loading...

Laporan Praktikum | Analisis Karbohidrat

LAPORAN PRAKTIUM
ANALISIS PANGAN HASIL PERTANIAN

ANALISIS KARBOHIDRAT








Disusun Oleh :
Muhammad Wasil
J1A114013





JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016


BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
   Karbohidrat merupakan salah satu komponen yang terdapat pada bahan pangan. Karbohidrat mempunyai zat gizi yang terdapat dalam makanan yang tersusun dari unsur Carbon (C), Hidrogen(H), dan oksigen (O) dengan rumus fungsi karbohidrat adalah (CH2O)n. Karbohidrat adalah monomer dan polimer dari aldehid dan keton yang memiliki beberapa gugus hidroksil yang melekat. Fungsi Karbohidrat bagi tubuh adalah sebagai sumber energi utama tubuh, cadangan energi dalam otot hati, untuk memperlancar pencernaan, dan sebagai pemanis alami. Jenis karbohidrat yang terdapat pada makanan pada umumnya dibagi menjadi tiga jenis berdasarkan ukuran molekulnya yaitu : Monoksida, Disakarida dan Polisakarida. Masing-masing dari senyawa ini memiliki struktur dan fungsi yang berbeda dalam biokimia.
     Monosakarida merupakan zat yang mereduksi dikarenakan adana gugus karbonil. Biasanya disebut dengan menambahkan akhiran ose/osa ( dalam istilah Indonesia ). Seperti Glukose (glukosa) dan fructose ( fruktosa). Akhiran osa ini sering digunakan sebagai nama umum. Selain itu, penggolongan monosakarida pada jumlah atom oksigen yang terdapat didalam atom senyawa. Contoh senyawa monosakarida yaitu glukosa, frukosa, galaktosa dan sebagainya.
     Polisakarida (oligosakarida ) sangat penting untu farmasi. Disakarida merupakan gabungan dua atau lebih monosakarida yang dihubungkan dengan ikatan glikosida. Contoh senyawa disakarida yaitu sukrosa ( gula pasir ), laktosa ( gula susu ) dan maltosa. Surosa merupakan satu-satunya disakarida yang banyak terdapat pada tanam-tanaman, sari buah, air batang tebu, dan sebagainya.
Polisakarida merupakan senyawa yang terdiri dari ratusan bahkan ribuan monosakarida. Polisakarida sering juga dinamakan senyawa bukan gula karena rasanya tidak manis. Monomer-monomer polisakarida yaitu monosakarida dihubungkan oleh rantai glikosid yang dipecah dengan cara hidrolisis. Contoh senyawa pilosakarida yaitu almilum, selulosa dan glikogen.

1.2 Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah mengukur kadar gula secara fisik ( total padatan terlarut ).


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

     Karbohidrat atau sakarida adalah polisakarida aldehid atau polisakarida keton atau senyawa hasil hidrolisis dari keduanya. Penyusun utama karbohidrat adalah C, H, dan O. Karbohidrat merupakan sumber energi utama yang diperlukan oleh tubuh. Ada dua jenis karbohidrat yaitu karbohidrat sederhana da karbohidrat kompleks. Karbohidrat sederhana merupakan aneka jenis gula yang langsung membentuk kalori jika dikonsumsi. Karbohidrat kompleks merupakan sumber kalori yang mengandung vitamin, mineral dan serat yang bermanfaat bagi tubuh ( soenardi, 2008 ) dalam dhita, (2015).
    Karbohidrat juga dapat didefinisikan sebagai polihidroksialdehid (CHO) jika oksigen karbonil berkaitan dengan suatu atom karbon terminal, atau suatu keyon (=C=O) jika oksigen karbonil berkaitan dengan suatu atom karbon terminal. Dalam alam, karbohidrat terdapat dalam monosakarida, oligosakarida dan polisakarida. Karbohidrat mempunyai peran penting dalam menentukan karakteristik bahan makanan, misalnya rasa, warna, tekstur, dan lain-lain. Sedangkan dalam tubuh, karbohidrat berguna untuk mencegah timbulnya ketosis, pemecahan protein tubuh yang berlebihan, kehilangan mineral, dan berguna untuk membantu metabolisme lemak dan protein (Fessenden, 1990 ) dalam wordpress.com (2012).
     Uji benedict berdasarkan pada gula yang mengandung gugus aldehida atau keton bebas akan mereduksi ion Cu2+ dalam suasana alkalis, menjadi Cu+, yang mengendap sebagai Cu2O (kupro oksida) berwarna merah bata. Gula pereduksi merupakan gula yang memiliki gugus alkalis atau keton bebas atau terdapat gugus OH glikolisis pada strukturnya (Sumardjo,2006).
Untu mengetahui adanya monosakarida dan disakarida pereduksi dalam makanan, sampel makanan dilarut kan dalam air, dan ditambahkan sedikit pereaksi bebedict. Dipanaskan dalam waterbath selama 4-10 menit. Selama preses ini larutan akan berubah warna menjadi biru (tanpa adanya glukosa), hijau, kuning, orange, merah dan merah bata atau coklat (kandungan glukosa tinggi) (Hermawan, 2015).


BAB III
METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum analisis karbohidrat ini dilakukan pada hari kamis Maret 2016 di laboratorium Kimia Fakultas Teknologi pertanian Universitas Jambi.

3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktium analisis karbohidrat ini adalah refraktometri digital 85%, 45%, dan 32%. Sedangkan bahan yang digunakan adalah larutan sukrosa, glukosa dan fruktosa.

3.3 Prosedur Kerja
Teteskan 2 tetes larutan sampel pada prisma alat refraktometri yang telah dibersihkan.
Hidupkan lampu abb refraktometri   → zero
Lihat dan baca angka yang dibaca refraktometri.

Refraktometri Manual
Teteskan larutan sampel pada prisma refraktometer dan tutup
Amati dan catat angka yang dibaca oleh refraktor
Skala yang ditunjuk pada bagian paling bawah antara warna biru terang dengan putih.


BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Dan Pengamatan
LARUTAN
DIGITAL 85%
MANUAL 32%
DIGITAL 45%
Frutosa 0,01 M
0
3% Brix

Sukrosa 0,01 M
0
2.9% Brix

Fruktosa 0,01 M


Larutan terlalau kecil
Sukrosa 2 M
31,97 % brix
Tidak terbaca
34,6 % brix
Sukrosa 1 M
16,7%brix
19,6%
15,5 % brix
Sukrosa 3 M
45,4 % brix
Tidak terbaca
Tidak terbaxa

4.2 Pembahasan
   Karbohidrat mempunyai zat gizi yang terdapat dalam makanan yang tersusun dari Carbon (C), Hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat sebagai salah satu nutrisi yang dibutuhkan bagi tubuh diklasifikasikan kedalam beberapa bagian yaitu monosakarida, disakarida dan polisakarida.

Refraktometer adalah sebuah alat yang biasa digunakan untu mengukur kadar / konsentrasi bahan atau zat terlarut. Misalnya gula (“Brix”), garam (“Baume”), protein, dsb. Metode kerja dari refraktometer ini dengan memanfaatkan teori refraksi cahaya. Alat refraktometer ini ditemukan oleh Dr. Ernest Abbe, yaitu seorang ilmuan asal German pada awal abad 20 (sekitar tahun 2010 an ).

Konsentrasi bahan terlarut sering dinyatakan dalam satuan Brix (%) yang merupakan prosentasi dari bahan terlarut dalam sample (larutan air). Kadar zat terlarut merupakan total dari semua zat atau bahan dalam air, termasuk gula, garam,protein, asam dsb. Pada dasarnya Brix (%) dinyatakan sebagai jumlah garam dari gula tebu yang terdapat dalam larutan 100 g gula tebu. Jadi pada saat mengukur larutan gula, Brix (%) harus benar-benar tepat sesuai dengan konsentrasinya.









BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Dengan praktikum analisis ini dapat kita keahui bahwa kadar karbohidrat pada larutan fruktosa 0.01 M dengan menggunakan refraktometer manual adalah 3% Brix, sedangkan untuk sukrosa 0,01 M dengan menggunakan refraktometer manual adalah 2.9 % Brix, dan untuk sukrosa 3 M dengan menggunakan refraktometer digital 85 % adalah 45,4 Brix.

5.2 Saran
 Dalam praktikum ini diperlukan konsentrasi dan ketelitian. Karena kita melakukan pengukuran menggunakan refraktometer yang manual kita harus melihat dengan teliti agar menghasilkan data yang benar.



DAFTAR PUSATAKA

Anonim. 2011. Uji kualitatif untuk identifikasi korbohidrat. Arifqbio.multiply
Hermawan, S.2015. modul praktikum niokimia pangan. Jakarta


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum | Analisis Karbohidrat"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!