loading...

Laporan Praktikum : Organisme dan Lingkungan

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
ORGANISME DAN LINGKUNGAN









Disusun Oleh :
Kelompok 2




PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2017




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh diatas tanah maupun didalam tautan dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia.
Lingkungan terdiri dari kkomponen abiotik dan komponen bioti. Komponen abiotik adalah segala yang tidak bernyawa seperti tanah, udara, air, iklim, kelembaban, cahaya, bunyi. Sedangkan komponen biotik adalah segala sesuatu yang bernyawa seperti hewan , manusia, mikroorganisme. Antara abiotik dan biotik terjadi ineraksi satu sama lain, baik itu abiotik-abiotik, biotik-biotik, biotik-abiotik. Interaksi antar makhluk hidup yang terjadi dalam suatu ekosistem sangat beragam. Salah satunya interaksi makan dan dimakan antar makhluk hidup yang di sebut dengan rantai makanan. Pada rantai makanan terjadi siklus atau aliran energi dari trotik satu ke yang lain.
Makhluk hidup dimuka bumi tidak dapat hidup tanpa adanya bantuan dari makhluk idup lainnya. Hal ini menunjukkan adanya sifat saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lainnya. Makhluk hidup punya tingkat organisasi dan tingkat sederhana sampai ketingkat organisasi kompleks.
Habitata adalah tempat hidup suatu organisme penyamaran diri sangat perlu dilakukan pada suatu organisme dalam lingkungan. Kemampuan adaptasi mempunyai nilai untuk kelangsungan hidup suatu organisme. Dari dalam ekosistem, organisme memiliki peranan masing-masing. Sesuai dengan perannya organisme melakukan siklus energi dari trofik sati ke trofik lainnya. Kemampuan lingkungan mempunyai batas sehingga apabila keadaan lingkungan berubah maka daya dukung lingkungan juga berubah. Keadaan lingkungan yang mempengaruhi suatu habitat terutama adalah perubahan suhu udara, kelembaban, intensitas cahaya, air, tanah, dan makanan.
1.2  Tujuan
1.      Mampu mengetahui komponen penusun lingkungan
2.      Menjelaskan interaksi yang terjadi pada suatu ekosistem



BAB II
METODE KERJA

2.1  Alat Dan Bahan
1.      Termometer
2.      PH meter
3.      Tali plastik
4.      Jaring
5.      Mistar
6.      Meteran
7.      Kayu patok 30-50 cm

2.2  Prosedur Kerja
1.      Plot dibua ukuran 3x3 meter
2.      Ph, suhu, dan kelembapan udara pada lokasi pengamatan diukur
3.      Jenis dan jumlah spesies yang ada dilpkasi diamati.
4.   Jenis interaksi yang terjadi antara hewan-tumbuhan, hewan-hewan, dan tumbuhan-tumbuhan diamati.



BAB III
HASIL DAN PENGAMATAN

3.1       Hasil
Tabel Pengamatan Lingkungan
NO
PENGAMATAN
HASIL
1.
2.
3.
4.
5.
Kelembapan tanah
PH tanah
Suhu tanah
Suhu udara
Kelembapan udara
Garis atas (kering)
Garis bawah (basah)
50%
6,4
280C
280C
92-85%
27
25,2
-
1,5


Tabel Pengamatan Hewan
NO.
SPESIES
JUMLAH
PERAN
1.
2.
3.
4.
5.
Semut hitam besar
Belalang
Semut hitam kecil
Lalat
kumbang
1
1
~
1
1
Detrivos
Konsumen
Konsumen
Konsemen
Konsumen



Tabel Pengamatan Pertumbuhan
NO.
SPESIES
JUMLAH
PERAN
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Aspek I
Aspek II
Aspek III
Aspek IV (jamur)
Aspek V (jamur)
Aspek VI
Aspek VII
7
2
12
1
1
1
1
Produsen
Produsen
Produsen
Produsen
Produsen
Produsen
Produsem


3.2         Pembahasan
Dalam praktikum biologi ini, diamati organisme-organisme dan hubungannya dengan lingkungannya. Suatu organisme hidup pada dasarnya adalah materifisika kimiawi yang menunjukkan kompleksitas berderajat tinggi, mampu melakukan regulasi seniri, memiliki metabolisme dan memperbanyak diri dirinya selama hidupmya. Organisme hidup memiliki mekanisme regulasi bawahan dan berinteraksi dengan lingkungan untu mempertahankan integritas struktural dan fungsional (Fried, 2005:185).
 Agar dapat mempertahankan kelangsungan hidup dan kelestarian hidupnya setiap organisme dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat tinggalnya. Organisme yang mampu beradaptasi dengan lingkungannya akan hidup dan yang tidak mampu akan mati dan menyebabkan kepunahan dari jenisnya.
Suatu organisme berkembangbiak untuk melestarikan keturunanya, oleh karena itu, organisme tersebut akan melakukan segala cara agar tidak punah. Dari setiap individu akan menghasilan anakan yang baru dan memiliki ciri yang tidak jauh berbeda dengan indukannnya. Dari ciri tersebut, akan menghasilkan suatu paduan yangmenarik dan unik, yaitu macam-macam sifat yang beda dari sebelumnya dan akan menghasilkan sifat yang beda lagi saat berkembangbiak (Ikhwan, 2006:14)_
Lingkungan meliputi komponen biotik (faktor-faktor kimiawi dan fisik tak hidup) seperti suhu, cahaya, air, dan manusia. Yang juga penting pengaruhnya pada organisme adalah komponen biotik (hidup) seperti semua organisme lain yang merupakan bagian dari lingkungan suatu individu. Organisme lain dapat berkompetisis dengan suatu indiviau untuk mendapatkan makanan dan sumber daya lainnya, memangsanya, atau mengubah lingkungan fisik dan kimiawi (Champbell, etal., 2004:271).
Kehiduoan sebetulnya adalah proses pertukaran energi antara organisme dan lingkungan. Melalui tumbuhan hijau, energi matahari diikat dan diubah menjadi energi kimia dalam bentuk senyawa gula. Sifat dan susunan tumbuhan sangat berpengaruh oleh keadaan lingkungan tertentu disebut adaptasi (Anihori, 2008:27).
Dalam lingkungan, terjadi interaksi antara komponen-komponennya, yaitu antara komponen biotik dan abiotik, sehingga terjadi yang namanya kelangsungan hidup bagi komponen biotik. Peristiwa ini disebut dengan ekosistem, yakni hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungannya yang membentuk suatu tatanan kesatuan secara utuh menyeluruh antara segenap unsur lingkungan yang saling mempengaruhi (Ribetu, 2002:128)
Kajian ilmiah mengenai interaksi antara organisme dengan lingkungannya disebut ekologi (dari bahasa Yunani, Oikos yang artinya rumah, dan logos yang artinya mempelajari). Definisi yang sederhana ini menyembunyikan bidang biologi yang sangat kompleks dan menarik yang juga mempunyai tingkat keutamaan dalam praktek yang semakin meningkat (Champbell, et al., 2004:270).
Pada praktikum ini,  praktikan mengamati komponen penyusun lingkungan dan interaksinya dalam sebuah plot dalam ukuran 2x2 m3 . komponen penyusun lingkungannya adalah biotik dan abiotik. Komponen biotik yang diamati adalah tentang hewan dan tumbuhan yang ada didalam plot, sedangkan komponen abiotiknya adalah tanah dan udara, meliputi kelembapan, ph dan suhu.
Seperti yang telah disebutkan bahwa komponen biotik yang diamati adalah hewa dan tumbuhan. Tumbuhan yang terdapat dalam plot terdiri dari beberapa jens. Pada praktikan ini, tumbuhan diberi simbol aspek. Pada plot, ada 7 aspek atau 7 jenis tumbuhan, dimanan dua diantaranya adalah jamur. Yang pertama adalah jamur berwarna putih dan yangkedua adalah jamur berwarna merah. Tumbuhan disini berperan sebagai produsen layaknya, karena semua aspek ada;ah tumbuhan hijau, tidak ada tumbuhan yang karnivora. Selain jamur, ada pula lumut dalam plot, dimana lumut bertempel pada akar pohon besar yang timbuh di atas tanah. Selain tumbuhan, hewan pun diamati dalam perobaan ini. Hewan yang terdapat dalam plot adalah yang perannya sesbagai konsumen tingkat 1 dan detrivor. Adapun hewan yang termasuk konsumen adalah belalang, semut hitam kecil, lalat, dan kumbang. Disebut konsumen tingkat 1 karena mereka hanya mendapatkan nutrisi dan energi dari produsen. Adapun yang termasuk detrivor adalah semut hitam besar, dimana ia akan menguraikan hewan-hewan yang telah mati.
Komponen abiotik yang diamati, yang pertama yakni kelembapan tanah dan ph tanah diamati dengan menggunakan alat yang disebut soil tester. Penggunaannya dilakukan dengan menancapkan soil tester pada tanah. Pengamatan pertama adalah kelembapan tanah, lalu setelah menekan tombol putih diamati ph tanah. Nilai dari kelembapan yang diamati adalah 50%, sedangkan ph tanah adalah 6,4%. Lalu suhu tanah diamati dengan alat termometer suhu tanah, yaitu 280 C. Ini merupakan suhu yang rendah. Ini sesuai dengan yang diaktakan. Ardhana (2012:18).        
Bahwa kelembapan berbanding terbalik degan suhu. Semakin tinggi kelembapan maka suhu akan semakin kecil. Lalu, ph tanah adalah asam. Selain tanah diamati pula udara. Krelembapan udara diamati dengan Psychometer putar, sehingga diperoleh nilai selisih antara kering dan basah adalah 1,5 dan batas keringnya benilai 27. Apabila dilihat pada tabel kelembapan relatif, maka diperoleh kelembapan udara adalah 92-85%. Kelembapan udara yang tinggi. Hal ini dapat dipengaruhi oleh kurangnya pencahayaan dalam plot, karena banyaknya pohon besar. Lalu suhu udara yang diuur dengan termometer. Diperoleh nilai dari suhu udara yakni 280C, sama dengan susu tanah.
Dalam ekosistem plot, terdapat interaksi antara abiotik dengan abiotik, yaitu antara kelembapan dan suhu. Seberti yang telah disebutkan bahwa kelembapan berbanding terbalik dengan suhu. Faktor intensitascahaya dapat pula menjadi pengaruh dalam kelembapan tanah, karena kurangnya cahaya matahari dpat menyebaban penguapan air yang keil atau yang sedikit. Sehingga masih banyak terdapat dalam tanah.
Selain interaksi abioik-abiotik, terdapat pula interaksi abiotik-biotik, yakni antara tmbuhan lumut dengan kelembapan. Lumut selalu identik degan tempat yang lembab. Sehingga dalam plot terdapat lumut yang tumbuh diakar pohon. Terdapat pula jamur dan tumbuhan hijau lainnya karena banyaknya unsur hara dan air dalam tanah yang lembab.
Interaksi antara biotik dengan biotik terjadi antara sesama makhluk hidup dalam plot, yakni proses makan dan dimakan, yang disebut dengan rantai makanan. Menurut Champbell (2004:389), rantai makanan adalah jalur dari sepasang perpindahan makanan dari tingkat trofik satu ke trofik yang lain. Didalam ekosistem terjadi keterkaitan antara rantai makanan satu dengan lainnya membentuk jaring-jaring makanan. Tumbuhan berperan sebagai produsen karena merupakan penghasil energi dalam ekosistem. Lalu ada konsumen satu yang merupakan herbivora. Namun, dalam plot, hanya terdapat konsumen 1 ; atau hanya terdpat herbivora . dan terdapat 1 detrivor. Peran peran tersebutlah yang disebut dengan trofik. Masing-masing trofik menyusun diri membentuk tingkatan dimulai dari produsen pada lampiran terbawah hingga konsumen akhir berda di puncak. Semakin keatas komponen biomassa dan energi akan semakin kecil sebab selama proses perpindahan energi terjadi penyusutan jumlah energi pada setiap tingkat trofik, sehingga terbentuklah tingkatan atau lapisan yang terbentuk piramida, dan disebut piramida makanan.


BAB IV
PENUTUP
4.2  Kesimpulan
     Komponen suatu lingkungan terdiri dari komponen biotik dan abiotik. Komponen biotik meripakan kmponen yang bernyawa seperti hewan, tumbuhan, dan mokroorganisme. Komponen abiotik adalah komponen yang tidak bernyawa. Antara biotik dan abiotik terjadi interasi, seperti abioti-abiotik, biotik-abiotik, dan abiotik-biotik.
4.2 Saran
Diharapkan praktikan memperhatikan pengarahan yang diberikan.

DAFTAR PUSTAKA

Anshori, Nashruddin. 2008. Kearifan lingungan dalam perspektif budaya jawa. Jakarta: Yayasan obor indonesia
Ardhana, I.P.G. 2012. Ekologi Tumbuhan. Bali: Udayana Universit Press
Champbell, N.A., J.B. Reece, dan L.G. Mitchell. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid 3.  Jakarta:Erlangga.
Ikhwan. 2006. Lingkungan Dan Makhluk Hidup. Yogyakarta:Tiga Putra.
Riberu, P. 2002. “pembelajaran ekologi.” Jurnal Pendidikan Rendaur. Vol(1):128.



LAMPIRAN

Kelembapan udara :  Garis     atas 27 (kering)
                                      Garis bawah 25,5 (basah) _
                                                            1,5
Kelembapan tanah                  : 50%
PH tanah                                 : 6,4
Suhu udara                              :28 0 C
Suhu tanah                              :28 0 C

Kelompok VI
·         Asma Sinurat        F1F117007
·         Riska Sela Noviana           F1F117014
·         Yulin Rosa Rishliani         F1F117022
·         Nora Tri Putri                    F1F11031
·         Nabila Ayumi Puti                        F1F117039
·         Kris Enjelika Tomba         F1F117042
·         Kris Fin Simamora                        F1F117047

Tabel hasil pengamatan tumbuhan
NO.
SPESIES
PERAN
JUMLAH
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
I
II
III
IV (jamur)
V(jamur)
VI
VII
Produsen
Produsen
Produsen
Produsen
Produsen
Produsen
produsen
7
2
12
1
1
1
1

Tabel hasil pengamatan hewan
NO.
SPESIES
PERAN
JUMLAH
1.
2.
3.
4.
5.
Semut hitam besar
Belalang
Semut hitam
Lalat
kumbang
Detrivora
Konsumen
Komsumen
Konsumen
konsumen
1
1
~ (tak higga)
1
1




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Organisme dan Lingkungan"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!