loading...

Laporan Praktikum : Genetika

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

GENETIKA









Disusun oleh :









PROGRAM STUDI FARMASI
FAULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS JAMBI
2017




     








BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
   Salah satu kemampuan dari makhluk hidupadalah kemampuan untuk menghasilkan keturunan dan menurunkan sifat yang sama atau mirip gengan induk.Genetika adalah ilmu yang berhubungan dengan studi dan pemahaman tentang keturunan, evolusi, perkembangan , ekologi, biologi molekuler, dan ilmu forensik. Genetika menjelaskan bagaimana suatu sifat diturunkan dari induk untuk keturunannya, serta variasi-variasi yang timbul didalamnya atau yang menyertainya.

   Mendel menetapkan hukum terkait genetika. Hukum mendel 1, yaitu hukum segregasi yang menyatakan , “ pada pembentukan edua gen yang merupakan pasangan akan dipisahkan dalam dua sel anak.” Sdangkan hkum mendel II menyatakan . bila dua individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maa diturunkan sifat yang sepasang itu tidak bergantung pada sifat pasangan lainnya.

  Sebelum menemukan hukum tersebut, mendel melakukan percobaan dengan menggunakan kacang ercis. Dengan menyilangkan varietas biji bulat dengan keriput. Hasil dari persilangan tersebut kemudian disilangkan dengan sesamanya kemudian didapat keturunan kedua pada keturunan pertama tidak muncul ercis keriput, sedangkan pada keturunan ke dua ercis keriput muncul. Maka, dalam mengetahui bagaimana gambaran dari pewarisan sifat yang dilakukan oleh mendel.

     Hukum mendel I berlaku dalam persilangan monohibrid dan hukum mendel II adalah dihibrid dimana . monohibrid dengan satu sifat beda , dan dihibrid dengan 2 sifat berbeda.
Genetika perlu dipelajari, agar dapat diketahui sifat-sifat keturunan manusia itu sendiri serta makhluk hidup yang berbeda dilingkungan sekitar. Maka , dilakukan percobaan mengenai genetika dalam praktikum kali ini.


1.2  Tujuan
Setelah praktikum ini, mahasiswa mampu menjelaskan tentang pola pewarisan sifat, melakukan hukum persilangan monohibrid dan dihibrid berdasarkan hukum mendel.




BAB II
METODE KERJA

2.1 Alat Dan Bahan
            1. Kancing Genetika
            2. Kalkulator
            3. Kamera

2.2 Cara Kerja
2.2.1 Persilangan Monohibrid
1. Disiapkan kancing geneti, diambi dua warna yang berbeda sebanyak 10, 20, dan 30 kali ulangan.
2. Pasangan kedua pasangan kancing tersebut dipisahkan dan dimasukkan kesatu tempat.
3. Dua kancing diambil secara acak tanpa melihat kemudian keduanya disatukan
4. Percobaan tersebut dilakukan sampai kancing habis.
5. Hasil f1 yang dihasilkan dari persilangan tersebut diamati dan dicatat.
6. Hasilnya dibandingkan dengan perbandingan yang dibuat mendel.
2.2.2. Persilangan Dihibrid
1. kancing genetik disisapkan , diambil 4 warna yang berbeda sebanyak 10,20 dan 30 kali ulangan.
2. dua kancing , yang berbeda warna melambangkan 1 karakter, seinggan 4 kancing mewakili 2 karakter.
3. kancing dengan karalter yang sama dikerkompokkan dan dipisahan dari pasangannya.
4. kancing yang lain diperlakukan sama sehinggan didapatkan 2 kelompok kancing yang memiliki 2 karakter.
5. keduanya ditempatkan pada dua tempat beda.
6. secara serentak, dua kancing dan dua tempat diambil dan disatukan.
7. percobaan tersebut dilalukan sampai kancing habis.
8. hasil f1 yang dihasilkan dari persilangan tersebut diamati dan dicatat.
9. hasilnya dibandingkan dengan perbandingan yang dibuat mendel.



BAB III
HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil

3.2 Pembahasan
Untuk lebih memahami mengenai ilmu genetik dilakukanlah praktikum biologi umum dengan materi genetik ini. Dalam praktikum ini, bahan yang diguakan hanyalah kancing genetika . untuk persilangan monohibrid , diambil dua pasang kancing dengan warna yang berbeda. Sedangkan pada dihibrid diambil 4 kancing dengan warna berbeda. Satu warna kancing mewakili satu karakter atau ratu sifat . dan sautu sifat ada yang dominan dan ada yang resesif. Yang domina adalah yangmuncul, biasanya merea yang biasa diamatai dalam keturunan dan diwariskan kepada generasi mendatang. Yang resesif adalah yang disembunyikan . hanya mucul untuk beerapa generasi dan akhirnya hilang.
Pada persilangan monohibrid, diamatai dua kancing dengan warna berbeda dari dua kancing yang sebelum nya kancing-kancing yang banyak itu telah dielopokkan . dikarenakan satu warna mewakili satu sifat, maka dalam percobaan ini , digunakan warna merah dan hitam. Merahmewakili rambut lurus yang dominan sifatnya dan hitam mewakili rambut keriting yang resesif. Lurus mewakili gemotipe LL dan keriting ll. Kancing dipisahkan dari pasangannya dan dimasikkan kedalam satu tempat masing-masing. Dalam percobaan ini, digunakan kantong jar laboratorium. Dimasukkan 10 merah dan 10 itam dikantong sebelah kanan dan demikian pula sebelah kiri, maka terdapat 20 kali pengulangan untuk monohibrid ini dengan sekali pengambilan mengambil satu dikantong kana dan satu lagi dikantong kiri. Pengambilan dilakukan bersama dan spontan , atau dilakukan bersama antara kantong kana dan kantong kiri. Setelah selesai dengan pengulangan 20 kali. Dilakukan pengulangan 40 kali. Kemudian dicatat yang didapat.
Pada pengulangan 20 kali , diperoleh nilai harapan untu genotipe LL 5, Ll 10, dan ll adalah 5. Pada perobaan ini digunakan metode chi square test untuk membandingkan antara frekuensi hasil obsevasi (o) dengan frekkuensi dari nilai harapan (h) . perbedaan tersebut  meyakinkan bahwa harga dari chi square- nya sama atau lebih besar dari suatu harga harga yang ditetapkan pada taraf signifikan tertentu, yakni tabel X2 ( Murti, 1996 : 19 )
Nilai harapan (h) diamil dari percobaan perbandingan pada hukummendel 1, yaitu 1:2:1. Pada persilangan monohibrid yangmenghasilkan perbandingan dari keturunannya 1:2:1 merupakan bukti beerlakunya hukum mendel 1yang dikenal dengan hukum segregati. Dengan monohibrid merupakan persilangan sederhana yang hanya memperlihatkan satu sifat atau satusifat itu yang dibandingkan ( Wijayanto, 2013:79).
Setelah dientukan nilai harapan pada monohibrid , dibansingkan dengan hasil obsevasi. Pada lurus homozigot (LL) diperoleh lima kali , lurus heterozigot (Ll) diperoleh sepuluh kali, dan keriting homozigot diperoleh lima kali, kemudian masukkan kedalam rumus chi square:
X2( o – h )2
                h

Pada percobaan ini, diperoleh nilai X hitung untuk keseluruhan genotipe adalah 0. Sdangkan X2 tabel adalah 4,61. X hitung adalah jumlah dari hasil yang dimasukkan dalam rumus chi square. Sedangkan X2 tabel telah terdapat di dalam tabel, namun harus dicari dulu dengan rumusan :
Df =  n -1

N adalah banyaknya fenotipe. Setelah di dapatkan nilai df, diamati pada tabel, maka dapat diketahui nlai X2 tabelnya . dengan X2 tabel 4,62 , didapat x hitung 0, ini berarti X2 tabel lebih besar dari pada x hitung, maka perobaan ini dapat diterima atau berarti sesuai dengan percobaan mendel.
Pada pengulangan 40 kali , nilai harapan untu lurus hoozigot adalah 10 dengan observasi sebanyak 12. Lurus heterozigot , nilai harapan nya 20 dengan obsevasi sebanyak 20. Dan lurus 14. Dengan X2 tabel yang sama dan diperoleh nilai jumlah dari rumus chi square atau x hitung adalah 3,8 , maka percobaan diterima , karena tabel X2 tabel lebih besar dari x hitung.
Pada persilangan hibrid diambil 4 kancing dengan warna yang berbeda . masing-masing punya satu karakter. Dihibrid merupakan persilangan yang memperhatikan dua sifat ( Jusuf, 1989: 1-15).
Pada percobaan ini dimasukkan kancing berwarna hijau dan hitam dalam satu kantong dan merah putih dalam satu kantong. Warna hijau mewakili sifat gendut, hitam kurus, merah tinggi dan putih pendek. Dilakukan percobaan dengan 32 kali dan 64 kali pengulangan , denagn setiap ulangan diambil 4 buah kancing. Tinggi dominan terhadap pendek. Dan gendut domonan terhadap kurus.
Menurut chambell (2000:14), pada persilangan dihibrid berlaku perbandinagan 9:3:3:1. Sehingga akan diperoleh nilai harapan (h) untuk 32 kali pengambilan pada genotipe M_B_ adalah 18 denagn obsevasi sebanyal 17 . M_b_, harapan 6 dan observasi sebanyak 5. m_B, harapan 6 dan obserasi sebanyak 7, dan m_b, harapan 2 dan obsevasi sebanyak 3. Denagn perolehan X2 tabel 6,25 dan x hitung 0.87. maka percobaan diterima.
Demikian pula untuk 32 kali pengulangan akan sama prosesnya denga 64 kali. Hanya berbeda hasilnya.
Kelainan an penyakit genetik adalah penyimpangan dari sifat umum atau rata-rata manusia. Karena tudak berfungsinya faktor-fator genetik (Surya,2001:48).





BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

4.1 Kesimpulan
1. Genetika dalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dan mempelajari bagaimana suau sifat  diturunan.
2. Pada persilangan monohibrid, berlaku hukum mendel 1, dengan perbandingan 1:2:1. Pada percobaan dihibrid, berlaku hukum mendel 2, dengan perbandingan 9:3:3:1.
4.2 Saran
          Dalam praktikum diharapkan untuk lebih teliti dan hati-hati agar hasil yang didapat sesuai, dan memenuhu tujuan praktikum.



DAFTAR PUSTAKA

Campbell, N.A, Jane B. , dan Lawrence 6.m.2000 biologi edisi kelima. Jakarta:Erlangga
Jusuf, M. 1999. “ teknik perhitungan koefesien rekomendasi dengan ontoh kasus lokus MDH, Estarase dan warna hipokotil pada setasia italica.”Jurnal Hot Tropikka. Vol 1 (12) : 1-15
Murti, B. 1996. Penerapan statistik nonparanetrik dalam ilm-ilmu kesehatan. Jakarta:Gramedia
Surya, I. 2001 .  genetika manusia. Yogyakarta: UGM.
Wijayanto,D.A., Rusli H., dan Mohammad H. 2013. “penerapan model persamaan diferensi dalam penentuan probabilitas genotip keturunan dengan dua sifat beda.” Jumal ilmu dasar. Vol 14 (2): 79.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Genetika"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!