loading...

Laporan Praktikum : Analisis Vitamin C

LAPORAN PRAKTIKUM
ANALISIS PANGAN DAN HASIL PERTANIAN
 Analisis Vitamin C





Disusun oleh :
Muhammad Wasil


TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latarbelakang
Vitamin C adalah vitamin yang tergolong  vitamin yang larut dalam air . sumber vitamin C sebagian besar dari sayur – sayuran dan buah – buahan  segar. Asupan gizi rata – rata sehari sekitar 30 – 100 mg viyamin C yang dianjurkan untuk orang dewasa. Namun terdapat variasi kebutuhan dalam individuyang berbeda.
Vitamin C dapat disintesis dari glukosa atau diekstrak dari sumber-sumber alam tertentu seperti jus jeruk. Vitamin C bertindak ampuh mengurangi oksigen, nitrogen, dan sulfur yang bersifat radikal. Vitamin C bekerja sinergis dengan tokoferol yang tidak dapat mengikat radikal lipofilik dalam area lipid membrane dan protein. Pengobatan dengan vitamin C dapat memulihkan kadar zat besi dalam tubuh. Ada beberapa metode yang dikembangkan untuk penentuan kadar vitamin C diantaranya adalah metode spektrofotometri UV-Vis (panjang gelombang 265 nm) dan metode iodimetri. Metode Spektrofotometri dapat digunakan untuk penetapan kadar campuran dengan spektrum yang tumpang tindih tanpa pemisahan terlebih dahulu. Karena perangkat lunaknya mudah digunakan untuk instrumentasi analisis dan mikrokomputer, spektrofotometri banyak digunakan di bidang analisis kimia sedangkan iodimetri merupakan metode yang sederhana dan mudah diterapkan dalam suatu penelitian.
1.2  Tujuan
Tujuan praktikum ini adalah untuk mengetahui pH, total asam dan vitamin C suatu bahan.










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Vitamin C
            Asam askorbat atau Vitamin C adalah turunan heksosa dan diklasifikasikan sebagai karbohidrat yang erat kaitanny dengan monosakarida. Vitamin C dapat disintesis dari D – glukosa dalam tumbuh – tumbuhan dan sebagian besar hewan. Vitamin C terdapat dalam 2 bentuk di alam, yaitu L – asam askorbat  ( bentuk tereduksi ). Oksidasi bolak balik L – asam askorbat menjadi asam L – dehidroasamaskorbat terjadi apabila tersentuh dengan tembaga, panas, atau alkali ( Akhilender, 2003 ).
            Vitamin C mempunyai banyak fungsi dalam tubuh. Pertama, fungsi vitamin C adalah sebagai sintesis kolagen. Karena vitamin C  mempunyai kaitan yang sangat penting dalam pembentukan kolagen. Karena vitamin C digunakan untuk hidroksilasi prolin dan lisin menjadi hidroksipolin yang merupakan bahan penting dalam pembentukan kolagen. Kolagen merupakan senyawa protein yang mempengaruhi integritas struktur sel disemua jaringan ikat, seperti pada tulang rawan, matriks tulang, gigi, membran kapiler, kulit dan tendon. Dengan demikian maka fungsi vitamin C dalam kehidupan sehari – hari berperan dalam penyembuhan luka, patah tulang, perdarahan di bawah kulit dan perdarahan di gusi. Asam askorbat penting untuk mengaktifkan enzim prolin hidroksilase, yang menunjang tahap hidroksilasi dalam pembentukan hidroksiprolin , suatu unsur integral kolagen tanpa asam askorbat, maka serabut kolagen yang terbentuk disemua jaringan tubuh menjadi cocok dan lemah. Oleh sebab itu, vitamin ini penting  untuk pertumbuhan dan kekurangan serabut di jaringan subkutan, katilago, tulang dan gigi ( Guyton, 2007 ).
            Fungsi yang  kedua adalah absorbsi dan metabolisme, vitamin C mereduksi besi menjadi feri dan menjadi fero dalam usus halus sehingga mudah untuk diabsorbsi. Vitamin C menghambat pembentukan hemosiderin yang sulit disebabkan oleh besi dalam bentuk nonhem mengikat empat kali lipat apabila terdapat vitamin C. Fungsi yang ketiga adalah mencegah infeksi. Vitamin C berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi ( Guyton, 2007 ).
2.2 Tomat
            Tomat ( Lycopersicon esculentum Mill atau Solanum lycopersicum ) adalah tumbuhan dari keluarga Solanaceae, tumbuhan asli asal Amerika tengah dan Selatan, dari Meksiko sampai Peru. Tomat merupakan tumbuhan siklus hidup singkat, dapat tumbuh setinggi 1 sampai 3 meter. Tumbuhan ini memiliki buah berwarna hijau, kuning dan merah yang biasa dipakai sebagai sayur dalam masakan atau dimakan secara langsung tanpa diproses. Tomat memiliki batang dan daun yang tidak dapat dikonsumsi karena masih sekeluarga dengan kentang dan terung yang mengandung alkaloid ( Smith, 1994 ).
            Menurut Cahyono (2008) tomat memiliki berbagai vitamin dan dan senyawa fungsional yang baik bagi kesehatan, salah satunya adalah likopene. Tomat mengandung lemak dan kalori dalam jumlah rendah, bebas kolesterol, merupakan sumbar serat dan protein yang baik. Selain itu, tomat kaya akan vitamin A dan vitamin C, beta karoten, kalium dan likopene.
            Klasifikasi tanaman toamt
            Divisi               : Spermatophyta
            Subdivisi         : Angiospermae
            Kelas               : Dicotyledoneae
            Ordo                : Solanales
            Famili              : Solanaceae
            Genus              : Lycopersicon
Spesies            :  Lycopersicon esculentum Mill atau Solanum lycopersicum
2.3 Jeruk Manis
Menrut Sadhily ( 2010 ) jeruk manis merupakan jenis jeruk yang berasal dari daerah Assam, India. Daun bersayap, berbau harum, pada ketiak daun terdapat duri dengan bunga putih kekuningan dan buah bulat, pada ujungmya terdapat lekukan – lekukan, rasanya manis, kulit buahnya sukar di kupas.
Klasifikasi tanaman jeruk
Divisi               : Magnoliophyta
            Kelas               : Magnopliopsida
            Upkelas           : Rosidae
            Ordo                : Sapindales
            Famili              : Rutaceae
            Genus              : Citrus
Spesies            : Citrus aurantium
2.3 Jeruk Nipis
            Menurut Sadhily ( 2010 ) jeruk nipis merupakan jenis tumbuhan yang masuk kedalam suku jeruk-jerukan, tersebar di India, Mexico, dan Florida dikenal juga sebagai jeruk pecel. Pohon jeruk nipis dapat mencapai tinggi 3—6 meter, bercabang banyak dan berduri, daun lonjong, tangkai daun bersayap kecil. Perbungaan muncul dari ketiak daun dan bunga kecil, putih berbau harum. Buah bulat sampai bulat telur, berwarna hijau sampai kuning dan kulit buah tipis mengandung banyak minyak atsiri. Daging buah berwarna putih kehijauan, sangat asam, mengandung banyak vitamin C dan asam sitrat. Biji banyak, kecil, bersifat poliembrioni

Klasifikasi tanaman jeruk nipis
Divisi               : Magnoliophyta
            Kelas               : Magnopliopsida
            Ordo                : Sapindales
            Famili              : Rutaceae
            Genus              : Citrus
Spesies            : Citrus aurantium
2.4 Cabai
Menurut Samadi (1997), tanaman cabai (Capsicum annuum, L), merupakan salah satu komoditi hortikultura yang tergolong tanaman semusim. Cabai merupakan sumber vitamin A, B, C dan E, serta ditambah mineral seperti molibdenum, mangan, folat, kalium, thiamin, dan tembaga. Cabai berisi tujuh kali lebih banyak vitamin C dibandingkan dengan jeruk. Cabai mengandung senyawa seperti alkaloid, capsaicin, yaitu yang memberikan  rasa pedas yang kuat. Penelitian awal laboratorium pada hewan percobaan menunjukkan,  bahwa capsaicin memiliki anti-bakteri, anti-karsinogenik, memiliki sifat analgesik dan anti-diabetes. Hal ini juga dapat mengurangi kadar kolesterol HDL pada orang.
Klasifikasi tanaman cabai
Divisi               : Magnoliophyta
            Kelas               : Magnopliopsida
            Ordo                : Solanales
            Famili              : Solanaceae
            Genus              : Capsicum
Spesies            : Capsicum annum L.
2.5 Timun
            Mentimun merupakan tanaman semusim (annual) yang bersifat menjalar atau memanjat dengan perantaraan pemegang yang berbentuk pilin spiral. Batangnya basah serta berbuku - buku. Panjang atau tinggi tanaman dapat mencapai 50-250 cm, bercabang dan bersulur yang tumbuh pada sisi tangkai daun (Rukmana, 1994).
            Menurut Rukmana (1994) daun tanaman mentimun berbentuk bulat dengan ujung daun runcing berganda dan bergerigi, berbulu sangat halus, memiliki tulang daun menyirip dan bercabnng-cabang, kedudukan daun tegap. Mentimun berdaun tunggal, bentuk, ukuran dan kedalaman lekuk daun mentimun sangat bervariasi.

Klasifikasi ilmiah tanaman mentimun :
Divisi               : Spermatophyta
            Kelas               : Dicotyledonae
            Ordo                : Cucurbitales
            Famili              : Cucurbitaceae
            Genus              : Cucumis
Spesies            : Cucumis sativus L.
2.6 Wortel
Wortel adalah sayuran yang dibudidayakan dan sangat populer di seluruh dunia. Tanaman yang diambil akar tunggangnya untuk dikonsumsi sebagai sayuran ini mengandung berbagai nutrisi yang sangat berharga bagi tubuh kita. Secara umum, wortel dipanen lebih dini tanpa harus menunggu mekar, pada saat akarnya sudah mencapai diameter sekitar satu inci. Wortel terdiri dari bermacam  warna dan bentuk tergantung pada jenis kultivar. Umumnya, dengan akar tunggang yang panjang, bagian atas mendatar lonjong, dan ujung bawah seperti ekor (Rukmana, 1994).

Klasifikasi tanaman wortel
Divisi               : Spermatophyta
            Kelas               : Angiospermae
            Ordo                : Umnellales
            Famili              : Umbelliferae
            Genus              : Raphanus
Spesies            : Raphanus satiivus L













BAB III
METODEOLOGI PRAKTIKUM
3.1 Waktu dan tempat
            Praktikum dilaksanakan pada hari Jumat, tanggal 1 April 2016 pada pukul 08.30 WIB di Laboratorium Kimia Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jambi.      
3.2 Alat dan Bahan
3.2.1   Uji Keasaman ( pH )
Alat yang digunakan pada praktikum uji keasaman ini yaitu blender, pH meter dan gelas piala. Adapun bahan-bahan yang diuji  yaitu tomat, jeruk manis, jeruk nipis, cabe dan akuades.
3.2.2 Total Asam Tertitrasi
Alat yang digunakan pada praktikum total asam tertitrasi ini yaitu blender, labu takar 250 ml, kertas saring, erlenmeyer 50 ml, buret, pipet tetes dan statis. Adapun bahan-bahan yang  uji  yaitu jeruk, timun,  tomat,  wortel, NaOH 0,1 N, dan indikator PP.
3.2.3 Asam askorbat ( vitamin C )
Alat yang digunakan pada praktikum asam askorbat ini yaitu: erlenmeyer, pipet tetes, buret dan statis. Adapun bahan-bahan yang diuji  yaitu filtrat dari bahan untuk pengukuran total asam, larutan iod 0,01 N dan indikator amilum.
3.3 Prosedur kerja
3.3.1   Uji Keasaman ( pH )
            Dihancurkan bahan sebanyak 100 g menggunakan blender. Untuk bahan yang kadar airnya relatif rendah, tambahkan akuades sebanyak 100 ml ( 1:1 ) ke dalam blender sebelum bahan dihancurkan. Kemudian diukur pH hancuran bahan menggunakan pH meter sebanyak tiga kali kemudian dirata – ratakan  nilainya.
 3.3.2 Total Asam Tertitrasi
            Dihancurkan bahan sebanyak 100 g menggunakan blender dengan penambahan 100 ml akuades. Kemudian dimasukkan hancuran bahan kedalam labu takar 250 ml dan diencerkan sampai tanda batas dengan akuades yang digunakan sebagai pembilas blender. Disaring dengan kertas saring, selanjutnya dititrasi filtrat yang diperoleh sebanyak 25 ml dengan larutan NaOH 0,1 N  serta ditambahkan indikator PP sebanyak 3 tetes kedalam filtart sebelum dititrasi. Dilakukan titrasi sampai terbentuk warana merah muda yang stabil. Total asam tertitrasi dinyatakan sebagai NaOH 0,1 per 100 garam bahan.
3.2.3 Asam askorbat ( vitamin C )
            Ditirasi 25 ml filtrat untuk pengukuran total asam tertitrasi dengan larutan iod 0,01 N. Kemudian tambahkan indikator amlilum pada filtrat sebelum dititrasi. Selanjutnya dilakukan titrasi sampai terjadi warna ungu yang stabil ( terbentuk warna biru ungu ).
Asam askorbat dapat dihitung dengan rumus :






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pengamatan
Tabel 4.1.1 Hasil uji keasaman  ( pH )
NO
Bahan
Nilai pH
1.
Jeruk manis
4,44
2.
Cabai
5,09
3.
Jeruk nipis
2,5
4.
Tomat
4,22

Tabel 4.1.2 Hasil total asam tertitrasi
NO
Bahan
Volume NaOH (ml)
Waktu
1.
Timun + 3 tetes indikatot PP
1,25
57 detik
2.
Tomat + 3 tetes indikatot PP
1,3
1 menit 40  detik
3.
Jeruk + 3 tetes indikatot PP
4
40 detik
4.
Wortel + 3 tetes indikatot PP
1,3
42 detik

Tabel 4.1.3 Hasil pangukuran asam askorbat
No
Bahan
Volume iodium (ml)
Waktu
Kadar vitamin C
( % )
1.
Tomat + 3 tetes amilum
3,5
96 detik
1,232
2.
Timun + 3 tetes amilum
-
-
Gagal

4.2  Pembahasan
             Hasil pengamatan dari uji keasaman yaitu menentukan nilai pH dengan menggunakan pH meter, dapat diketahui bahwa cabai memiliki kadar keasaman yang paling rendah dari pada jeruk manis, jeruk nipis dan tomat. Sedangkan jeruk nipis memiliki kadar keasaman paling tinggi dengan nilai pH  2,5 dari pada bahan yang lainnya.
            Pengamatan total asam tertitrasi menggunakan indikator PP sebagai indikator penguji, dalam praktikum bahan dititrasi sampai terbentuk warna merah muda yang stabil yaitu tidak hilang selama lebih dari 30 detik. Titrasi dilakukan dengan meneteskan NaOH 0,1 N secara perlahan dan tetes demi tetes agar saat merah muda telah terbentuk dapat dilihat oleh praktikan dan tidak terlalu banyak NaOH yang digunakan sehingga hasilnya menjadi valid. Total asam tertitrasi dinyatakan sebagai NaOH 0,1 per 100 garam bahan. Jeruk membutuhkan sebanyak 4 ml NaOH pada saat titrasi, sehingga jeruk memiliki total asam tertitrasi paling tinggi dari timun, tomat dan wortel.
            Penentuan kadar vitamin C dilakukan dengan menggunakan I2 sebagai pelarut primer. Penentuan vitamin C ( asam askorbat ) dilakukan dengan titrasi iodometri ( titrasi langsung ). Hal ini berdasarkan sifat bahwa vitamin C dapat bereaksi dengan I2. Fungsi larutan iodium adalah pereaksi untuk memperlihatkan jumlah vitamin C yang terdapat pada sampel menjadi senyawa dehidroaskorbat sehinnga akan berwarna biru karena pereaksi yang berlebihan. Sebelum dititrasi, sampel ditambahkan 3 tetes larutan amilum yang berperan sebagai indikator. Amilum bereaksi dengan iodium, dengan adanya iodida membentuk suatu kompleks yang berwarna biru yang akan terlihat pada konsentrasi iodida yang sangat rendah.
Percobaan penetapan kadar vitamin C pada praktikum kali ini hanya menggunakan sampel tomat dan timun. Pada air tomat volume iodium yang dibutuhkan untuk titrasi 3,5 ml sehingga dapat diketahui kadar vitamin C sebesar 1.232 %. Sedangkan pada timun percobaan gagal dilakukan karena kesalahan pada saat penyaringan sehingga pada saat titrasi warna yang terbentuk tidak biru melainkan warna hijua kehitaman, dan volume iodium pun terlalu banyak.

BAB V
PENUTUP
5.1 Kesimpulan
            Praktikum kali ini yaitu analisis vitamun C, dari praktikum ini dapat diambil kesimpulan bahwa pada saat uji keasaman jeruk nipis merupakan bahan yang paling asam dari jeruk manis, tomat dan cabai. Pada Pengamatan total asam tertitrasi, jeruk memiliki total asam tertitrasi paling tinggi dari timun, tomat dan wortel. Dan pada penentuan asam askorbat, tomat mamiliki kadar vitamin C sebesar 1,232 %.











DAFTAR PUSTAKA
Akhilender. 2003. Dasar – Dasar Biokimia 1. Erlangga : Jakarta
Cahyono, B. 2008. Tomat Usaha Tani Dan Penanganan Pascapanen. Kanisius : Yogyakarta
Guyton, A. 2007. Biokomia Untuk Pertanian. USU – Press : Medan
Rukmana., R. 1994.  Mentimun. Kanisius : Yogyakarta
Rukmana., R. 1994.  Wortel. Kanisius : Yogyakarta
Sadhily, Hassan. 2010. Ensiklopedi Indonesia Volume 1. Jakarta: Ichtiar Baru-Van Hoeve.
Samadi,  B. 1997. Budidaya Cabai Secara Komersial. Yayasan Pustaka Nusatam, Yogyakarta. 97 hlm.











LAMPIRAN
·         Kadar asam askorbat
Diketahui :
Volume iodium : 3,5 ml
Faktor pengencer :  = 0,4

 Asam askorbat
Asam askorbat
                                                = 1,232 %

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Analisis Vitamin C"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!