loading...

Laporan Praktikum | Pembuatan Serbuk Biji Pinang

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN
PEMBUATAN SERBUK BIJI PINANG













Disusun Oleh :
Muhammad Wasil









TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017





BAB I
PENDAHULUAN


1.1  Latar Belakang
Pinang (Archa calechu L.) merupakan salah satu tanaman palma yang dapat menghasilkan warna. Biji pinang mengandung senyawa golongan polifenol, yaitu flavonoid dan tanin (Amudhan, dkk,2012).
Pewarna biji pinang dapat diperoleh melalui proses ekstasi. Ekstrak dapat dibuat menjadi bubuk melalui pengeringan menggunakan pengering semprot (Spray drier). Bahan pengisi bisa digunakan untuk menghasilkan produk bubuk yang berfungsi melindungi senyawa aktif target, mengurangi kehilangan senyawa aktif selama proses pengeringan dan meningkatkan rendemen produk (Gharsallaoui, dkk, 2007).
Pembuatan pewarna ekstrak biji pinang dalam bentuk bubuk dapat mengurangi volume dan bobot, memudahkan dalam aplikasi, pengemasan, penanganan dan transportasi yang lebih mudah serta umur simpan lebih lama. Gum arab merupakan bahan pengisi yang mengandung fraksi berupa kompleks polisakarida-protein yang berperan penting pada sifat pengemulsi dan penstabil (Dror, dkk, 2006).
Dengan demikian, praktikum kali ini akan membuat pewarna ekstrak biji pinang dalam bentuk bubuk.

1.2 Tujuan 
       Untuk mengetahui cara pembuatan serbuk biji pinang.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Buah Pinang
Pinang (areca catechu) merupakan tanaman yang sekeluarga dengan kelapa, salah satu jenis tumbuhan monokotil ini tergolong palem-palem. Secara rinci, sistematik pinang yaitu divisi : plantae, kelas : Monokotil, Ordo : aracales, famili Araceat atau palmae (palem-paleman), Genus: Areca, Specie : Areca chatheu. Dimasyarakat umumnya spesies ini disebut dengan pinang atau pinang sirih (Heyne, K. 1987).
Pinang umumnya ditanam di pekarangan, di taman atau dibudidayakan. Kadang tumbuh liar di tepi sungai dan di tempat-tempat lain. Pohon pinang tumbuh tegak dan tingginya 10-30 m, diameternya 15-20 cm dan batangnya tidak bercabang (Arisandi, 2008). Pinang termasuk jenis tanaman yang cukup dikenal luas dimasyarakat karena secara alami penyebarannya pun cukup luas di berbagai daerah (Sihombing, 2000). Nama lain dari pinang adalah Jambe, Penang, Woham, Pineng, Pineung (Jawa), Batang Mayang, Batang Bongkah, Batang Pinang, Pining, Bonai Universitas Sumatera Utara (Sumatera), Gahat, Gehat, Kahat Laam, Hunoto, Luguto, Poko Rapu, Amongun(Sulawesi), Biwa, Biwasoi, Mucillo Palm (Maluku) (Septiatin, 2008).
2.2 Kandungan Buah Pinang
Menurut Marshall dalam Sullivan (2000) Buah Pinang banyak digunakan manusia sebagai penenang dan ada diurutan ke empat setelah nikotin, ethanol dan kafein dan buah pinang banyak dimakan oleh berjuta-juta orang antara pantai timur benua afrika dan pasifik barat. Di indonesia buah pinang digunakan juga dalam dunia pengobatan yaitu mengobati penyakit seperti cacingan, perut kembung, luka, batuk berdahak, diare, kudis, koreng, terlambat haid, keputihan, beri-beri, malaria, difteri, tidak nafsu makan, sembelit, sakit pinggang, gigi dan gusi (Arisandi, 2008).  
Kandungan dalam buah pinang salah satunya adalah Arecoline yang merupakan sebuah ester metil-tetrahidrometil- nikotinat ysng berwujud  basa keras. Dan selain itu buah pinang mengandung bahan tanin, lemak, kanji, dan resin (Heyne, K. 1987).

2.3 Pembuatan  Ekstrak Bubuk Biji Pinang
Ekstrak bubuk biji pinang dibuat melalui proses ekstraksi dan pengeringan. Biji pinang diekstraksi menggunakan akuades 1:10 (b/v) pada suhu 800C selama 20 menit mengacu pada Sardsaengoun dan Suturiboonsuk (2010) yang dimodifikasi. Filtrat hasil ekstraksi diberi taraf perlakuan tanpa pencampuran bahan pengisi dan taraf perlakuan pencampuran denagn bahan pengisi (Gum arab 2% b/b). Filtrat tersebut dikeringkan menggunakan spray drier pada suhu umpan (inset) + 1300C. Ekstrak bubuk biji pinang yang dihasilkan kemudian dianalisis kadar airnya dengan metode oven (AoAC 1995), warna (nilai L,ab, Huk) menggunaan chromameter nilai ph dan kadar total fenol (Yernisa, 2013.




BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikan ini dilakukan pada hari selasa dilaboratorium pengolahan fakultas teknologi pertanian Universitas jambi.

3.2 Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini yaitu buah pinang muda dan tua yang diambil bijinya sebanyak 50 gram, aluminium fail, air, CMC 3%, twen oil, bubuk pinang, akuades.
Alat yang digunakan yaitu pisau, kayu pemukul, baskom, penangas , thermometer, timbangan analitik, gelas ukur, gelas kimia, spatula kaca, mixer, loyang, oven, saringan, blender, refraktometer dan pipet tetes.

3.3 Prosedur Kerja
3.3.1 Pembuatan Bubuk Pinang
Pertama siapkan alat dan bahan yang akan dipakai, timbang pinang 50 gram. Lalu pisahkan kulit dan biji pinang dengan dilakukan pembelahan, perkecil ukuran biji pinangnya lalu ekstraksi dengan air (1:100) disuhu 800C pada waktu air 45 menit. Setelah itu saring dan diambil filtratnya, ukur filtratnya sebanyak 400 ml, masukkan dalam baskom dan campur twen 0,1, sera CMC 3% lakukan mixer hingga terbentuk gelembung. Setelah itu tuang keloyang yang telah dialasi aluminium foil dan masukkan dalam oven suhu 500C selama 24 jam. Setelah itu lakukan penghalusan dengan blender dan dilakukan pengayakan sehingga hasil akhir berupa bubuk pinang.
3.3.2 Analisa Bubuk Pinang
A. Kadar Air
Pertama-tama pastikan alat telah dikalibrasi sebelum digunakan tunggu perintah yang ditunjukkan pada layar yaitu perintah memasukkan sampel. Dimana sampel akan terhitung seberapa banyak sampel dimasukkan kedalam pon. Kemudian tutup penutup moisture balance. Pemanasan mulai bekerja hingga suara alat berbunyi yang menandakan telah selesai menghitung kadar ar dari sampel.
            B. Total Padatan
Pertama siapkan alat dan bahan yang digunakan, analisis total padatan menggunakan spektofotometer timbang bubuk pinang sebanyak 3 gram dan laritkan dengan air 100 ml. Kemudian aduk hingga rata. Selanjutnya teteskan sampai sebanyak dua tetes di alat handrefraktometer. Setelah itu tunggu dan lihat angka yang tertera. Total padatan terlarut dinyatakan dalam derajat brix (0-3,2%).
            C. Warna
Pertama foto sebuk pinang, lalu crop poto dengan ukuran 1x1 dan lihat hasilnya di Color Pixel. Selanjutnya check LAB dan masukkan Color Pixel.




BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Kelompok
Berat awal Pinang (gr)
Berat Setelah Dikupas (gr)
Berat Bubuk Pinang (gr)
Rendemen %
1
2
3
4
600
600
742
925
180
210
240
2545
9,99
12,1
14
11,54
5,55
5,762
5,83
4,53

4.2 Pembahasan
Buah pinang merupakan buah dengan biji berkeping satu, buah pinang terdiri dari tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan tengah dan lapisan dalam. Lapisan luar merupakan lapisan tipis yang disebut epicup, lapisan tengah berupa sabut yang disebut mesocrap, lapisan dalam (endocrap) berupa biji yang didalamnya terdapat endospern. Karakteristik fisikimia suatu bahan diperlukan untuk merancang bentuk produk dan menjadi pertimbangan dalam pemilihan proses pada pembuatan suatu produk.
Rendemen merupakan parameter yang menunjukkan jumlah produk, dalam hal ini pewarna bubuk yang dihasilkan dari sejumlah bahan baku ( biji pinang ) yang digunaan. Rendeman bubuk biji pinang pada berbagai kombinasi perlakuan yang dari praktikum ini berkisar antara 4,53%-5,83%.suhu dan lama ekstraksi juga merupakan faktor penting yang menentukan rendemen produk hasil ekstraksi. Semakin tinggi tinggi suhu dan lama ekstraksi renderung menghasilkan rendemen yang semakin tinggi. Suhu dan waktu ekstraksi memberikan pengaruh nyata terhadap rendemen ekstrak kasar bubuk biji pinang.



BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasrkan praktikum yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa tahap proses pembuatan serbuk warna biji pinang adalah pembelahan buah, pengeluaran biji, pemanasan, penyaringan filtrat, pencampuran, pengeringan dan pengayakan. Untuk hasil analisis % rendemen, serbuk pinang kelompok 2 memiliki % rendemen tertinggi yaitu 5,762% dan terendah pada kelompok 4 yaitu 4,53 %.

5.2 Saran
Untuk praktikum ini disarankan agar praktikum dilakukan dengan teliti agar tidak terjadi kesalahn dan tidak terjadi kerja yang berulang.




DAFTAR PUSTAKA

Amudhan, dkk. 2012. Pengaruh penggunaan kombinasi jenis minyak terhadap mutu sabun transparan. Fakultas teknologi pertanian institut pertanian Bogor
Dror, dkk. 2006. Isolatno and structure elacidatiun of runnims puro & APDI.chom.61
Ciharsuilaoni, dkk. 2007. Industrial Des : Chemistri, Properties, Aplications. Germany : walloy-VCIA
Heyne.K.1987. tumbuhan berguna Indonesia jilid 1 Jakarta Yayasan sara Wanajaya.
Yernisa. 2003. Rekayasa proses pembuatan pewarna bubuk alami dari biji pinang (Araca catechu .L ) dan Aplikasina untuk industri. Skripsi. Sekolah pasca sarjana. Institut pertanian Bogor . Bogor.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Pembuatan Serbuk Biji Pinang"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!