loading...

Laporan Praktikum : Mikroskop dan Cara Penggunaannya

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

MIKROSKOP DAN CARA PENGGUNAANNYA











Disusun oleh :












PROGRAM STUDI FARMASI FAKULTAS
SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2017






BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Suatu kenyatan yang tidak bisa dibantah, bahwa kita hidup di dunia ilmu pengetahuan ilmu dan teknologi. Dengan alat yang serba canggih, serba cepat dan serba otomatis, ini semua berkat ilmu pengetahuan dan teknologi selalu membawa keuntungan bagi manusia karena segala kesulitan hampir dapat di pecahkan.
Dalam kehidupan sehari-hari, segla sesuatu yang kita lihat tidak terlepas dari komponen-komponen serta bagian bagian terkecil dari suatu unsur-unsur sebuah partikel tidak terkecuali makhluk hidup. Tubuh makhluk hidup tersusun dari struktur-struktur yang sangat kecil sampai struktur yang sangat besar atau kompleks struktur yang sangat besar akan lebih mudah diamati oleh matasecara langsung, bahkan tanpa menggunakan alat bantu.
Akan tetapi , bagu unsur yang sangat penting dan tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Seperti sel dan jaringan makhluk hidup. Dengan adanya keterbatasan pengelihatan dari manusia inilah yang menjadi faktor dorongan para ilmuan dan para peneliti untuk mempermudah mengamati objek-objek atau unsur-unsur yang sangaat kecil. Bahkan beberapa mikroskop modern dapat menunjukan otom bahan dan lain-lain.
Bakteri yang berukura besar dan beerapa organisme bersel tuggal lain, seratus kali ukurannya, dan virus ukurannya puluhan kali lebih kecil. Sedangkan, mata manusia memiliki keterbatasan dalam melihat benda-benda mikroskopis. Sesuai dengan itu maka dibutuhan pengetahuan tentang mikroskop.
Pengetahuan tentang teori saja dirasa kurang cukup untuk menunjang keterampilan mahasiswa dalam mengoperasikan mikroskop. Mahasiswa dituntut untuk dapat menggunakan serta mengetahui fungsi dari mikroskop serta bagian-bagiannya.
Mikroskopmerupakan salah satu alat yang penting pada kegiatan laboratorium sains, khususnya biologi untuk mengamati hewan atau benda mikroskopis.
Mikroskop merupakan salah satu alat penunjang dalam penelitian organisme. Mikroskop dari masa ke masa mengalami banyak perkembangan sesuai dengan kebutuhan serta kecanggihan ilmu teknologi di era penelitian yang juga semakin berkembang dari masa ke masa . dengan perkembangan mikrosop tersebut dapat mempermudah para ilmuwan  atau peneliti mencinptakan inovasi- inovasi baru dalam berbagai bidang.
Semakin ahli kita menggunakan mikroskop maka akan semkin baik pula hasih pengamatan mikroskopis yang kita lakuka dengan menggunakan mikroskop.

1.2. Tujuan
1. mengetahui jenis-jenis mikroskop dan cara pengunaan.
2. mengetahui prosedur kerja mikroskop biasanya dan elektron.



BAB 11
METODE KERJA


2.1.  Alat dan Bahan

2.1.1. Alat
            1. Mikroskop Monokuler
            2. Mikroskop Binokuler
            3. Mikroskop Stereo
            4. Scanning Microscope Electron (SME)

2.1.2. Bahan
            1. Preparat awetan
            2. Bunga hibicus tiliaceus
            3. Bunga hibicus rosa sinencis

2.2. Prosedur Kerja

1.      Digambarkan sebuah mikroskop yang terdapat di laboratorium beserta bagian-bagiannya.
2.      Diperagakan oleh praktikan cara membawa mikroskop dengan benar dibantu oleh asisten/dosen yang bersangkutan.
3.      Dibersihkan mikroskop dengan kain panel.
4.      Diletakkan preparat awetan pada meja benda.
5.      Dimulai dengan perbesaran kecil, bila objek terlalu ecil digunakan berbesaran yang lebih besar.
6.      Diatur fokus mikroskop dengan dinaik turunkan  meja benda dengan mikro dan makro sekrup
7.      Diatur diafragma untuk didapatkan cahaya yang diinginkan , bila pencahayaan terlalu besar atau terlalu kecil
8.      Digunakan mikroskop stereo dengan cara diletakkan objek pada objek gelas atau cawan petri untuk pengamatam objek yang lebih besar , kemudian diamati
9.      Digunakan mikroskop elektron , untuk objek dengan perbesaran 2000 kali.




BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1.   Hasil









Keterangan :
a.       Kaki mikroskop           : menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop
b.      Lengan mikroskop      : tempat memegang mikroskop saat dipindahan.
c.       Lensa okuler                : menerima bayangan semu dan terbaik, menerima bayangan yang dibentu oleh lensa objektif.
d.      Revolver                      : untuk mengganti atau mengatur lensa objektif yang akan di pakai.
e.       Lensa objektif             : menerima cahaya setelah menembus objek.
f.       Penjepit preparat         : menjepit preparat
g.      Meja preparat              : untuk meletakkan objek yang akan dilihat.
h.      Kondensor                  : mengumpulkan cahaya dati cermin.
i.        Diafragma                   : mengatur cahaya yang amsuk.
j.        Cermin                        : menerima cahaya yang masuk.
k.      Mikrosekrup                : memfokusan bayangan.
l.        Makrosekrup               : menaik-turunkan meja preparat.
m.    Saklar                          : menghidupkan dan mematikan mikroskop.




3.2. Pembahasan
                                
            Mikroserup adalah sebuah alat untuk melihat objek yang berukuran kecil (mikroskopis) untuk dilihat dengan mata kasar (Herwindo 2010)? Jadi, dapat disimpulkan bahwa mikroskop sebagai alat untuk mengamati objek mikro.
            Dalam sejarah , yang dikenal sebagai pembuat mikroskop pertama kali adalah dua ilmuwan jerman, yaitu Hans Janssen dan Zachanas Janssen (ayah-anak) pada 1590. Penemuan mikroskop tersebut mendorong ilmuwan lain , seperti Galileo galilei (italia). Untuk membuat alat yang sama . galileo menyelesaikan  pembuatan mikroskop tada 1609, dan mikroskop yang dibuatnya dikenal dengan mikroskop galileo. Mikroskop jenis ini menggunakan lensa optik, sehingga disebut dengan mikroskop optik. Mikroskop yang dirakit dengan lensa optik memiliki kemampuan terbatas dalam memperbesar ukuran objek (utami 2007)
            Mikroskop berdasarkan sumbercahaya dibedakan menjadi 2, yaiu mikroskop cahaya dan elektron. Mikroskop cahaya menggunakan cahaya tampak atau ultraviolet untuk menerangi spesimen. Mikroskop lektron menggunakan elektron (bukan sinar lampu) dan magnet (bukan lensa) untuk mengamati partikel-partikel submikroskopis.(cappucino 2009)
            Ada banyak jenis mikroskop, dengan fungsi, bentuk, dan perbesaran yang bervariasi. Dilalam laboratirium biotenologi dan Rekayasa Universitas Jambi terdapat mikroskop monokuler, trinokuler, stereo, dan SEM.
            Mikroskop monokuler adalah mikroskop cahaya yang hanya memiliki satu lensa okuler. Perbesaran yang dihasilkan pada umumnya adalah 40x, 100x, dan 1000x.
            Mikroskop binokuler adalah mikroskop cahaya yang memiliki dua lensa okuler. Fungsinya hampir sama dengan mikroskop monokuler haya saja akan lebih efisien jika dipakai untuk mengamati sel yang amat kecil.
Mikrosop trinokuler adalah mikroskop cahaya yang memiliki tiga lensa okuler. Fungsinya sama dengan monokuler dan binokuler, namun salah satu lensa okuler dapat dihubungkan dengan kamera.
Mikroskop stereo memiliki kemampuan perbesaran hanya 7-30x saja objek yang diamati berukuran relatif besar . hasil yang terlihat bersifat terlihat 30.
Mikroskop elektron terdiri dari SEM dan TEM . perbesarannya mampu lebih dari 2000x. Pengukuran fokusnya melalui komputerisasi , SEM digunakan untuk mengamati permukaan dari sel, sedangkan TEM dapat menembus sel untuk engetahui orangan-organ sel. Namun, didalam laboratorium ini hanya terdapat mikroskop jenis SEM, dan hanya dapat digunakan oleh orang-orang tertentu saja.
Ketika melakukan pengamatan, mikroskop harus diperiksa dan dibersihkan terlebih dahulu. Pencahayaan harus diatur terlebih dahulu dengan mengatur cermin dan kondensor agar cahaya dapat masuk ke lensa objektif. Lalu atur fokus untuk mendapatkan hasil yang jelas. Ketika membersihkan mikroskop janganlah mengunakan alkohol, karena dapat merusak lensa. (aArdisasmita 2000)
Mikroskop memiliki banyak bagian-bagian, yang pertama yaitu lensa okuler, terletak diatas tabung mikroskop yang dipakai pengamat untuk melihat bayangan yang dibentuk oleh lensa objektif. Umumnya lensa okuler memiliki perbesaran 10x. Lensa objektif adalah lensa yang paling dekat dengan benda, yang berfungsi sebagai pembentuk bayangan dan meneruskan lensa okuler. Pada mikroskop cahaya, perbesaran objektif adalah 4x, 10x dan 100x. Gunakanlah perbesaran mulai dari 4x. Untuk mengatur lensa objektif gunakanlah revolver.
Untuk pencahayaan pada mikroskop cahaya, digunakan cermin, kondensor, dan diafragma. Cermin dipakai untuk menangkap cahaya dan merefreksi cahaya ke kondensor. Cahaya dikumpulkan oleh kondensor. Dan diafragma untuk mengatur banyak cahaya yang masuk.
Unuk mengatur fokus digunakan mikri dan makro sekrup. Makro serup dalam mikroskop cahaya memiliki ukuran lebih besar dari ukuran mikro sekrup.
Untuk peletakan preparat terdapat meja preparat dan penjepit preparat yang mencegah preparat goyang saat diteliti.
Pada bagian fisik mikroskop terdapat kaki, lengan, dan tabung mikroskop, agar mikroskop dapat berdiri tegak dan dapat di bawa. Saat membawa atau memindahkan mikroskop, haruslah menggunakan kedua tangan. Salah satu lengan memegak lengan mikroskop dan salah satunya lagi memegang aki mikroskop. Gunakan dan rawat mikroskop dengan benar. ( Gabriel, 1996)



BAB 1V
KESIMPULAN

Mikroskop adalah alat yang digunakan untuk melihat benda yang berukuran mikroskopis. Karna zaman yang semakin canggih, semakin canggih pula perkembangan mikroskop. Bagian-bagian dari mikroskop diantaranya adalah kaki mikroskop, lengan mikroskop, lensa okuler, lensa objektif, revolver penjepit preparat, meja preparat. Kondensor, diafragma, cermin, dan makro sekrup dan saklar yang masing-masing memiliki fungsi.





DAFTAR PUSTAKA


Ahmad, Herwindo. 2010. Tingkat pengetahuan siswa SMAN 1 Medan terhadap penggunaan mikroskop. Medan : USU
Ardisasmita, M.S. 2000. “ Pengolahan citra digital dan analisir kuantitatif dalam karaterisasi citra mikroskopik.” Jurnal mikroskopi dan mikro analisir. Vol 3 (1) : 26
Cappucino,J.G. 2009. Manual laboratorium Biologi. Jakarta : EGC
Gabriel, J.F. 1996. Fisika Kedokteran. Jakarta : EGC
Utami, H.P. 2007. Mengenal Cahaya dan Optik.  Bekasi : Ganesa Exact


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Mikroskop dan Cara Penggunaannya"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!