loading...

Laporan Praktikum : Metabolisme

LAPORAN BIOLOGI UMUM
” METABOLISME’’









Disusun Oleh :







PROGRAM STUDI FARMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSIRAS JAMBI
2007





BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Semua makhluk hidup membutuhkan yang namanya energi. Energi oleh makhluk hidup dibutuhkan untu melakukan segala aktivitasnya, seperti tumbuh, bergerak, mencari makanan, menanggapi rangsangan, bereproduksi dan lain-lain sebagainya. Tapa energi , maka proses tersebut diatas tidak dapat di lakukan.
Metabolisme adalah seluruh reaksi kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup. Metabolishme berasal dari bahasa yunani “ metabole” yang berarti berbubah.
Metabolisme dipakai sebagai suatu istilah untu menyatakan fisiologi total makhluk hidup darimulai masuknya makanan , penyerapan, penyimpanan, ekresi, dan lain sebagainya. Makhluk hidup mendapatkan energi melalui proses oksidari zat-zat makanan teraebut.
Pada makhluk hidup, reasi kimia tersebut banyak yang terjadi secaraspontan atau simultan karena, jika kita melihat reaksi tersebut satu demi satu , akan sulit memahami aliran energi dari proses reaksi tersebut
Dalam metabolisme akan terjadi perubahan suatu senyawa kimia yang melibatkan enzim sebagai biokatalisator untuk mempercepat metabolisme tersebut. Metabolisme dapat berlangsung dengan tnapa enzim, namun laju dari reaksinya akan menurun. Dengan demikian maka proses reaksi kimia tersebut berlangsung lama.
Dalam metabolisme ini, ada yang namanya proses transpor dan membran sel. Transpor ada yang aktif dan ada yang pasif. Yang aktif yaitu ada endomitosis dan eksomitosis, sedangkan difusi dan osmosis ada pada transpor pasif.
Salah satu ciri makhluk hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon diudara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi oleh tubuh tumbuhan. Fotosintesis merupakan contoh dari anabolisme, yaitu penyusunan senyawa kompleks. Dan respirasi adalah contoh dari kata bolisme ( penguraian senyawa kompleks) . anabolisme dan katabolisme adalah bagian dari metabolisme.

1.2  Tujuan
Setelah mengikuti praktikum ini mahasiswa mampu menjelaskan pengertian metabolisme, anabolisme dan kata bolisme, mengetahui proses difusi dan osmosis, menjelaskan pengertian plasmolisisdan krenasi, membuktikan proses fotosintesis pada tumbuhan.



BAB II
METODE KERJA

2.1 Alat dan Bahan

2.1.1 Alat
            1.Cawan petrit
            2. Sile
            3. Neraca
            4. Mistar
            5. Pipet tetes
            6. Gelas ukur
            7. Tabung reaksi
            8. Corong
            9. Gelas kimia
            10. Kertas berwarna

2.1.2 Bahan
            1. Tinta cina
            2. Metilen blue
            3. Solanum tuberosum
            4. Hidrilia sp.
            5. Larutan NaHCO3
            6. Larutan glukosa
            7. Aquades
            8. Larutan garam

2.2 Prosedur Kerja

2.2.1 Difusi
1. Pola cawan petri dibuat pada kertas hvs
2. Metilen blue di teteskan pada cawan petri
3. Waku yang dibutuhkan sampai warna larutan merata di catat, kemudian dimasukan dalam tabel pengamatan
4. Percobaan diulangi menggunaan metilen blue yang segera diaduk setelah diteteskan dan dengan tinta cina
5. Waktu yang dibutuhkan sampai larutan meratta dicatat

2.2.2 Osmosis
1. Kentang mentah dibersihkan dari kulitnya.
2. Kentang dipotong dengan ukuran 2x3 cm dan diusahakan memiliki berat yang sama sebanyak dua potong
3. Larutan gula disisapkan dalam gelas ukur
4. Larutan garam disisapkan dalam gelas ukur
5. Dimasukkan potongan kentang secara bersamaan ke gelas ukur A( berisi Aquades) , B(larutan gula), atau dibalik sesuai keinginan
6. Potongan kentang dibiarka terendam selama 10 menit
7. Kentang diangat dan diamati perubahan yang terjadi pada kentang dan ditimbang

2.2.3 Fotosintesis
1. Hydrilia dimasukkan kedalam tabung yang berisi air dalam posisi potongan diatas
2. Dibiarkan 10 menit, lalu diamati gelembung didalam tabung reaksi dan jumlah gelembung ditulis di tsbel pengamatan
3. Air didalam tabung yang berisi hydrilia diamati dengan yang mengandung NaHCO3
4. Diulangi percobaan dengan tabung terlebih dahulu diselimuti dengan kertas berwarna



2.2.4 Tekanan darah
            1. Probandus tidak terlentang, lengan iri dibebat
            2. Dicari denyut probandus lalu dipasangan stetoskop pada denyut jantung
            3. Diukur tekanan darah probandus dicatat
            4. Diulangi point tiga, probandus diminta berlari kecil 5 menit
            5. Diulangi point 3, probandus diminta naik turun tangga selama 5 menit



BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN


1.1     Hasil
1.1.1        Difusi

NO.
PERLAKUAN


WAKTU




1
2
3
4
5
1.
2.
3.

Tinta cina
Metilen Blue
Metilen blue yang diadu


12d


5m


10m 52r


14m 2d

5m
16m 4d
1m 4d
1.1.2        Osmosis
NO.
PERLAKUAN
SEBELUM
SESUDAH
KETERANGAN
1.
2.
3.

Kentang + air
Kentang + glkosa
Kentang + garam

1,6 gr
1,5 gr
1,7 gr

1,6 gr
1,6 gr
1,8 gr

Tetap
Hipertonik
hipertonik
1.1.3        Fotosintesis
NO.
PERLAKUAN

JUMLAH
GELOMBANG



10
10
10
Total
1.
2.
3.
4.
5.
6.
    7.
Kontrol terang

Merah

Kuning

Biru

Hjau

Hitam

Kontrol gelap

1

5

10

3

2

70

0

0

13

32

2

26

~

0

0

11

26

5

58

~

3

1

29

68

10

86

~

3




1.2    Pembahasan
Metabolisme merupakan suatu proses reaksi kimia yang terjad didalam se maupun tubuh makhlukhidup. Untuk mengetahui mengenai metabolisme . metabolisme sendiri terdiri dari anabolisme dan katabolisme . metabolisme yang tidak membutuhkan energi disebut transpor pasif. Contoh dari transpor pasif adalah difusi dan osmosis.
Pada percobaan ini, untuk difusi, objek yang digunakan adalah tinta cina dan metilen blue. Sebelumnya , dibuat dahulu pola cawan petri yang disertai dengan tanda skala pada kertas Hvs. Pembuatan gambar ini dilakukan untuk memudahkan praktik dalam membaca atau membatasi waktu sebar dari objek praktikumnya. Sebelum meneteskan tinta cina dan metilen blue pada cawan petri tambahkan dahulu air. Diharapkan untuk tidak terlalu banyak dan tidak terlalu sedikit. Jika terlalu banyak , akan boros. Jika terlalu sedikit , tinta cina dan metilen blue akan mengendap dan tidak menyebar . percobaan dilakukan satu persatu. Penetesan objek pada cawan petri merata dan tidak berat sebelah. Demikian juga dengan metilen bluesetelah penetesan, diharapkan untuk tidak menyenggol larutan itu. Hitung waktu dari mulai larutan tinta cina atau metilen blue menetes pada air. Pembacaan pada skala dilakukan dengan membacanya dari skala yang jauh. Lalu percobaan ini diulangi dengan mengganti metilen blue ( yang didiamkan ) dan metilen blue ang diaduk setelah diteteskan. Dari hasil pengamatan dipetoleh data bahwa metilen blue yang diaduk dengan metilen blue yang tidak diaduk memiliki kecepatan rambat pada air yang berbeda. Metilen blue yang diaduk dengan metilen blue ynag tidak diaduk, yang memiliki laju perambatan tinggi adalam metilen blue yang diaduk. Hal ini menunjukkan bahwa pengadukan merupakan katalisator dalam penyebaran metilen blue dalam air. Hal ini sesuai dengan peryataan, kimball (2003 : 17 ), yaiutu difusi adalah proses perpindahan molekul gas, cairan, dan larutan dari larutan hipertonik ke larutan hipotonik . proses difusi dipercepat dengan naiknya suhu karena sumber geraknya adalah agitasi termal atau aktivitas  kinetik aca dari molekul atau ion. Jika laju rambat metilen blue sangat lama, berbeda dengan tinta cina. Laju rambat tinta cina cepat. Sehingga pembacaan waktu untuk sala 1 sampai 4tidak dapat dibaca. Dalam percobaan ini, metilen blue yang diadu dalah yang paling cepat lariut dalam aiar. Setelah itu ada tinta cina dan metilen blua yang tidak diaduk.
Perbedan cepat rambat antara tinta cina dan metilen blue disebabkan oleh perbedaan konsentrasi antara keduanya . hal ini menunjukkan bahwa tnta cina memiliki konsentrasi lebih tinggi dibandingkan dengan konsentrasi metilen blue  .
Dari peristiwa ini dapat diambil kesimpulan bahwa konsentrasi berbanding lurus dengan pada difusi. Larutan yang berkonsentrasi tinggi mempunyai tekanan difusi yang besar. Sebaliknya, difusi pada larutan encer atau konsentrasi rendah mempunyai tekanan difusi yang kecil ( Saktiyono, 1999 : 28 ).
Contoh dari metabolisme yang tidak memerlukan energi selain difusi dan osmosis. Objek yang digunakan untuk percobaan osmosis yaiutu potongan kentang. Kentang yang sudah dikupas dan dipotong diletakkan pada larutan air, gula dan garam. Pada larutan air saja, massa dari kentang tidak mengalami penambahan massa dari bebelum pencelupan dan sesudah direndam selama beberapa menit. Sedangkan, pada larutan gula dan garam, kentang mengalami penambahan berat dari sebelumdan sesudah direndam beberapa menit. Dari percobaan ini, dapat dikatakan bahwa kentang yang direndam dalam larutan gula dan garam terjadi peristiwa osmosis. Hal ini terjadi karena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan gula dan garam dengan cairan yang ada di dalam sel kentang, sehingga kentang menjadi keriput. Hal ini sesuai dengan pengertian osmosis. Osmosis merupakan proses perpindahan atau pergerakan zat dari larutan yang onsentrasi tinggi ke yang konsentrasinya rendah ( sandy, 2012 : 233 )
Dalam percobaan ini mengunakan kentang. Dikarenakan lebih mudah dan murah dibandingkan dengan praktikum sejenis yang menggunakan kertas selotan atau usus Babi.
Contoh dari anabolisme yaitu reaksi fotosintesis. Dalam percobaan ini yang menjadi objek percobaan adalah Hydrilia sp. Hydrilia diletakkan pada wadah yang diisi dengan air lalu ditutup dengan corong. Wadah tersebut diberi tujuh perlakuan. Yaitu ontrol terang dan kontrol gelap, dilapisi kertas minyak warna merah, warna kuning, warna biru, warna hijau, warna hitam.

Reaksi dari fotosintesis adalah :
6 CO 2 + 6 H2O sinar matahari  C 6 H12 O 6 + 6 O2
Klorofil

Dari reaksi tersebut diketahui bahwa hasil dari reaksi fotosintesis yaitu terbentuknya O2 atau oksigen. Dari pecobaan ini keberadaan oksigen sebagai hasil dari fotosintesis ditunjukkan melalui adanya gelembung-gelembung yang menempel pada tepi corong. Gelembung itu merupakan gas O2 yang terbentuk arena proses fotosintesis dimana air diuraikan menjadi gas O2 yang muncul berupa gelembung-gelembung reaksi.

2H2O ­­-> 4 H+ + O2

 Dalam percobaan ini terlihat bahwa gelombung udara didalam tempat gelap atau dalam suasana gelep lebih banyak dibandingka yang suasana terang. Dapat dilihat pada tak hingga di perlakuan hitam. Namun menurut Pertamawati ( 2010 : 33 ), laju fotosintesis akan berjalan maksimum bila terdapat banyak cahaya. Maka, bisa saja dalam percobaan ini terjadi kesalahan. Kesalahan dapat terjadi karena kemungkinan adanya penutup corong yang sedikit terbuka atau karena faktor lainnya.
 Untuk contoh katabolisme yakni respirasi, pada percobaan ini dilakukan pengukuran tekanan darah. Namun percobaan ini tidak dilakukan. Dalam literatur, menurut guyton dan Hall (2007: 74 ), tekanan darah dapat dipengaruhi oleh usia , jenis kelamin, tinggi dan berat badan. Sedangkan menurut Martin ( 2005 : 60 ), sedikit latihan fisik dapat pula dipengaruhi tekanan darah.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
1. Metabolisme adalah keseluruhan proses kimia yang terjadi didalam tubuh makhluk hidup.  Metabolisme terbagi menjadi dua, yakni anabolisme dan katabolisme. Anabolisme adalah penyusunan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks sedangkan katabolisme adanya penguraian senyawa kompleks menjadi senyawa sederhana.
2. Metabolisme dapat berlangsung secara aktif dan dapat pula pasif . contoh dari pasif adalah difusi  dan osmosis. Difusi adalah perpindahan zat terlarut dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Sedangkan osmosis terjadi dengan perpindahan zat pelarut dari konsentrasi tinggi kerendah. Contoh dari transfor yang  aktif adalah endomitosis dan ensomitosis.
3. Plasmolisis adalah contoh kasus transportasi sel secara osmosis dimana terjadi perpindahan larutan  dari konsentrasi tinggi kerendah lewat membran semi permeabel. Dan krenasi adalah dimana dimana sebuah sel saat berada dalam larutan hipertonik , air yang ada didalam sel saat berada dalam larutan sel akan di tarik keluar sehingga sel mengerut dan rusak.
4. Pembuktian proses fotosintesis adlah dengan percobaan pada Hydrilia sp. Yang mempunyai  gelembung udara.
Reaksi fotosintesis:
6CO2 + 6H2O cahaya matahari C6H12O6 + 6O2
                               Klorofil


1.1         Saran
Dalam pratikum hendaklah lebih berhati hati dalam melakuan percobaan demi percobaan . hindari kesalahan-kesalahan kecil. Teliti dalam mengerjakan , sehinggan tidak pelu pengulngan – pengulangan.



DAFTAR PUSTAKA



Guyton A.C., dan J.E.Hall.2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 9. Jakarta : E6C
Kimball,J.2003.Biologi. Jakarta : Erlangga.
Martin . 2005. Biologi universitas.  Jakarta : Erlangga.
Pertamawati.2010, “Fotoautotrof secara invitro.” Jumal sains dan teknologi.  Vol (2 (1): 31-37
Saktiyono. 1999. Biologi .  Jakarta : Erlangga
Sandy,             Yanuar P. 2012. “pengaruh kadar abu gosok selama perebusan dan lama perendaman air ehadap kadar buah dan tepung mangruve. “jumal of mamme research. Vol 1(2) 233.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Metabolisme"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!