loading...

Laporan Praktikum : Keanekaragaman Klasifikasi Hewan

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
KEANEKARAGAMAN KLASIFIKASI HEWAN



  

         Disusun oleh :







PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNUVERSITAS JAMBI
2017






BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Klasifikasi mahluk hidup adalah mengelompokkan mahluk hidup menjadi golongan -golongan atau unsur-unsur tertentu berdasarkan persamaan dan perbedaan cirinya. Tujuan klasifikasi mahluk hidup adalah untuk mempermudah dalam mengenal, mempelajari, dan mengetahui hubungan antara mahluk hidup.
Proses klasifikasi makhluk hidup di tandai dengan mengelompokkan beberapa individu yangmmemiliki persamman ciri kedalam suatu kelompok. Kelompok-kelompok yang terbentuk dari hasil pengklasifikasian mahluk hidup disebut takron. Takron pada tingkat yang lebih rendah memiliki persamaan sifat dan ciri yang lebih banyak. Sedanglan taron pada tingkat yang lebih tinggi memiliki persamaan sifat dan ciri lebih sedikit. Ilmu yang mempelajari klasifikasi mahluk hidup adalah takronomi.
Makhluk hidup di permukaan bumi beraneka ragam bentuk, warna, kebiasaan hidup habitat, kelengkapan organ , dan tingkah laku. Makhluk hidup dengan sifat yang sama dikelompokkan kedalam golongan yang sama. Makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan keturunan yang fertil, artinya keturunan yang mampu berkembang biak untuk menghasilkan keturunan baru.
Keanekaragaman makhluk hidup dilingkungan ang berbeda, akan berbeda pula. Misalnya daerah yang subur memiliki keanekaragaman yang lebih tinggi dibanding dengan yang kurang subur. Untuk memudahkan mempelajari makhluk hidup perlu dilakukan penggolongan. Identifikasi berdasarkan pada persamaan atau reaksi, perbedaan ciri bentu luar, susunan tubuh, faal tubuh.


1.2  Tujuan
1.      Mengetahui dan memahami ciri pokok hewan invertebrata dan vertebrata.
2.      Mampu mengklasifikasi hewan.











BAB II
METODE KERJA
2.1  Alat Dan Bahan
2.1.1        Alat
1.      Bak bedah
2.      Cawan petri
3.      Pinset
2.1.2        Bahan
1.      Cacing tanah
2.      Bekicot
3.      Ikan
4.      Kodok/katak
5.      Cicak/kadal
6.      Ayam/burung
7.      Mencit
8.      Cumi-cumi
9.      Udang
10.  Kerang

2.2  Prosedur Kerja
1.      Ciri morfologis semua objek pengamatan diamati.
2.      Morfologiya digambar dan diberi kerangka.
3.      Dibuat klasifikasi pada masing-masing obje yang diamati.



BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1  Hasil
3.2  Pembahasan
Keanekaragaman hayati adalah keseluruhan variasi organisme, baik bentuk, penampilan, jumlah, maupun sifat yang dapat ditentukan pada tingkat gen, tingkat spesies, dan tingkat ekosistem. Setiap makhluk hidup memiliki ciri dan tempat hidup yang berbeda. Untuk lebih mudah dalam mempelajari makhluk hidup, maka dilakukan pengelompokan atau klasifkasi makhluk hidup sesuai dengan kesamaan dalam bentuk morfologi, fisiologi, dan anatomi. Hal ini sesuai dengan tujuan dari klasifiasi yakni untuk mempermudah dalam mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhlu hidup. Klasifikasi mahluk hidup didasarkan pada persamaan dan perbedaan ciri yang dimiliki makhluk hidup. Makhluk yang memiliki ri yang sama dikelompokkan dalam satu golongan (Tjitrasam, 1983:32)
Pada percobaan ini dilakukan pengelompokkan untuk beberapa hewan . hewan yang menjadi obje adalah ikan nila, mencit, bekicot, dan lain sebagainya. Diamati bentu morfologinya. Makhluk hidup disebut hewan karena memiliki ciri, memiliki alat gerak, sehingga objek diatas dikelompokkan dalam satu kingdom, yakni animalia (Salam,1994:17).
Pada kingdom animalia terdapat pengelompokkan hewan vetebrata dan aetebrata. Vetebrata merupakan hewan yang bertulang belakang atau memliki unsur yang lebih tinggii dibanding inver. Pada perobaan ini dari percobaan yang diamati hewan punya titik, hanya belakang   tulang belakang (Santi,2011:2).
Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokkan yang didasarkan pada ciri tertentu. Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan hewan dan tumbuhan yang punya persamaan struktur, kemudian setiap kelompok tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok yang punya persamaan dalam kategori lain (kurniawan, et al.  ,2015:121).
Semua hewan yang diamati dalam percobaan kali ini termasuk dalam kingdom animalia. Karena masing-masing hewan dapa bergerak dengan menggunaan alat geraknya masing-masing itu ciri yang dapat diamati secara umum.
Dalam tingkatan filum, terdiri atas organisme-organisme yang punya satu atau dua persamaan ciri. Nama filum tidak punya akhiran yang khas. Aplysima fulua adalah termasuk dalam filum porifera. Karena memiliki tubuh berpori-pori. Dalam tubuhnya ada ostilum dan oscusum, yang membantu penyerapan oksigen dari air. Ostium untuk tempat pertukaran dan oscusum tempat air keluar.
Contoh dari filum coelenterata adalah fungia sp. Digolongkan colenterata dikarenakan adanya rongga dengan bentuk tubuh. Selai rongga, fungia sp juga punya pori, dan hidupnya menetap didasar laut dengan satu fase yaitu ppolip fungia sp. Digongkan dalam kelas Antozoa, karena bentuknya yang menyerupai bunga. Bagian -bagian tubuhnya adalah pori, stodium, dan dinding colenterata. Stodium adalah inti.
Contoh dari filum Echinodermata adalah ophiothrix fagilis atau binatang ular laut. Digolongkan echinodermata karena memiliki endoskeleton dan osikel berkaus atau susunan permukaan tubuhnya berduri. Termasuk dalam kelas Ophiothrixkarena adanya bentuk dalam tubuhnya seperti bintang dan sisa makanan yang dikeluarkan dari mulut. Bintang ular laut memiliki lima lengan yang dapat digerakkan seprti ular . dengan lengannya menempel pada cakram pusat. Mulutnya ada di permukaan oral dan tidak punya anus. Ia juga mempunyai madre porit, yang gunanya untuk menjadi saluran masuknya air kedalam pembuluhnya.
Lalu, ada kurang darah atau Anadara grandis. Termasuk dalam filum malusca, karena mempunyai tubuh yang lunak diluar cangkangnya. Termasuk dalam kelas bivalvia karena cangkang yang melindunginya ada dua atau sepasang. Kerang darah terdapat dipantai laut berlumpur pasir. Bernafas dengan dua insang dan mantel. Dalam cangkangnya ada umbo (bagian cangkang paling tua, tebal, menonjol, letaknya di persendian) dan ada garis pertumbuhan yaitu garis melingkar dicangkang yang menunjukkan pertumbuhannya. Kerang punya kaki, dengan bentuk kapak pipih yang dapat dijulurkan keluar untuk merayap dan gali tanah.
Cumi-cumi dan bekicot juga merupakan dalam filum molusca, hanya saj kelasnya sudah berbeda. Cumi-cumi termasuk dalam kelas Cephalopoda, karena kepalanya dikelilingi tentakel. Cumi-cumi punya kepala yang besar, dan punya 10 tentakel (2 panjang, untuk menangkap mangsa, dan 8 pendek untu berenang), daranya bergerak adalah dengan menyemprotkan air dari rongga mantel. Dalam tentakelnya juga ada penghisap dan adanya kantung tinta untuk perlindungan diri. Sedangkan bekicot termasuk dalam kelas Gastropoda karena punya satu cangkang. Cangkangnya bentuknya kerucut melingkar seperti konde, yang arah putarannya umumnya kekanan. Ia hidup ditempat yang lembab. Dan aktif dimalam hari. Ia punya sepasang antena dengan mata pada kedua ujungnya. Ia juga punya sepasang tentakel. Antenanya merupakan fotoreseptor dan tentakelnya kemoreseptor.
Udang termasuk dalam filum Arthopoda, karena adanya ruas dalam kakinya. Termasuk dalam kelas Crustacea karena tubuhnya terdiri dari cephalothorax dan abdomen dan memiliki dua pasang antena. Dalam tubuhnya ada antenula (sungut kecil), antena (sungut besar), rostrum (bagian runcing dikepala untuk perlindungan diri), periopod (kaki jalam) dan pleopod (kaki renang), uropod dan telsom (alat penentu arah gerak).
Cacing tanah termasuk dalam filum annelida karena tubuhnya beruas-ruas. Termasuk dalam kelas Critellata karena punya sedikit rambut persegmen. Tubuhnya berwarna coklat, panjang, dan ada lendir disekitar tubuh untuk memudahkannya bergerak. Tidak punya mata, tapi penciumannya baik. Ada klitelium untuk reproduksi.
Yang termasuk dalam filum Chordata adalah burung merpati, mencit, ikan, dan cicak, katak termasuk dalam filum Chordata karena adanya tulang belakang. Burung merpati termasuk dalam kelas aves, karena adanya sayap, bulu, dan paruh ditubuhnya. Matanya berwarna kemerah-merahan dengan mata bulat. Badannya memiliki panjang 10-15 cm dengan diameter 5-8 cm. Eornya panjang dan saat terbang seperti kipas. Kata termasuk dalam kelas amphibi karena hidup di dua alam. Kaki belakang katak lebih besar dibanding kaki depannya. Sedangkan ikan termasuk dalam kelas Actinopterygii karena sisiknya berpasangan dan umumnya tilanoid. Siripnya ada dipunggung, badan, dan perut. Tubuhnya bulat, dan pipih. Sedangkan cicak termasuk dalam kelas reptil karena melata dan tubuhnya ditutupi sisik. Biasanya aktif dimalam hari dan dapat dijumpai di dinding. Warna tubuhnya keabu-abuan putih dengan 4 kaki dan sisi perutnya berwarna putih kekuningan, eornya memipih lebar dengan ujung runcing. Sedangkan mencit termasuk dalam kelas mamalia karena adanya kelenjar susu. Badannya ditumbuhi oleh rambut bukan bulu.


BAB IV
PENUTUP

4.1   Kesimpulan
1.  Vertebrata adalah hewan yang bertulang belakang dan memiliki struktur yang lebih sepurna dibanding invertebrata, invertebrata adalah hewan yang tidak memiliki tulang belakang.
2. Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompoan makhluk hidup didasarkan pada kesamaan ciri dan sifat.
4.2    Saran
Diharapkan praktikum lebih teliti dan hati-hati.







DAFTAR PUSTAKA

Kurniawan, D.,    aristoteles, dan A.Amirudin.2015. “pengembangan aplikasi sistem pembelajaran klasifikasi dan tatanama ilmiah pada kingdom plantae berbasis android.” Jumal komputasi.Vol 3 (2):121.
Salam,A. 1994. Keanekaragaman genetik.Yogyakarta:Andi
Santi,T.K.2011. “penggunaan model pembelajaran snowball thowring dalam mata kuliah sitematika hewan vertebrata mahasiswa  biologi.” Jumal ilmiah progresif. Vol 8 (22):22.
Tjitrasam 1983. Botani umum I. Bandung:Angkasa.


  

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Keanekaragaman Klasifikasi Hewan"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!