loading...

Laporan Praktikum Pengenalan Alat Mekanisme Dasar

LAPORAN PRAKTIKUM
FISIKA DASAR

PENGENALAN ALAT MEKANISME DASAR













Disusun Oleh:
Muhammad Wasil
J1a114013






JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017



Judul : Pengenalan Alat Mekanisme Dasar
Tujuan :
1. Mengetahui alat-alat yang digunakan untuk pengukuran
2. mengetahui cara-cara menggunakan alat-alat untuk pengukuran
3. menentukan besaran ukuran koin, kelereng, pipa, balok alumunium, dan plat yang digunakan praktikum.

Landasan Teori
A.    Definisi Pengukuran
Pengukuran adalah suatu teknik untuk mengukur suatu bilangan pada suatu sifat fisis dengan membandingkanya dengan suatu besaran standar yang telah diterima sebagai suatu bilangan (Alonso, 1992).
Dalam melakukan sebuah pengukuran kita memerlukan yang namanya alat ukur. Dalam pengukuran panjang kita memerlukan alat ukur seperti mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Sedangkan dalam pengukuran massa, kita memerlukan neraca pegas, neraca ohauss dan timbangan  (Alonso, 1992).
Pada umumnya masyarakat lebih sering menggunakan alat ukur mistar untuk mengukur panjang dan alat ukur timbangan untuk mengukur massa. Mistar memiliki skala terkecil sebesar 1mm dengan ketelitian 0,5mm, sedangkan timbangan memiliki ketelitian yang rendah. Oleh karena itu untuk melakukan sebuah pengukuran kita harus melihat benda-benda yang nantinya akan diukur (Alonso, 1992).

            B. Mengukur Besaran Panjang
untuk mengukur panjang benda, kita mengenal alat ukur panjang seperti, mistar, jangka sorong, dan mikrometer sekrup. Namun pada umumnya mistar sebagai alat ukur yang paling sering digunakan (Halliday, 1985).
Jangka sorong juga terdiri atas dua skala, yaitu skala utama dan skala nominus. Ketelitian dari jangka sorong adalah sebesar 0,05 mm dengan skala terkecil 0,1mm (Tipler, 1998).
Bagian jangka sorong:
a.       Jepitan luar atau gigi luar
Merupakan bagian yang berfungsi untuk mengukur suatu diameter internal atau eksternal pada suatu benda dengan diapit oleh jepitan luar atau gigi luar.
b.      Jepitan dalam atau gigi dalam
Merupakan bagian yang berfungsi untuk mengukur suatu diameter internal atau eksternal pada suatu benda dengan diapit oleh jepitan dalam suatu gigi dalam.
c.       Skala vernier
Merupakan bagian yang guna mendapatkan pengukuran akurat untuk lebar suatu objek.
d.      Pengukur kedalaman
Bagian yang berfungsi untuk mengukur lubang atau celah, dengan cara menancapkan bagian pengukur yang terletak di dalam pemegang.
e.       Skala biasa
f.       Objek yang diukur.

      1.      Jangka sorong
Jangka sorong merupakan salah satu alat ukur panjang, dan biasa digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Jangka sorong terdiri atas dua bagian utama, yaitu geser (rahang dorong) (Serway, 2009).
      2.      Mikrometer sekrup
Mikrometer sekrup merupakan salah satu alat ukur panjang yang digunakan untuk mengukur ketebalan suatu benda. Mikrometer sekrup terdiri dari rahang tetap, rahang geser, skala utama, dan dengan ketelitian 0,005 mm (Serway, 2009).
Bagian – bagian dari mikrometer sekrup:
a.       Bingkai
Bingkai yang berbentuk huruf C terbuat dari bahan logam yang tahan panas, kuat dan tebal.
b.      Landasan
Landasan ini berfungsi sebagai penahan ketika benda diletakkan, dan diantara landasan serta gelendong
c.       Gelendong
Gelendong merupakan silinder yangd apat digerakkan menuju landasan.
d.      Pengunci
Pengunci berfungsi sebagai penahan gelendong agar tidak bergerak ketika mengukur benda.
e.       Sleeve
Merupakan tempat skala utama.
f.       Thimble
Merupakan tempat skala nonius berada
g.      Ratchet Knob
Yaitu tempat untuk memajukan atau mengundurkan gelendong, agar sisi benda yang akan diukur tepat berada diantara gelendong dan landasan.

C. Mengukur Besaran Massa
Pengukuran massa sering dilakukan dengan menggunakan neraca atau timbangan. Jenis neraca yang umum digunakan di laboratorium antara lain neraca ohauss, neraca emas, dan sebagainya (Halliday, 1985).
1.      Neraca ohauss
Neraca ohauss merupakan salah satu ukur panjang yang umumnya digunakan untuk mengukur massa benda atau logam dalam praktek laboratorium. Kapasitas beban neraca ohauss sebesar 311 gram dengan batas ketelitian 0,1 gram. Neraca ohauss sangat praktis karena proses pengukurannya cepat dan akurat (Serway, 2009).
Neraca berlengan tiga:
a.       Lengan depan memiliki skala 0-10gr, dengan tiap skala bernilai 1 gr.
b.      Lengan tengah berskala mulai 0-500 gr, tiap skala sebesar 100 gram.
c.       Lengan belakang dengan skala bernilai 10-100 gr, tiap skala 10 gram.

Alat dan Bahan
Alat
1.    Mistar
2.    Jangka sorong
3.    Mikrometer sekrup
4.    Neraca tiga lengan

Bahan
1.    Kubus kayu
2.    Kubus aluminium
3.    Kubus besi

Prosedur kerja 
                                                                                                                                                        
     Mistar
     1.      Impitkan skala nol pada mistar dengan salah satu ujung benda yang akan diukur.
     2.      Lihat posisi yang lain benda tersebut. Baca skala mistar yang diimpit dengan ujung lain benda.
    3.      Secara umum akan teramati ujung benda tidak tepat terimpit dengan salah satu skala multimeter pada mistar. Oleh karna itu,laporan pengukuran adalah nilai terbaca  ± ketidak pastian pengukuran (x±Δx)

            Jangka Sorong
1.      Buka rahang geser jangka sorong kesebelah kanan untuk memudahkan memasukan benda yang akan diukur.
2.      Geser lagi rahang kesebelah kiri dengan rapat agar mendapatkan hasil pengukuran yang optimal.
3.      Ada dua angka nol pada jangka sorong, yang pertama pada skala atas (ujung kiri), yang kedua dibaris bawahnya agak ketengah.
4.      Perhatikan garis pertama sebelum angka nol yang bawah (skala utama).
5.      Perhatikan garis yang terhimpit antara skala atas dan skala bawah yang menghitung lurus dengan garis dari skala nonius.
6.      Jumlahkan dua angka yang di dapat pada skala utama dan skala nonius.



Mikrometer Sekrup
1.      Pastikan pengunci dalam keadaan terbuka.
2.      Lakukan pengecekan ketika apakah poros tetap dan poros agar bergeser bertemu skala nonius utama menunjukan angka nol.
3.      Buka rahang dengan menggerakan pemutar kearah kiri sampai benda/koin dapat masuk kedalam rahang.
4.      Letakan benda diantara poros tetap dan poros geser lalu ditutup kembali rahang hingga tepat menjepit benda.
5.      Putarlah pengunci agar pemutar tidak bisa bergerak lagi. Dengarkan bunyi klik yang muncul












HASIL DAN PEMBAHASAN

1.      Hasil

Jenis Ukuran
Nama Alat
Nst
Alat Ukur Panjang
Mistar
0,1 Cm
Mikrometer Sekrup
0,01 Cm
Jangka Sorong
0,05 Cm
Alat Ukur Massa
Neraca 3lengan
0,1 Gr
Alat Ukur Waktu
Stopwatch
0,2 S
Stopwatch Hp
0,1s


2.      Pembahasan

a.       Mistar
 = 0,1
           Nst mistar =0,1 cm
           Rumus x = (xo ±Δx)
           Δx  adalah ketidak pastian pengukuran tunggal yang berasal dari nst.
           Xo adalah besaran dari pengukuran tungal. ( percobaan pengukuran tunggal ).
           Pengukuran pada panjang pulpen yang terdapat di tengah angka.
              7,5 – 7,6 , 9x = nst     =   . 0,1
                                                     = 0,05
      
              X      = (xo ± Δx)
              +X     = ( 7,5 + 0,05 ) = 7,6 cm
              -X      = ( 7,5 – 0,05 ) = 7,5 cm
                       
b.      Mikrometer sekrup

Mikrometer sekrup mempunyai dua skala yaitu :
                       Skala utama        berada didalam
                       Skala nonius       berada diluar ( yang dapat diputar )

                       1 kali putaran mempunyai 50 pada skala nonius.
                       1 kali putaran mempunyai nilai 0,5 pada skala utama.

            Untuk menemukan nst dari mikrometer sekrup adalah skala utama dibagi dengan skala nonius
 = 0,01 maka nst dari mikrometer sekrup adalah 0,01 cm
c.       Jangka sorong

Skala nonius jangka sorong ialah garis yang berada diatas nol jika 0 sejajar dengan angka yang diatas tepat misalnya 1 maka nilainya adalah 1.
Untuk mencari nstnya.
         Skal utama            0,1 cm
         Skala nonius         0,05 ml ( yang digunakan ).
Maka nst jangka sorong adalah 0,05 cm

d.      Neraca tiga lengan

Menentukan nstnya adalah mencari nilai terkecil yang berada pada lengan pertama kemudian dibagi.
Nilai terkeci :  = 0,1 gr
Berasal dari berapa garis yang dilalui sebelum mendapatkan nilai 1.

e.       Stopwatch

Mencari nilai nst stopwatch
Nilai terkecil yang dapat di bagi       = 0,25
Dentingan sebelum angka 1

Mencari nilai nst stopwatch hp.
Nilai terkecil yang dapat di bagi        = 0,1 s
Dentingan sebelum angka 1                   









KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Dari hasil percobaan yang kami lakukan dapat disimpulkan bahwa dari semua alat memiliki nilai ketidak pastian dan ketelitian dalam pengukuran yang berbeda-beda.
Alat ukur bermacam-macam jenis dan fungsinya yang berbeda-beda. Seperti untuk mengukur pasang suatu benda bisa digunakan alat ukur seperti mistar. Untuk mengukur ketebalan suatu benda bisa digunakan alat ukur mikrometer  sekrup dan jangka sorong, untuk mengukur waktu digunakan stopwatch.
      Rumus x = ( xo ± Δx )
      Δx = ketidak pastian pengukuran tunggal yang berasal dari nst (percobaan pada pengukuran )
      Xo = besaran dari pengukuran tunggal.
Dimana setiap benda yang kami coba mempunyai nst sebagai berikut :
1.      Mistar                                 = 0,1 cm
2.      Mikrometer sekrup             = 0,01 cm
3.      Jangka sorong                      = 0,05 cm
4.      Neraca tiga lengan              = 0,1 gm
5.          Stopwatch                       = 0,2 s
    Stopwatch hp                            = 0,1 s


B.     Saran
Saran saya saat praktikum seperti alat-alat praktikumnya harus lebih di perbanyak lagi supaya praktikum berlangsung dengan kondusif.







DAFTAR PUSTAKA

Alonso, 1992. The physics of everyday phenomeno. New york : NL grow
Halliday,1985. Fisika jilid 1. Jakarta :erlangga.
Serway, 2008.  Fisika untuk sains dan teknik. Jakarta : salemba teknika 20
Serwey, 2009. Fisika sains. Jakarta : salemba teknika.
Tipler 1998.fisika dasar. Jakarta : erlangga.



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum Pengenalan Alat Mekanisme Dasar"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!