loading...

Laporan Praktikum | Indeks Glikemik

LAPORAN PRATIKUM
EVALUASI BIOLOGIS KOMPONEN PANGAN DAN HASIL PERTANIAN

INDEKS GLIKEMIK










Disusun Oleh :
Muhammad Wasil
J1A114013





TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN 
UNIVERSITAS JAMBI 
2016




BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
        Setiap bahan pangan memiliki zat gizi dan karekteristik yang berbeda-beda berdasarkan jenis dan kuantitasnya. Karbohidrat merupakan salah satu zat gizi yang sering ditemukan dalam bahan pangan yang memiliki kandungan energi. Energi sangat diperlukan bagi tubuh manusia dalam melakukan berbagai aktivitas. Energi erat kaitannya dengan kadar glukosa darah dalam tubuh seseorang . jika kadar glukosa darah seseorang diatas kategori normal maka potensi timbulnya beberapa penyakit dgenetif seperti penyakit diabetes militus yang sangat peka terhadap respon asupan glukosa makanan.
       Indeks gilkemik adalah angka yang menunjukkan potensi terhadap peningkatan glukosa darah dari karbohidrat yang tersedia pada suatu pangan atau secara sederhana dapat dikatakan sebagai tingkatan atau memiliki 10 yang berbeda apabila diolah atau dimasak dengan cara yang berbeda ( wolever,2006).
       Indeks glikemik juga dapat didefinisikan sebagai rasio antara luas kurva respon glukosa makanan yang mengandung karbohidrat total setara dengan 50 gram gula terhadap luas kurva respon glukosa setelah makan 50 gram glukosa, pada hari yang berbeda dan pada orang yang sama. Kedua tes tersebut dilakukan pada pagi hari setelah puasa 10 jam dan penentuan kadar gula ditentukan selama dua jam. Dalam hal ini, glukosa atau roti tawar sebagai standar (nilai 100) dan nilai makanan yang diuji merupakan persen terhadap standar tersebut (Truswell1992). 
     Oleh karena itu uji indeks glukemik pada bahan perlu dilakukan guna memperoleh informasi bahan makanan yang sesuai pada kondisi tubuh seseorang untuk memaksimalkan derajat tingkat kesehatan individu.

1.2 Tujuan
Untuk mengukur indeks glikemik dari beberapa jenis bahan pangan yang akan diujikan.






BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Indeks Glikemik
      Indeks glikemik merupakan tingkatan pangan menurut efeknya (immediate effect) terhadap kadar gula darah. Pangan yang menaikkan gula darah dengan cepat, memiliki indek glikemik tinggi, sebaliknya yang dapat menaikkan gula darah lambat, memiliki indeks glikemik rendah. Indeks glikemik glukosa murni sebagai pembandingnya (IG glukosa murni adalah 100). (Rimbawan dan Siagian 2004)
       Indeks glikemik juga dapat didefinisikan sebagai rasio antara luas kurva respon glukosa makanan yang mengandung karbohidrat total setara dengan 50 gram gula terhadap luas kurva respon glukosa setelah makan 50 gram glukosa, pada hari yang berbeda dan pada orang yang sama. Kedua tes tersebut dilakukan pada pagi hari setelah puasa 10 jam dan penentuan kadar gula ditentukan selama dua jam. Dalam hal ini, glukosa atau roti tawar sebagai standar (nilai 100) dan nilai makanan yang diuji merupakan persen terhadap standar tersebut (Truswell 1992). 
       Indeks glikemik pangan adalah tingkat panagn menurut efeknya terhadap kadar glukosa darh pangan yang menaikkan gula darah dengan cepat, memiliki indeks glikenik tinggi sebaliknya pangan yang menaikkan gula darah dengan lambat memiliki indeks glikemik rendah. Indeks glikemik pangan mengunakan indeks glikemik glukosa murni sebagai pembandingannya ( rimbawan dan siagian 2005)
Konsep indeks glikemik menjelaskan bahwa tidak setiap karbonhidrat bekerja dengan cara yang sama. Pangan 16 rendah akan dicerna dan diubah menjadi menjadi glukosa secara bertahap dan perlahan _ lahan , sehingga puncak kadar gula darah cepat meningkat namun dalam waktu tertentu akan kembali menurun. Indeks glikemik bahan makanan berbeda beda tergantung pada fisiologi, bukan pada kandungan bahan makanan( wildowati , 2010).

Indeks glikemik suatu makanan tidak selalu sama nilainya. Beberapa faktor yang mempengaruhi nilai indeks glikemik yaitu:
  • Cara mengolah atau mempersiapkan makanan: beberapa komponen dalam makanan seperti lemak, serat, dan asam (yang terdapat pada lemon atau cuka) secara umum bersifat menurunkan kadar indeks glikemik. Semakin lama Anda memasak makanan berpati, seperti pasta misalnya, maka indeks glikemiknya akan semakin tinggi.
  • Tingkat kematangan: pada buah-buahan terutama, tingkat kematangan akan sangat mempengaruhi nilai indeks glikemik. Sebagai contoh, semakin matang buah pisang maka nilai indeks glikemiknya akan semakin tinggi.
  • Makanan lain yang Anda makan: nilai indeks glikemik ditentukan berdasarkan masing-masing jenis makanan. Tetapi pada kenyataannya, kita cenderung lebih sering mengonsumsi beberapa jenis makanan sekaligus. Ini dapat mempengaruhi bagaimana tubuh mencerna karbohidrat. Jika Anda mengonsumsi makanan yang memiliki nilai indeks glikemik tinggi, disarankan untuk mencampurnya dengan makanan dengan nilai indeks glikemik rendah.
  • Kondisi tubuh: usia, aktivitas fisik, dan seberapa cepat tubuh Anda mencerna makanan turut mempengaruhi bagaimana tubuh Anda mencerna dan bereaksi terhadap karbohidrat.



2.1 Metode Perhitungan Indeks Glikemik
        Perhitungan indeks glikemik dilakukan dengan menggunakan pangan acuan dan pangan standar, dimana membandingkan luasan kurva kadar gula darah terhadap waktu sampel dengan standar yaitu glukosa. Glukosa digunakan sebagai standar karena glukosa merupakan karbonhidrat yang diserap oleh tubuh jumlah glukosa yang dikonsumsi yaitu 50 gram. Terlebih dahulu panelis dipuasakan sebelum diambil darahnya bertujuan untuk membiarkan kadar gula darah normal kembali sehingga pada saat menganalisis tidak ada pengaruh dari karbihidrat lainya ( marsono,2002).
        Model perhitungan 1 G yang digunakan pada pratikum ini terdiri atas tiga masam yaitu metode trapezoid. Luas bangunan dan polynomial. Masing – masing metode tersebut memiliki cara perhitungan yang berbeda . pada metode trapezoid perhitungan yang digunakan adalah dengan menjumlahkan luas bangunan trapezium yang dapat dibentuk oleh grafik, sedangkan pada metode luas bangun dengan cara menghitung penjumlahan luas daerah diatas garis pada titik terendah . namun pada metode polynomial perhitungan yang digunakan dengan menentukan persamaan garis kemudian dilakukan integral dan memasukan nilai dari titik potong sehingga diperoleh luasnya. Setelah diperoleh luas dari uji maka dibandikan dengan luas dibawah kurva dari kontrol yang digunakan adalah glukosa murni 504 ( miller ,1997).
       Perbandingan nilai 1 G dari suatu pangan juga tergantung pada pangan pembandinganya . pangan pembandin tersebut digunakan dengan tujuan untuk mengetahui pendekatan nilai 1G dari suatu pangan. Pangan perbandingan yang digunakan adalah roti tawar, ubi rebus, risol, dan pisang goreng.

Rumus pengukuran 1G









BAB 3
METODOLOGI

3.1. Waktu Dan Tempat
       Pratikum ini dilaksanakan pada tanggal 25 November 2016, pada pukul 07.30 – 09.10 WIB di Laboratorium Pengelolahan, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jambi.

3.2. Alat Dan Bahan
       Alat yang digunakan pada pratikum ini adalah glukometer om touch glucose, finger frik, sedangkan bahan yang digunakan adalah kapas swap, sampel darah, dan pisang goreng.

3.3. Prosedur Kerja
       Prosedur kerja pratikum ini yaitu subjek dipuasakan selama 10 – 12 jam, agar darah subyek dalam kondisi normal, darah subyek diambil menggunakan finger frick lalu ukur kadar glukosa dalam menggunakan glukometer. Sunyek diberi makan yang akan diukur indeks glukemiknya kepada subyek sebanyak 100 gram. Subyek diambil lagi darahnya setelah 15 menit pertama, kedua dan ketiga. Setelah itu diukur indeks glikemiknya lalu ukur kadar glukosa darah menggunakan alat glukometer dan tentukan 1G bahan pangan tersebut.





BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil 

Data Hasil Pratikum Evaluasi Biologis Indeks Glikemik


BAHAN
WAKTU ( menit )
0
15
30
Roti Tawar
82
125
124
Ubi Rebus
86
136
160
Risol
97
120
130
Pisang Goreng
89
92
114

4.2. Pembahasan 
        Dari perhitungan indeks glikemik pada bahan uji yang digunakan yaitu roti tawar, ubi rebus, risol dan pisang goreng , di dapatkan hasil indeks glikemik pada bahan tersebut paling tinggi adalah nilai indeks glikemik pada ubi rebus .
       Indeks glikemik merupakan tingkatan pangan menurut efeknya (immediate effect) terhadap kadar gula darah. Pangan yang menaikkan gula darah dengan cepat, memiliki indek glikemik tinggi, sebaliknya yang dapat menaikkan gula darah lambat, memiliki indeks glikemik rendah. Indeks glikemik glukosa murni sebagai pembandingnya (IG glukosa murni adalah 100). (Rimbawan dan Siagian 2004)
     Pengukuran indeks glikemik menggunakan pangan acuan dan pangan standar . prosedur penentuan 1G pangan dilakukan dengan prosedur baku ( miller 01.01. 1997 ) selama pengukuran 1 G subyek berada dalam keaadaan santai atau aktivitas ringan. Kenaikan kadar gula darah tidak semata ditentukan oleh 1G teteapi juga oleh jumlah karbonhidrat yang dikonsumsi ( bahan glikemik / glikemik load ). Persyaratan bagi pembentukan klaim indeks glikemik pangan ialah: pangan mengandung karbonhidarat tidak termasuk surat panjang subyek penelitian sekurang kurangnya 8-10 orang subyek (direktur standarisasi produk pangan 2012).
      Menurut miller ( 1. 01. 1997 ) masih belum kesepakatan tentang metode terbaik untuk menghitung luas dibawah kurva respons glikosa darah ( AUC) . sejumlah metode yang berbedah telah digunakan untuk menentukan AUC tetapi  FAO / WHO (1998) menyatakan bahwa metode yang sering digunakan melibatkan perhitungan geometri dengan memerapkan aturan trapesium ( trapezoid ) ( FAO / WHO ) ( gibson, 2010 ).







BAB V
PENUTUP


5.1 . Kesimpulan 
        Dari hasil pengamatan dan pembahasan dapat di simpulkan bahwa roti tawar termasuk kedalam 1G yang sedang sehingga kadar gula darh sampel alami peningkatan karena ubi rebus termasuk kedalam golongan 1 G tertinggi. Sebab ubi rebus menggunakan air sehingga menyebabkan daya cerna roti meningkat sehingga meningkatkan indeks glukeniknya.

5.2. Saran
     Responden sebaiknya diistirahatkan senyaman mungkin agar tidak mempengaruhi kadar glukosa dalam darah.



DAFTAR PUSTAKA

Marison Y. 2002. Indeks Glikemik umbi – umbian. Prosinding seminar nasional Industri pangan . Surabaya : PATPI
Miller JCB, Powel KF, 1997. The G1 factor :The G1 solution Hodder and Stoughton. Australia :  Hodder headine Australia pty limited.
Rimbawan, siagian A. 2004 . Indeks Glikemik pangan. Bogor . penebar swadaya.
Rimbawan , siagian A, Syarif H, Dalimunthe D . 2005 . pengaruh indeks Glikemik, komposisi, an              cara pemberian pangan terhadap nafsu makan pada subyek obus dan normal.
Jurnal. Medan : Universitas Sumatra Utara.
Wolever TMS . 2006 . The alycaemic indeks . A physiological class  Ification of diatary carbohydrate oxfordshire : Cabi internasional pubhising.


LAMPIRAN 



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Indeks Glikemik"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!