loading...

Laporan Praktikum : Pembelahan Sel

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM
PEMBELAHAN SEL







Disusun Oleh

Kelompok 1







PROGRAM STUDI MATEMATIKA
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
      Kromosom memiliki peranan penting dalam keberlangsungan suatu makhluk hidup. Karena akromosom merupakan alat pengangkutan gen-gen yang kaan dipindahkan dan suatu sel induk ke sel anakannya. Pengamatan terhadap perilaku romosom sama pentingnya dengan mempelajari struktur kromosom. Perilaku atau aktivitas kromosom dapat terlihat dalam siklus sel termasuk didalamnya adalah pembelahan sel. Pembelahan sel ada dua jenis yaitu mitosis dan meiosis.
      Mitosis merupakan pembelahan inti yang berhubungan dengan pembelahan somatik, dimana terdapat beberapa tahap didalamnya yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase. Sedangkan pembelahan meiosis merupakan pembelahan yang terjadi pada sel kelamin atau sel gamet yang mengalami pengurangan jumlah kromosom pada sel anakan, sehingga sel anakannya hanya akan memperoleh separuh dari sel induk. Analisis kromosom baik mitosis maupun meiosis merupakana langkah awal yang dapat dilaksanakan untuk mempelajari kromosom.
      Mitosis merupakan dasar pembiakan vegetatif tanman sedangkan meiosis merupakan dasar munculnya keragaman. Oleh karena itu penting bgi para pemuda untuk mempelajari pembelahan sel baik mitosis maupun meiosis.
         Sel melakukan pembelahan bertujuan untuk memperbanyak sel dan memepertahankan materi genetik yang terkandung dalam sel tersebut. Untuk melihat kejadian pembelahan sel secara mitosis dapat digunakan jaringan yang masih muda dan aktif membelah. Sedangkan untuk melihat peristiwa meiosis dapat diamati pada organ-organ penghasil sel kelamin. Pada percobaaan ini digunakan akar allium cepa yang merupakan jaringan yang aktif membelah.

1.2 Tujuan
      Setelah melakukan praktikum mahasiswa mengetahui tentang tahap-tahap dalam pembelahan sel dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari.




BAB II
METODE KERJA

2.1 Alat dan Bahan
2.1.1 Alat
1. Mikroskop
2. Objek gelas
3. Cover gelas
4. Pisau silet
5. Kaca arloji
6. Bunsen
7. Jarum pentul

2.1.2 Bahan
1. Hydroxychincohin 0,002 M
2. Asam asetat 45%
3. Hcl
4. Acetocarmin
5. Akar Alium cepa

2.2 Prosedur Kerja
1. Akar alium cepa dicuci sampai bersih
2. Ujung akar dipotong dan dimasukkan kedalam larutan 0,002 M Hydroxychicolin yang telah   dituang ke dalam gelas arloji pada suhu 20 0C selama 1 jam
3. Fiksasi dengan asam asetat 45% selama 10 menit
4. Maserasi dalam HCl + asam asetat (3:1) pada suhu 600 C selama 2-3 menit
5. Diambil 1 cm bagian ujung akar dengan ujung jarum dengan hati-hati, diletakkan objek gelas dan dihancurkan dengan hati-hati
6. Ditutup dengan cover glass, diusahaan agar tidak terdapat gelembung udara
7. Preparat dilewatkan di nyla bunsen
8. Diamati dengan menggunakan mikroskop
9. Dicatat dan digambarkan hasil pengamatan yang dilakukan


BAB III
 PEMBAHASAN

3.1 Hasil 


3.2 Pembahasan
       Dalam sel terjadi proses pembelahan sel. Proses pembelahan sel terbagi menjadi dua yakni mitotik dan amitotik. Mitotik merupakan pembelahan sel melalui beberapa tahapan sedangkan amitoik merupakan pembelahan sel secara langsung tanpa melalui tahapan-tahapan. Untuk leih memahami mengenai tahapan-tahapan pada pembelahan sel mitotik, dilakukan praktikum mengenai pembelahan sel dengan objek pengamatan akar alium cepa, alasan digunakannya akar alium cepa adalah karena alium cepa memiliki kromosom 2n =16. Hal ini sangat membentu dalam mempelajari analisis mitosis pada tanaman, karena jumlahnya yang tidak terlalu banyak, memiliki ukuran kromosom yang besar dan cukup mudah untuk dibuat preparatnya (Fukuli, 1996:4).
    Sebelum melakukan pengamatan di bawah mikroskop, akar allium cepa dibersihkan terlebih dahulu kemudian dipotong ujungnya sepanjang 1cm. Lalu diletakkan akar allium cepa diatas kaca arloji. Kemudian ditetesi akar allium cepa dengan lamlan carnoy yang nerupakan pengganti dari lamlan Hydroxchincolin, kemudian didiamkan selama 1 jam. Tujuannya adalah untuk mematikan jaringan sementara tanpa merubah struktur komponen sel. (Haryanto, 2010:19).
Setelah didiamkan selama 1 jam, lamlan carnoy diserap menggunakan tissue, kemudian akar difiksasi dengan asam asetat dan didiamkan selama 10 menit. Lalu akar dimaserasi denga lamlan HCl, kemudian didiamkan selama 2-3 menit.
     Setelah selesai akar diambil menggunakan jarum pentul kemudian diletakkan diaras kaca preparat. Lalu akar ditetesi acetoorcem yang berfungsi sebagai pewarna agar pengamatan terlihat jelas. Kaca preparat ditutup dengan gelas objek, objek dibedakan menjadi 2, yakni objek yang menggunakan metode squash dan objek yang hanya ditekan saaj. Metode squash yaitu suatu metode untuk mendapatkan suatu preparat dengan cara meremas suatu potongan jaringan atau suatu organisme secara keseluruhan, sehingga didapatkan suatu sediaan yang tipis yang dapat diamati dibawah mikroskop (Suntoro, 1983:14).
     Kaca preparat emudian dilewatkan diatas nyala bunsen guna mengeringkan preparat. Setelah ering objek diamati diatas meja objek menggunakan mikroskop monokuler. Pada saat pengamatan menggunakan preparat yang telah dibuat ternyata fase-fase tidak dapat terlihat, hal ini disebabkan terjadinya kesalahan dalam pembuatan preparat. Adanya gelembung-gelembung udara dapat menghalangi pengamatan serta metode squash ang belum tepat menyebabkan fase-fase tidak dapat terlihat. (Zainal, 2014 : 577).
   Untuk mengamati fase-fase pada saat mitosis digunakan preparat awetan yang disediakan oleh laboratorium. Dari pengamatan tersebut diperoleh fase-fase dalam mitosis yakni profase, anafase, metafase, dan telofase. Tahap profase adalah tahap visualisasi selubung inti atau dinding sel inti sudah mulai menghilang dan tampak benang-benang kromatin yang bergerombol padat. Tahap metafase yaitu tahapan kromosom dalam keadaan tersebar dalam sel berukuran panjang dan pendek tanpa disertai dindig nukleus. Tahap anafase adalah tahapan saat kromosom tersebar dengan masing-masingmembelah menjadi dua. Tahap telofase adalah tahapan saat inti sel membelah menjadi dua sel anak dan masing-masing mempunyai pasangan identik sebagai kromosom diploid 2n (Gudowskap, 2005: 23-32).
    Sebelum memasuki tahap mitosis, sel terlebih dahulu masuk kebagian interfase, interfase terdiri dari fase G1, fase S, dan fase G2. Sedangkan mitosis tediri dari profase, metafase, anafase, dan telofase. Selama fase G1 sel melakukan persiapan diri untuk melakukan sintesis DNA, biasanya fase ini berlangsung antara enam hingga dua belas jam. Selama fase S molekul DNA dalam kromosom mereplikasi dirinya sendiri, menjadi dua molekul DNA yang identi yang disebut kromatid. Fase ini  umumnya berlangsung selama enam hingga delapan jam. Tahapan sintesis diikuti oleh G2, dalam fase ini dilakukan pengorgnisasian materi-materi untuk struktur-struktur terspesialisasi yang diperlukan bagi pergerakan kromosom dan replikasi sel. Pada fase G2, pertumbuhan sel dan ekspansi terjadi, juga dilakukan pengecekan kembali jika ada kesalahan dalam replikasi. Fase G2 biasanya terjadi selama tiga jam. Setelah tahap interfase selaesai maka tahapan selanjutnya masuk ke fase-fase  pada mitosis yakni profase, metafase, anafase, dam telofase (Campbell, 2002:23).

BABA IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
       Tahapan-tahapan dalam pembelahan sel mitotik terdiri dari profase,metafase, dan telofase. Tahap profase merupakan tahap dimana selubung inti atau dinding sel mulai menghilang, benang-benang kromosom bergerombol. Tahap metafase merupakan tahap dimana kromosom dalam keadaan tersebar tanpa disertai dinding nukleus. Tahap anafase, dimana kromosom tersebar dengan masing-masing membelah menjadi dua. Tahap telofase dimana kromosom membelah menjadi dua sel anakan yang mempunyai pasangan identik sebagai kromosom diploid 2n.

4.2 Saran
   Sebelum praktikum diharapkan praktikan telah menguasai mengenai prosedur selama percobaan berlangsung




DAFTAR PUSTAKA

Campbell,N.A.2002. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta:Erlangga.
Fukkui, K.1996. Plant Chromosomes at Mitosis. LISA:cec. Press Inc.
Gudowskap, N.A dkk. 2005. “Correlation Belween mitotic Delay and Aberation Burden, and Thei role for The Analysis of chromosome Damage.” International journal Biologi. Vol 81 no 1 (23-32).
Haryanto,F.F.2010.   analisis kromosom dan stomata Tanaman Salak Bali, Salak Padang Sidempuang, Salak Jawa. Surakarta:UNS.
Suntoro, S.H. 1987. Metode pewarnaan (Histologi dan Histokimia). Jakarta:Bhratara karya aksara.
Zainal,A.A. , 2014. Studi Indeks Mitosis Bawang untuk pembuatan media pembelajaran preparat mitosis . Zainal Broe Edu. Vol 3 no.3 (577).

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Pembelahan Sel"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!