loading...

Pengolahan Kelapa Sawit Menjadi CPO Materi Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit



Pengolahan Buah Kelapa Sawit Menjadi CPO.





Pada prinsipnya proses pengolahan kelapa sawit adalah proses ekstraksi CPO secara mekanis dari TBS kelapa sawit yang diikuti dengan proses pemurnian. Secara keseluruhan proses tersebut terdiri dari beberapa tahap proses yang berjalan  secara sinambung dan terkait satu sama lain. Kegagalan pada satu tahap prosea akan berpengaruh langsung pada proses berikutnya. Oleh karena itu, setiap proses harus dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan norma-norma yang ada. Adapun unit-unit prosesnya meliputi stasiun sterilisasi (perebusan), stasiun penebahan, stasiun presan, stasiun pemurnian minyak, stasiun pengolahan biji dan inti.



1. Sterilisasi

Perebusan atau sterilisasi buah dilakukan dalam sterilizer yang berupa bejana uap bertekanan. Biasanya sterilizer dirancang untuk dapat memuat 6 sampai 10 lori dengan bertekanan uap 3 kg/cm2. Lori adalah tempat buah untuk perebusan, yang dapat menampung buah 2,5 - 3,5 dan 5,0 ton TBS. Lori dibuat berlubang dengan diameter 0,5 inch, yang berfungsi untuk mempertinggi penetrasi uap pada buah dan penetesan air kondensat yang terdapat diantara buah. Sterilizer harus dilengkapi dengan katup pengaman (safety valve) untuk menjaga agar tekanan didalam sterilizer tidak melebihi tekanan kerja maksimum yang diperkenankan.

Tujuan dari perebusan
  • Mematikan enzim untuk mencegah kenaikan asam lemak bebas (ALB) minyak yang dihasilkan.

Dalam buah yang dipanen terdapat enzim lipase dan oksidasi yang tetap bekerja dalam buah. Enzim lipase bertindak katalisator dalam pemecahan trigliserida menjadi asam lemak bebas sedangkan enzim oksidase berperan dalam pembentukan peroksida yang kemudian dioksidasi lagi dan pecah menjadi gugus aldehida dan keton. Senyawa terakhit bila dioksidasi lagi menjadi asam. Jadi, ALB yang terdapat dalam sawit merupakan hasil kerja enzim lipase dan oksidasi. Enzim pada umumnya tidak aktif lagi pada 50 derajat Celcius, oleh karenanya, perebusan pada suhu 120 derajat celcius akan menghentikan aktifitas enzim tersebut.
  • Memudahkan pelepasan berondolan buah dari tandan.

Untuk memudahkan ekstraksi minyak, buah perlu dilepaskan dari tandanya. Pelepasan ini terjadi melalui hidrolisa hemiselulosa dan pektin yang terdapat pangkal buah baik secara biokimia maupun fisika.
  • Prakondisi untuk biji agar tidak mudah pecah selama proses pengepressan dan pemecahan biji.
  • Melunakkan buah untuk memudahkan pelumatan di degester.

Perikarp yang mendapat perlakuan panas dan tekanan akan menjadi lunak karena uap masuk diantara serat-seratnya dan akan memudahkan lepasnya antara serat yang satu dengan yang lain. Hal ini akan memudahkan proses pelumatan didegester.

Proses sterilisasi menghasilkan kondensat dengan kadar minyak 0,5% dan dialirkan ke Fat pit. Tandan buah yang telah disterilisasi diumpankan ke Threser dengan menggunakan Hoisting Crane.

2. Penebahan/ Pemipilan Buah

Penebahan adalah pemisahan berondolan buah dari tandan kosong kelapa sawit. Pemipilan dilakukan dengan membanting buah dalam drum yang dengan kecepatan putaran 23 - 25 rpm. Buah yang terpipil akan jatuh melalui kisi-kisi dan ditampung oleh fruit elevator dan dibawa dengan distributing conveyor untuk didistribusikan ke tiap-tiap unit digester. Selanjutnya tanda kosong melalui empty bunch conveyor dibawa ke empty bunch hopper untuk penimbunan sementara sebelum diangkut ke kebun sebagai pupuk.

3. Pressing

Pengepressan minyak dilakukan dengan cara mengaduk dan melumat buah sehingga akan keluar minyaknya. Buah yang masuk dalam digester diaduk selama 20 menit sehingga sebagian besar daging buah sudah terlepas dari biji. Massa yang keluar dari digester diperas dalam screw press pada tekanan cone 40 - 60 bar dengan menggunakan air pengencer bersuhu 90-95 derajar celcius sebanyak 20-25% TBS, sehingga losses minyak kurang dari 4,5% dan nut (inti) pecah kurang dati 20%. Hasil dari pengepressan tersebut akan diperoleh minyak kasar dan ampas serta biji. Biji yang bercampur dengan serat masuk kealat cake breaker conveyor untuk dipisah antara biji dan seratnya, sedangkan minyak kasar dialirkan ke stasiun klarifikasi (pemurnian).

4. Klarifikasi

Klarifikasi adalah proses pembersihan minyak yang bertujuan untuk mengeluarkan air dan kotoran dari minyak, memperkecil kerusakan minyak akibat oksidasi, memperkecil kehilangan minyak dan menekan biaya produksi serta mempermudah pengolahan limbah.

Klarifikasi terdiri dari beberapa tahap proses, yaitu pemisahan kotoran berupa serabut dan lumpur, pemisahan minyak dengan air, pengambilan minyak yang terdapat pada lumpur serta pembersihan. Pemisahan kotoran yang berupa serabut dilakukan dengan saringan getar, pemisahan kotoran yang berupa lumpur dilakukan pada decanter, pemisahan minyak dengan air terjadi pada tangki prngendapan, sedangkan pembersihan minyak dilakukan pada alat pembersih minyak (oil purifer).

Minyak yang telah disaring dialirkan kedalam decanter, pada alat ini terjadi proses pemisahan kotoran berupa lumpur dengan cara sentrifugasi 6000 rpm, pada proses tersebut digunakan air panas sebagai pengencer. Minyak yang diperoleh berupa minyak sawit kasar (CPO) yang selanjutnya ditimbang dan disimpan dalam tangki penampungan atau storage tank.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengolahan Kelapa Sawit Menjadi CPO Materi Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!