loading...

Laporan Praktikum : Kemasan Elektronik

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI PENGEMESAN DAN PENYIMPANAN
Kemasan Elektronik









Disusun oleh :
Muhammad Wasil





TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pengemasanadalaha teknologi untuk mewadahi atau melindungi  produkl selama distribusi, penyimpanan, penjualan dan pemakaian. Pengemasan berfungsi untukmembungkus (berhubungan dengan produk), melindungi (kualitas, keamanan dan kesegaran), sarana informasi (grafik dan  label) dan mamfaat kegunaan atau kemudahannya.
Bahan kemasan sangat bervariasi serta teknologi pengemasan yang semakin canggih dapat diaplikasikan pada semua bahan atau produk yang akan dikemas sesuai dengan karakteristik bahan atau produk yang akan dikemas. Bahan kemasan yang sering digunakan seperti  kertas, plastik,glass, logam, fiber dan bahan lainya seperti vakum, dan bentuk kemasan lainnya.
Sama halnya dengan barang elektronik, setiap jenis barang memilki cara penanganan yang berbeda- beda dalam halpengemasan, terlebih apabila barang tersebut merupakan barang yang mudah pecah seperti TV, blender, laptop dan lain-lain. Tujuan utama dari penggunaan pengemasan adalah untuk membuatbenda didalamnya menjadi lebih aman dari resiko kerusakan, seperti jatuh atau terbentur. Selain itu juga berfungsi sebagai penambah nilai estetika dan privasi dari barang yang dikemas selain kemasan luar, perlu juga dipelajari karakteristik bahan pelindung lain sperti bahan anti getar serta bahan pengisi.

1.2  Tujuan
Tujuan dari praktikum ini yaitu untukmengetahui jenis kemasan dan bahan anti getar dari kemasan blender.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengemasan
Pengemasan adalaha teknologi untuk mewadahi atau melindungi  produkl selama distribusi, penyimpanan, penjualan dan pemakaian. Pengemasan          dapat diuraikan sebagai sistem terkoordinasi meliputi penyiapan yang baik     untuk transportasi,penggudangan, logistik, dan penjualan dan pemakaian sampai kekonsumen. Pengemasan berfungsi untuk membungkus             (berhubungan dengan produk), melindungi (kualitas, keamanan dan kesegaran), sarana informasi (grafik dan  label) dan mamfaat kegunaan atau kemudahannya. Pengemasan dimaksudkan untuk menjaga makanan dari kerusakan, kontaminasi dan memperpanjang umur simpan ( Emanauli, 2013).
Kemasan adalah segala material yang digunakan untuk mengemas suatu benda atau produk agar dapat diterima oleh konsumen dalam keadaan baik.definisi kemasan menurut UU no 7 tahun (1996) tentang pangan yaitu bahan yang digunakan untuk mewadahi atau membungkus pangan, baik yang bersentuhan lansung dengan pangan maupun tidak. Fungsi dasar dari kemasan adalah mempertahankan  dan melindungi isi produk serta menjadi representasi dari sebuah produk yang ada didalamnya. Seiring pola perubahan prilaku konsumen yang memandang memamfaatkan kemasan, fungsi kemasan berkembang menjadi kompleks, kemasan moderen harus berfungsi sebagai bagian dari daya saing pasar dan pedagangan eceran yang semakin meningkat. Kemasan makanan meliputi logam, kertas,plastik, foil, peti kayu, katun atau kain goni (Emanauli, 2013).
2.2 Klasifikasi Kemasan
Menurut Emanauli (2013) klasifikasi kemasan berdasarkan struktur sistem kemasan ( kontak produk dengan kemasan ) dibagi menjadi 3 yaitu.
1.    Kemasan primer atau “ sales “ yaitu kemasan yang lansung mewadahi atau membuungkus benda / produk. Kemasan penjualan untuk pemakai ata konsume. Contohnya: kaleng susu bubuk dan lain- lain.
2.    Kemasan sekunder  “ grouped ” yaitu kemasan yang berisi sejumlah unit penjualan, yang fungsi uttamanya melindungi kelompok- kelompok kemasan kain, tidak kontak lansung dengan produk. Kemasan sekunder pada penjualan eceran, tidak dibawa pulang oleh konsumen. Contoh : kotak karton yang berisi sejumlah kaleng susu bubuk dan lain- lain.
3.    Kemasan tersier atau transfort yaitu kemasan untuk mengemas kumpulan kemasan sekunder, yang digunakan untuk membantu penanganan dan transportasi serta mencegah kerusakan pada produk. Kemasan ini untuk perlindungan tambahan selama penyimpanan dan distribusi jika terjadi kesalahan penanganan. C0nt0h: palet yang digunakan untuk transportasi kotak karton yang berisi sejumlah kaleng susu bubuk.
Menurut Emanauli (2013) klasifikasi kemasan berdasarkan tingkat kesiapan pakai terbagi 2 yaitu :
1.      Wadah siap pakai yaitu bahan kemasan yang siap untuk diisi dengan bentuk yang telah sempurna sejak keluar dari pabrik. Contoh : kemasan botol, kemasan kaleng ikan sarden dan sebagainya.
2.      Wadah siap dirakit / wadah lipat yaitu kemasan yang masih memerlukan tahap perakitan sebelum diisi. Misalnya : kaleng dalamm bentuk lembaran (flat) dan selinder fleksibel, kemasan yang terbuat dari kertas, foil atau plastik.

2.3     Jenis Kemasan
Menurut peraturan ka. Badan pom No. HK. 00.05.6497 tahun 2007 dalam Emanauli (2013), jenis bahan kemasan yaitu :
1.      Plastik ( termasuk varnishes dan coating)
2.      Selulosa tergenertasikan ( regeration cellulose)
3.      Elastomer dan karet
4.      Kertas dan karton
5.      Keramik
6.      Kaca / gelas
7.      Logam dan panduan logam (orlley)
8.      Kayu / gabus
9.      Produk tekstil
10.  Lilin parapin dan mikrokristal

2.4     Bahan Anti Getar
Bahan anti getar adalah bahan yang sengaja ditambahkan pada bahann kemas yang bertujuan untuk melindungi bahan selama perjalanan dan transportasi. Vibrasi (getaran) yang dapat mengaki8batkan kerusakan pada bahan atau kemasan selama dalam perjalanan atau distribusi. Untuk menanggulanginya dapat digunakan bahan anti getaran ( Julianti dan Nurminah, 2006).

2.5     Bahan Pengisi dan Penguat
Bahan pengisi merupakan bahan yang sengaja dijejalkan kedalam  bahan yang berfungsi untuk melindungi bahan dari gesekan antar bahan. Biasanya bahan pengisi digunakan bersama dengan bahan anti getar. Bahan pengisi juga berfungsi untuk penguat kemasan yang dihasilkan dengan cara pengerasan oleh bahan berserat dan meningkatkan kekuatan. Contoh : bahan pengisi adalah kapas, serat kayu dan kainnya ( Julianti dan Nurminah, 2006).





BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum dilaksanakan pada hari selasa, 15 November 2016 pukul 14.40 WIB dilaboratorium kimia (Ruang B102) Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jambi.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu kertas dan alat tulis. Adapun bahan- bahan yang digunakan yaitu box kemasan blender dan bahan anti getar.
3.3  Prosedur Kerja
Disiapkan alat dan bahan yang akan digunakan. Dipresentasikan kemasan elektronik (blender) serta bahan anti getarnya. Dijelaskan jenis, fungsi, serta mamfaat dari setiap jenis kemsan tersebut. Diambil poto untuk setiap bagian pada kemasan dan dilampirkan pada hasil.



BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
                            
   
    Gambar 1. Kardus blender dengan    Gambar 2. Bahan anti getar pada kemasan
ukuran 26 cm, 22 cm, 36 cm                           blender
                                   
         
    Gambar 3. Posisi bagian dalam kemasan           Gambar 4. styrofoam
blender
                                  

     Gambar 5. Bublle wrap                             Gambar 6. Macam-macam corrugated



    4 .2 Pembahasan
Setiap jenis barang memiliki penangan yang berbeda- beda dalam hal pengemasan, terlebih barang tersebut terbuat dari kaca / gelas yang mudah pecah. Tujuan utama pengemasan, pemberian bahan anti getar dan bahan pengisi adalah untuk membuat benda didalamnya menjadi lebih aman dari resiko kerusakan, seperti jatuh atau terbentur. Selain juga berfungsi sebagai bahan penambah nilai estetika dan privasi dari bahan yang dikemas.
Kemasan harus disesuaikan dengan barang yang akan dikemas. Pada kemasan blender ini digunakan bahan kemasan luarnya yaitu kardus, bahan anti getarnya berupa kardus pula dan tidak ada bahan p[engisi.
·         Kemasan luar  ( kardus)
Kemasan luar pada blender tersebut yaitu kardus. Pada kardus, jenis kertas yang digunakan yaitu kertas karton. Dalam pedagangan kertas karton disebut juga cortugated box, dan diguunakan untuk mengemas barang elektronik atau bahan hasil pertanian., dll. Cortugated box disebut juga karton bergelombang.
ü Kertas kraft ( kraft linier ) untuk lapisan luar dan dalam
ü Kertas medium untuk bagian tengah yang bergelombang.
 Cortugated sheet ada beberapa macam yaitu :
ü  Singel wall : satu lapis dengan ketebalan ± 3mm ( B / flute) dan 4mm (C / flute)
ü  Double wall : 2 lapis dengan ketebalan ± 7mm ( CB / flute)
ü  Triple wall : 3 lapis dan lain-lain.
Kardus pada kemasan blender yang digunakan adalah singel wall pada kotak luar kemasan blender , sedangkan doble walldigunakan pada bahan anti getar  untuk bagian atas dan bawah blender. Kardus memiliki fungsi untuk menahan tekanan luar, dimana kekuatannya tergantung dari pada banyaknya lapisan flute dan linernya. Makin banyak lapisannya maka makin kuat digunakan untuk menahan tekanan. Kardus kemasan blender ini memiliki tinggi 36 cm, panjang 26cm, serta tebal 22cm. Dengan ketebalan sheet 2,1mm.
·         Bahan Anti Getar
Anti getar yang digunakan yaitu kardus, dengan singel wall pada bagian samping dan triple wall pada bagian atas dan bawah. Bahan anti getar ini sengaja ditambahkan pada produk yang bertujuan untuk melindungi  blender selama perjalanan dan transportasi. Vibrasi (getaran) yang dapat mengakibatkan kerusakan pada bahan atau kemasan selama dalam perjalanan dan distribusi. Anti getar pada bagian atas dan bawah yaitu double wall, karena bagian ini rentang terkena benturan dan tekanan akibat tumpukan sehingga perlunya bagian yang lebih tebal dan kuat agar blender tidak goyang atau pecah. Jumlah ketebalan double wall adalah 7mm.
Umumnya kemasan elektronik memiliki bahan anti getar berupa steroform seperti pada TV. Serta bahan pengisi seperti buble wrap. Setiap bahan memiliki bahan pertahanan masing- masing.
·          Styrofoam atau polystyren
Styrofoam atau polystyren  adalah material plastik yang dibuat dari monomer stirena melalui proses polimerisasi suspensi pada tekanan dan suhu tertentu. Styrofoam dapat dibuat berbagai macam bentuk sesuai dengan tujuan penggunaannya. Dapat menjadi kotak atau boxs, lembaran, bola-bola dan jaring- jaring. Styrofoam  berbentuk boxs memiliki fungsi  penahan tekanan luar sekaligus juga bisa untuk meredam getaran dari benda- benda yang dilindunginya, selain itu juga kedap air, oleh karena itu boxs yang terbuat dari Styrofoam  biasanya digunakan untuk mengemas barang elektronik. Sedangkan Styrofoam yang berbentuk lembaran, bola-bola dan jaring- jaring biasanya digunakan sebagai alas dari kemasan karton untuk meredam getaran.
·         Buble Wrap
Buble wrap adalah bahan plastik lentur transparan yang biasa digunakan untuk mengemas barang- barang pecah belah atau barang elektronik yang mudah pecah. Berbentuk menonjol  berisi udara ( gelembung) dan memberikan perlindungan maksimal  untuk barang pecah belah dari goncangan atau jatuh.
Buble wrap memiliki fungsi untuk meredam getaran dari benda yang dilapisinya, namun buble wrap tidak dirancang untuk melindungi barang elektronik yang ukurannya kecil dan berbobot lebih ringan, misalnya kit elektronik, handpone, dan lainnya karena buble wrap tidak bisa menahan tekanan, maka diperlukan kemasan lain yang dapat berfungsi sebagai penahan tekanan.



V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
    Kesimpulan yang diperoleh dari praktikum ini bahwa setiap produk memiliki kemasan serta penanganan yang berbeda- beda. Bahkan barang elektronikpun memiliki  penanganan yang berbeda. Pada kemasan blender memiliki kemasan luar yaitu kardus, bahan anti getar kardus serta tidak ada bahan pengisi. Secara umum untuk barang elektronik terdapat bahan anti getar berupa Styrofoam baik lembaran, bola- bola dan jaring-jaring, serta bahan pelapis buble wrap yang juga bisa sebagai bahan pengisi.

5.2 Saran
     Saat pengamatan bahan anti getar dan bahan pengisi sebaiknya dicari tahu terlebih dahulu literatur tentang bahan, agar mudah memahami.




DAFTAR PUSTAKA

Emanauli. 2013. Teknologi Pengemasan dan Penyimpanan. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Jambi. Jambi.

Julianti, Elisa. 2006. Teknologi Pengemasan. Fakultas Teknologi Pertanian. Universitas Sumatra Utara. Sumatra Utara.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Kemasan Elektronik"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!