loading...

Laporan Praktikum : Ekstraksi Crude Palm Oil (CPO)

LAPORAN PRAKTIKUM
TEKNOLOGI PENGOLAHAN LEMAK DAN MINYAK
EKSTRAKSI Crude Palm Oil (CPO)








Disusun Oleh :
Muhammad Wasil
J1A114013





PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2017




BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
   Kelapa sawit (Elaeis guineensis jacq.)merupakan tanaman yang berasal dari Nigeria, Afrika Barat yang saat ini telah tumbuh dan berkembang menjadi salah satu tanaman perkebunan yang sangat diperhitungkan di Indonesia. Kelapa sawit adalah tanaman penghasil minyak nabati dengan potensi produksi sekitar 6 ton minyak per hektar setiap tahunnya (Sastrosayono, 2008).
Tanaman kelapa sawit di provinsi jambi merupakan salah satu produk unggulan di bidang perkebunan. Pengusahaannya dilakukan dalam bentuk perkebunan swasta, perkebunan rakyat dan perkebunan negara. Area perkebunan kelapa sawit tersebar pada beberapa kabupaten di Provinsi Jambi . Perkembangan kelapa sawit di Jambi juga menunjukkan pertumbuhan yang positif. Pada tahun 2007 luas areal kelapa sawit di Jambi sudah mencapai 430.610 ha dengan jumlah produksi 1.035.300 ton serta dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 135.736 KK. Dengan besarnya produksi yang dihasilkan akan berdampak positif bagi perekenomian Indonesia. Pada masa yang akan datang, industri minyak kelapa sawit ini diharapkan dapat menjadi motor pertumbuhan ekonomi nasional (Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, 2012).
Pengepresan merupakan alat yang berfungsi untuk menekan hasil cacahan brondolan untuk dipisahkan antara cairan dan padatan yang berbentuk minyak dan memisahkan serat buah (fibre) dengan biji (nut). Prinsip kerjanya adalah menekan brondolan kemudian dipress menggunakan alat press setelah itu  minyak kasar akan keluar dari lubang pada press.

1.2  Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui proses ekstraksi CPO melalui proses pengepresan dan untuk mengetahui hasil rendemennya.



BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Klasifikasi Tanaman Kelapa Sawit
Kelapa sawit (Elaeis guineensis) merupakan tumbuhan tropis yang tergolong dalam famili Palmae dan berasal dari Afrika Barat. Meskipun demikian, kelapa sawit dapat tumbuh di luar daerah asalnya, termasuk Indonesia. Hingga kini, tanaman ini telah diusahakan dalam bentuk perkebunan dan pabrik pengolahan kelapa sawit (Fauzi et al, 2006).
Tanaman kelapa sawit diklasifikasikan sebagai berikut (Pahan, 2008).
Divisi               : Embryophyta Siphonagama
Kelas               : Angiospermae
Ordo                : Monocotyledonae
Famili              : Arecaceae
Subfamili         : Cocoideae
Genius             : Elaeis
Spesies            : E. guineenis Jacq
          Fauzi et al (2006) menjelaskan bahwa kelapa sawit tergolong tanaman monokotil, yaitu batangnya tidak mempunyai kambium dan umumnya tidak bercabang. Batang kelapa sawit berbentuk silinder dengan diameter 20 – 75 cm. Tinggi maksimum yang ditanam di perkebunan antara 15 – 18 m, sedangkan yang di alam mencapai 30 m. Tanaman kelapa sawit rata-rata menghasilkan buah sebanyak 20 – 22 tandan/tahun.

2.2 Crude Palm Oil (CPO)
   CrudePalm Oil (CPO) adalah minyak nabati edible yang didapatkan dari mesocarp buah pohon kelapa sawit, umumnya dari spesies Elaeis guineensis. Minyak kelapa sawit secara alami berwarna merah karena mengandung beta karoten yang tinggi. Minyak sawit berbeda dengan minyak inti sawit yang dihasilkan dari inti buah kelapa sawit. Perbedaan tersebut terletak pada warna dan kadar lemak jenuhnya, minyak sawit mengandung 41% lemak jenuh. minyak inti sawit 81% dan kelapa 86% (Harold Mc bee, 2004).
CPO merupakan minyak sawit mentah yang diperoleh dari hasil ekstraksi atau dari proses pengempaan daging buah kelapa sawit dan belum mengalami proses pemurnian, biasanya digunakan untuk kebutuhan bahan pangan dan lainnya. Kebutuhan 10% dari minyak sawit lainnya digunakan untuk industry oleokimia yang menghasilkan asam lemak, fatty alcohol, gliserol dan metil ester serta surfaktan (Gustone, 1997).
Sifat fisik-kimia minyak sawit meliputi warna, bau, flavor, kelarutan, titik cair dan polymorphosin, titik didih, titik nyala dan titik uap, bilangan iod dan bilangan penyabunan. Sifat ini bisa berubah tergantung dari kemurnian dan mutu minyak kelapa sawit (Ketaren, 1989).

3.3 Pengolahan Buah Kelapa Sawit
            Pengolahan Tandan Buah Sawit bertujuan untuk memperoleh minyak sawit dengan kualitas yang baik. proses tersebut berlangsung panjang dan memerlukan control yang cermat dimana dimulai dari proses pengangkutan TBS hingga dihasilkan minyak sawit dan hasil sampingannya (Fauzi dkk, 2006).
Proses pemurnian minyak nabati pada umumnya terdiri dari 4 tahap, yaitu :
1.    Proses pemisahan gum  (degumming)
2.    Proses netralisasi dengan cara mereaksikan asam lemak bebas dengan basa atau pereaksi lain sehingga terbentuk sabun
3.    Proses pemucatan (bleaching) merupakan proses penghilangan warna cokelat.
4.    Proses penghilangan bau (deodorisasi)merupakan proses penghilangan asam lemak bebas (ALB).









BAB III
METODOLOGI

3.1 Watu dan Tempat
Praktikum Teknologi pengolahan lemak dan minyak dilaksanakan pada hari selasa, 10 Oktober 2017, pukul 08.00 s.d selesai didalam laboratorium analisis pengolahan bahan pangan, universitas jambi.  

3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah timbangan, dandang, Erlenmeyer, alat pengepresan, spatula, nampan, kain berwarna putih, aluminium foil dan saringan. Sedangkan bahan yang digunakan adalah tandan buah segar sebanyak 10 kg dan air bersih untuk perebusan.

3.3 Prosedur Kerja
Pertama, lakukan pengambilan brondolan buah sawit. kemudian ditimbang sebanyak 10 kg, setelah itu lakukan perebusan selama 30 menit. setelah dilakukan perebusan, brondolan tersebut diangkat dan didinginkan didalam wadah nampan dan kemudian dibungkus dengan kain putih, setelah itu masukkan kedalam alat dan lakukan pengepresan. setelah selesai didapatlah minyak kasar dan diletakkan didalam Erlenmeyer, umur berat serta volumenya dan rendemen minyak tersebut serta catat hasil yang didapat.
           









BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Pengamatan
Tabel 1. Hasil ekstraksi CPO
Perlakuan
Hasil Ekstraksi (gr)
Rendemen (%)
Perebusan
2100
21

Perhitungan rendemen (%) :
Rendemen (%)  =
                          = 
= 21%

4.2 Pembahasan
Pada praktikum ini, dilakukan ekstraksi CPO buah kelapa sawit. Crude Palm Oil (CPO) merupakan minyak nabati yang dihasilkan dari proses ekstraksi buah kelapa sawit. ekstraksi ini menggunakan bahan baku bersih TBS sebanyak 10 kg yang telah melewati proses sortasi agar menghasilkan minyak yang baik.
Proses awal dilakukannya ekstraksi CPO ini adalah brondolan buah sawit  disortasi terlebih dahulu untuk mendapatkan buah yang memiliki kualitas baik, kemudian brondolan sawit ditimbang sebanyak 10 kg, setelah selesai dilakukan perebusan menggunakan kukusan selama 30 menit. tujuan dari perebusan ini adalah untuk menginaktifkan enzim-enzim yang terdapat didalam buah sawit yang dapat menstimulin asam lemak bebas dan melunakkan buah agar mudah saat proses pengempaan dan pengekstrakkan.
Setelah perebusan buah dilakukan, tahap selanjutnya yaitu proses pengepresan yang bertujuan untuk membantu mengeluarkan minyak dan melarutkan sisa-sisa minyak yang terdapat didalam ampas press. Proses pengepresan ini dilakukan dengan cara menekan brondolan buah sawit dengan menggunakan alat pengepresan untuk menghasilkan minyak dan kemudian hasil minyak yang didapat ditimbang dan didapatlah hasil ekstraksi sebanyak 2.100 gr dengan banyaknya rendemen sebesar 21%.







BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
   Dari hasil praktikum yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa, CPO merupakan minyak nabati yang dihasilkan dari proses ekstraksi minyak kelapa sawit melalui proses pengepresan.  Hasil ekstraksi yang didapat dari proses pengepresan didapatlah hasil sebesar 2.100 gr dengan rendemen sebanyak 21% dari 10 kg brondolan.

5.2 Saran
            Sebaiknya pada saat melaksanakan praktikum ini, penggunaan alat pengepresan harus dilakukan sesuai dengan prosedur, agar hasil yang didapatkan sesuai.












DAFTAR PUSTAKA

Dinas Perkebunan Provinsi Jambi. 2012. Statistik Perkebunan Provinsi Jambi, Tahun 2011. Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Jambi.
Fauzi. Yustina EW. Iman S. dan Rudi Hartono. 2006. Kelapa Sawit : Budidaya Pemanfaatan Hasil dan Limbah, Analisis Usaha dan Pemasaran. Penebar Swadaya. Jakarta.
Gustone, 1997. Tanaman Kelapa Sawit. Universitas Padjajaran.
Harold Mc Gee dkk, 2004. Teknologi Pengolahan Kelapa Sawit : Pusat Penelitian Litbang.
Ketaren, S. 1989. Minyak dan Lemak Pangan . Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Pahan, I . 2008. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Manajemen Agribisnis dari Hulu Hingga Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.
Sastrosayono, S. 2008. Budidaya Kelapa Sawit. Jakarta. Agromedia Pustaka

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Laporan Praktikum : Ekstraksi Crude Palm Oil (CPO)"

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!