loading...

Laporan Praktikum : Uji ANOVA satu arah dan dua arah

LAPORAN PRAKTIKUM 
Uji ANOVA Satu Arah dan Dua Arah


BAB I
PENDAHULUAN

            A.    Latar Belakang
Dalam statistikanalisis varians (ANAVA) adalah kumpulan model statistik , dan prosedur yang terkait, di mana diamati varian dalam suatu variabel tertentu dipartisi ke dalam komponen yang timbul dari berbagai sumber variasi. Dalam bentuknya yang paling sederhana ANAVA memberikan uji statistik apakah atau tidak berarti dari beberapa kelompok semua sama, dan karenanya generalizes t-test untuk lebih dari dua kelompok. ANAVA sangat membantu karena mereka memiliki keuntungan lebih dari uji t dua-sample-. Melakukan dua-sample t-tes beberapa akan mengakibatkan peningkatan kesempatan melakukan sebuah tipe I kesalahan . Untuk alasan ini, ANAVA berguna dalam membandingkan dua, tiga atau lebih berarti.
Pada makalah ini akan didiskusikan perbandingan dua atau lebih parameter populasi. Sebuah teknik yang dipakai untuk membandingkan dua atau lebih parameter populasi kita kenal sebagai analysis of variance atau sering disebut anova. Teknik ini sering dipakai untuk penelitian terutama pada rancangan penelitian eksperimen, missal penelitian-penelitian yang memiliki implikasi pengambilan keputusan untuk menggunakan tekhnologi baru, prosedur-prosedur baru, dan kebijakan-kebijakan baru.
Oleh karena itu pada kesempatan kali ini kami bermaksud untuk menyusun makalah ini sebagai upaya untuk mempelajari dan memahami pokok bahasan yang berkaitan dengan uji anava, sehingga kami dapat memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang anava.

           B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian analisis varian satu arah?
2.      Bagaimana langkah penyelesaian analisis varian satu arah?
3.      Bagaimana aplikasi atau contoh penyelesaian analisis varian?
          C.    Tujuan
1.      Untuk memahami analisis varian satu arah.
2.      Untuk memahami langkah penyelesaian analisis varian satu arah
3.      Unt Untuk memahami langkah penyelesaian analisis varian duaarah



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Uji Analisis of Variance (ANOVA)
Sering kali kita menghadapi banyak rata-rata (lebih dari dua rata-rata). apabila kita mengambil langkah pengujian perbedaan rata-rata tersebut satu persatu (dengan t test) akan memakan waktu, tenaga yang banyak. di samping itu, kita akan menghadapi risiko salah yang besar. untuk itu, telah ditemikan cara analisis yang mengandung kesalahan lebih kecil da dapat menghemat waktu serta tenaga yaitu dengan ANOVA (Analisys of variances).
Secara umum, analisis varians menguji dua varians (atau ragam) berdasarkan hipotesis nol bahwa kedua varians itu sama. varians pertama adalah varians antar contoh (among samples) dan varians kedua adalah varians di dalam masing-masing contoh (within samples). Dengan ide semacam ini, analisis varians dengan dua contoh akan memberikan hasil yang sama dengan uji-t untuk dua rata-rata (mean).
Analisis ofvariance atau ANOVA merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rerata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Analisis varian termasuk dalam kategori statistik parametric. Sebagai alat statistika parametric, maka untuk dapat menggunakan rumus ANOVA harus terlebih dahulu perlu dilakukan uji asumsi meliputi normalitas, heterokedastisitas dan random sampling (Ghozali, 2009). Seperti yang dikatakan oleh Agustinus Bandur dalam bukunya “Penelitian Kuantitatif-Desain Dan Analisis Data Dengan SPSS”, analisys of variance (ANOVA) dapat digunakan dalam situasi ketika kita memiliki satu variable interval atau rasio sebagai variable dependen dan satu atau lebih variable nominal atau ordinal sebagai variable dependen.
Analisis varian dapat dilakukan untuk menganalisis data yang berasal dari berbagai macam jenis dan desain penelitian. Analisis varian banyak dipergunakan pada penelitian-penelitian yang banyak melibatkan pengujian komparatif yaitu menguji variabel terikat dengan cara membandingkannya pada kelompok-kelompok sampel independen yang diamati. Analisis varian saat ini banyak digunakan dalam penelitian survey dan penelitian eksperimen.
ANOVA bisa dikatakan sebagai salah satu teknik penelitian statistic yang sering digunakan oleh banyak peneliti karena memiliki dua karakteristik seperti (Bandur, 283:2013):
ü  ANOVA akan membantu kita untuk menganalisis data dari hasil desain penelitian eksperimental.
ü  ANOVA akan membantu kita untuk melihat hubungan sebab akibat. Hal inilah yang membedakan t-test dengan ANOVA dengan correlation dan multi-regretion. Dalam kedua tes statistic yang disebutkan terakhir, kita bisa menguku hubungan sebab akibat pada variable independen dan dependen.
Anova dapat digolongkan kedalam beberapa kriteria, yaitu :
1.      Klasifikasi satu arah (One Way ANOVA)
Anova klasifikasi satu arah merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan satu kriteriaatau satu faktor yang menimbulkan variasi.
2.      Klasifikasi dua arah (Two Way ANOVA)
ANOVA klasifikasi dua arah merupakan ANOVA yang didasarkan pada pengamatan dua kritenia atau dua faktor yang menimbulkan variasi.

2.2     One way ANOVA
Analisis of variance atau ANOVA merupakan salah satu teknik analisis multivariate yang berfungsi untuk membedakan rata-rata lebih dari dua kelompok data dengan cara membandingkan variansinya. Sedangkan menurut Teguh Wahyono dalam  bukunya, “25 Metode Anlisis dengan menggunakan SPSS 17” One Way ANOVA merupakan prosedur yang digunakan untuk menghasilkan analisis variansi satu arah untuk variabel dependen dengan tipe data kuantitatif dengan sebuah variabel independen sebagai variabel faktor.
Analisis varians pertama kali diperkenalkan oleh Sir Ronald Fisher (Bapak Statistika Modern). Dalam praktek, analisis varians dapat merupakan uji hipotesis (lebih sering dipakai) maupun pendugaan (estimasi khususnya di bidang genetika terapan). Analisis varian dapat dilakukan untuk menganalisis data yang berasal dari berbagai macam jenis dan desain penelitian.
Sebelum menguji dengan ANOVA, data harus berdistribusi normal dan mempunyai varians yang sama. Data yang digunakan pada One Way ANOVA untuk nilai variabel pada faktor harus integer sedangkan variabel dependen harus berupa data kuantitatif (tingkat pengukuran interval).Asumsi yang digunakan pada One Way ANOVA, yaitu setiap kelompok pada sampel acak independen dari populasi yang normal dan bervarian homogen. Dari output uji Anova akan diperoleh nilai F hitung. Jika nilai F hitung tidak signifikan, berarti rata-rata variabel dependen pada tingkat faktor yang ditentukan identik. Jika F hitung signifikan berarti terdapat perbedaan rata-rata variabel dependen  pada tingkat faktor yang telah ditentukan.


2.3       Two way Anova
Anova dua jalur memiliki perbedaan dibanding anova satu jalur. Perbedaannya adalah pada jumlah variabel independen. Pada anova satu jalur hanya ada satu variabel independen, sementara pada anova dua jalur ada dua atau lebih variabel independen.
Uji statistikparametrik ANOVA dua arah ini dapat membantu peneliti kuantitatif untuk melihat pengaruh dua variable independen terhadap sebuah variable dependen. (Bandur, 292:2013)
Jika kita menggunakan two way ANOVA kita bisa menguji main effect dan juga interaction effect dari masing-masing variable independent terhadap variable dependen. Main effect merupakan pengaruh langsung salah satu variable independen terhadap variable depenen dengan membandingkan rata-rata skor pada masing-masing kategori variabel dependen. Sedangkan interaction effect memberikan gambaran kepada peneliti apakah pengaruh sebuah variable independen terhadap variabel dependen berlaku untuk variabel dependen lainnya atau tidak.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sesuai dengan penelitian yang sudah dijalani, peneliti telah menemukan jawaban mengenai perbedaan skor hasil test keterampilan komunikasi personal antara mahasiswa berdasarkan kualifikasi semester (1, 2, 3, dan 4) dan berdasarkan kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa. Dengan menggunakan uji Two Way ANOVA, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor hasil test keterampilan komunikasi personal antara mahasiswa dengan kualifikasi semester. Sedangkan pada kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa tidak terlihat perbedaan yang signifikan terhadap skor hasil test keterampilan komunikasi personal mahasiswa. Peneliti memilih meneliti menggunakan two way ANOVA karena memiliki dua variabel independen yaitu Kualifikasi semester dan kualifikasi background mata pencaharian orang tua mahasiswa.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Uji ANOVA satu arah dan dua arah"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!