loading...

Tugas Praktikum : Kesadahan Air

TUGAS
KIMIA PANGAN  & HASIL PERTANIAN

KESADAHAN AIR




Disusun Oleh :
Muhammad Wasil
J1A114013



JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2015

1.      Tingkat kesadahan air

    Kesadahan atau hardness adalah salah satu sifat kimia yang dimiliki oleh air.penyebab air menjadi sadah adalah karena ion – ion Ca2+ , Mg2+. air sadah adalah air yang memiliki kadar mineral yang tinggi,sedangkan  air lunak adalah air dengan kadar mineral yang rendah. Penyebab air kesadahan adalah karena ion – ion Ca2+ , Mg2+.
Atau dapat juga disebabkan karena adanya ion – ion lain dari polyvalen metal ( logam bervariasi banyak ) seperti Al,Fe,Mn,Sr,Zn dalam bentuk garam sulfat , klorida,dan bikarbonat dalam jumlah kecil. Air sadah banyak dijumpai di daerah pesisir pantai . jenis sumber air yang banyak mengandung sadah adalah air tanah khususnya air tanah dalam.

      Sifat – sifat kesadahan ,yaitu sebagai berikut  :
1.      Kesadahan sementara
     Kesadahan sementara merupakan kesadahan yang mengandung ion bikarbonat    (HCO3-), atau boleh jadi air tersebut mengandung senyawa kalsium bikarbonat (Ca(HCO3)2) dan atau magnesium bikarbonat (Mg(HCO3)2) Air yang mengandung ion atau senyawa- senyawa tersebut disebut air sadah sementara karena kesadahannya dapat dihilangkan dengan pemanasan air, sehingga air tersebut terbebas dari ion Ca2+dan atau Mg2+. Dengan jalan pemanasan senyawa-senyawa tersebut akan mengendap pada dasar ketel .
                     Reaksinya:
Ca(HCO3)2 → dipanaskan →  CO2 (gas) + H2O (cair) + CaCO3(endapan)
             Mg(HCO3)2→  dipanaskan    →    CO2(gas)  +   H2O (cair)    + MgCO3(endapan)

2.      Kesadahan Tetap
Kesadahan tetap adalah kesadahan yang mengadung anion selain ion bikarbonat, misalnya dapat berupa ion Cl-, NO3- dan SO42-. Berarti senyawa yang terlarut boleh jadi berupa kalsium klorida (CaCl2), kalsium nitrat (Ca(NO3)2), kalsium sulfat (CaSO4), magnesium klorida (MgCl2), magnesium nitrat (Mg(NO3)2), dan magnesium sulfat (MgSO4). Air yang mengandung senyawa-senyawa tersebut disebut air sadah tetap, karena kesadahannya tidak bisa dihilangkan hanya dengan cara pemanasan. Untuk membebaskan air tersebut dari kesadahan, harus dilakukan dengan cara kimia, yaitu dengan mereaksikan air tersebut dengan zat-zat kimia tertentu.
Kesadahan tetap dapat dikurangi dengan penambahan larutan soda- kapur (terdiri dari larutan natrium karbonat dan magnesium hidroksida) sehingga terbentuk endapan kaslium karbonat (padatan/endapan) dan magnesium hidroksida (padatan/endapan) dalam air.
                      Reaksinya:
              CaCl2 +   Na2CO3 →   CaCO3 (padatan/endapan) + 2NaCl   (larut)
              CaSO4 +   Na2CO3→   CaCO3 (padatan/endapan) + Na2SO4(larut)
              MgCl2 +   Ca(OH)2 →   Mg(OH)2 (padatan/endapan) + CaCl2(larut)
              MgSO4 +   Ca(OH)2→   Mg(OH)2 (padatan/endapan) + CaSO4 (larut)
Ketika kesadahan kadarnya adalah lebih besar dibandingkan penjumlahan dari kadar  alkali karbonat dan bikarbonat, yang kadar kesadahannya eqivalen dengan total kadar alkali disebut  kesadahan karbonat; apabila kadar kesadahan lebih dari ini disebut kesadahan non-karbonat.
     Ketika kesadahan kadarnya sama atau kurang dari penjumlahan dari kadar alkali karbonat dan bikarbonat, semua kesadahan adalah kesadahan karbonat dan kesadahan nonkarbonat tidak ada. Kesadahan mungkin terbentang dari nol ke ratusan miligram per liter, bergantung kepada sumber dan perlakuan dimana air telah subjeknya .

    Tipe-tipe kesadahan air

a. kesadahan umum(“general hardness” atau Gh
                      yaitu kesadahan total atau total hardness ini merupakan penjumlahan dari GH dan KH. Kesadahan umum atau “General Hardness” merupakan ukuran yang menunjukkan jumlah ion kalsium (Ca++) dan ion magnesium (Mg++) dalam air. Ion-ion lain sebenarnya ikut pula mempengaruhi nilai GH, akan tetapi pengaruhnya diketahui sangat kecil dan relatif sulit diukur sehingga diabaikan. GH pada umumnya dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/ satu persejuta bagian).


         b. Kesadahan karbonat (“carbonate hardness” atau KH).
        Kesadahan karbonat atau KH merupakan besaran yang menunjukkan kandungan ion bikarbonat(HCO3-) dan karbonat (CO3–) di dalam air. KH sering disebut sebagai alkalinitas yaitu suatu ekspresi dari kemampuan air untuk mengikat kemasaman (ion-ion yang mampu mengikat H+). Oleh karena itu, dalam sistem air tawar, istilah kesadahan karbonat, pengikat kemasaman, kapasitas pem-bufferan asam, dan alkalinitas sering digunakan untuk menunjukkan hal yang sama. Dalam hubungannya dengan kemampuan air mengikat kemasaman, KH berperan sebagai agen pem-buffer-an yang berfungsi untuk menjaga kestabilan pH.
            KH pada umumnya sering dinyatakan sebagai derajat kekerasan dan diekspresikan dalam CaCO3 seperti halnya GH. Kesadahan karbonat dapat diturunkan dengan merebus air yang bersangkutan, atau dengan melalukan air melewati gambut.
                         Untuk menaikkan kesadahan karbonat dapat dilakukan dengan menambahkan natrium bikarbonat (soda kue), atau kalsium karbonat. Penambahan kalsium karbonat akan menaikan sekaligus baik KH maupun GH dengan proporsi yang sama.
Dalam kaitannya dengan proses biologi, GH lebih penting peranananya dibandingkan dengan KH ataupun kesadahan total. Apabila ikan atau tanaman dikatakan memerlukan air dengan kesadahan tinggi (keras) atau rendah (lunak), hal ini pada dasarnya mengacu kepada GH.
                          Ketidaksesuaian GH akan mempengaruhi transfer hara/gizi dan hasil sekresi melalui membran dan dapat mempengaruhi kesuburan, fungsi organ dalam (seperti ginjal), dan pertumbuhan. Setiap jenis ikan memerlukan kisaran kesadahan (GH) tertentu untuk hidupnya. Pada umumnya, hampir semua jenis ikan dan tanaman dapat beradaptasi dengan kondisi GH lokal.

2.      Titik tripel air 
         Titik triple adalah kondisi dimana fase padat ,cair dan gas berada bersama – sama dengan tekanan udara 1 bar . titik triple suatu zat adalah temperature dan tekanan yang menyatakan pada suhu dan tekanan tersebut zat yang bersangkutan berada pada 3 fase yaitu cairan,padatan dan gas .
         Jika tekanan dinaikan maka fasa zat berubah menjadi gas ( uap air ) , jika tekanan diturunkan akan menjadi cair dengan catatan suhu dibuat konstan.
         Titik triple air terjadi pada suhu 273,16  k ( 0,01 c ) dan tekanan parsial gasnya 611,72  pascal ( atau 6,1773 millibars , 0,0060373057 atm ) .

3.      H2O
            Hidrogen peroksida (H2O2) adalah cairan bening , agak lebih kental daripada air, yang merupakan oksidator kuat.Senyawa ini ditemukan oleh Louis Jacques Thenard pada tahun 1818. Sebagai bahan kimia anorganik dalam bidang industri, teknologi yang digunakan untuk Hidrogen Peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone.
                    Dengan ciri khasnya yang berbau khas keasaman dan mudah larut dalam air, dalam kondisi normal (ambient) kondisinya sangat stabil dengan laju dekomposisi kira-kira kurang dari 1% per tahun. Salah satu keunggulan Hidrogen Peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.
    
           Bahan baku
        Bahan baku pembuatan hidrogen peroksida adalah gas hidrogen (H2) dan gas oksigen (O2). Teknologi yang banyak digunakan di dalam industri hidrogen peroksida adalah auto oksidasi Anthraquinone.
                        Salah satu keunggulan hidrogen peroksida dibandingkan dengan oksidator yang lain adalah sifatnya yang ramah lingkungan. Ia tidak meninggalkan residu, hanya air dan oksigen. Kekuatan oksidatornya pun dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. Sebagai contoh dalam industri pulp dan kertas, penggunaan hidrogen peroksida biasanya di kombinasikan dengan NaOH atau soda api. Semakin basa, maka laju dekomposisi hidrogen peroksida pun semakin tinggi
          Penggunaan
                         Karena Hidrogen Peroksida adalah oksidator yang kuat, bahan ini dimanfaatkan manusia sebagai bahan pemutih (bleach), disinfektan, oksidator, dan sebagai bahan bakar roket.Kebutuhan industri akan hidrogen peroksida terus meningkat dari tahun ke tahun. Sampai saat ini Indonesia masih melakukan impor untuk menutupi kebutuhan di dalam negeri.
          Sebagai Bahan pemutih
                      Hidrogen Peroksida adalah bahan pemutih yang paling tepat dan efisien untuk tekstil. Hidrogen peroksida dijual bebas, dengan berbagai merek dagang dalam konsentrasi rendah (3-5%) sebagai pembersih luka atau sebagai pemutih gigi (pada konsentrasi terukur). Dalam konsentrasi agak tinggi (misalnya merek dagang Glyroxyl®) dijual sebagai pemutih pakaian dan disinfektan. Penggunaan hidrogen peroksida dalam kosmetika dan makanan tidak dibenarkan karena zat ini mudah bereaksi (oksidan kuat) dan korosif.
         Pembersih air
                        Hidrogen Peroksida juga dipergunakan untuk membersihkan air limbah yang tercemar polusi seperti : Hidrogen Sulfida (H2S), Phenilics, Cyanides, dan unsur lain yang terdapat dalam limbah air

4.      Cara Penentuan Kadar Air (Destilasi)

Destilasi merupakan suatu proses pemisahan dua atau lebih komponen zat cair berdasarkan pada titik didih secara sederhana. Destilasi dapat dilakukan dengan cara memberikan zat kimia sebanyak 75-100 ml pada sampel yang diperkirakan air sebanyak 2-5 ml, kemudian dipanaskan sampai mendidih. Uap air dan zat kimia tersebut diembunkan dan ditampung dalam tabung penampung karena berat jenis air lebih besar dari pada zat kimia tersebut, maka air akan berada di bagian bawahpada tabung penampung.



      
                 



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tugas Praktikum : Kesadahan Air"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!