loading...

Minyak Sawit Sebagai Sumber Oleokimia || Materi Teknologi Pengolahan Kelapa sawit


MINYAK SAWIT SEBAGAI SUMBER OLEOKIMIA

A. Oleokimia Dasar dan Turunan dari Minyak Kelapa Sawit

Oleokimia adalah bahan kimia yang diturunkan dari minyak atau lemak. Bahan dasar oleokimia dapat berupa minyak/lemak nabati dan hewani. Sumber minyak nabati yang dapat digunakan adalah yang tergolong tropical oil, seperti minyak sawit (palm oil), minyak inti sawit (palm kernel oil) dan minyak kelapa (coconut oil) dan yang tergolong soft oil, seperti minyak kedelai (soya oil), sunflower oil, dan rape oil. Sumber minyak/lemak hewani yang dapat digunakan adalah lemak sapi (tallow),lemak babi (lard) dan unggas (poultry).

Oleokimia ekuivalen dengan petrokimia, perbedaan utamanya terletak pada sumber bahan dasarnya. Petrokimia diturunkan dari petroleum atau minyak bumi/minyak mineral (mineral oil). Posisi petrokimia kini sudah mulai digantikan oleh oleokimia. Hal ini tidak terlepas dari keunggulan yang dimiliki oleh oleokimia, yaitu produk yang terbarukan (renewable), biodegradable dan lebih aman yang semuanya berhubungan dengan masalah lingkungan. Karbondioksida yang dihasilkan dari hasil reaksi oleokimia terjerat di atmosfer hanya beberapa bulan atau beberapa tahun yang waktunya lebih cepat dibandikngkan dari hasil reaksi dari petrokimia. Produk oleokimia juga mudah terdegradasi secara alami dalam waktu yang lebih singkat.

Oleokimia yang paling dasar adalah asam-asam lemak dan gliserol. Asam-asam lemak dan gliserol ini didapat dari trigliserida yang menjadi unsur penyusun minyak/lemak nabati atau hewani. Oleokimia dasar yang banyak diproduksi adalah asam lemak (fatty acid), gliserol, metil (atau golongan alkil yang lain) ester, fatty alkhohol dan fatty amine.

Minyak sawit dan minyak inti sawit merupakan minyak nabati yang mengandung trigliserida yang sangat penting dalam industri oleokimia. Minyak sawit mengandung asam palmitat (C16) dan asam stearat (C18) dan minyak inti sawit mengandung asam laurat (C12) dan asam miristat (C14) dimana asam lemak ini sangat berperan salah satunya dalam hal detergensi, kemampuan membentuk busa dan sifat kelarutan dari produk sabun dan detergen.

Proses pembuatan produk turunan minyak/lemak untuk menjadi produk-produk oleokimia dapat dilakukan proses hidrolisis, esterifikasi, transesterifikasi, epoksidasi, etoxylasi, konjugasi, sulfatasi, amidasi, hidrogenasi, propoxylasi. Untuk menghasilkan produk oleokimia, minyak sawit dan minyak inti sawit diolah melalui proses splitting.

Umumnya untuk minyak inti sawit tidak memerlukan pre-treatment karena minyak tersebut relatif lebih bersih. Namun untuk minyak sawit (CPO) diperlukan proses pre-treatment untuk menghilangkan gum dan bahan padatan lainnya.Selanjutnya minyak displit menggunakan demineralized water pada suhu 250 – 255oC dan tekanan 50 – 55 bar. Produk yang dihasilkan berupa campuran asam lemak dan sweetwater (gliserin sekitar 15%). Campuran asam lemak dimurnikan untuk menghilangkan warna, gliserida dan bahan tak tersabunkan dan asam lemak yang terpolimer dengan cara destilasi atau pemisahan asam-asamnya dengan distilasi fraksinasi.

Transesterifikasi minyak menjadi metil ester dapat dilakukan satu tahap atau dua tahap tergantung pada kualitas bahan baku yang digunakan. Jika bahan baku mengandung asam lemak bebas lebih dari 5% maka proses dilakukan dalam dua tahap, yaitu pertama merubah asam lemak bebas yang terkandung dalam minyak menjadi esternya dan kedua merubah minyak netral menjadi fatty metil ester. Fatty alkohol dapat dibuat dengan mereaksikan fatty metil ester dengan hidrogen menggunakan katalis logam.

Unit peralatan yang diperlukan di industri oleokimia dasar berbasis minyak kelapa sawit untuk proses pre-treatment adalah sebagai berikut:
a. Tank farm adalah tangki tempat penampungan bahan baku yang baru datang dan menampung produk yang sudah diproses. Disamping itu diperlukan satu unit tangki cadangan untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan pada proses pengolahan atau untuk menampung bahan baku jika terjadi gejolak harga. Alat-alat ini masing-masing dilengkapi dengan alat pemanas. Khusus untuk tangki penyimpan bahan baku, suhu dipertahankan 45oC. Hal ini bertujuan untuk mempermudah menyalurkan CPO ke bagian proses. Selain itu alat-alat ini juga dilengkapi dengan agitator untuk mencampur minyak dengan antioksidan serta dilengkapi dengan pompa-pompa yang digunakan untuk memompa minyak dari satu tangki ke tangki lain.
b. Peralatan yang dibutuhkan dalam proses degummng antara lain tangki yang digunakan untuk memproses CPO dan H3PO4 (degumming) tangki yang digunakan untuk menyimpan H3PO4 dan kalsium karbonat.
c. Peralatan yang dibutuhkan dalam proses bleaching antara lain tangki untuk menampung tanah pemucat, tangki untuk mencampur tanah pemucat dan minyak yang telah mengalami degumming, niagara filter yang digunakan untuk menyaring tanah pemucat dan tangki penampung untuk minyak hasil proses bleaching.

Unit utama yang diperlukan untuk proses splitting dalam menghasilkan campuran fatty acid/asam lemak adalah unit splitter. Selanjutnya, campuran asam lemak tersebut dapat difraksinasi menjadi asam lemak tunggal yang mempunyai tingkat kemurnian tinggi. Unit utama alat fraksinasi terdiri dari 2 buah stripping tower yang sangat menentukan tingkat kemurnian produk asam lemak yang dihasilkan. Pda proses distilasi fraksinasi, kualitas asam lemak yang dihasilkan sangat tergantung pada bahan baku, desain alat fraksionasi ( jumlah tray yang digunakan) dan kondisi operasinya. Sebagai contoh, untuk pemisahan asam palmitat dan asam stearat dapat menggunakan tray sejumlah 20, namun untuk memisahkan asam-asam lemak inti sawit harus menggunakan multi-columns.

B. Produk-Produk Oleokimia Sawit Komersial

Industri oleokimia merupakan industri tingkat menengah (intermediate) yang berbahan baku terolah dan produknya dapat digunakan lagi sebagai bahan baku atau bahan penolong bagi industri yang lebih hilir. Industri yang menyerap oleokimia sebagai bahan baku industrinya adalah industri pangan, tekstil, kertas, logam, kosmetik dan lain-lain.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Minyak Sawit Sebagai Sumber Oleokimia || Materi Teknologi Pengolahan Kelapa sawit "

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!