loading...

Laporan Praktikum : Jantung

LAPORAN PRAKTIKUM

JANTUNG








BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang
Munculnya gangguan fungsi jantung merupakan fenomena yang unik. Kalau melihat kerjanya yang non stop memompa darah ke seluruh tubuh, maka tidak diragukan lagi peran jantung sangatlah menentukan bagi kelangsungan hidup tiap individu. Karena itu, bila sampai muncul gangguan hingga menyebabkan kerusakan organ vital itu dan juga ada kerusakan pada organ lain yang menjadi “mitra kerja” jantung, maka hal itu mengarah pada kematian. Pada orang lain, adanya gangguan atau kerusakan mungkin bisa ada toleransi untuk bisa bertahan hidup. Namun sayangnya upaya menghindari dari hal yang fatal pada jantung masih sulit dilakukan.
Jantung adalah mesin kehidupan. Meski tersembunyi dalam rongga dada dan mustahil kita melihatnya secara nyata baik dalam kondisi masih berdenyut maupun sudah berhenti. Jantung berfungsi sebagai mekanisme pompa mendorong darah melalui seluruh sistem faskuler, sebenarnya terdiri dua pompa; jantung kanan yang memompa darah melalui paru-paru, dan jantung kiri yang memompa darah melalui organ dan jaringan perifer. Masing-masing unit terdiri dari 2 ruangan, atrium dan ventrikel.
Sejak terjadinya konsepsi sampai meninggal, jantung berdenyut secara ritmik dan kontinus untuk mempertahankan kehidupan. Beberapa penyakit timbul seiring dengan penurunan fungsi organ.
Oleh karena itu, perawat harus memiliki pengetahuan tentang anatomi dan fisiologi jantung dalam upaya memberikan perawatan yang optimal, membantu pasien untuk memahami kondisi yang terjadi dan mendukung pasien serta keluarga dalam mengembalikan fungsi hidup secara optimal. Sehingga praktikum mengenai pemeriksaan fisik ini menjadi sangat penting. Di mana pemeriksaan atau pengkajian fisik digunakan untuk memperoleh data obyektif dari kesehatan kardiovaskuler atau jantung klien.
1.2  Tujuan
  1. Mempelajari 4 cara pemeriksaan fisis jantung
  2. Menentukan posisi dari apeks jantung
  3. Menentukan batas-batas jantung
  4. Mempelajari suara – suara yang di timbulkan oleh aktivitas jantung selama satu siklus jantung.




BAB II
METODE PERCOBAAN

2.1  Alat kerja
Stetoskop
2.2  Cara kerja
Orang coba berbaring terlentang dengan kepala di sebelah kiri pemeriksa. Setiap anggota regu melakukan pemeriksaan ini.
1. Inspeksi
Memperlihatkan posisi dari denyut apeks jantung dan menyatukan titik terendah dan terluar daripada pulsasi jantung maksimal. Biasanya ini terletak pada ruang interkostal V kiri sternum.
2. Palpasi (memeriksa raba)
Meraba dengan jari pada daerah apeks dan merasakan dorongan dari apeks selama sistol-ventrikel.
3. Perkusi (memeriksa ketuk)
Meletakkan jari tengah kiri pada dinding kiri pada dinding toraks dan mengetuk dengan jari tengah tangan kanan. Mula-mula meletakkan jari tengah tangan kiri di atas daerah paru-paru kemudian sambil mengetuk, memindahkan jari tersebut menuju ke arah jantung. Memperhatikan saat terjadinya perubahan dari bunyi ketukan yang terdengar dan memberi tanda pada tempat tersebut. Dengan demikian, dapat melukiskan batas-batas jantung.
4. Auskultasi (memeriksa dengar)
Mempergunakan stetoskop untuk mendengarkan suara jantung pada lokasi tertentu.
Suara Jantung Pertama (S1)
Mempergunakan stetoskop pada dada yaitu pada ruang inter kostal V sebelah kiri sternum di atas apeks jantung. Pada tempat ini S1 terdengar sangat jelas dengan intensitas yang maksimum.
Suara Jantung Ke dua (S2)
Meletakkan stetoskop pada ruang interkostal II sebelah kanan sternum. Disini paling jelas terdengar S2. Pada daerah pulmonal (Pinggir kiri sternum bagian atas) normal dapat terdengar dua komponen S2 (suara kedua yang terpisah). Komponen I disebabkan oleh penutupan katup aorta sedangkan komponen II disebabkan oleh penutupan katup pulmonalis.
Pemisahan (splitting) dari S2 ini manjadi lebih lebar (lebih jelas) pada inspirasi. Meletakkan stetoskop pada pinggir kiri sternum pada bagian atas dan mendengarkan apakah terjadi pemisahan S2 pada waktu inspirasi dalam.
Suara Jantung Ketiga (S3)
Suara ini umumnya terdengar pada orang muda, paling jelas pada apeks jantung. Sifatnya lemah dan terjadi kira-kira 0,08 detik sesudah S2. Suara ini disebabkan oleh osilasi pada dinding ventrikel akibat masuknya darah dari atrium dengan cepat (rapid filling). Meletakkan stetoskop pada apeks jantung (inter kostal V kiri) dan mendengarkan ada tidaknya S3 sesudah S2. untuk memperjelas S3, dengan meninggikan tungkai orang coba atau meminta orang coba untuk melakukan kegiatan sebentar.
Suara Jantung Ke empat (S4)
Normalnya suara jantung tidak terdengar dengan tetoskop kecuali pada keadaan patologis. Suara ini terjadi akibat kontraksi atrium yang menyebabkan darah masuk dengan cepat ke dalam ventrikel.

BAB III
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
3.1  Hasil Pengamatan
Setelah melakukan pemeriksaan fisis jantung pada orang coba, hasil yang didapatkan yaitu :




3.2  Pembahasan
1. Cara Inspeksi (cara pandang)
dilakukan dengan memperhatikan posisi dari denyut apeks jantung dan menyatakan titik terendah dan terluar daripada pulsasi jantung maksimal. Pada orang coba, terlihat adanya denyutan di daerah apeks. Ictus Cordis (ICK) jantung terlihat pada apeks, yang terletak pada intercostal V dan garis tengah clavicula. Pada orang gemuk, inspeksi denyut apeks sulit dilakukan karena otot yang tebal yang tebal dan lapisan besar pada otot, sehingga denyutannya tidak sampai ke permukaan dan suit untuk di amati. Pada wanita, biasanya denyut apeks diamati pada bagian bawah putting susu (jarak 1 jari) dan di sebelah medial. Pada orang coba,denyut apeks dapat diamati.
2. Palpasi (periksa raba)
Palpasi dilakukan dengan meraba orang coba dengan jari-jari pada daerah apeks dan merasakan dorongan dari apeks selama sistol-ventrikel. Dengan teknik palpasi, dapat mengkonfirmasikan apa yang dilihat.. dimana debaran jantung (apeks jantung) merupakan pukulan ventrikel kiri terhadap dinding anterior yang terjadi selama kontrkasi ventrikel. Debaran ini dapat diraba dan sering terlihat pada ruang intercostalis V (di antara costa V dan costa VI) dan segaris dengan mid calavicula kiri. Dorongan apeks jantung dapat nampak, karena dekat dengan dinding rongga dada sehinggga dapat diprediksi jika ada kelainan. Terjadi pergeseran jika ada pembesaran jantung.

3. Perkusi  (periksa ketuk)
Perkusi dilakukan dengan meletakkan jari tengah kiri pada dinding thoraks dan mengetuk dengan jari tengah tangan kanan. Jari yang dianggap kuat, yang dijadikan sebagai plesimeter (landasan tangan). Mula-mula jari tengah tangan kiri diletakkan di atas daerah paru-paru orang coba, kemudian sambil mengetuk dan memindahkan jari tersebut menuju kea rah jantung.
4.    Auskultasi (mendengar)
Auskultasi adalah suatu cara untuk mendengarkan bunyi jantung dengan stetoskop.







BAB IV
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut
1. Cara pemeriksaan fisis jantung, sebagai berikut :
v  Inspeksi (periksa pandang)
v  Palpasi (periksa raba),
v   Perkusi (periksa ketuk),
v   Auskultasi (periksa dengar).
2. Letak dari apeks jantung, yaitu :
v  Terletak di ruang intercostalis V sinistra,
v  Berada 9 cm dari linea m
v  ediana sinistra,
v   Berada 2 jari linea mediana medioclavicularis sinistra,
v  Menghadap ke arah caudal-ventral kiri, terletak kurang lebih di bagian tengah     cavum,thoracia

5.2 Saran
Dalam penelitian berikutnya agar lebih teliti dalam melakukan setiap langkah percobaan dan kuasasi materi serta baca prosedur kerja dengan baik.




Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Jantung"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!