loading...

Laporan Praktikum : Uji Mutu Kertas

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN PENYIMPANAN
Uji Mutu Kertas








Disusun Oleh :
Muhammad Wasil





TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016



BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar belakang
   Kertas sering digunakan senbagai pembungkus utama. Cara pembuatannya yang berbeda menyebabkan kekuatannya juga berbeda, terutama ketahanannya terhadap air dan minyak. Ada dua jenis kertas utama yang digunakan, yaitu kertas kasar dan kertas lunak. Kertas yang digunakan sebagai kemasan adalah jenis kertas kasar, sedangkan kertas halus digunakan untuk kertas tulis yaitu untuk buku dan kertas sampul. Kertas kemasan yang paling kuat adalah kertas kraft dengan warna alami yaitu dibuat dari kayu lunak dengan proses sulfat.
      Kertas terutama terdiri dari serat selulosa yang diperoleh dari kayu atau bahan selulosa lainnya yang melalui salah satu proses pembuatan pulp. Sifat pengemasan kertas sangat beragam, tergantung pada proses pengolahan dan pada perlakuan mekanis dan bahan pengikat.
Tujuan pengamatan jenis kertas adalah untuk memperkecil variasi yang timbul pada setiap operasi pembuatannya. Misalnya jika bahan pengemas tersebut akan diberi dekorasi warna, mengingat alat pencetak warna hanya bekerja untuk ketebalan tertentu. Ketebalan kertas akan mempengaruhi bekerjanya mesin pengawas dengan kecepatan tinggi.

1.2  Tujuan
Untuk mengatahui mutu kertas berdasarkan ketebalan kertas, formasi, ketahanan kertas terhadap minyak dan air, serta ketahanan terhadap lipatan.











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Kemasan
      Kemasan adalah segala material yang digunakan untuk mengemas suatu benda atau produk agar dapat diterima oleh konsumen dalam keadaan baik.definisi kemasan menurut UU no 7 tahun (1996) tentang pangan yaitu bahan yang digunakan untuk mewadahi atau membungkus pangan, baik yang bersentuhan lansung dengan pangan maupun tidak. Fungsi dasar dari kemasan adalah mempertahankan  dan melindungi isi produk serta menjadi representasi dari sebuah produk yang ada didalamnya. Seiring pola perubahan prilaku konsumen yang memandang memamfaatkan kemasan, fungsi kemasan berkembang menjadi kompleks, kemasan moderen harus berfungsi sebagai bagian dari daya saing pasar dan pedagangan eceran yang semakin meningkat. Kemasan makanan meliputi logam, kertas,plastik, foil, peti kayu, katun atau kain goni (Emanauli, 2013).

2.2 Kemasan kertas
            Kertas merupakan struktur lembaran yang terbuat dari bahan tambahan dengan fungsi tertentu. Bagian terbesar kertas adalah pulp, sedangkan bahan lain tambahan hanya sedikit karena digunakan hanya untuk mendapatkan sifat tertentu. Pengujian terhadap kualitas kertas perlu dilakukan untuk menentukan jenis kertas yang tepat dalam penggunaannya (Winarno, 2004).
Kemasan kertas merupakan kemasan fleksibel yang pertama sebelum ditemukannya plastik dan aluminium foil. Saat ini kemasan kertas masih banyak digunakan dan mampu bersaing dengan kemasan lain seperti plastik dan logam karena harganya yang murah, mudah diperoleh dan penggunaannya yang luas. Selain sebagai kemasan, kertas juga berfungsi sebagai media komunikator dan media cetak. Kelemahan kemasan kertas untuk mengemas bahan pangan adalah sifanya yang sensitif terhadap air dan mudah dipengaruhi oleh kelembaban udara lingkungan (Julianti, 2006).

2.3 Proses pembuatan kertas
       Bahan baku pembuatan kertas adalah selulosa kayu atau merang padi yang diberi perlakuan kimia, dihancurkan, dipucatkan, dibentuk menjadi lapisan dan dikeringkan. Kayu terdiri dari 50% selulosa, 30% lignin dan bahan bersifat adhesif di lamela tengah, 20% karbohidrat berupa xylan, mannan serta resin, tanin dan gum (Julianti, 2006).
Tipe kayu dan lembaran akhir kertas yang diinginkan sangat menentukan cara pembuatan kertas. Pada pembuatan kertas bahan baku berupa kayu atau merang padi terlebih dahulu dibuat menjadi pulp (Julianti, 2006).
     Pulp yang mengandung air 96% dan bahan padat 4% dimasukkan ke dalam alat pengaduk, sehingga terjadi pemisahan antara serat dan fibril yang disebut proses fibrilisasi, yaitu proses pecahnya lapisan kambium yang mengelilingi serat karena serat-serat membesar dan fibril membuka. Pengadukan yang sedikit akan menghasilkan kertas dengan daya serap tinggi dan daya robek tinggi, dan jika pengadukan dilanjutkan maka kertas menjadi lebih padat tapi daya robek menurun (Julianti, 2006).
        Penambahan bahan perekat seperti resin, pati dan tawas ke dalam alat pengaduk bertujuan untuk meningkatkan daya tahan air dan daya ikat tinta dari kertas sehingga kertas dapat dicetak, serta mempengaruhi sifat adhesif yang berperan dalam pembuatan kemasan. Bahan-bahan lain yang ditambahkan adalah pewarna, bahan untuk kecerahan dan kekakuan, seperti titanium dioksida, sodium silikat, tanah diatom, kasein, lilin dan kapur (Julianti, 2006).
       Setelah dari pengaduk, maka campuran pulp dan bahan-bahan tambahan tadi dijernihkan pada refiner jordan, kemudian dibawa ke silinder penyadap yang terdiri dari seperangkat pisau-pisau tertutup rapat berputar dengan cepat bersama-saam memecah serat. Campuran ini kemudian dimasukkan ke dalam headbox untuk dimasukkan pada mesin pembuat kertas. Tipe kayu dan lembaran akhir kertas yang diinginkan sangat menentukan cara pembuatan kertas. Pada pembuatan kertas bahan baku berupa kayu atau merang padi terlebih dahulu dibuat menjadi pulp. Mesin fourdrinier digunakan untuk menghasilkan kertas tipis, sedang meisn silinder dapat mebuat karton dari bahan limbah yang dilapisi bahan yang bermutu baik pada bagian luarnya (Julianti, 2006).

2.4 Jenis-jenis kertas
Menurut Julianti (2006) jenis-jenis kertas adalah sebagai berikut:
1. Kertas glasin dan kertas tahan minyak (grease proof)
Kertas glasin dan kertas tahan minyak dibuat dengan cara memperpanjang waktu pengadukan pulp sebelum dimasukkan ke mesin pembuat kertas. Penambahan bahan-bahan lain seperti plastisizer bertujuan untuk menambah kelembutan dan kelenturan kertas, sehingga dapat digunakan untuk mengemas bahan-bahan yang lengket. Penambahan antioksidan bertujuan unttuk memperlambat ketengikan dan menghambat pertumbuhan jamur atau khamir. Kedua jenis kertas ini mempunyai permukaan seperti gelas dan transparan, mempunyai daya tahan yang tinggi terhadap lemak, oli dan minyak, tidak tahan terhadap air walaupun permukaan dilapisi dengan bahan tahan air seperti lak dan lilin. Kertas glasin digunakan sebagai bahan dasar laminat.
2. Kertas Perkamen
Kertas perkamen digunakan untuk mengemas bahan pangan seperti mentega, margarine, biskuit yang berkadar lemak tinggi, keju, ikan (basah, kering atau digoreng), daging (segar, kering, diasap atau dimasak), hasil ternak lain, the dan kopi. Sifat-sifat kertas perkamen adalah : mempunyai ketahanan lemak yang baik, mempunyai kekuatan basah (wet strength) yang baik walaupun dalam air mendidih, permukaannya bebas serat, tidak berbau dan tidak berasa, transparan dan translusid, sehingga sering disebut kertas glasin, tidak mempunyai daya hambat yang baik terhadap gas, kecuali jika dilapisi dengan bahan tertentu.
3. Kertas Lilin
Kertas lilin adalah kertas yang dilapisi dengan lilin yang bahan dasarnya adalah lilin parafin dengan titik cair 46-74oC dan dicampur polietilen (titik cair 100-124oC) atau petrolatum (titik cair 40-52oC). Kertas ini dapat menghambat air, tahan terhadap minyak/oli dan daya rekat panasnya baik. Kertas lilin digunakan untuk mengemas bahan pangan, sabun, tembakau dan lain-lain.
4. Daluang (Container board)
Kertas daluang banyak digunakan dalam pembuatan kartun beralur. Ada dua jenis kertas daluang, yaitu: line board disebut juga kertas kraft yang berasal dari kayu cemara (kayu lunak), corrugated medium yang berasal dari kayu keras dengan proses sulfat.

5. Chipboard
Chipboard dibuat dari kertas koran bekas dan sisa-sisa kertas. Jika kertas ini dijadikan kertas kelas ringan, maka disebut bogus yaitu jenis kertas yang digunakan sebagai pelindung atau bantalan pada barang pecah belah. Kertas chipboard dapat juga digunakan sebagai pembungkus dengan daya rentang yang rendah. Jika akan dijadikan karton lipat, maka harus diberi bahan-bahan tambahan tertentu.
6. Tyvek
Kertas tyvek adalah kertas yang terikat dengan HDPE (high density polyethylene). Dibuat pertama sekali oleh Du Pont dengan nama dagang Tyvek. Kertas tyvek mempunyai permukaan yang licin dengan derajat keputihan yang baik dan kuat, dan sering digunakan untuk kertas foto. Kertas ini bersifat: no grain yaitu tidak menyusut atau mengembang bila terjadi perubahan kelembaban, tahan terhadap kotoran, bahan kimia, bebas dari kontaminasi kapang dan mempunyai kemampuan untuk menghambat bakteri ke dalam kemasan.
7. Kertas Soluble
Kertas soluble adalah kertas yang dapat larut dalam air. Kertas ini diperkenalkan pertama sekali oleh Gilbreth Company, Philadelphia dengan nama dagang Dissolvo. Digunakan untuk tulisan dan oleh FDA (Food and Drug Administration) tidak boleh digunakan untuk pangan. Sifat-sifat kertas soluble adalah kuat, tidak terpengaruh kelembaban tetapi cepat larut di dalam air.
8. Kertas Plastik
Kertas plastik dibuat karena keterbatasan sumber selulosa. Kertas ini disebut juga kertas sintetis yang terbuat dari lembaran stirena, mempunyai sifat-sifat sebagai berikut: daya sobek dan ketahanan lipat yang baik, daya kaku lebih kecil daripada kertas selulosa, sehingga menimbulkan maslaah dalam pencetakan label, tidak mengalami perubahan bila terjadi perubahan kelembaban (RH), tahan terhadap lemak, air dan tidak dapat ditumbuhi kapang. Dapat dicetak dengan suhu pencetakan yang tidak terlalu tinggi, karena polistirena akan lunak pada suhu 80oC.








BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksakan pada hari Selasa, 29 November2016, pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai di Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jambi.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu mikrometer skrup, cup plastik, sarta gunting. Adapun bahan yang digunakan yaitu air, minyak, kertas karton, kertas koran, dan kertas jagung.
3.3 Prosedur Kerja
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Untuk parameter ketebalan kertas,diukur dengan menggunakan mikrometer skrup pada semua jenis kertas kemudian dicatat hasil nya. Untuk parameter formasi kertas, dilihat kertas dengan cara menerawang ke cahaya kemudian diamati ada tidaknya serat pada kertas, selanjutnya dicatat hasilnya. Untuk pengamatan ketahanan kertas terhadap air, diletakkan kertas dalam air dan dicatat waktu tembus air. Sama halnya dengan pengamatan ketahanan kertas terhadap minyak, diletakkan kertas dalam minyak dan dicatat waktu tembus minyak. Selanjutnya untuk ketahanan kertas terhadap lipatan, dilipat kertas sampai kertas tidak dapat dilipat lagi dan diamati ketahanan terhadap lipatan tersebut.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Tabel 4.1.1  Hasil pengukuran kertas
No
Jenis kertas
Ketebalan kertas
(mm)
1
Kertas karton
0,15
2
Kertas koran
0,05
3
Kertas jagung
0,02

Tabel 4.1.2. Hasil pengamatan formasi kertas
No
Jenis kertas
Formasi
1
Kertas karton
Banyak terlihat serat (berongga atau berjarak)
2
Kertas koran
Banyak serat terlihat (hancur dan tekberaturan)
3
Kertas jagung
Serat terlihat ( kecil, lurus atau searah)

Tabel 4.1.3. Hasil pengukuran waktu tembus kertas terhadap minyak
No
Jenis kertas
Waktu tembus minyak
1
Kertas karton
10 menit lebih
2
Kertas koran
2,74 detik
3
Kertas jagung
0,5 detik

Tabel 4.1.4. Hasil pengukuran waktu tembus kertas terhadap air
No
Jenis kertas
Waktu tembus air
1
Kertas karton
15 menit lebih
2
Kertas koran
3,14 detik
3
Kertas jagung
0,5 detik
Tabel 4.1.5. Hasil pengujian ketahanan kertas terhadap lipatan
No
Jenis kertas
Ketahanan kertas terhadap lipatan
1
Kertas karton
Tidak sobek
2
Kertas koran
Tidak sobek
3
Kertas jagung
Tidak sobek

4.2 Pembahasan
       Kertas merupakan bahan yang banyak digunakan sebagai bahan kemasan baik untuk kemasan pangan maupun non pangan. Berbagai jenis kertas digunakan untuk kemasan tergantung dengan sifat produk yang dikema. Jenis kertas yang sering ditemukan adalah kertas karton, kertas jagung dan kertas koran (uncoated paper). Oleh karena itu perlunya pengamatan menganai karakteristik kertas.
·         Ketebalan kertas
Pengamatan yang telah dilakukan pada 3 jenis kertas, diketahui bahwa kertas karton memiliki ketebalan paling tinggi dibandingkan kertas jagung dan kertas koran. Katebalan kertas dapat diatur saat pada proses pembuatan kertas. Pengadukan yang sedikit akan menghasilkan kertas dengan daya serap tinggi dan daya robek tinggi, dan jika pengadukan dilanjutkan maka kertas menjadi lebih padat tapi daya robek menurun.
·         Formasi kertas
Dilihat dari serat penyusun kertas, dapat diketahui bahwa kertas karton memiliki rongga, kertas koran dengan serat yang tak beraturan, dan kertas jagung lurus dan sejajar. Perbedaan serat ini juga menentukan kekuatan dari kertas, serta bahan baku dan metode pembuatan pulp yang digunakan untuk membuat kertas juga sebagai penentu jenis kertas yang dihasilkan. Kertas jagung dan kertas koran dibuat kayu yang ringan dan menggunakan bahan kimia berupa sodium sulfat sebagai pengganti sodium karbonat atau yang sering disebut metode kimiawi.  Sedangkan kertas karton dengan metode semikimiawi digunakan untuk kayu keras, biaya prosesnya rendah dan pulp yang dihasilkan masih mengandung sebagian besar lignin. Pulp semikimiawi sukar diputihkan, dan jika terkena sinar matahari akan berwarna kuning. Biasanya digunakan untuk bahan yang membutuhkan kekuatan seperti karton.
·         Ketahanan kertas terhadap minyak dan air
Pengujian ketahanan kertas terhadap minyak, diketahui bahwa kertas jagung paling cepat ditembus oleh air dan minyak yaitu hanya 0,5 detik, selanjutnya kertas koran dapat ditembus minyak dalam 2,74 detik dan ditembus air dalam 3,14 detik dan terakhir kertas karton yaitu 10 menit labih pada minyak dn 15 menit lebih untuk air. Dari data diatas, kertas jagung tidak memungkinkan jika digunakan untuk mengemas makanan, karena akan sangat mudah rusak, robek serta mudah bereaksi dengan bahan. Untuk kertas koran bisa saja digunakan untuk membungkus makanan mentah seperti sayur karena ketahanan terhadap air dan minyak pun rendah. Sedangkan kertas kartonpaling baik digunakan karena memiliki daya serap air dan minyak yang sangat tinggi. Kertas karton biasanya digunakan untuk pembuatan kardus karena kekuatannya serta sifatnya yang kaku. Salah satu penyebab kekuatan daya serap terhadap air dan minyak adalah ketebalan dan kekakuan kertas.
·         Ketahanan terhadap lipatan
Ketiga jenis kertas ini memiliki ketahanan lipatan yang baik. Namun, saat telah dilipat kertas jagung memiliki bekas yang sangat terlihat, selanjutnya kertas koran dan kertas karton. Semakin lunak kertas maka semakin rendah ketahanan terhadap lipatan, dan tentu kertas jagung paling mudah robek kemudian kertas koran dan terakhir kertas karton.



BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
       Hasil praktikum menunjukkan kertas karton paling tebal, ketahanan terhadap air dan minyak yang tinggi, serta ketahan terhadap lipatan yang paling baik. Selanjutnya diikuti oleh kertas koran dan kertas jagung. Untuk formasi setiap kertas memiliki karekteristik serat yang berbeda-beda.
5.2 Saran
       Saat melakukan pengujian harus lah dilakukan dengan teliti agar hasil yang diperoleh sesuai.



DAFTAR PUSTAKA

Emanauli, 2013. Materi Perkuliahan Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Jambi: Jambi
Julianti, Elisa. 2006. Teknologi Pengemasan. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatra Utara. Sumatra Utara

Winarno. 2004. Gizi Pangan. Tiga Serangkai: Jakarta


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Uji Mutu Kertas"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!