loading...

Koloid Materi Kimia Fisik


SIFAT-SIFAT PERMUKAAN


ADSORPSI GAS OLEH ZAT PADAT

Molekul-molekul pada permukaan zat padat atau zat cair memiliki gaya tarik ke arah dalam, karena tak ada gaya lain yang mengimbanginya. Adanya gaya tersebut menyebabkan zat padat dan zat cair mempunyai gaya adsorpsi. Adsorpsi adalah zat yang terserap hanya terdapat dipermukaan zat yang menyerap. Absorpsi adalah zat yang terserap masuk ke absorbens.

Daya serap gas oleh zat padat dihitung setiap satuan massa adsorbens. Pada adsoprsi gas di permukaan zat padat, terjadi kesetimbangan antara gas yang terserap dengan gas sisa. Daya adsorpsi dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur
makin tinggi tekanan, makin tinggi daya serap gas, makin tinggi temperatur, makin kecil daya serap gas.

Daya serap zat padat terhadap gas tergantung dari:

  • Jenis adsorbens
  • Jenis gas
  • Luas pemukaan adsorbens
  • Temperatur gas
  • Tekanan gas

ADSORPSI PADA PERMUKAAN LARUTAN

Sabun mempunyai daya menurunkan tegangan muka air. Tegangan muka air = 72 dyne/cm, jika diberikan 0,0035 molar Na oleat, menyebabkan tegangan muka air menjadi ± 30 dyne/cm pada suhu 25°C. Zat – zat sepersi sabun, asam sulfonat tertentu dan zat – zat organik tertentu, yang dapat menurunkan tegangan muka disebut surface active agent. Beberapa eletrolit menyebabkan kenaikan tegangan muka. Zat ini disebut negative surface activity.

KOLOID

Larutan terbagi atas 3 yaitu:

  1. Larutan sejati mempunyai diameter       partikel ˂ 1 mµ
  2. Larutan koloid mempunyai 1 mµ ˂diameter partikel ˂ 100  mµ
  3. Campuran kasar, mempunyai diameter partikel ˃ 100  mµ

JENIS KOLOID

Berdasarkan jenis partikelnya, koloid terbagi atas :

  1. Dispersi koloid
  2. Larutan makromolekul
  3. Koloid asosiasi

DISPERSI KOLOID

Dispersi koloid terdiri dari zat-zat yang tidak larut dengan partikel-partikel yang terdiri dari gabungan banyak molekul, misalnya koloid Au, S2, S3, A minyak dalam air dan sebagainya. Dispersi koloid bersifat heterogen terdiri atas dispers fase dan dispers medium, yang bisa berupa padat, cair atau gas.

SOL

Sol adalah dispersi koloid zat padat dalam zat cair. Sol dibagi menjadi sol liofobik dan sol liofilik. Pada sol liofobik, butir-butir koloid tidak tercampur merata dengan pelarut, misalnya sol logam-logam dan garam-garam dalam air. Pada sol liofilik, butir-butir koloid tercampur merata dengan pelarut. Misalnya gelatin, kanji atau kasein. Bila pelarutnya air, maka zat yang dihasilkan disebut sol hidrofob atau sol hidrofil.

Sol dapat dibuat dengan kondensasi dari larutan sejati atau dispersi dari dispers kasar. Pada pembuatan sol, sol yang diperoleh biasanya tidak murni tercampur dengan elektrolit, zat tersebut dapat dihilangkan dengan dialisis, eletrodialisis atau ultrafiltrasi. Dialisis, berdasarkan kenyataan bahwa elektrolit dapat melewati membran yang porous, seperti kertas perkamen, selofan atau koloidal sedang butir-butir koloid tidak. Dialisis memerlukan waktu yang lama

Elektro dialisis menggunakan perbedaan potensial diantara membran-membrannya, hingga kecepatan elektrolit besar. Ultra filtrasi = filtrasi biasa, hanya sebagai penyaring digunakan kertas saring yang dilapisi kolodio atau porselin yang porous atau gelas sinter. Untuk mempercepat perlu diberikan tekanan atau dihisap.

SIFAT-SIFAT SOL

Sifat fisika, tergantung pada jenis koloidnya, untuk koloid hidrofob, sifat-sifat seperti rapat, tegangan muka, dan viskositas hampir sama dengan mediumnya sedangkan untuk koloid liofilik, viskositasnya lebih besar, dan tegangan mukanya lebih kecil

Sifat koligatif
Sifat koligatif sol lebih rendah dari larutan biasa, kecuali tekanan osmose

Sifat optis
Bila seberkas sinar dilewatkan pada larutan sejati sebagian sinar diserap dan diteruskan, hanya sebagian kecil yang disebarkan (dibelokkan), namun untuk koloid, sebagian besar sinar disebarkan (dibelokkan), ini disebut peristiwa Tyndall

Sifat kinetik
Butir-butir koloid selalu bergerak zig-zag, gerakan ini disebut gerakan Brown. Gerakan ini disebabkan karena benturan molekul-molekul pelarut terhadap butir – butir koloid.

Sifat listrik
Adanya muatan listrik pada butir-butir koloid menyebabkan terjadinya beda potensial antara permukaan zat padat dan larutan

EMULSI

Emulsi adalah dispersi koloid zat cair dalam zat cair lain yang tidak tercampur. Agar stabil, perlu diberikan emulgator, seperti macam-macam sabun, alkana sulfonat, koloid liofil. Emulsi dapat dibagi menjadi : minyak dalam air, air dalam minyak. Penambahan ion-ion logam berat mengubah emulsi jenis pertama ke jenis kedua, besarnya butiran emulsi biasanya 100-1000 mµ.

SIFAT-SIFAT EMULSI
Emulsi memiliki beberapa sifat yaitu :
- Menunjukkan efek Tyndall
- Menunjukkan gerakan Brown
- Biasanya bermuatan negatif
- Bergerak dalam medan listrik
- Sensitif terhadap elektrolit

Emulsi dapat dirusak dengan beberapa cara yaitu :

  • Pemanasan
  • Pembekuan
  • Centrifuge
  • Penambahan elektrolit
  • Destruksi emulgator dengan zat-zat kimia (HCL + air sabun)
  • Penggojogan

GEL

Koagulasi sel liofil atau liofob, menghasilkan endapan, bila keadaannya diatur dengan tepat, maka zat cair yang ada diserap oleh zat padatnya. Proses ini disebut gelatinisasi dan zat nya disebut gel
Gel dapat dibuat dengan pendinginan, metatesa dan perubahan pelarut

1. Pendinginan
Dibuat dari pendinginan larutan yang tidak terlalu encer. Contohnya agar-agar, gelati
2. Metatesa
Misalnya pembuatan silika gel
3. Perubahan pelarut
Misalnya larutan Ca asetat dalam air ditambah alkohol yang menghasilkan gel Ca asetat

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Koloid Materi Kimia Fisik"

Post a Comment

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!