loading...

Laporan Praktikum | Analisis Mutu Teh

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI PENGOLAHAN HASIL PERKEBUNAN
“ANALISIS MUTU TEH”















Disusun Oleh  :
Muhammad Wasil
J1A114013









TEKKNOLOGI HASIL PERTANIANN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017









BAB I
PENDAHULUAN

1.1   Latar Belakang
            Teh merupakan salah satu produk minuman terpopuler yang banyak dikomsumsi oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia dikarenakan teh mempunyai rasa dan aroma yang khas, selain itu teh juga dipercaya mempunyai khasiat bagi kesehatan diantaranya mencegah kegemukkan, kanker dan kolesterol. Seiring dengan perkembangan zaman serta teknologi maka pada saat sekarang ini banyak sekali kita temui industri pengolahan teh dengan menghasilkan berbagai macam produk akhir seperti halnya teh kering, teh celup, dan bahkan teh dalam kemasan botol yang mana kesemuanya dapat memberikan kemudahan bagi kita untuk mengkonsumsinya secara praktis.
            Pada umumnya ,jenis teh dapat di kelompokkan menjadi tiga kelompok utama yakni teh hitam , teh olonh dan teh hijau. Kwalitas daun teh yang baik adalah yang berasal dari pucuk daun atau daun teh muda yang belum mekar.
            Perbedaan antara jenis teh tersebut di karenakan perbedaan cara produksi ,,iklim local,tanah dan kondisi pengolahan  ( james,1992 ).dalam praktikum kali ini akan teh hitam dan the khijau akan di bedakan berdasarkan ciri fisik dan organoleptik seperti rasa , aroma , warna dan tekstur dari masing masing teh.

1.2    Tujuan
            Untuk mengetahui mutu masing-masing teh.















BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1   Teh Hitam
Teh merupakan salah satu produk minuman terpopuler yang banyak dikomsumsi oleh masyarakat Indonesia maupun masyarakat dunia dikarenakan teh mempunyai rasa dan aroma yang khas, selain itu teh juga dipercaya mempunyai khasiat bagi kesehatan diantaranya mencegah kegemukkan, kanker dan kolesterol. Seiring dengan perkembangan zaman serta teknologi maka pada saat sekarang ini banyak sekali kita temui industri pengolahan teh dengan menghasilkan berbagai macam produk akhir seperti halnya teh kering, teh celup, dan bahkan teh dalam kemasan botol yang mana kesemuanya dapat memberikan kemudahan bagi kita untuk mengkonsumsinya secara praktis.
            Teh hitam adalah klasifikasi yang umum di gunakan pada teh pasca fermentasi. seperti the merah .bila teh hijau biasanya kehilangan rasa dalam setahun ,tetapi rasa the hitam tetap bertahan selama beberapa tahun.( anggraini,2010).
            Istilah teh  hitan juga di gunakan untuk mengambarkan secangkir teh tanpa susu, mirip dengan kopi yang di hidangkan susu maupun krim.

2.2   Teh Hijau
Teh hijau merupakan teh yang tidak mengalami proses fermentasi dan banyak dikonsumsi orang karena nilai medisnya. Teh hijau kerap digunakan untuk membantu proses pencernaan dan juga karena kemampuannya dalam membunuh bakteri. Kandungan polifenol yang tinggi dalam teh hijau dimanfaatkan untuk membunuh bakteri-bakteri perusak dan juga bakteri yang menyebabkan penyakit di rongga mulut (penyakit periodontal) (Kushiyama et al., 2009). Konsumsi teh hijau juga dipercayai memiliki efek untuk menurunkan angka mortalitas pasienpasien dengan penyakit pneumonia (Watanabe et al., 2009).

Perbedaan pokok antara  teh hitam dan teh hijau adalah bahwa teh hitam mengalami proses fermentasi (proses pemeraman) yang merupakan cirri khasnya ,teh hijau tidak mengenal fermentasi dalam proses pengolahanya .teh hitam tidak mengandung unsure unsure lain di luar pucuk teh ,sedangkan teh hijau bau daunya tidak hilang harus dikompensasi dengan wangi wangian non teh ( novianti,2009 )

2.3   Teh Sariwangi
Teh merupakan salah satu komoditi hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian Indonesia, sebagai penghasil devisa negara sesudah minyak dan gas. Sebagai bahan minuman, teh memiliki nilai lebih dibandingkan minuman lainnya, mengingat teh kaya akan mineral dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh. Selain ekspor, pasar teh dalam negeri masih cukup besar meskipun belum digali secara maksimal.
            Teh sariwangi merupakan merupakan salah satu merk teh yang sudah sangat di kenal oleh masyarakat di bandingkan teh celup yang lain. teh celup sariwangi merupakan salah satu produsen teh terbesar yang akrab dengan masyarakat mulai dari kelas atas sampai masyarakat kelas bawah .di mana hal ini menyebabkan volume penjualan teh celup sariwangi menunjukkan peningkatan penjualan dari tahun ketahun.

2.4   Perbedaan Pengolahan Ortodok Dan Ctc
Pengolahan teh hitam ORTODOX dan CTC
           
Bahan baku                             bahan baku
  
Pelayuan                                     pelayuan 

Penggulungan                              ayakan pucuk 

penggilingan                            gilingan persiapan


sortasi basah                            gilingan ctc
 


fermentasi                               fermentasi
 


pengeringan                             pengeringan
 


    sortasi                                        sortasi

(ORTODOX)                                  (CTC)

SISTEM ORTODOX
SISTEM CTC

Derajat layu pucuk 44 – 46% di lakukan sortasi bubuk basah tangkai terpisah di sebut badag di perlukan pengeringan ECP cita rasa air seduhan kulit.tenaga kerja banyak,tenaga listrik tinhggi sortasi keringkurang sederhana oksidasi enzimatif 105 – 120 menit.waktu yang di perlukan 20 jam.

Derajat layu pucuk 32 – 35% tanpa di lakukan sortasi  bubuk basah. Bubuk basah ukuran kecil pengeringan cukup FBD .cita rasa air seduhan kurang tenaga kerja sedikit tenanga listrik rendah sortasi kering di sederhanakan oksidasi onzimatif 80-85 menit .waktu yang di perlukan -20 jam.






BAB III
METEDOLOGI


3.3    Waktu dan Tempat
            Praktikum ini di laksanakan pada hari selasa tanggal 28 februari 2016 pukul 08.00 WIB .tempat pelaksanaan di laboratorium pengolahan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas  Jambi.

3.2    Alat dan Bahan
            Altat yang di gunakan yaitu wadah aluminium,foi’l,pena dan buku . sementara bahan yang di gunakan yaitu the sariwangi ,teh kayu aro mutu satu,theh prenjak,teh kayu aro mutu tiga ,theh celup kayu aro. 

3.3    Prosedur Kerja
            Disiapkan wadah aluminium foi’l sebanyak 5 buah .beri label pada setiap wadah ,wadah di beri the .setiap wadah teh yang diberikan berbeda beda . sampel A berisi theh sari wangi ,sampel 2  teh kayu aro mutu satu ,the prenjak sampel 3,sampel 4 theh kayu aro mutu 3 dan sampel 5 theh celup kayu aro . selanjutnya setiap penulis di persilahkn melskuksn pengujian berupa deskripsi tentang ke lima sampel yang di berikan dengan aspek pemilihan tekstur warna.









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

                                      
4.1   HASIL
Dari segi warna
·         Sampel A  :   coklat
·         Sampel B  :   agak hitam
·         Sampel C  :   agak kekuningan
·         Sampel D  :   agak kehitaman
·         Sampel E  :   coklat tua
Dari segi bentuk
·         Sampel A  :   agak kasar
·         Sampel B  :   bulat seperti pellet
·         Sampel C  :   agak kasar
·         Sampel D  :   bulat seperti pellet
·         Sampel E  :   halus
Dari segi aroma
·         Sampel A  :   menyenggat
·         Sampel B  :   tidak berbau
·         Sampel C  :   menyenggat
·         Sampel D  :   tidak berbau
·         Sampel E   :   tidak berbau

4.2   Pembahasan
Dari pengujian yang telah di lakukan kita dapat mengetahui bahwa setiap teh memiliki karakteristik yang berbeda beda.
            Mutu teh  bagus adalah mutu teh kayu aro mutu 3. bentuknya yang bulat seperti pelet dan tidak berbau ,serta warna yang gelap atau hitam.
            Mutu teh yang baik yaitu mutu tehyang di hasikan dari proses pengelolaan secara CTC. Dan mutu teh yang kurang baik adalah mututeh yang di hasilkan dari proses pengelolahan secara orthodox.








BAB V
PENUTUP


5.1   Kesimpulan
            Mutu teh yang bagus adalah mutu teh kayu aro mutu tiga warna hitam, tidak berbau berbentuk pelet,dan mudah hancur. Teh Kayu aro mutu 3 sudah teruji mutunya ,bahkan teh kayu aro tidak di perjual bahkan di Indonesia teh kayu aro di ekspor ke luar negeri.











DAFTAR PUSTAKA

Anggraini,2010,penelitian tanaman teh .jurnal universitas  Penjajaran ( di akses 12 maret 2017 )
Dwi ananda,2009.aktivitas antioksidan dan karakkteristik organoleptik minuman fungsional teh hijau rempah instan .institut pertanian bogor  ( di akses 12 maret 2017 ).
Noplanto.2009.pengujian organolaptik,pengawasan mutu fisik.( diakses pada 12 maret 2017).
Rahardjo.2012.kopi paduan budidaya dan pengolahan kopi arabika dan robusta.penebar swadaya Jakarta.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Analisis Mutu Teh"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!