loading...

Laporan Apresiasi Teater

Laporan Apresiasi Teater

a.       Judul Teater                            : Teater “LENG”
b.      Hari/Tanggal Pelaksanaan       : Selasa , 24 Oktober 2017
c.       Sinopsis                                   :
“Leng”berasal dari bahasa Jawa yang berarti lobang yang berukuran kecil. Lobang-lobang kecil inilah yang sering hinggap dalam hati setiap manusia. Naskah ini menceritakan kehidupan masyarakat kelas bawah di sekitaran kuburan keramat Datuk Kelambu Api. Juru kunci kuburan menjadi pengantar masyarakat untuk mengabulkan setiap doa-doa mereka yang merasa terdesak oleh kehadiran pabrik besar. Suara bising mesin pabrik menjadi alasan mantan mandor pabrik yang dipecat untuk menghancurkan eksitensi pabrik tersebut. Superioritas pabrik yang menguasai lahan milik masyarakat sekitar termasuk kuburan Datuk Keramat Kelambu Api dan Rumah warga lainnya menjadi benang merah cerita dalam cerita pertunjukan ini.

d.      Hal yang di amati :
·         Tema              : Industrialisasi Yang Menekan Rakyat Kecil
·         Tokoh             :
1.      Windy Kaunang    : Mbok SenikTritagonis)
2.      Alfiandi Azwan     : Bongkrek(Protagonis)
3.      Dedi Saputra         : Pak Rebo(Tritagonis)
4.      Arianza Rafindo    : Janaka (Tritagonis)
5.      Desi Rahmana       : Pemain Pembantu
6.      Rani Iswari                        : Pemain Pembantu
7.      Ayu Fransiska        : Penari
8.      Irwansyah              : Juragan (Antagonis)
9.      Tarmizi                   : Bodyguard 1
10.  Reliyawan              : Bodyguard 2
11.  Helena N               : Wartawan

·         Setting :
·         Plot :
1)         Exposition atau Pelukisan Awal Cerita
Dalam tahap ini pembaca diperkenalkan dengan tokoh-tokoh drama dengan watak masing-masing. Pembaca mulai mendapat gambaran tentang lakon yang akan dibaca. Tahap exposition dalam Teater “Leng” diawali dengan pengenalan nama-nama tokoh yang memerankan teater tersebut, yang kemudian dilanjutkan dengan penggambaran para tokoh dan situasi yang sedang terjadi.
2)         Komplikasi atau Pertikaian Awal
Pada tahap ini pengenalan terhadap para pelaku sudah menjurus kepada pertikaian. Konflik mulai menanjak namun belum mencapai klimaks dan lakon belum selesai. Dalam Teater “Leng” tahap komplikasi terlihat ketika ada seorang tamu laki-laki yang datang ke makam Kyai Bakal namun niatnya bukan untuk meminta sesuatu, tirakat atau semedi, seperti kebanyakan tamu yang datang ke makam tersebut, melainkan tamu tersebut mencari Bongkrèk. Maksud dan tujuan tamu tersebut datang dan mencari Bongkrèk tidak diuraikan secara jelas dalam drama ini, namun dari tuturan para pelaku drama terlihat bahwa siapapun tamu tersebut, nasib Bongkrèk terancam bahaya.
                           3)         Klimaks atau Titik Puncak Cerita
Konflik itu akan terus meningkat sampai mencapai klimaks dalam cerita.Teater “Leng”, klimaks cerita terjadi saat Bongkrèk mendatangi pabrik dalam keadaan marah untuk menuntut keadilan dan memperjuangkan hak sebagai warga.
4)         Falling Action atau Resolusi atau Penyelesaian
Dalam tahap ini konflik mereda atau menurun. Tokoh-tokoh yang memanaskan situasi atau meruncingkan konflik telah mati atau menemukan jalan pemecahan. Teater ini tahap resolusi tergambar saat suasana pabrik yang tadinya terjadi kebakaran hebat dimana apinya menyala-nyala hingga terlihat dari area pemakaman kini pelahan telah padam.

·         Simbol
1.      Kemenyan
2.      Tarian
3.      Musik Pengiring (Gitar,Cello,Biola,Suling)

·         Amanat/ Pesan Pengarang
Amanat merupakan pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca atau penonton atau penikmat karya sastra. Pesan tersebut ada yang tersirat dan ada pula yang tersurat, yakni:
1.      Sebagai masyarakat atau manusia biasa hendaknya kita jangan mudah di bujuk rayu seseorang, agar tidak menyesal dikemudian hari,
2.      Orang yang berbuat licik, hidupnya tidak akan pernah tenang, dia akan selalu dihantui oleh rasa bersalah.
3.      Pembangunan yang baik harusnya memperhatikan dampak positif dan negatifnya, baik bagi warga atau penduduk sekitar, maupun bagi lingkungan.

b.      Kritik dan saran dari hasil pelaksanaan teater :
      Kritik :
Tempat pertunjukan kurang begitu nyaman bagi penonton , hal itu dimana tempat duduk para penonton di bawah sehingga kurang begitu jelas untuk melihat penampilan. Kurangnya suara sehingga penonton tidak begitu jelas mendengar.
Saran :
Ubahlah lokasi penonton sehingga menjadi nyaman dan tambahkan microphone atau pengeras suara agar suara pemain jelas di dengar

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Laporan Apresiasi Teater"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!