loading...

Laporan Praktikum | Pembuatan Gula Merah dari Bahan Nira Tebu

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN
PEMBUATAN GULA MERAH DARI BAHAN NIRA TEBU









Disusun Oleh :
Umi Fajaryati










TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017







BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Gula merah adalah salah satu produ olahan dari kelapa. Gula merah dengan mutu baik berwarna kuning sampai kecoklatan, memiliki kandungan sukrosa minimum 77%, gula reduksi maksimal 10 %, kadar air maksimal 10%, kadar abu maksimal 2% serta padatan tidak larut air maksimal 1 %. Selama ini kebanyaan penyimpanan gula merah mudah mengalami kerusakan. Hal tersebut karena sifat higroskopis yang dimiliki oleh gula merah, yaitu mudah menyerap air dari lingkungan (Santoso,1997).
Pengolahan gula merah menjadi gula semut adalah salah satu usaha untuk menaikkan kembali nilai jual ataumenghindari kerugian yang cukup besar. Selain menghindari kerugian dari penurunan nilai jual, gula semut juga memiliki prospek ke depannya. Gula semut memiliki daya simpan yang lebih lama dari gula merah. Selai itu juga gula semut memiliki kelebihan dalam pendistribusian serta lebih mudah dalam penggunaannya(Mustaufik dan Hidayah, 2007).

1.2  Tujuan
Untuk mengetahui prinsip dalam pembuatan gula semut dengan bahan baku dari nira tebu dan untuk mengetahui suhu optimum pemanasan pada nira tebu.





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Tanaman Tebu
Tanman tebu ( Saccharum spp.hibrid ) merupakan tanaman rerumputan yang kompleks secra genetik karena daerah asal multi spesiesnya yang menghasilkan kromosom mosaik (umunya 2n = 100-130). Disebabkan tingginya tingkat genom yang kompleks, maka perkembangan dalam pemecahan genetik tebu dirasakan lambat. Marka morologi sering digunakan dalam analisa keragaamn genetik, tetapi belakangan ini lebih banyak menggunakan teknik penanda molekuler dan telah berkembang menjadi suatu sarana yang sangat penting untuk menganalisa genotipe tebu terhadap eksploitasinya secara komersil dan seleksi khusus berbagai tetua secara genetis untuk keperluan kemuliaan. (Anonim, 2010).

2.2 Gula Semut
Gula semut adalah gula merah yang berbentuk serbuk atau teoung yang dikenal dengan nama palm sugar. Bahan dasar untuk membuat gla semut adalah nira dari pohon kelapa, aren atau tebu. Gula semut memiliki beberapa kelebihan dari gula merah yang sudah lebih dulu dikenal masyarakat. Kelebihan gula semut antara lain lebih mudah larut, daya simpan lebih lama karena kadar air kurang dari 3% berbentuk lebih menarik, pengemasan dan penghitungan lebih mudah, rasa dan aroma lebih khas. Srta harga yang lebih tinggi dari pada gula kelapa cetak biasa. Pemanfaatan gula semut sama dengan gula psir (tebu) yakni dapat digunakan sebagai bumbu masak, pemanis minuman (sirup, susu, soft drink) dan untuk keperluan pemanis untuk industri makanan seperti adonan roti, kue, kolak, dan lain-lain (Arayati,2005).




BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
 Praktikum  ini dilaksankan pada hari selasa mei 2017. Pada pukul 13.00-15.00 WIB di laboratorium Analisis pengolahan Fakultas Teknologi Pertanian universitas Jambi
3.2 Alat Dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktium yaitu saringan, termometer, gelas kimia, spatula kaca, dan wajan. Sedangkan bahan yang digunakan yaitu nira tebu sebanyak ± 500 ml.
3.3 Prosedur Kerja
Disispkan alat dan bahan yang akan digunakan dalam praktikum. Disaring nira tebu sebanyak 100 ml tiap perlakuan lalu dipanaskan dengan suhu 1000c yang diukur dengan thermometer. Pemanasan hingga pekat, panaskan dengan api kecil disuhu 600C hingga kelewat karstalisasi sambil diaduk agar tidak gosong. Matikan kompor dan aduk dengan lebih cepat setelah itu jadilah gula merah nira tebu.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1  Hasil
1.2  Pembahasan
Gula merah merupakan gula yang berasal dari proses pengolahan nira baik nira yang berasal dari tanaman kelapa oven, lontar maupun tebu yang berbentuk padat dan berwarna coklat kemerahan sampai coklat tua (Dahlan, 1984).
Dalam praktikum ini, prinsip pembuatan gula merah dari nira adalah proses penguapan, nira dengan cara pemanasan sampai nira mencapai kekentalan tertentu kemudian mencetaknya menjadi bentuk yang diinginkan.
Untuk tahap awal pembuatan gula merah adalah proses penggilingan. Batang tebu untu mengekstrak nira semaksimal mungkin. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin giling yang digerakkan oleh disel (Baharudin, 2007).
Nira yang telah diekstrak kemudian disaring dengan menggunaan kain penyaring untuk memisahkan kotoran-kotoran seperti potongan ranting, daun kering, dan serangga. Agar diperoleh gula merah yang baik, kering berwarna kekuningan keras dan padat (tidak lembek). Sebaiknya ph nira sebelum diolah berkisar antara 5,5-5,6 diluar kisaran itiu gula sukar mengkristal.
Proses pemanasan dihentikan saat cairan cukup kental (bisa diambil dengan sendok dan diteteskan membentuk benang). Kecukupan pemanasan sangat mempengaruhi mutu gula merah yang dihasilkan. Apabila waktu pemanasan terlalu cepat maka gula merah yang dihasilkan akan lembe dan mudah meleleh.



BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa gula merah dapat dibuat dari berbagai macam nira. Prinsip pembuatan gula merah dan nira adalah proses penguapan yaitu pemanasan sampai mencapai kekentalan tertentu lalu siap untuk di ceta. Suhu opimal untuk pemanasan nira adalah 100-1290C terlalu tinggi menyebabkan keramelisasi.
5.2 Saran
Pada praktikum selanjutnya akan lebih baik lagi apabila kita semua mengerti betul prinsip pembuatannya dan buku panduannya harus dibaca terlebih dahulu.






DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. Komoditas perkebunan  unggulan ( Komoditas kelapa ). Dinas perkebunan provinsi Lampung.
Aryati. A. 2005. Pengaruh cara pelapisan dan lama simpan terhadap kadar air, tekstur dan penampakan gula kelapa, skripsi. Universitas Lampung.
Baharudin. 2007. Pemanfaatan nira aren (aranoapinata mars) sebagai bahan pembuatan gula putih kristal. Jumal Perennial. Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin.
Dachlan. M.A. 1984. Proses pembuatan gula merah . balai besar industri hasil pertanian Bogor.
Mustaufik dan Hidayah, 2007. Pemulihan tebu. USU Rospositery. Universitas Sumatra Utara, Medan.
Santoso, 1993. Pengolahan tabel (sacharum of ficinarum) mediadi gula. Yayasan pembina fakultas teknologi pertanian Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Pembuatan Gula Merah dari Bahan Nira Tebu"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!