loading...

Laporan Praktikum | Perhitungan Berat Volume (BV) dan Total Ruang Pori (TRP)


LAPORAN PRAKTIKUM

DASAR-DASAR ILMU TANAH

Perhitungan Berat Volume (BV) dan Total Ruang Pori (TRP)








Disusun Oleh :
FITRI ANDELA
D1A014072




PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016




LAPORAN
DASAR-DASAR ILMU TANAH

                     I.     JUDUL :
          Perhitungan Berat Volume (BV) dan Total Ruang Pori (TRP)

                     II.            METODOLOGI
Praktikum ini dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 12 November 2015, pada pukul 08.00 Wib sampai selesai bertempat di Lahan Pertanian dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jambi.

                      III.            LANDASAN TEORI
Tanah mempunyai sifat kompleks, terdiri atas komponen padat yang berinteraksi dengan cairan dan udara. Komponen pembentuk tanah merupakan padatan, cairan dan udara jarang berada dalam kondisi setimbang, selalu berubah mengikuti perubahan yang terjadi di atas permukaan tanah yang dipengaruhi oleh suhu udara, angin dan sinar matahari( foth, Henry. 1986).
Tanah (soil) adalah suatu wujud alam yang terbentuk dari campuran hasil      pelapukan batuan, bahan organik, bahan anorganik, air dan udara yang    menempati    bagian paling   atas litosfer (Rahmat dan Yani, 2007).
Organisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam hal:
1.   Membantu proses pelapukan baik pelapukan organik maupun pelapukan kimiawi. Pelapukan organik adalah pelapukan yang dilakukan oleh makhluk hidup (hewan dan tumbuhan), sedangkan pelapukan kimiawi terjadi oleh proses kimia seperti batu kapur yang larut oleh air.
2.   Membantu proses pembentukan humus. Tumbuhan akan menghasilkan dan menyisakan daun-daunan dan ranting-ranting yang menumpuk di permukaan tanah. Daun dan ranting itu akan membusuk dengan bantuan jasad renik/mikroorganisme yang ada di dalam tanah.
3.      Pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah sangat nyata terjadi di daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika. Vegetasi hutan dapat membentuk tanah hutan dengan warna merah, sedangkan vegetasi rumput membentuk tanah berwarna hitam karena banyak kandungan bahan organik yang berasal dari akar-akar dan sisa-sisa rumput.
4.   Kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah. Contoh, jenis tanaman cemara   akan memberi   unsur-unsur  kimia seperti Ca, Mg, dan K yang relatif rendah, akibatnya tanah di bawah pohon cemara, derajat keasamannya lebih tinggi daripada tanah yang ada di bawah pohon jati. (Anonim 1, 2012)
Pengambilan contoh tanah merupakan tahap penting untuk penetapan sifat-sifat fisik tanah di laboratorium. Prinsipnya, hasil analasis sifat fisik tanah harus dapat menggambarkan keadaan sesungguhnya dari sifat fisik tanah di lapangan(Hakim,1987)
Pengambilan contoh tanah merupakan tahapan terpenting di dalam program uji tanah. Analisis kimia dari contoh tanah yang diambil diperlukan untuk mengukur kadar hara, menetapkan status hara tanah dan dapat digunakan sebagai petunjuk penggunaan pupuk dan kapur secara efisien, rasional dan menguntungkan. Namun, hasil uji tanah tidak berarti apabila contoh tanah yang diambil tidak mewakili areal yang dimintakan rekomendasinya dan tidak dengan cara yang benar. Oleh karena itu pengambilan contoh tanah merupaka tahap penting di dalam program uji tanah.(Harjdowigeno, 1987)
Pengambilan contoh tanah sangat mempengaruhi tingkat kebenaran hasil analisa di laboratorium. Metode atau pengambilan contoh tanah yang tepat sesuai dengan jenis analisis yang akan dilakukan merupakan persyaratan yang perlu diperhatikan (Hanafiah, 2004).
Contoh tanah adalah suatu volume massa tanah yang diambil dari suatu bagian tubuh tanah (horizon/lapisan/solum) dengan cara-cara tertentu dengan sifat-sifat yang dimiliki (Hardjowigeno, 1987).
Pengambilan contoh tanah berupa contoh tanah terganggu dan agregat utuh. Contoh tanah terganggu digunakan untuk analisis sebaran partikel tanah (tekstur tanah) dan kandungan bahan organik tanah, sedangkan agregat utuh digunakan untuk analisis kemantapan agregat tanah (Foth, 1986).
Dengan demikian pengambilan contoh tanah yang diambil di lapangan haruslah representatif artinya contoh tanah tersebut harus mewakili suatu areal atau luasan tertentu. Penyebab utama dari contoh tanah tidak represetatif adalah kontaminasi, jumlah contoh tanah yang terlalu sedikit untuk daerah yang variabilitas kesuburannya tinggi (Poerwowidodo, 1991).
Menurut Agus Cahyono (2009), sampel tanah ada 3 macam, yaitu:
1.   Sampel Tanah Utuh
Tanah utuh merupakan sampel tanah yang diambil dari lapisan tanah tertentu dalam keadaan tidak terganggu, sehingga kondisinya menyamai kondisi di lapangan.
2.  Sampel Tanah Agregat
Sampel tanah agregat utuh adalah sampel tanah berupa bongkahan alami yang kokoh dan tidak mudah pecah.
3.  Sampel Tanah Komposit (Tidak Utuh/Terganggu)
sampel tanah terganggu lebih dikenal sebagai contoh tanah biasa (disturbed soil sample), merupakan sampel tanah yang diambil dengan menggunakan cangkul, sekop, atau secara manual dengan tangan.
Metode pengamatan tanah:
1.  Pengamatan singkapan tanah: adalah melihat atau mengamati penampang tanah pada tanah yang miring atau tidak rata dengan tempat sekitarnya. Biasanya tingginya 80 – 100 cm.
2.  Pengamatan Minipit tanah : adalah melihat atau mengamati penampang tanah dengan menggali lubang dengan skop sedalam 60 – 80 cm, dilakukan pada tanah yang rata dengan tanah sekitarnya (Guruharif, 2010).
3.  Pengamatan Profil Tanah: : adalah melihat atau mengamati penampang vertikal tanah yang dimulai dari permukaan tanah sampai lapisan induk dalam tanah (Wahyu, 2010).
Bulk density (berat jenis suatu tanah) adalah besar massa tanah persatuan  volume, termasuk butiran padat dan ruang pori, umumnya dinyatakan dalam gr/cm3. Sedangkan bentuk density adalah berat suatu massa tanah persatuan volume tanpa pori-pori tanah dengan gr/cm3. Sampel tanah yang diambil untuk menentukan berat jenis pasir halus diambil dengan hati-hati dari dalam tanah. Demikian pula halnya dengan berat per satuan volumenya. Bulk density ditentukan dengan mengukur massa tanah di udara dan massa air. Sedangkan absorpsi air dalam tanah didrasi dengan selaput parafin (Pairunan,1985).
Hubungan Berat Isi (Bi) dan Berat Jenis (BJ) saling berhubungan. Salah satu manfaat nilai berat isi tanah, yaitu untuk menghitung porositas. Untuk menghitung porositas kita harus mengetaui berat jenis partikelnya terlebih dahulu. Sedangkan salah satu manfaat berat jenis, yaitu untuk menentukan perhitungan ruang pori dalam tanah. Untuk menghitung ruang pori dalam tanah, kita harus mengetahui berat isi tanah terlebih dahulu. (Tim Dosen FPUB, 2010)
Tanah-tanah organik memiliki nilai kerapatan isi yang sangat rendah di bandingkan dengan tanah mineral. Hal ini ditentukan atau tergantung dari sifat-sifat bahan organik yang menyusun tanah organik itu dan kandungan isi tanah itu berkisar antara 0,1 – 0,9 gr/cm3(Hakim, 1986).
Tanah lebih padat mempunyai Bulk density yang lebih besar dari pada tanah mineral bagian atas mempunyai kandungan Bulk Density yang lebih rendah dibandingkan tanah dibawahnya. Bulk density di lapangan tersusun atas tanah-tanah mineral yang umumnya berkisar 1,0 -1,6 gr/cm3. Tanah organik memiliki nilai Bulk density yang lebih mudah, misalnya dapat mencapai 0,1 gr/cm3 – 0,9 gr/cm3  pada bahan organik. Bulk density atau kerapatan massa tanah banyak mempengaruhi sifat fisik tanah, seperti porositas, kekuatan, daya dukung, kemampuan tanah menyimpan air drainase, dll. Sifat fisik tanah ini banyak bersangkutan dengan penggunaan tanah dalam berbagai keadaan (Hardjowigeno, 2003).
Kerapatan partikel (Bulk Density) merupakan berat partikel persatuan volume tanah beserta porinya. Kisaran kerapatan limbat tanah berfariasi cukup lebar tergantung ruang pori dan tekstur tanahnya. Bahan organik mineral juga mempengaruhi kerapatan limbat. Bahan organik ini berperan dalam pengembangan struktur. Semakin tinggi kandungan bahan organiknya semakin berkembang struktur tanah yang dapat mengakibatkan bongkah semakin kecil (Hartati,2001).
Bulk menyatakan tingkat kepadatan tanah yaitu berat kering suatu volume tanah dalam keadaan utuh yang biasanya dinyatakan dengan g/cm3. Perkembangan struktur yang paling besar pada tanah-tanah permukaan dengan tekstur halus menyebabkan kerapatan massanya lebih rendah dibandingkan tanah berpasir. Kerapatan massa (Bulk Density) dihitung sebagai berikut : Kerapatan massa = Berat tanah (g)/Volume tanah (cm3) (Foth, 1988).
Nilai bulk density menggambarkan adanya lapisan pada tanah, pengolahan tanahnya, kandungan bahan organik dan mineral, porositas, daya memegang air, sifat drainase dan kemudahan tanah ditembus akar. Bulk densitydipengaruhi oleh tekstur, struktur dan kandungan bahan organik (Bale, 2001).
Particel densitymerupakan berat satuan–satuan volume fase tanah didefinisikan sebagai berat jenis butiran. Volume yang dimaksud adalah volume tanah sendiri tanpa memperhitungkan pori–pori tanah. Kandungan bahan mineral sangatlah mempengaruhi berat jenis butiran dari tanah (Bale, 2001).
Ruang pori merupakan bagian volume tanah yang ditempati oleh air dan udara, keseimbangan antara udara dan air yang menempati ruang pori ditentukan oleh ukuran pori.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi % pori
-          Kandunan bahan organik
-          Struktur tanah
-          Tekstur tanah
Porositas tanah tinggi kalau bahan organik tinggi tanah-tanh dengan struktur granuler atau remah,mempunyai porositas yang lebih tinggi dari pada tanah-tanah dengan struktur massive (pejal). Tanah dengan tkstur pasir banyak mempunyai pori-pori makro sehingga sulit menahan air.(Hardjowigeno,1987).
Ruang pori tanah ialah bagian yang diduduki udara dan air. Jumlah ruang pori sebagian ditentukan oleh susunan butir-butir padat, apabila letak keduannya cenderung erat, seperti pada pasir atau subsoil yang padat, total porositasnya rendah.Sedangkan tersusun dalam agregat yang bergumpal seperti yang kerap kali terjadi pada tanah-tanah yang bertekstur sedang yang besar kandungan bahan organiknya, ruang pori persatuan volume akan tinggi (Buckman and Brady, 1984).
Total ruang pori dapat dihitung dengan menggunakan data bobot jenis partikel – partikel dan bobot isi tanah sebagai berikut: TRP = 1 - X 100% Dimana: TRP = Total Ruang Pori BD = Bulk Density (g/cm3) PD = Partikel Density (Sutanto, 2005).



                      IV.            ALAT DAN BAHAN

Alat
1.      Cangkul
2.      Pisau Lapang
3.      Camera Untuk Dokumentasi
4.      Alat Tulis
5.      Ring
6.      Parang
7.      Plastik
8.      Cutter
9.      Karet Gelang
10.  Tutup Galon
11.  Bor
12.  Oven
13.  Neraca Analitik
      Bahan
1.      Tanah
2.      Air




                     V.            PROSEDUR KERJA
1.      Menentukan lokasi yang akan digunakan dalam pengamatan sample tanah
2.  Selanjutnya membersihkan dan meratakan permukaan tanah dari sampah dedaunan dan rerumputan
3.   Letakkan ring sample diatas tanah yang sudah dibersihkan dengan bagian yang runcingnya dibawah, jangan sampai ring tersebut miring
4.      Tekan ring sampel kedalam tanah secara perlahan, gunakan kayu atau parang sebagai alat bantu menekan namun jangan sampai ring tersebut tergoyang
5.   Setelah tiga perempat badan ring sampel masuk kedalam tanah, sambungkan dengan ring yang kedua diatasnya
6.      Kemudian tekan hingga badan ring yang kedua masuk kedalam tanah
7.      Selanjutnya buat lingkaran yang lebih besar dengan pusat lingkaran pada ring sampel
8.  Lingkaran diluar ring sampel ini kemudian digali secara perlahan sehingga terbentuk lubang lingkaran, hal ini dimaksudkan agar ring sampel dapat dengan mudah diangkat namun tidak merusak tanah yang didalam ring
9.      Angkat ring sampel bersama tanah yang ditepinya yang berbentuk lingkaran secara hati-hati agar tanah didalam ring tidak terguncang
10.  Diiris/dikikis kelebihan tanah bagian atas terlebih dahulu dengan hati-hati agar  permukaan tanah sama dengan permukaan ring, kemudian ditutup ring menggunakan tutup plastik/tutup galon yang telah tersedia. Setelah itu, iris dan potong kelebihan tanah bagian bawah dengan cara yang sama dan ring ditutup.
11.  Kemudian ikat dengan karet
12.  Dicantumkan label di atas tutup ring bagian atas contoh tanah yang berisi informasi kedalaman, tanggal, dan lokasi pengambilan contoh tanah.
13.  Ring sampel yang sudah berisi tanah utuh ini kemudian di timbang berat basahnya menggunakan timbangan analitik
14.  Selanjutnya dioven, kemudian timbang berat kering, berat ring tinggi ring dan diameter ring.





 VI.            HASIL
Tabel hasil :
No
Kelompok
BB+ring (g)
Berat ring (g)
BB (gr)
BK (g)
Volume ring (cm3)
BV
BJ
TRP (%)
Keterangan
1
1
205,9
49,0
156,9
132,7
95,22
1,39
2,65
47
Lapisan atas (0-10 cm)
2
2
213,5
58,4
155,1
131,8
100,49
1,31
2,65
51
Lapisan atas (0-10 cm)
3
3
197,5
44,9
152,6
128,9
88,29
1,46
2,65
45
Lapisan atas (0-10 cm)
4
4
243,6
92,3
151,3
122,2
94,06
1,30
2,65
51
Lapisan bawah (10-20 cm)
5
5
196,8
42,5
154,3
121,2
85,37
1,42
2,65
46
Lapisan bawah (10-20 cm)
6
6
211,5
57,2
154,3
128,6
93,09
1,38
2,65
48
Lapisan bawah (10-20 cm)
Rata-rata 1 - 3
158,87
131,13
1,39
47,67
Rata-rata 4 - 6
153,3
124
1,37
48,33


Keterangan: BB = Berat Basah
                     BK = Berat Kering
                     BV = Bulk Density
                     BJ = Particle Density
                   TRP = Porositas





VII. PEMBAHASAN
Untuk pengambilan sampel tanah utuh, perlu dilakukan pengukuran diameter dan tinggi ring sampel untuk mengetahui volume ring sampel. Perhitungan volume ring menggunakan rumus V= π r2 t. Tanah yang diambil sampel utuhnya adalah tanah dalam keadaan asli atau sesungguhnya, tidak boleh diinjak-injak supaya tidak padat. Pembersihan permukaan tanah dari batu, ranting, dan seresah supaya volume tanah yang didapatkan dapat sepenuhnya volume tanah (tidak ada benda asing). ketika meletakkan ring sampel diatas tanah, usahakan seluruh bibir ring menyentuh tanah, dan pada saat menekan usahakan posisi ring tidak goyang sehingga saat masuk ke dalam tanah ring tidak miring. Sampel tanah yang diambil harus penuh padat dalam ring sampel, tidak boleh ada ruang atau berlubang.
Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam pengambilan sampel :
Ø Jangan mengambil sampel tanah dari galengan, selokan, bibir teras, tanah tererosi sekitar rumah dan jalan, bekas pembakaran sampah/ sisa tanaman/ jerami, bekas penimbunan pupuk, kapur dan bahan organic, dan bekas penggembalaan ternak.
Ø Permukaan tanah yang akan diambil sampelnya harus bersih dari rumput- rumputan, sisa tanaman, bahan organic/ serasah, dan batu- batuan atau kerikil.
Ø Alat- alat yang digunakan bersih dari kotoran- kotoran dan tidak berkarat. Kantong plastic yang digunakan sebaiknya masih baru, belum pernah dipakai untuk keperluan lain.
Bulk density (berat volume suatu tanah) adalah besar massa tanah persatuan  volume, termasuk butiran padat dan ruang pori, umumnya dinyatakan dalam gr/cm3. Dalam praktikum yang kami lakukan diperoleh nilai BV pada lapisan 0-10 cm yaitu 1,39 gr/cm3 dan lapisa 10-20 cm yaitu 1,37 gr/cm3. Angka BV keduanya termasuk dalam kisaran umum angka BV, karena pada umumnya BV berkisar antara 1,1 – 1,6 g/cm3.
Sedangkan particle density (berat jenis) adalah berat suatu massa tanah persatuan volume tanpa pori-pori tanah dengan gr/cm3. Dalam praktikum yang kami lakukan kami tidak menghitung nilai BJ, kami memakai nilai yang sudah ditetapkan yaitu 2,65.
                     Ruang pori total adalah isi seluruh pori-pori dalam suatu isi tanah utuh yang dinyatakan dalam persen, yang terdiri atas ruang di antara partikel pasir, debu, liat, serta ruang diantara agregat-agregat tanah. Dalam praktikum yang dilakukan diperoleh ruang pori total lapisan 0-10 cm yaitu 47,67% dan lapisa 10-20 cm yaitu 48,33%.
Di dalam tanah terdapat sejumlah ruang pori – pori. Ruang pori tersebut sangat penting sebagai media alir air dan udara. Berat dan ruang pori – pori tanah bervariasi dari setiap horizon, sama halnya dengan sifat – sifat tanah lainnya kedua sifat ini dipengaruhi oleh tekstur dan struktur tanah.
Ada beberapa factor yang mempengaruhi % pori
-          Kandunan bahan organik
-          Struktur tanah
-          Tekstur tanah
            Pada umumnya berat volume (BV) lapisan atas lebih rendah dari pada lapisan bawah karena lapisan atas banyak mengandung bahan organik sehingga pori-porinya lebih banyak mengakibatkan total ruang pori (TRP) lebih tinggi di lapisan atas dibandingkan lapisan bawah.
            Namun, pada praktikum yang kami lakukan berat volume lapisan atas lebih tinggi dibandingkan lapisan bawah sehingga nilai total ruang pori lebih rendah pada lapisan atas. Hal ini diakibatkan karena lapisan atas 0-10 cm dan lapisan bawah 10-20 cm masih dalam horison yang sama yaitu horison A. Horison A terdapat dipermukaan tanah yang terdiri dari campuran bahan organik dan mineral berwarna lebih gelap dari pada horison dibawahnya. Adapun ketebalan horison A dilokasi ini yaitu 19 cm yang bertekstur lempung berpasir.
            Sesuai dengan pendapat Hartati tahun 2011, Kerapatan partikel (Bulk Density) merupakan berat partikel persatuan volume tanah beserta porinya. Kisaran kerapatan limbat tanah berpariasi cukup lebar tergantung ruang pori dan tekstur tanahnya. Bahan organik mineral juga mempengaruhi kerapatan limbat. Bahan organik ini berperan dalam pengembangan struktur. Semakin tinggi kandungan bahan organiknya semakin berkembang struktur tanah yang dapat mengakibatkan bongkah semakin kecil.



VIII. KESIMPULAN
            Berdasarkan praktikum yang dilakukan didapat kesimpulan:
    1.   Kerapatan partikel (Bulk Density) merupakan berat partikel persatuan volume tanah beserta porinya.
   2.       Dalam praktikum yang kami lakukan diperoleh nilai BV pada lapisan 0-10 cm yaitu 1,39 gr/cm3 dan lapisa 10-20 cm yaitu 1,37 gr/cm3. Angka BV keduanya termasuk dalam kisaran umum angka BV, karena pada umumnya BV berkisar antara 1,1 – 1,6 g/cm3.
 3.      Berat volume lapisan atas lebih tinggi dibandingkan lapisan bawah sehingga nilai total ruang pori lebih rendah pada lapisan atas. Hal ini diakibatkan karena lapisan atas 0-10 cm dan lapisan bawah 10-20 cm masih dalam horison yang sama yaitu horison A.



DAFTAR PUSTAKA
Ansyah R. 2014. Pengambilan Contoh Tanah Untuk Analisis Tanah Penetapan Sifat Fisik Tanah Dilapangan. Diunduh dari situs http://rudyemufc.blogspot.co.id/2014/11/laporan-praktikum-dasar-ilmu-tanah_17.html pada tanggal 23 November 2015 pukul 21.00 Wib
Felicia MR. 2014. Perhitungan Berat Volume, Porositas, dan Kadar Air Tanah. Diunduh dari situs http://monica-ria-felicia.blogspot.co.id/2014/11/laporan-praktikum-ilmu-tanah-hutan.html pada tanggal 28 November 2015 pukul 13.00 Wib
Hardjowigeno S. Ilmu tanah . sifat-sifat kimia tanah “ penetapan ph tanah”.  2010. Jakarta.
Madjid, Abdul. 2007. Biologi Tanah. Gramedia: Jakarta.
Mayu EA. 2015. Pengambilan Contoh Tanah. Diunduh dari situs http://ekaabimayu.blogspot.co.id/2015/04/pengambilan-contoh-tanah.html pada tanggal 23 November 2015 pukul 21.00 Wib
Nugroho S. 2013. Penetapan Bobot Volume Tanah (BV) dan Total Ruang Pori Tanah (TRP). Diunduh dari situs http://suginugroho27.blogspot.co.id/2013/12/laporan-dasar-dasar-ilmu-tanah.html pada tanggal 28 November 2015 pukul 13.00 Wib
Pujo A. 2014. Pengambilan Sampel Tanah. Diunduh dari situs http://pujoanggari.blogspot.co.id/2014/10/laporan-praktikum-dasar-ilmu-tanah.html pada tanggal 23 November 2015 pukul 21.00 Wib
Pintubatu V. 2011. Persentase Kadar Air Lapang(Kal), Berat Volume(Bv) Dan Total Ruang Pori (Trp) Pada Tanah Utuh. Diunduh dari situs http://volsky-silalahi.blogspot.co.id/2011/11/laporan-praktikum-dasar-ilmu-tanah.html pada tanggal 23 November 2015 pukul 21.00 Wib

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Perhitungan Berat Volume (BV) dan Total Ruang Pori (TRP)"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!