loading...

Laporan Praktikum Pembuatan Jahe Instan



LAPORAN PRAKTIKUM
PEMBUATAN JAHE INSTAN


BAB I 

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Mobilitas masyarakat yang semakin tinggi memerlukan kondisi kesehatan yang optimal. Kondisi kesehatan tubuh tentunya tidak bisa lepas dari konsumsi makanan yang sehat. Banyaknya penyakit yang ditimbulkan karena cara mengkonsumsi makanan yang salah ataupun keamanan makanan yang tidak terjaga menyebabkan masyarakat cenderung bersikap hati-hati. Minuman kesehatan sebagai salah satu produk yang sudah dikenal masyarakat, banyak dijumpai di pasaran dengan berbagai merek dan bentuk, seperti dalam bentuk cair, serbuk instan ataupun tablet. Kecenderungan masyarakat saat ini adalah lebih suka menggunakan produk yang kemasan dan penyajiannya lebih praktis dan cepat, karena tidak perlu membutuhkan banyak waktu dalam mempersiapkannya (Zakaria, 1999). 
     
Salah satu contoh minuman kesehatan yang dapat dijumpai adalah minuman instan ekstrak jahe, dimana produk tersebut umumnya dibuat dengan mengambil sari dari rimpang jahe kemudian dilakukan pengolahan lanjut. Khasiat minuman instan ekstrak jahe dan untuk menciptakan produk yang praktis dan efisien, sehingga diharapkan diperoleh manfaat kesehatan. Hal ini didasari juga oleh tingginya kebutuhan masyarakat akan kesehatan dan kecenderungan masyarakat untuk mengkonsumsi minuman kesehatan yang lebih praktis dan efisien bahan pembuatannya dapat diperoleh dengan mudah dan harganya pun terjangkau oleh masyarakat, karena ketersediaanya cukup banyak di pasar atau di lingkungan masyarakat sekitar (Zakaria, 1999).

1.2 Tujuan Praktikum
Tujuan dilakukannya praktium ini adalah untuk mengetahui tahap-tahap pembuatan jahe instan dan mengetahui fungsi bahan-bahan dalam pembuatan jahe instan.

BAB II 

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Jahe
Jahe (Zingiber officinale), adalah tanaman rimpang yang sangat populer sebagai rempah-rempah dan bahan obat. Rimpangnya berbentuk jemari yang menggembung di ruas-ruas tengah. Rasa dominan pedas disebabkan senyawa keton bernama zingeron.
  • Divisi: Spermatophyta
  • Sub-divisi: Angiospermae
  • Kelas: Monocotyledoneae
  • Ordo: Zingiberales
  • Famili: Zingiberaceae
  • Genus: Zingiber
  • Species: Zingiber officinale

Jahe (Zingiber officinale rosc) adalah tanaman yang tumbuh tegak dengan tinggi 30–60 cm. Daun tanaman jahe berupa daun tunggal, berbentuk lanset dan berujung runcing. Mahkota bunga berwarna ungu, berbentuk corong dengan panjang 2 – 2,5 cm. Sedangkan buah berbentuk bulat panjang berwarna cokelat dengan biji berwarna hitam. Berdasarkan ukuran dan warna rimpangnya, jahe dapat dibedakan menjadi 3 (tiga) varietas, yaitu jahe besar (jahe gajah), jahe kecil (jahe emprit), dan jahe merah (jahe sunti). Jahe merah dan jahe kecil banyak dimanfaatkan sebagai bahan obat-obatan. Sedangkan jahe besar dimanfaatkan sebagai bumbu masak (Umiarsih, 2013).
     
Jahe memiliki kandungan aktif yaitu oleoresin. Oleoresin adalah minyak dan damar yang merupakan campuran minyak atsiri sebagai pembawa aroma dan sejenis damar sebagai pembawa rasa. Oleoresin jahe mengandung komponen gingerol, paradol, shogaol, zingerone, resin dan minyak atsiri. Persenyawaan zingerone tidak dalam bentuk persenyawaan keton bebas, melainkan dalam bentuk persenyawaan aldehid alifatis jenuh, terutama senyawa n-heptanal (Radiati., 2003).

Kesehatan Makanan atau minuman mempunyai fungsi yang berhubungan dengan rasa, aroma dan atau nutrien essensial. Minuman kesehatan sebagai produk pangan fungsional lebih menekankan pada peningkatan status kesehatan dan mencegah timbulnya penyakit tertentu. Dahulu istilah health food untuk makanan sehat yaitu menarik dan berarti bagi konsumen, tetapi hal ini tidak dapat digunakan lagi karena pada prinsipnya semua bahan pangan akan menyehatkan tubuh bila dikonsumsi secara baik dan benar. Saat ini makanan atau minuman yang menyehatkan adalahmakanan atau minuman yang mempunyai komponen aktif yang dapat menyehatkan dan menyegarkan tubuh, sehingga layak disebut sebagai pangan fungsional.
     
Ada tiga faktor yang harus dipenuhi oleh produk pangan termasuk minuman kesehatan agar dapat dikategorikan sebagai pangan yang memenuhi kesehatan (sifat fungsional) yaitu :
  1. Produk tersebut haruslah suatu produk pangan
  2. Produk tersebut dapat dan selayaknya dikonsumsi sebagai bagian dari pangan sehari-hari
  3. Produk tersebut mempunyai fungsi tertentu pada waktu dicerna, serta memberikan kegunaan tertentu dalam proses metabolisme tubuh, misalnya
  4. Memperkuat mekanisme pertahanan tubuh
  5. Mencegah timbulnya penyakit tertentu (seperti penyakit kanker, kardiovaskuler dan jantung koroner, pencernaan, osteoporosis, dan berbagai gangguan kesehatan akibat kekurangan atau kelebihan zat gizi tertentu)
  6. Membantu untuk mengembalikan kondisi tubuh setelah terserang penyakit tertentu
  7. Menjaga kondisi fisik dan mental (Hartoyo. 1999).

BAB III 

METODOLOGI


3.1 Tempat dan Waktu
Penulis melakukan praktikum tempatnya di Ruangan Dapur Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan Teknologi Hasil Pertanian sedangkan waktu melakukan praktikum adalah jam 11.30 – 13.30 tanggal 26 April 2016.

3.2 Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah: jahe 1 kg, gula pasir 1 kg, dan air secukupnya sedangkan alat yang digunakan antara lain: talenan, pisau, blender, mangkuk stainless, kain saring, nampan, piring plastik, sendok, wajan, timbangan, dan spatula kayu.

3.3 Prosedur Kerja
Prosedur kerja pada praktikum ini adalah: jahe dicuci dan dikupas, lalu hancurkan jahe dengan cara di blender atau diparut. Apabila harus menambahkan air, tambahkan sedikit mungkin. Saring jahe yang sudah dihancurkan menggunakan kain saring untuk memisahkan filtrat dengan ampasnya, campurkan filtrat jahe dengan gula pasir dengan perbandingan 1:1. Lakukan pengadukan sampai gula terlarut sempurna. Filtrat akan mendidih dan menimbulkan busa, api kompor dikecilkan. Ketika busamulai turun dan filtrat berubah menjadi tepung, matikan api dan pengadukan dilakukan terus menerus dan semakin dipercepat. Setelah menjadi tepung lakukan pengayakan. Tepung yang masih menggumpal dihancurkan kemudian diayak dan pengayakan harus diselesaiakn selagi jahe instan masih panas.



BAB IV 

PEMBAHASAN

4.2 Pembahasan
Pada praktikum kali ini bahan utama yang digunakan yaitu jahe. Jahe merupakan jenis rempah-rempah yang paling banyak digunakan dalam berbagai resep makanan dan minuman. Secara empiris jahe biasa digunakan masyarakat sebagai obat masuk angin dan gangguan pencernaan. Dalam praktikum ini praktikan mengambil atau menimbang jahe sebanyak 1 kg, setelah melalui proses di masak dan menjadi bubuk, bobot yang dihasilkan menyusut menjadi 904,5 gram. Penyusutan ini mungkin terjadi dikarenakan adanya penguapan pada waktu pemasakannya dan penyusunan bobot ini mungkin juga terjadi karena larut bersama air yang di masak pada waktu pemrosesan pembuatan jahe instan ini. Dari hasil data yang didapatkan bahwa instan jahe berwarna putih kuning cerah ini diperkirakan pengaruh dari warna jahe yang kita gunakan. Instan jahe ini juga rasa nya masih terasa pedas, dan untuk rasa manisnya sudah bisa di katakan cukup.
     
Di dalam pembuatan instan jahe ini praktikan menambahkan gula sebanyak 1 kg, air putih sebanyak 1 liter dan untuk aromanya pada jahe instan yang tercium khas. Pada pembuatan atau pemrosesan jahe menjadi jahe instan/bubuk di butuhkan waktu kurang lebih 1 jam. Pembuatan jahe instan ini cukup lama dan ketelitian dalam mengaduknya sampai menjadi bubuk kasar dan mengayaknya. Pengayakan ini di lakukan agar bubuk halus dan bubuk kasar terpisah.

BAB V 

KESIMPULAN DAN SARAN


5.1 Kesimpulan
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Jahe yang digunakan mempunyai bobot 1 kg dan setelah di proses menyusut menjadi 820 gram (dalam bentuk bubuk). Penambahan air juga sangat berpengaruh untuk pelarutan jahe agar menjadi bubuk dan rasa yang di hasilkan masih agak sedikit pedas, untuk rasa manis dan aromanya sudah cukup pas.
     
Pada data uji organoleptik bahwa rata-rata panelis menyatakan rata- rata suka pada produk olahan jahe instan. 

5.2 Saran
Sebaiknya sebelum praktikum mahasiswa lebih mempelajari prosedur dan metode yang akan diuji untuk mempermudah proses praktikum.

DAFTAR PUSTAKA

Hartoyo. 1999. Konsumsi sari jahe (Zingiber officinaleRoscoe) meningkatkan aktivitas sel natural killer pada mahasiswa pesantren Ulil Alba abdi Bogor. Buletin Teknologi Industri PanganX(2): 40−46 

Radiati, L.E., dan R.D. Haryadi. 2003. Pengaruh ekstrak diklormetan jahe (Zingiberofficinale) terhadap pengikatan toksin koleraB-subunit conjugasi (FITC) pada reseptor selhibridoma LV dan Caco-2. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan XIV(1): 59−67. Teknologi pembuatan jahe instant departemen pertanian bptp jakarta 

Zakaria, F.R. dan T.M. Rajab. 1999. Pengaruh ekstrak jahe (Zingiber officinale Roscoe) terhadap produksi radikal bebas makrofagmencit sebagai indikator imunostimulan secara in vitro. Persatuan Ahli Pangan Indonesia (PATPI). Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pangan: 707−716.

Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Laporan Praktikum Pembuatan Jahe Instan "

Terimakasih Sudah Mengunjungi Blog Ini, Silahkan Tinggalkan Komentar!