembiakan generatifnya yang berupa askus namanya diganti menjadi Neurospora sitophila dimasukkan ke dalam Ascomycotina.
Banyak penyakit kulit karena jamur (dermatomikosis) disebabkan oleh jamur dari golongan ini, misalnya : Epidermophyton fluocosum penyebab penyakit kaki atlit, Microsporum sp.Trichophyton sp. penyebab penyakit kurap. (Adi, Suroso, Yudianto. 1992 Pengantar Cryptogamae. Bandung: Tarsito)

5.      Divisi Mycophycophyta
Ciri-ciri:
·          Myxomycotina merupakan jamur yang paling sederhana.
·         Hidup di tempat lembab dapat tumbuh menjadi amuba lendir (miksamuba) dan spora kembara yang menghasilkan spora kembara.yang masing-masing menjalar bebrapa lama mencari makanan.
·         Persatuan antara dua sel kembara berlangsung dengan perpaduan dengan ujung yang tidak berflagel, kemudian menjadi amuba lendir. Plasmodium yang terjadi dapat berassal dari satu zigot atau beberapa zigot. Zigot tunbuh menjadi masa lendir atau plasmodium yang menjalar kemana-mana. Kemudian plasmodium mengering dan membentuk  tubuh-tubuh buah yang bertangkai untuk menghasilkan spora kembali.
·         Spora kembara dapat menjadi amuba lendir jika keadaan kurang air, amuba lendir menjadi kista. Dan berubah kembali setelah keadaan membaik.
·          Mempunyai 2 fase hidup, yaitu:
·         Fase vegetatif (fase lendir) yang dapat bergerak seperti amuba, disebut plasmodium
·         Fase tubuh buah
·         Reproduksi : secara vegetatif dengan spora, yaitu spora kembara yang disebut myxoflagelata.
·          Contoh spesies : Physarum polycephalum




BAB III
METODOLOGI

3.1. Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Jum’at tanggal 20 November 2015 pada jam 10.00 sampai selesai di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jambi.
3.2. Bahan dan Alat
            Bahan yang digunakan yaitu biakan cendawan dan aquades. Alat yang digunakan yaitu jarum ose, pipet tetes, objek glass, cover glass, tissue, mikroskop dan kamera.
3.3  Prosedur Pelaksanaan
      1.      Siapkan alat dan bahan seperti objek glass, cover glass, jarum ose, tissue serta biakan cendawan
      2.      Kemudian teteskan aquades diatas objek glass, setelah itu ambil cendawan dengan menggunakan jarum ose
     3.      Letakkan biakan cendawan yang terambil diatas objek glass yang sudah ditetesi aquades tutup dengan cover glass, jika terdapat air yang keluar setelah ditutup dengan cover glass maka di lap dengan tissue
     4.      Selanjutnya, amatilah objek glass yang sudah terdapat cendawan diatasnya dibawah mikroskop
5.      Terakhir, dokumentasikan hasil yang sudah ditemukan dalam pengeamatan menggunakan mikroskop tersebut.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Kelompok
Dokumentasi Praktikum
Deskripsi
3

Jenis cendawan Oospora : permukaan berwarna kulit, hifa pecah menjadi sel-sel berbentuk empat persegi panjang dan berdinding tipis
4
Jenis cendawan Mucor : miselium putih sampai kelabu hitam, hifa non-septat, sporangia dan sporangiospora
5
Jenis cendawan Scopulariopsis : coklat muda, konodia berdinding kasar
7 dan 8
Jenis cendawan Pullularia : permukaan hitam, mengkilat, seperti kulit, berdinding tebal, spora menguncup


4.2. Pembahasan
Adapun hasil praktikum yang kami peroleh, kami mendapatkan 4 jenis cendawan  yaitu: Oospora, Mucor, Scopulariopsis dan Pullularia.
1. Klasifikasi cendawan Oospora                                           
Cendawan yang dihasilkan oleh kelompok 3 yaitu cendawan Oospora. Adapun ciri-ciri jenis cendawan Oospora yaitu permukaan berwarna kulit, hifa pecah menjadi sel-sel berbentuk empat persegi panjang dan berdinding tipis
2. Klasifikasi cendawan Mucor
            Kingdom : Fungi
            Divisio : Zygomycota
            Kelas  :  Zygomycetes
            Ordo : Mucorales
            Family : Mucoraceae
            Genus : Mucor
            Species : Mucor mucedo
Cendawan yang kami hasilkan yaitu kelompok 4 ialah cendawan Mucor. Adapun ciri-ciri jenis cendawan Mucor yaitu miselium putih sampai kelabu hitam, hifa non-septat, sporangia dan sporangiospora.
Mucor adalah kapang bersifat mesofilik, yaitu tumbuh baik pada suhu kamar sekitar 25-30 0C. Kapang ini juga bersifat aerobik yaitu membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Kebanyakan mucor dapat tumbuh pada kisaran pH yang luas yaitu 2-8,5 tapi biasanya pertumbuhannya akan lebih pada kondisi pH (asam rendah ).
Mucor melakukan reproduksi secara aseksual tumbuh dari sepotong miselium, tetapi cara ini jarang terjadi dan yang paling umum terjadi pada pertumbuhan dari spora aseksual.Dan reproduksi secara seksual dengan membentuk spora seksual yang disebut zigospora. Mucor adalah jamuryang bersifat saprofit yaitu memperoleh makanan dari benda mati.

3. Klasifikasi cendawan Scopulariopsis
Cendawan yang dihasilkan oleh kelompok 5 yaitu cendawan Scopulariopsis.  Adapun ciri-ciri jenis cendawan Scopulariopsis yaitu coklat muda, konodia berdinding kasar
4. Klasifikasi jamur Pullularia
Morfologi Pullularia
Jenis Pullularia mempunyai konidia berbentuk oval yang tumbuh secara lateral pada seluruh bagian miselium. Koloni berwarna pucat dan berlendir serta menyerupai khamir ketika masih muda, kemudian menjadi gelap dan membentuk miselium setelah tua. Salah satu spesies yang umum P. pullulans.
Cendawan yang diperoleh oleh kelompok 7 dan 8 yaitu jenis Pullularia dengan ciri-ciri permukaan hitam, mengkilat, seperti kulit, berdinding tebal dengan spora menguncup
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan jamur adalah faktor substrat, kelembapan, suhu, derajat keasaman substrat (pH) dan senyawa-senyawa kimia di lingkungannya. Substrat merupaan sumber utama nutrien bagi jamur. Kelembapan dari jamur merupaka faktor yang penting bagi pertumbuhan jamur, kelembapan yang diperlukan oleh jamur berbeda-beda tergantung pada jenisnya. Suhu lingkungan juga berperan penting dalam bagi pertumbuhan, berdasarkan suhu dapat dikelompokkan menjadai psikofil, mesofil dan termofil. pH substart sangat penting karena enzim-enzim tertentu hanya akan mengurai substrat sesuai dengan aktivitasnya pada pH tertentu. Senyawa-senyawa kimia yang tidak diperlukan lagi akan dikeluarkan kelingkungan sebagai bentuk dari pengamanan terhadap organisme lain.
Cendawan  merupakan organisme eukariotik yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut
  1. Mempunyai spoora
  2. Memproduksi spora
  3. Tidak mempunyai klorofil sehingga tidak berfotosintesis
  4. Dapat berkembang biak secara seksual dan aseksual
  5. Tubuh berfilamen dan dinding sel mengandung kitin, glukan, selulosa dan manan (Waluyo, 2007)

Cendawan merupakan organisme menyerupai tanaman, tetapi mempunyai beberapa perbedaan, yakni:
  • Tidak mempunyai klorofil
  • Mempunyai dinding sel dengan kompossi berbeda
  • Berkembang biak dengan spora
  • Tidak mempunyai cabang, batang, akar dan daun
  • Tidak mempunyai sistem vaskuler seperti pada tanaman
  • Bersifat multiseluler tidak mempunyai pembagian fungsi (Waluyo, 2007).



BAB V
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
            Berdasarkan praktikum yang dilakukan, dapat diambil kesimpulan :
1.    Cendawan atau Fungi adalah mikroorganisme tidak berklorofil, berbentuk hifa atau sel tunggal, eukariotik, berdinding sel dari kitin atau selulosa, bereproduksi seksual dan aseksual dalam dunia kehidupan fungi merupakan kingdom tersendiri, karena cara mendapatkan makanannya berbeda dari  organisme eukariotik lainnya yaitu melalui absorbsi
2.     Cendawan yang diperoleh ada 4 yaitu : Oospora, Mucor, Scopulariopsis dan Pullularia.
3.  Setiap cendawan yang diperoleh oleh masing-masing kelompok mempunyai ciri-ciri yang berbeda antara satu dengan yang lainnya.

DAFTAR PUSTAKA

Bakau P. 2012. Identifikasi Jamur. Diunduh dari pada tanggal 21 November 2015 pikul 10.00 Wib
Echa. 2012. Identifikasi Jamur. Diunduh dari pada tanggal 21 November 2015 pikul 09.30 Wib
Nha LC. 2012. Laporan Jamur Mikrobiologi. Diunduh dari  pada tanggal 21 November 2015 pikul 09.00 Wib
Noor AR. 2013. Laporan Mikrobiologi Pengamatan Jamur Mikroskopis. Diunduh dari pada tanggal 21 November 2015 pikul 08.00 Wib
Pravitri KG. 2015. Morfologi Jamur Benang. Diunduh dari pada tanggal 21 November 2015 pikul 08.30 Wib

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Identifikasi Mikroorganisme (Cendawan)"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!