loading...

Laporan Praktikum : Hubungan Tanah dengan Alat Mesin Pertanian dan Penetapan BV dan TRP Tanah

LAPORAN PRAKTIKUM
HUBUNGAN TANAH DENGAN ALAT MESIN PERTANIAN
“PENETAPAN BV DAN TRP TANAH”




Oleh :
      






TEKNIK PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
MARET 2017


Judul : Penetapan BV dan TRP Tanah
Tujuan : Untuk mengetahui dan mempelajari bobot volume dan total ruang poritanah
Kegunaan :
1.      Mengetahui tingkat kepadatan tanah
2.      Mengetahui jumlah kebutuhan pupuk dan air.
3.      Mengetahui cara mengukur kepadatan tanah dengan cermat dan teliti
Bahan dan Alat :
1.      Tanah utuh didalam ring sampel
2.      Oven
3.      Timbangan
4.      Alas aluminium/besi tipis
5.      Penggaris/jangka sorong
6.      2 buah ring beserta tutup
7.      Pisau curter
Prosedur Kerja :
Dalam pengamatan dan pengukuran
1.      Ambil sampel tanah
2.      Rapikan tanah, potong merata seukuran ring
3.      Timbang sampel beserta ring (BB+Ring+BA)
4.      Masukkan kedalam oven 1050 jangka 1x24 jam
5.      Dinginkan kemudian timbang kembali (BK+Ring+BA)
6.      Bersihkan ring dari tanah, lalu timbang(Berat Ring)
7.      Timbang Alas (Berat Alas)
8.      Ukur tinggi dan jari-jari ring untuk mengetahui volume (  t )
9.      Hitung BV menggunakan M Atau BTK dengan rumus :
10.  Hitung TRP menggunakan rumus :
11.  Hitung KA menggunakan rumus :



Hasil dan Pembahasan
A.    Hasil
Kelompok / Ulangan
Ber. Basah
Ber. Kering
Br
Ba
BTB
BTK
KA
R
T
Vt
BV

TRP
I

0-20
383,7
326,2
83,2
13,4
287,1
229,6
25,04
3,69
4,15
177,35
1,29
51%
20-40
398,6
334,1
76,3
12,3
310
245,5
26,27
3,67
3,95
167,06
1,47
45%
II

0-20
351,7
295,4
76,3
14,1
261,3
205
27,46
3,61
3,99
163,42
1,25
53%
20-40
399,4
338,0
95,0
10,5
293,9
232,5
26,4
3,67
4,07
172,28
1,34
49%
III

0-20
383,3
327,8
87,8
14,4
281,1
225,6
24,60
3,8
4
181,37
1,24
53%
20-40
392,1
333,1
78,2
12,6
301,3
242,3
24,34
3,75
4
176,62
1,37
48%
IV

0-20
373,09
316,2
77,6
15,9
279,59
222,7
25,54
3,69
4,25
181,87
1,22
54%
20-40
402,6
339,2
72,4
14,5
315,7
252,3
25,12
3,65
4,21
176,27
1,43
65%
V

0-20
363,7
308,2
76,5
16,0
271,2
215,7
25,7
3,705
4,035
173,92
1,24
53%
20-40
393,6
329,2
76,5
13,5
303,6
239,2
26,9
3,62
4,06
167,06
1,43
46%
Keterangan :
Ber. Basah       = (BTB+Br+Ba) (gr)                           Ber. Kering     = (BTK+Br+Ba) (gr)
Ba                    = Berat Alas (gr)                                 BTK                = Berat Tanah Kering (gr)
KA                  = Kadar Air (%)                                  BTB                = Berat Tanah Basah (gr)
R                     = Jari-jari ring (cm)                              BV                  = Bobot Volume (gr/cm3)
T                      = Tinggi ring (cm)                               Vt                    = Volume Total (cm3)
Br                    = Berat Ring (gr)                                 TRP                = Total Ruang Pori (%)
Setiap perulangan atau kelompok memiliki BTB dan BTK yang berbeda-beda karena dipengaruhi dari berat ring dan berat alasnya pada saat penimbangan. Volume  total juga berbeda setiap perulangan atau kelompok karena dipengaruhi oleh berbedanya jari-jari dan tinggi ring tersebut. Bobot Volume yang diperoleh tentu juga akan berbeda dikarenakan BTK (Mp) dan Vt yang didapat berbeda. Berikut sistematika cara menghitung BTB, BTK, VT, KA, BV dari kelompok 4 :
·         BTB (Berat Tanah Basah)
BTB = (BTB+Br+Ba) – (Br+Ba)
0-20 => BTB   = (BTB+Br+Ba) – (Br+Ba)
                                    = 373,09-93,5
                                    = 279,59 gr
20-40 => BTB = (BTB+Br+Ba) – (Br+Ba)
                                    = 402,6-86,9
                                    = 315,7 gr
·         BTK (Berat Tanah Kering)
BTK = (BTK+Br+Ba) – (Br+Ba)
0-20 => BTK  = (BTK+Br+Ba) – (Br+Ba)
                                                            = 316,2-93,5
                                                            = 222,7 gr
                        20-40 => BTK            = (BTK+Br+Ba) – (Br+Ba)
                                                            = 339,2-86,9
                                                            = 252,3 gr
·         Vt (Volume Total)
Vt =
0-20 => Vt      =
                        =  x 3,69 x 3,69 x 4,25
                        = 181,87 cm3
20-40 => Vt    =
                        =  x 3,65 x 3,65 x 4,21
                                                = 176,27 cm3
·         BV  (Bobot Volume)
BV =
0-20 => BV     =
                        =
                        = 1,22
20-40 => BV   =
                        =
                        = 1,43
·         KA (Kadar Air)
KA =
0-20 => KA    = 
                        =
                        = 25,54 %
20-40 => KA  = 
                        =
                        = 25,12 %













Ulangan
BV
TRP
KA
I
A
0-20
1,29
51%
25,04
B
20-40
1,47
45%
26,27
II
A
0-20
1,25
53%
27,46
B
20-40
1,34
49%
26,41
III
A
0-20
1,24
53%
24,60
B
20-40
1,37
48%
24,34
IV
A
0-20
1,22
54%
25,54
B
20-40
1,43
65%
25,12
V
A
0-20
1,24
53%
25,7
B
20-40
1,43
46%
26,92
Rata-rata
1,328 gr/cm3
51,7%
25,74 %
Keterangan :
BV      = Bobot Volume (gr/cm3)
TRP     = Total Ruang Pori (%)
KA      = Kadar Air (%)
BJ        = Bobot Jenis
            TRP adalah total ruang bagian yang tidak di isi oleh padatan,air dan udara. Berdasarkan data yang didapat kelompok 4, maka berikut sistematika cara perhitungan TRP:
TRP (Total Ruang Pori) =>    0-20     =
                                                                        =
                                                                        =
                                                                        = 54 %
TRP (Total Ruang Pori)=>      20-40   =
                                                            =
                                                            =
                                                            = 65%
BV Rata-Rata
= gr
BV rata-rata =
TRP Rata-Rata
= %
TRP rata-rata =
KA Rata-Rata
= %
KA rata-rata =




B.     Pembahasan

Bobot  volume adalah perbandingan massa padatan per satuan volume total, umumnya dinyatakan didalam gr/cm3. Bobot volume dipengaruhi oleh padatan, pori-pori, struktur, tekstur, ketersediaan bahan organik, serta pengolahan tanah.
BV =

Berdasarkan data yang telah didapatkan bobot volume rata-rata pada kebun percobaan tersebut adalah 1,328 gr/cm3. Bobot tersebut termasuk bobot volume ideal karena pada umumnya bobot tanah berada pada kisaran  g/cm3. Apabila bobot volume lebih kecil dari 1,1 maka tanah tersebut memiliki porositas yang lebih besar, mengakibatkan tanah tersebut tidak dapat menahan air. Sedangkan apabila tanah memiliki bobot volume lebih besar dari 1,6 gr/cm3 maka tanah tersebut bersifat pejal mengakibatkan tanah tidak dapat menyerap air lebih banyak dan perkembangan akar akan terhambat, akar tidak dapat menembus tanah yang keras berdampak pada kondisi titik layu permanen.
Keragaman berat volume tanah sangat bergantung pada jenis fraksi penyusun tanah termasuk struktur tanah. tanah-tanah yang bertekstur lebih jarang biasanya mempunyai berat volume lebih rendah dibandingkan dengan tanah yang agak pejal. (Suhardi,1997)
Total ruang pori adalah total ruang bagian yang tidak dipenuhi oleh padatan, air dan udara didalam tanah. total ruang pori dapat dilihat dengan cara menghitung perbandingan antara berat tanah basah dengan berat tanah kering sehingga mendapat kan persentase tertentu. Komposisi poori-pori tanah ideal terbentuk dari kombinasi fragmen debu, pasir dan liat.
TRP (Total Ruang Pori) =

Berdasarkan data yang didapat pada kebun percobaan Fakultas Pertanian Unja maka diperoleh total ruang pori rata-ratanya sebesar 51,7%. Hal ini menunjukan bahwa tanah pada kebun tersebut termasuk tanah yang cukup ideal karena TRP yang ideal pada umunya adalah sebesar 50%. Keadaan tanah yang memiliki pori-pori lebih besar dan kecil sangat berdampak pada kadar air dan udara tanahnya. Jika lebih besar maka tanah tersebut akan kehilangan banyak air, karena air dapat meloloskan diri lebih cepat tanpa adanya penahan dari tanah tersebut.
Kadar air tanah adalah jumlah air yang dipanaskan dengan oven bersuhu 1050 selama 1x 24 jam hingga diperoleh berat tanah kering yang tetap. Fungsi dari kadar air tanah adalah penyedia air didalam tanaman. Jumlah air yang diperoleh tanah tergantung dari kemampuan tanah menyerap air dari permukaan. Ketersediaan air didalam tanah dipengaruhi oleh banyaknya curah hujan atau irigasi air, kemempuan tanah menahan air, besarnya evapotranspirasi, tingginya muka air tanah, kadar bahan organik tanah senyawa kimiawi atau kandungan garam dan kedalaman solum tanah atau lapisan tanah. (Majid,2010)

KA =
Berdasarkan data yang diperoleh dari percobaan pada kebun Fakultas Pertanian Unja, besar Kadar Airnya adalah 25,74 %. Hal ini menunjukan bahwa kadar air pada kebun tersebut berada pada keadan ideal karena pada umumnya tanah yang baik memiliki kadar air sebesar 25%. Kemudian,salah satu penyebab kadar air pada kebun tersebut mencapai angka 25,74% adalah tanah tersebut memiliki kandungan bahan organik yang sangat banyak, sehinga air yang terikat pada pori-pori tanah semakin banyak. Bahan organik dapat mengikat air 6x dari berat bahan organik tersebut.

C.    Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan, berikut data yang didapat pada praktikum di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Unja :
1.      Bobot Volume tanah sebesar 1,328 gr/cm3 menunjukkan keadaan ideal
2.      Total Ruang Pori tanah sebesar 51,7% menunjukkan keadaan ideal pori-pori
3.      Kadar Air tanah sebesar 25,74% menunjukkan keadaan kadar air yang ideal
Bobot volume, total ruang pori dan kadar air sangatlah berhubungan satu sama lainnya, apabila bobot volume berada pada kisaran  maka keadaan tanah tersebut tidak memiliki kerapat yang serius sehingga pori-porinya tidak berukuran kecil. Apabila bobot tanah tersebut kurang dari kisaran tersebut maka pori-porinya akan lebih besar, sehingga tanah tidak dapat menahan air, air dengan mudahnya meloloskan diri dari tanah, menyebabkan kadar air didalam tanah akan lebih sedikit.
Tanah pada kebun percobaan ini memiliki banyak bahan organik yang menyebabkan struktur tanah menjadi lebih baik, dan menjaga konsistensi tanah. bahan organik yang banyak juga menyebabkan terikatnya air yang berada didalam tanah sehingga kadar air didalam tanah berada paa kondisi seimbang.
Kebun percobaan ini memiliki kandungan liat yang tidak terlalu banyak, apabila kandungan liat didalam tanah lebih banyak maka bobot volumenya akan meningkat, pori-pori tanah semakin sedikit sehingga menyebabkan akar tanaman akan sulit untuk menembus tanah, dan akar tersebut tidak banyak menyerap dan menahan air didalam tanah, sehingga tanah tidak dapat menyediakan air. Kegunaan air didalam tanah adalah untuk membantu proses perumbuhan pada tanaman dan juga membantu menyerap dan melarutkan unsur hara tanah, selain itu air juga berfungsi menjaga struktur tanah dan menjaga kelembaban tanah.
D.    Saran
Kebun percobaan Fakultas Pertanian ini sangat cocok digunakan untuk bercocok tanam karena  memiliki kesuburan yang sangat tinggi,tanah ini memiliki kesetimbangan antara bobot volume, pori-pori tanah, dan kadar air tanah. selain itu kebun percobaan ini juga memiliki banyak memiliki bahan organik yang berfungsi sebagai pupuk alami dan humus yang tinggi untuk menyerap dan melarutkan unsur hara. Oleh karena itu, manfaatkan dengan baik tanah tersebut dan olah lah tanah ini dengan baik dan benar agar tetap terjaga kesuburan dan struktur tanah.
E.     Daftar Pustaka

Asmar.dkk.2010. Hubungan Kesuburan Tanah Dengan Prodiktivitas Tanaman. Universitas Andalas : Jurnal Solum Vol. VII
Prayogo.Tri dkk.2013. Penetapan BV dan TRP Tanah.Universitas Jambi: Laporan Praktikum
Ria Felicia,Monica.Laporan Praktikum Ilmu Tanah Hutan.http://monica-ria-felicia.blogspot.co.id/2014/11/laporan-praktikum-ilmu-tanah-hutan.html?m=1.Dalam www.google.com.Diakses Tanggal 18 Maret 2017 . Pukul 23.43 wib.
Sinaga,Raga.PenentuanKadarAirKapasitaasLapang. http://sinagaraga.blogspot.co.id/2013/12/kadar-air-kapasitas-lapang.html?m=1.dalam www.google.com. Diakses Tanggal 19 Maret 2017. Pukul 01.23 wib.
































F.     Lampiran

Gambar
Keterangan
Profil Tanah
Proses Pengeringan Sampel Tanah di dalam Oven Bersuhu 1050
Proses Pengukuran Berat Ring Sampel
Proses Pengukuran Berat Tanah Basah
Proses Pengukuran Berat Alas
Proeses Pengambilan Sampel Tanah



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Praktikum : Hubungan Tanah dengan Alat Mesin Pertanian dan Penetapan BV dan TRP Tanah"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!