loading...

Laporan Praktikum : Uji Segitiga

LAPORAN PRAKTIKUM EVALUASI SENSORI

Uji Segitiga








Oleh :
Muhammad Wasil





TEKNOLOGI HASIL PERTAIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pengujian pembedaan digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara 2 contoh. Meskipun dalam pengujian dapat juga sejumlah contoh disajikan bersama, tetapi untuk melaksanakan pembedaan selalu ada dua contoh yang dapat dipertimbangkan. Untuk mempertentangkan contoh-contoh yang diuji dapat menggunakan bahan pembanding tetapi dapat pula tanpa bahan pembanding. Jika dalam pembedaan itu digunakan bahan pembanding maka sifat-sifat organoleptik yang ingin dibedakan harus betul-betul jelas dan dipahami para panelis.
Uji-uji ini digunakan untuk menilai pengaruh macam-macam perlakuan modifikasi proses atau mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara 2 produk dari komoditi yang sama.
Uji segitiga pertama kali diperkenalkan oleh ahli statistik denmark pada tahun 1946. Dalam pengujian ini kepada masing-masing panelis disajikan secara acak 3 contoh berkode, pengujian ketiga contoh itu biasanya dilakukan bersamaan tetapi dapat pula berurutan.
1.2  Tujuan
Untuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensorik atau organoleptik antara 2 contoh atau lebih dari 2 contoh.










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uji Pembedaan
Pengujian pembedaan digunakan untuk menetapkan apakah ada perbedaan sifat sensori atau organoleptik antara dua contoh meskipun dalam pengujian dapat saja sejumlah contoh disajikan bersama tetapi untuk melaksanakan pembedaan selalu aa 2 contoh yang dapat dipertimbangkan. Uji-uji digunakan untuk nebilai pengaruh macam-macam perlakuan modifikasi proses atau bahan dalam pengolahan pangan bagi industri, atau untuk mengetahui adanya perbedaan atau persamaan antara dua produk dan komoditi yang sama terutama dari segi konsumen. Untuk mempertentangkan contoh-contoh yag diuji dapat menggunakan bahan pembanding (Hastuti,1987).
Pengujian pembedaan dapat terdiri dari
1.      Uji Pasangan (Paired Comparison Atau Dual Comparation)
2.      Uji Segitiga (Triangel Test)
3.      Uji Duo-Trio
4.      Uji Pembanding Ganda (Dual Standard)
5.      Uji Pembanding Jamak (Multiple Standard)
6.      Uji Pasangan Tunggal (Single Stimulus)
7.      Uji Pasangan Jamak (Multiple Pains)
8.      Uji Tunggal (Yulia A, 2016)
2.2 Uji Segitiga (Triangel Test)
Uji segitiga digunakan untuk mendeteksi perbedaan yang kecil. Pengujian ini lebih banyak digunakan karena lebih peka dari pada uji pasangan. Uji ini nula-mula diperkenalkan oleh 2 ahli statistik Den Mark pada tahun 1946. Dalam pengujian ini, kepada masing-masing panelis disajikan secara acak 3 contoh berkode. Pengujian ke 3 contoh itu biasanya dilakukan bersamaan tetapi dapat pula berurutan, 2 dari 3 contoh pada uji segitiga sama dan yang ketiga berlainan. Panelis diminta memilih satu diantara 3 contoh yang berbeda dari 2 yang lain. Dalam uji ini tidak tidak ada contoh baku atau pembanding. Apabila terdapat satu contoh berbeda dari 2 contoh lainnya, maka dapat ditulis dengan angka 1 sedangkan contoh sama ditulis angka 0 pada form isian yang disediakan (Prasetyo, 2012).
Hasil dari penilaian panelis pada uji segitiga ditabelkan dan dianalisis dengan distribusi binomial atau tabel statistik pada lampiran (Artanto, 2012).

























BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1 Waktu dan Tempat
      Praktikum dilaksanakan pada hari Jum’at, tanggal 1 April 2016 pukul 07.30 WIB dilaksanakan di laboratorium pengolaha fakultas teknologi pertanian univewrsitas jambi.

3.2 Alat dan Bahan
      Alat yang digunakan yaitu 3 buah piring saji, alat tulis panelis dan kuisioner. Bahan yang diujikan yaitu kacang tanah “2 kelinci” (kode 876 dan 269), kacang tanah “garuda” (kode 745) dan air mineral.

3.3 Prosedur Kerja
      Disiapkan 3 sampel bahan yang akan diujikan, 2 diantaranya merupakan produk yang sama dan 1 merupakan produk lain. Dicicipi 3 sampel tersebut dan diberi tanda 1 pada kuisioner untuk sampel yang berbeda dari yang lainnya. Diamati warna, aroma, dan rasa dari kacang tersebut. Bahan yang diujikan kacang tanah dengan kode 876,269 dan 745.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Tabel 4.1.1 Pengujian segitiga pada sample kacang
Panelis
Kacang Kulit
Warna
Tekstur
Rasa
876
745
269
876
745
269
876
745
269
P1
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P2
0
0
1
0
0
1
0
0
1
P3
1
0
0
1
0
0
1
0
0
P4
1
0
0
1
0
0
1
0
0
P5
1
0
0
1
0
0
1
0
0
P6
1
0
0
1
0
0
1
0
0
P7
1
0
0
1
0
0
1
0
0
P8
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P9
1
0
0
1
0
0
1
0
0
P10
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P11
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P12
0
0
0
0
0
1
0
0
1
P13
0
0
1
0
0
1
0
0
1
P14
0
0
0
0
1
0
0
1
0
P15
0
0
0
0
1
0
0
1
0
P16
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P17
1
0
0
1
0
0
1
0
0
P18
1
1
0
1
0
0
1
0
0
P19
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P20
0
0
1
0
0
1
0
0
1
P21
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P22
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P23
1
0
0
0
1
0
0
1
0
P24
0
0
1
1
0
0
1
0
0
P25
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P26
1
0
0
1
0
0
1
0
0
P27
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P28
0
0
1
0
0
1
0
0
1
P29
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P30
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P31
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P32
1
0
0
0
1
0
0
0
1
P33
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P34
0
0
1
0
0
1
0
0
1
P35
0
1
0
0
1
0
0
1
0
P36
0
0
1
0
0
0
0
0
1
P37
0
1
0
0
1
1
0
1
0
P38
0
1
0
0
1
1
0
1
0
P39
0
1
0
0
1
1
0
1
0
Jumlah
11
20
7
10
22
7
10
21
8
Rata-rata
0,2821
0,5128
0,1795
0,2564
0,5641
0,1795
0,2564
0,5385
0,2051

4.2 Pembahasan
Uji pembedaan segitiga atau disebut juga triangel test merupakan uji untuk mendeteksi perbedaan yang kecil dari 2 jenis sampel. Uji ini lebih peka dibandingkan dengan uji pembedaan pasangan. Contoh yang diuji berasal dari 2 jenis sampel. Dalam uji segitiga disajikan 3 sampel sekaligus dan tidak dikenal adanya sama sampel pembanding atau sampel baku. 2 sampel dari jenis yang sama, sedangkan sampel ketiga sari jenis yang beda.
Dalam uji segitiga ini disajikan 3 buah contoh sekaligus secara acak. Kode diberikan secara acak pada ke 3 contoh tersebut. Panelis harus menunjukkkan satu contoh yang berbeda dengan menuliskan angka 1 dan apabila contoh sama dituliskan angka 0.
Data hasil penilaian panelis ditabulasikan dalam tabel dan dibandingkan dengan tabel uji segitiga dengan taraf 6 %. Dari tabel hasil diketahui 20 panelis yang menyatakan benar atau kode 745 berbeda dari yang lainnya pada warna kacang tanah dari 39 panelis. Berdasarkan tabel uji segitiga pada taraf 5% jika jumlah panelis 39 orang minimal yang menyatakan beda yaitu 19 orang. Sehingga dapat diketahui warna kacang tanah dengan kode 745 berbeda dengan kacang tanah berkode 876 dan 269.
Begitupun dengan tekstur, kacang tanah dengan kode 745 memiliki jumlah panelis yang menyatakan beda yaitu 22, dan juga pada rasa, kacang dengan kode 745 memiliki jumlah panelis yang menyatakan beda yaitu dari 21 orang. Sehingga dapat diketahui rasa dan tekstur dari kacang tanah dengan kode 745 berbeda dengan kacang tanah dengan kode 876 dan 269.
Panelis benar dalam mengidentifikasi bahan, sampel dengan kode 876 dan kode 269 merupakan kacang tanah mark 2 kelinci, dan sampel dengan kode 745 merupakan kacang tanah merk garuda. Dari hasil pengamatan sampel dengan kode 745 (kacang tanah merk garuda) bereda dari segi warna, tekstur,dan rasa dengan sampel berkode 876 dan 269 (kacang tanag merk 2 kelinci).


BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang dilakukan dengan sampel kacang tanah merk 2 kelinci (berkode 876 dan 269) berbeda dari segi warna, tekstur, dan rasa dengan kacang tanah merk garuda (berkode 745). Dengan jumlah panelis 39 pada taraf 5 %.







DAFTAR PUSTAKA

Artanto, aditya widy dkk. 2012. Uji Segitiga. Bpk mulia : Jakarta
Hastuti, P.1987. Pedoman Uji Indrawi Bahan Pangan. PAU Pangan dan Gizi : Yogyakarta
Prasetyo, Tridimas. 2012. Uji Segitiga. Kencana : Bandung
Yulia, Ade. 2016. Kuliah Evaluasi Sensori. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas : Jambi





Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Uji Segitiga"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!